ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
S.3 Alam Bawah Sadar


__ADS_3

"Sudahlah Vano, lebih baik kau pergilah dari ruangan ini, semakin melihat wajah mu, hatiku semakin sakit." ujar Siska tanpa basa-basi, seraya membuang wajahnya kesamping


"Tante jangan seperti ini? Vano tidak bersalah, ini adalah takdir, kita jangan saling menyalahkan." ujar Fanny, menarik tubuh Vano untuk berdiri.


JEGLEK!


Masuk tiga orang Dokter kedalam ruangan Tommy.


"Maaf, saya minta tolong pada keluarga untuk bisa tinggalkan ruangan ini sementara, kami akan periksa kondisi tuan Tommy secara insentif, kami harap ada keajaiban pada pasien agar bisa kembali normal."


"Dok, tolong selamatkan suamiku, hanya Kalian harapanku setelah meminta padaNya." ucap Siska dengan suara bergetar.


"InsyaAllah, kami akan terus berusaha semampu kami." tutur Dokter Agung.


Siska, Delena, fany, Vana dan Zara meninggalkan ruangan itu, sementara Vano berjalan mendekati Dokter Agung.


"Biarkan aku berada disini untuk melihat kondisi Pamanku, ku mohon!" Pinta Vano pada tiga Dokter yang menatapnya sedih.


Dokter Agung mengangguk "Baiklah tuan muda, tapi jangan mengganggu Dokter yang sedang bekerja."


"Tentu saja, cepat tangani Om Tomy."


Ketiga Dokter itu mulai melihat kondisi Tomy melalui layar monitor.


"Denyut jantungnya tidak stabil dan sangat lemah." ujar Dokter Agung gusar.


"Cepat kita pakai alat defibrillator alat pemacu jantung, kondisinya semakin kritis." seru Dokter Niko.


Dengan cepat Dokter Haris mengambil alat defibrillator dan menghantamkan kedada Tomy menggunakan dua tangan.


DUG!


DUG!


DUG!


"Sepertinya tidak berhasil, kira sudah berusaha untuk membangkitkan jantungnya." ujar Dokter Haris tegang, seorang suster mengusap keringat Dr Haris di dahinya yang terus menetes.


"Om Tommy........!!! teriak Vano, tiba-tiba tubuhnya terasa lemas dengan mata terpejam. vano berada di bawah alam sadarnya.


"Dimana aku? Vano menatap sekeliling sebuah bangunan rumah mewah "Bukankah aku berada di mansion ku sendiri? dan aku sedang berada di samping mansion dekat kolam renang.


"Vano....!!


"Vano....!!


Panggil seseorang, Vano mencari sumber arah suara itu "Om Tomy!! teriak Vano.


Vano terkejut saat seorang wanita dari atas balkon melempar seorang bayi dan terjatuh ke kolam renang.


"Awassss!!! jangan dilempar bayi itu!! seru Vano panik dengan nafas tersengal.


BYUUURRRR!


Aaaaaaaaaaa.....! saat Vano ingin menolongnya, ia tidak bisa berlari, bahkan mengerakkan tubuhnya saja tidak bisa.


Vano melihat Tomy berlari kearah kolam renang dan menceburkan diri.


BYUUURR!


Vano mendengar suara Tomy didalam kolam renang, seakan sedang bicara dengan dirinya.

__ADS_1


"Vanooooo!!!!


Tomy berhasil menarik tubuh kecil bayi itu, ia menyelamatkan vano dari dalam kolam dan memeluknya erat, membawa Vano keatas kolam renang.


Vano....! jangan takut nak, Om selalu ada bersama mu. Om menyayangi mu seperti menyayangi kakek mu Darwin yang sudah menolong dan merawat Om, bahkan menyekolahkan Om hingga sarjana. Om telah berjanji untuk berkorban pada keluarga Sanjaya kakek mu, walau nyawa Om taruhannya.


"Vanooo...! bangun Nak! Tommy mengambil nafas dalam dan meraup bibir Vano untuk mengeluarkan air dalam rongga mulutnya.


"Vano? bayi itu bernama Vano...? Vano yang berdiri tak jauh dari kolam renang, terkejut! matanya terus mengamati perjuangan Tomy untuk membangunkan kesadaran bayi itu, karena telah banyak menelan air kolam


"Vano.......!! teriak seorang pria keluar dari dalam mansion.


"Daddy...? mata Vano terbelalak sempurna.


"Daddy....!! teriak Vano


"Om Tomy...!! aku disini! teriak Vano lagi.


Reno berlari kearah Tomy yang masih mengendong bayi itu, ia meraih Vano dalam pelukan hangat Tomy dan menangis terisak melihat bayi dalam gendongannya diam tak berdaya, wajahnya sangat pucat dan bibirnya membiru.


"Bangun Nak, Daddy mohon... jangan tinggalkan Daddy dan Mommy!!


"Vano...buka matamu! Om tidak mau kehilangan mu, Om janji akan menjaga dan menuruti semua keinginanmu asal kau bangun." ucap Tomy, sambil mengusap kepala Vano dengan tatapan nanar.


