ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Melarikan berdua.


__ADS_3

Sementara di Mansion Ramon begitu stres dengan kehilangan fanny. sejak mengetahui fanny hilang kondisi Andini langsung drop. sejak kepergian fanny keluar dari rumah. Ramon sengaja tidak mencarinya dan ia sudah tahu dan Andini kalau fanny pulang ke rumah Reno atas bujukan Delena. Baru tiga hari Fanny tinggal di rumah Reno, malamnya fanny pergi dan tidak kembali kerumah Reno lagi. Esoknya Ramon dan Andini baru diberi kabar Reno kalau fanny hilang.


Betapa sakit dan sedihnya Andini kehilangan gadis satu-satunya. Tak hentinya Andini terus menyalahkan Remon.


"Semua ini gara-gara Papa! anda saja Papa tidak egois tidak mungkin Fany pergi dari rumah ini! seru Andini.


"Kenapa Mama selalu menyalahkan aku! padahal Papa hanya memberikan jalan yang terbaik untuk anakku!


"Tapi pemikiran Papa sangat alot. Biarkanlah Fany menentukan jalan hidupnya sendiri. dan menikah dengan laki-laki yang ia cintai. ini bukannya jaman Siti Nurbaya Pah! yang harus jodoh jodohkan. karena yang menjalani hidup itu Fany!


"Tapi kan awalnya Mama juga mendukung tentang pernikahan Fany. tapi kenapa sekarang Mamah malah membalikkan keadaan."


"Awalnya Iya Mama mendukung Papa untuk menikahi Fany dengan Justin. Tapi lama-lama Mama nggak tega melihat fany terus menangis dan begitu tertekan. Berkali-kali fany memohon padaku untuk melepaskan perjodohan itu. Sekarang lihat hasilnya, Fany pergi dan meninggalkan rumah ini. Fany menghilang sejak di rumah Reno. Berarti sudah hampir seminggu Fany belum kembali! hiks.. ibu mana yang tidak sedih kehilangan anak gadisnya." tubuh Andini begitu rapuh, Iya langsung jatuh terduduk dilantai sambil menangis pilu meratapi kehilangan anaknya.


"Mah! jangan seperti ini Mah! meraih pundak Andini untuk bangun dan duduk di tepi ranjang. "Papa akui salah, Mah! Papa memang egois. Tapi Papa berniat baik dengan menjodohkan Fanny dan Justin, agar ia bisa belajar dewasa dan tidak terus berontak."


"Tapi yang Fany cintai itu Frans, bukan Justin! menatap wajah suaminya dengan cucuran air mata.


"Selau yang kau ingat hanya frans... Frans!


"Tapi itu kenyataannya Pah! Fanny hanya mencintai frans! seru Andini emosi.


"Sudah cukup Mah! ini sudah malam, tidak perlu kau berteriak-teriak seperti itu!


"Aku sakit hati pah, merasa kecewa dengan sikap Papa! dia anak gadisku satu-satunya, bagaimana nasib Fany di luar sana! hiks...


Mengusap punggung Andini untuk memberi ketenangan "Percayakan semuanya pada Reno, dan anak buah Papa juga sudah bergerak. kita tunggu hasilnya besok, kau jangan terus-terusan emosi seperti ini. Aku juga sayang sama Fany. akupun merasa kehilangan.


"Sampai hari ini pun aku tidak bisa tidur nyenyak karena kehilangan anakku! Aku takut terjadi apa-apa dengan Fany! apabila Fany tidak ditemukan dan kembali dengan selamat. Aku bersumpah tidak akan pernah memaafkanmu Pah! Andini beranjak dari duduknya berjalan ke arah pintu dan meninggalkan kamar itu.


"Mah kau mau tidur di mana!


Andini tidak peduli dengan panggilan suaminya, ia terus berjalan kearah kamar Fany.


*****


Frans masih menyusun rencana.


"Kau mengerti maksudku?


"Jadi aku harus pura-pura ke toilet?


"Tapi frans, diluar ada tiga orang yang berjaga, apa kita bisa kabur dari sini?


"Semoga sayang." mengelus lembut pipi fanny "Kita harus berjuang sama sama."


"Tapi tangan kita masih di borgol, bagaimana bisa berlari cepat?


"Untuk membuka borgol ini, kita harus mencari kawat atau jepit rambut. Aku bisa membukanya walau tanpa kunci sekalipun. sebab aku sering mengikuti anak buah kakakmu yang kebanyakan orang orang mafia, jadi aku bisa mempelajarinya."


"Tapi di sini tidak tidak ada kawat atau penjepit rambut?


Fany mulai berpikir "Frans aku ada ide, kau membutuhkan kawat bukan? apakah kawat BH bisa digunakan."


Seketika fanny membuyarkan lamunan Frans yang sejak tadi terus berfikir "Tentu saja bisa, Fani apa bh-mu ada kawatnya?


"Tentu saja ada, karena hampir semua BH ku memakai kawat."


"Bagus fan, ide mu sangat bagus. Baiklah kau bisa mencopot kawat itu sekarang. Agar secepatnya Kita terbebas dari borgol ini!


"Berbalik lah dan jangan mengintip."

__ADS_1


"Apa kau perlu bantuan ku sayang? Frans tersenyum menggoda dan terkekeh.


"Dasar mesum! cari kesempatan dalam kesempitan! ujar fanny. Frans sudah membalikkan tubuhnya. Fanny membuka kancing kemejanya dan mulai mengeluarkan kawat dari pinggir BH.


"Cepatlah sedikit Fan! kita sudah tidak ada waktu lagi.


