
Diacara Pesta itu suasana semakin tegang, pertengkaran kecil antara Frans dan Fanny semakin berlanjut.
"Fanny,," suara Frans melembut "Kita bicara di tempat lain saja, gak enak disini, mereka seakan sedang membicarakan tentang kita, aku tidak ingin merusak acara tuan Reno, lihat ada wartawan juga disini, mereka seakan sedang mengamati kita berdua"
"Sudah lah frans, aku males melihat sikap mu yang seakan sok menjaga perasaan ku!
"Fanny, aku tidak ingin kita bedebat lagi, aku sangat menghargai kelurga mu, aku mohon plis,, nanti kita bahas kembali masalah ini ya"
Fanny berdiri dari duduknya "Kau selalu saja tidak bisa mengerti aku Frans! seru fanny menatap tajam wajah frans dengan mata berkaca-kaca, dan lngsung melangkah pergi begitu saja.
"Fanny,,, fan! frans lngsung berdiri, ia tidak berani mngejar fanny, karena tidak ingin para tamu beranggapan yang tidak tidak, apalagi ada sebagian orang yang melihat kearahnya.
"Nanti saja, akan aku jelaskan semuanya pada Fanny" frans lngsung beranjak dari tempat itu dan berjalan menuju Mansion.
Didalam Mansion frans sebenarnya ingin mencari fanny tapi ia bertemu dengan Andini.
"Frans haiii,, kau mau kemana? pasti mau cari Reno ya, sini duduk dulu udah lama tante nggak ngobrol bareng kamu"
"Eeehhh, iya tante" Frans tersenyum canggung, dan ia berjalan kearah sofa.
"Sore Om,," frans berjabat tangan dengan Ramon.
"Tumben baru kelihatan,,?"
"Tadi pagi aku meeting ada client dari Jepang, setelh selesai baru bisa kemari om"
"Bagaimana perkembangan perusahaan Reno"
"Alhamdulillah om, perkembangan nya sangat pesat dan banyak Client yang ingin bekerja sama dengan Mahesa grup' bahkan hingga mancanegara"
"Syukurlah Frans, berkat tangan dingin mu perusahaan Reno bisa bangkit lagi"
"Jangan terlalu berlebihan memuji Tuan, aku hanya menjalankan tugas sebagai seorang asisten"
"Fanny kau mau kemana?! panggil Andini, yang melihat fanny berjalan melewati melewati ruangan tamu.
"Pulang Mah!
Ucap Fanny dingin tanpa menoleh pada frans yang sedang duduk diantara Andini dan Ramon.
"Kamu ini kenapa siih sayang, kayanya lagi kesel gitu?"
"Nggak ko Mah, aku hanya ingin istrahat ajah"
"Kenapa istrahat harus pulang, mansion Reno sangat besar kau bisa memilih kamar yang kamu mau" kata Ramon sambil menghisap rokok yang ia pegang.
"Benar fanny, kalau mau istrahat kau tidak perlu pulang, Mama dan Papa menginap disini, tidak enak sama kakak mu Reno kalau kita pulang sekarang"
Fanny terdiam sambil memainkan tas selempangnya dengan mimik wajah kesal.
"Sini Nak, duduk disebelah Mama"
Fanny berjalan kearah Andini dan duduk di samping Andini, Frans terus menatap fanny.
__ADS_1
"Frans!
"Ahh,,, iya Tuan?!
"Berapa usia mu sekarang?
"27 tahun Tuan"
"Usia 27 tahun seharusnya sudah memiliki pendamping, apalagi kau sudah mapan di usia sekarang"
Seorang pelayan datang membawa dua cangkir kopi panas dan dua teh manis, ia menaruhnya di atas meja tamu.
"Ahh,, iya Tuan, aku juga sedang memikirkan kearah sana" mata frans menoleh pada fanny "Tapi melihat kondisi ku yang sekarang sedang cacat begini aku belum berniat kearah sana, tunggu sampai aku normal kembali"
Fanny memutar kepalanya kearah Frans dan menatap nanar, ia sedikit kecewa dengan ucapan frans yang seakan tidak ingin menikah.
"Om sangat mengerti perasaan mu Frans, memang tidak mudah untuk mengembalikan kepercayaan diri apalagi keadaanmu yang sekarang ini" Ramon menyeruput kopi yang sudah berada ditangannya "Tapi om yakin kau pasti akan kembali normal setelah dioperasi lagi, karena kau cacat bukan dari lahir tapi cacat karena kecelakaan"
"Iya Om, aku harap seperti itu"
"Frans silakan diminum kopinya" tutur Andini.
"Iya Tante" frans mengambil cangkir kopi didepannya dan mulai menyeruputnya perlahan.
"Iya frans, tante harap kau secepatnya mencari pendamping hidup, sebentar lagi anak Mama fanny juga akan menikah"
"Uhuk,, uhuk,, uhuk,," tiba-tiba Frans terbatuk batuk "Maaf,, maaf aku kesedak" Frans mengambil sapu tangan dalam saku celananya dan mengusap wajahnya..
'Loh apa ada yang salah Mama bicara begitu? kau memang akan menikah dengan Justin sahabat papamu yang berada di Jerman, Justin Pria mapan, berkelas dan sopan, ia mendekati sempurna, kita sudah bahas masalah ini dan kau sudah menyetujuinya bukan?
Fanny menggeleng pelan sambil menatap wajah Frans "Tapi Mah!"
"Kau tenang saja, mama bicara dengan Frans karena Frans sudah Mama anggap keluarga kita juga, nantikan frans juga akan terlibat dalam acara pernikahanmu dengan Justin"
Seketika wajah Frans memerah, ia menundukkan wajahnya dengan perasaan perih, ia merasa di permainkan oleh Fanny, hatinya terus berkecamuk, jantungnya berdebar cepat hatinya begitu sakit, entah apa yang sedang ia fikirkan saat ini"
"Oiya maaf tante,, om,, hari ini aku ada janji dengan seorang teman, jadi aku ijin pamit"
"Loh, tidak ingin bertemu dengan Reno dulu"
"Besok saja tante, gak enak kalau bahas masalah pekerjaan sekrang, inikan hari bahagianya Tuan dan Nona Delena"
Fanny merasa bersalah dan tidak enak hati, ia tau frans begitu kecewa, terlihat dari raut wajahnya yang pias dan tegang.
"Saya pamit dulu om,, tante,," Frans berdiri membungkuk dan memberi hormat, lalu berjalan kearah luar pintu menuju parkiran.
"Mah, Pah, aku keluar dulu sebentar, mau cari kak Siska"
"Katanya mau istrahat"
"Iya nanti saja" Fanny beranjak dari duduknya dan menuju keluar pintu, ia mengejar frans yang berjalan kearah parkiran.
"Frans!
__ADS_1
"Frans tunggu!
Frans tidak menoleh sedikitpun iya terus berjalan kearah mobil.
"Frans aku mohon, dengarkan penjelasan ku dulu" fanny sudah menghadang didepan mobil frans.
Frans menatap dalam wajah fanny "Minggirlah, aku mau pulang!"
"Frans! fanny menarik tangan frans "Apa yang dikatakan Mama tadi, bisa aku jelaskan semuanya" ucap fanny dengan mata berkaca-kaca.
"Untuk apa lagi penjelasan mu, semua sudah terbukti kalau kau akan segera menikah! frans melepas pegangan tangan fanny.
"Hiks,, hiks,, hiks,, jatuh sudah airmata fanny, "Aku ingin kau mendengarkan penjelasan ku sekali saja! kau pikir aku mau dinikahi dengan orang yang tidak pernah aku kenal! kalau aku mau sudah dari dulu aku menikah, nggak perlu menunggu mu!"
"Fanny dengar, apa yang dikatakan Mama mu benar, Justin Pria mapan dan berkelas, bahkan ia mendekati sempurna, kau bisa hidup bahagia bersama Justin, lalu apa yang kau cari dari diriku ini? aku hanya pria biasa yang cacat, bahkan aku tidak sempurna"
"Tidak frans,, kau jangan bicara begitu" hiks,, hiks,, "Aku mencintai mu"
"Tapi kau tega membohongi aku fanny! kau mempermain aku? kau tau aku ini cacat, tapi mengapa kau tidak mengatakannya dari awal kalau kau sudah di jodohkan dan akan segera menikah! aku tidak mungkin jadi orang ketiga dalam hubungan mu dengan justin!
Frans sudah membuka pintu mobil, Fanny terus menarik tangannya "Frans, aku akan batalkan perjodohan ini, aku tidak ingin kehilngan mu!"
"Ku mohon fanny, jangan membuat aku tambah sulit dengan keadaan ku sekarang, aku sangat menyayangi keluarga mu dan Tuan Reno, jangan biarkan keluarga mu membenci ku" Frans mengusap air matanya kasar dan masuk kedalam mobil.
"Pak, jalan!"
"Baik Tuan"
Mobil pergi meninggalkan kediaman Reno.
"Frans! hiks,, hiks,, hiks,,,
(huwaa.. author ikut melo😭)
'
'
'
'
'
'
'
@BERSAMBUNG😍
@Author
Orang hidup tidak selamanya mulus seperti jalan Tol, begitu pun dengan Cinta pasti banyak lika liku dan ujiannya, karena Cinta butuh yang namanya pengorbanan 🥰😍😍
__ADS_1