"Sabar frans, ini tinggal sedikit lagi."


Fanny harus merobek sedikit ujung BH nya agar kawatnya bisa keluar.


"Sayang, kasih lama kah!


"Untuk merobek ujungnya sangat sulit."


"Cepat fanny keburu subuh, kita tidak akan bisa meneruskan rencana kita kalau kesiangan"


"Ahh! akhirnya bisa juga! Fany bernafas lega dan memberikan kawat itu pada frans.


Kawat itu berbentuk setengah lingkaran Frans mulai meluruskan agar mudah membuka borgol itu. Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka. dengan cepat Frans melempar kawat itu samping agar mereka tak curiga.


Krekkk!


Berdiri seorang pria sambil menaruh kedua tangan di pinggang "Haii kau! ingat satu jam lagi akan kami eksekusi!


Seketika Fany dan Frans terperanjat kaget.


"Kau bilang besok subuh! ini masih malam! teriak fany terlihat frustasi. Frans melirik pada Fany untuk tidak emosi.


"Iya, rencananya jam empat subuh akan di laksanakan, tapi kami majukan biar cepat!


Setelah berbicara, pria itu langsung keluar dan menutup pintu "BRAKK!


"Fanny cepat kau buka borgol ku dulu! Frans mengambil kawat yang tadi ia lempar. Fany mulai memegang kawat itu.


"Ini sangat sulit Frans! Fany terlihat putus asa.


"Sayang kau pasti bisa! cepat sedikit lagi." ujar frans memberi semangat. Wajah Fani terlihat tegang, keringat mulai bercucuran.


"Aku tidak bisa Frans! sangat sulit


"Fanny, tatap mataku, kau mencintaiku bukan? apa kau ingin aku mati sia-sia!"


"Tidak Frans!


Fanny terus berusaha mengutak atik gembok itu. ruangan yang pengap dan lembab tidak mematahkan semangat fany untuk terus membukanya. Karena ia juga tidak ingin kehilangan kekasihnya 'klek!"


"Fany terbuka! Seru Frans, ia terlihat senang dan langsung memeluk Fany.


"Syukurlah akhirnya borgol ini terlepas juga." Fany bernafas lega.


"Fany sesuai rencana kita, aku tidak membuka borgol mu dulu, supaya mereka tidak curiga. setelah keluar dari ruangan ini baru aku akan membukanya. kau tahukan apa yang harus kau lakukan?


Fany mengangguk cepat.


"Ingat Fany, berhati-hatilah. Bila sudah di toilet kau tunggu aku, jangan keluar dulu sebelum aku memberi kode."


"Iya Frans! Fani berjalan ke arah pintu dan berteriak.


Dorr!


Dorr!

__ADS_1


Dorr!


"Buka pintunya cepat! aku sakit perut sangat mulas!


"Hey Apa kalian tuli!! teriak Fany sambil terus menggedor-gedor pintu.


"BRAKK!


"Berisik! bentak pria yang berdiri diambang pintu.


"Tolong aku mau ke toilet. Aku sakit perut! aku sudah tidak tahan! meringis sambil memegangi perutnya.


"Seorang penjaga menoleh kedalam ruangan, dan ia melihat Frans tergeletak dilantai."


"Kenapa dengan pria itu!


"Aku tidak tahu. tiba-tiba dia kesakitan dan tidak bergerak lagi. sepertinya ia terluka saat dipukuli tadi pagi oleh bos kalian!


"Sepertinya tadi tidak apa-apa! ucapnya menatap curiga


"Kau lihat saja sendiri! tolong bawa aku ke toilet, sudah enggak tahan!


"Cepatlah keluar! Boy cepat kau antar wanita itu ke toilet, jangan sampai kabur!


"Baiklah!


Fany berjalan ke arah toilet diikuti oleh pria bernama Boy.


"Kemana si Bejo! lama sekali dia pergi. biar aku lihat pria itu, apa dia benar-benar mati atau pura-pura saja! pria itu berjalan mendekat. Saat sudah berdiri di depan Frans yang berpura-pura tertidur. Dengan cepat frans menarik kaki pria itu hingga jatuh tersungkur ke lantai. Pria itu jatuh terlentang, Frans menindih tubuhnya dan bogem mentah ia layangkan ke wajah Pria itu bertubi-tubi. Saatnya dia ingin berteriak Frans membekap mulutnya dengan saputangan miliknya. Frans memborgol kedua tangannya ke belakang. Selesai membereskan Pria itu, Frans keluar ruangan dan mengunci pintu dari luar. kebetulan ada dua orang yang sedang tertidur pulas, dengan cepat Frans berjalan menuju toilet.


Tok, tok, tok,


"Cepetan keluar! kau lama sekali didalam, apa saja yang kau kerjakan!


"Sebentar aku masih sakit perut! seru Fany dari dalam kamar mandi.


"Frans melihat pria itu sedang berdiri di depan pintu kamar mandi. ia mencari sebuah kayu. Mata frans melihat sebuah balok tak jauh dari ia berdiri. setelah balok sudah berada di tangannya. Dengan cepat Frans memukulnya.


"Bukk


"Bukk


"Bukk


"Aaaakkkkhhhh....


Suara teriakan pria itu menggema, hingga membangunkan mereka yang sedang terlelap.


"Fanny cepat keluar! sebelum mereka semua bangun!


"Frans! Fany kluar dari kamar mandi.


"Ayo cepat kita pergi! Frans menarik tangan Fany dan meninggalkan tempat itu.


'


'


'


'

__ADS_1


'


@Bersambung.....


__ADS_2