"Lebih baik kita bawa kerumah sakit!" pinta Reno langsung berlari kearah mobil di ikuti Tomy.


"Daddy!!


"Om Tommy!!


Lihat aku disini berdiri didepan kalian? apakah benar bayi itu bernama Vano? Tolong kalian lihat kemari." teriak Vano masih menatap kepergian dua orang pria itu.


"Ada apa dengan ku?? benarkah bayi itu aku? aku bisa mendengar suara mereka, tapi.. kenapa mereka tidak mendengar teriakan ku, kalau itu benar aku? siapa wanita yang sudah melempar ku dari atas balkon.


BYUUURRR!


Anehnya Vano yang pintar berenang, saat itu ia tidak bisa apa-apa, mulutnya megap-megap dan menelan minum banyak air, kedua tangannya menggapai-gapai, untuk berteriak minta tolong pun tidak bisa. Tiba-tiba sebuah tangan menariknya saat tubuh vano sudah tenggelam kedalam dasar kolam renang dengan ketinggian tiga meter.


"Om Tommy...!! batin Vano memanggil


"Ayo Nak, ikut Om.. kau harus hidup! Masih banyak yang membutuhkan mu, kau belum waktunya pergi, kembali lah."


Tommy terus menarik tangan Vano keatas menuju keatas kolam.


"Om aku nggak kuat, nafas ku sangat sesak, lebih baik tinggalkan aku, kembalilah Om...! kasihan Tante Siska, Zara, Aldo dan Aldi. Mereka semua sangat kehilangan Om dan masih membutuhkan Om!


"Om tidak akan pulang bila tidak bersamamu, Ayo kita pulang bersama-sama mereka sedang menunggu kita pulang..."


"Apa maksud perkataan Om...? belum sempat Tomy menjawabnya. Dari kejauhan terdengar suara panggilan dan tangisan Vana saudara kembarnya dan Delena ibu yang melahirkannya.


"Kak Vano....!! hiks


"Vano jangan tinggal Mommy?! hiks


"Ayo Vano kita harus cepat!


Tommy mempercepat berenangnya agar sampai keatas.


"Om aku tidak bisa berenang, tubuhku terasa kaku dan aku tidak bisa bernafas."


"Bertahan lah Vano, jangan kau lepas pegangan tangan Om!"

__ADS_1


Tiba-tiba nafas Vano tertahan dan hampir tak bisa bernafas. pegangan tangannya terlepas dan pandangan matanya buyar.


"Vano... bangun, kembali lah..." ucapnya lirih.


"Itu suara Daddy!"


Vano berusaha keluar dari zona bahaya ia berusaha berenang sendiri sampai atas dan menyembulkan kepalanya diatas kolam, ia menarik nafas sebanyak mungkin dan...


BLUM!


Seketika kedua mata Vano terbuka lebar, setelah matanya terbuka ia melihat sudah banyak di kelilingi keluarganya.


"Kak Vano bangun! seru Vana seraya mengusap airmatanya.


"Vano, akhirnya kau bangun Nak." Delena yang berada di samping vano mencium keningnya, dengan derai airmata.


"Vano...! syukurlah kau kembali, ma'afkan Daddy Nak." terlihat ekspresi wajah Reno yang menyedihkan.


"Vano..." Fanny mengusap lembut kepala keponakannya.


"Vano.." Kau adalah penerus keluarga Mahesa, tidak seharusnya kau menyerah, come on berjuanglah untuk kelurgamu, terutama Daddy dan Mommy mu yang terlihat sedih."


Vano terlihat bingung, tubuhnya di penuhi alat-alat medis, selang infus dan selang oksigen, di dadanya ada alat yang menghubungkan ke mesin monitor. Ia masih mencari sosok Tommy, Siska dan ketiga anaknya tidak berada disana.


"Dimana aku? kenapa aku ada disini? bukankah tadi aku sedang mandi? ucapnya lemah, Yang Vano ingat ia masih berada di dalam kamar mandi, sedang berendam di bathtub.


"Om Tommy...." suara lemah Vano masih memanggil namanya.


"Sayang, istirahat lah dulu, kau jangan banyak berfikir dulu, kondisi mu masih lemas." ucap Delena memperingati.


Vano berusaha bangkit dari tidurnya dan duduk di bantu oleh Frans.


"Plis! izinkan aku melihat kondisi Om Tom! Om sudah banyak menolong ku, bahkan saat aku terjatuh dari atas balkon ke kolam renang, Om Tommy lah yang sudah menolong aku, andai tidak ada Om Tom hari itu, mungkin aku sudah tidak bisa berkumpul dengan keluargaku lagi."


Delena terkejut, rahasia yang sudah ia tutupi selama bertahun-tahun, akhirnya di ketahui Vano. Delena tidak ingin Vano membenci Davina kakaknya yang sudah menjatuhkan dirinya dari balkon.


Mata Delena menoleh pada Reno, seakan minta penjelasan pada suaminya. Bukankah semua kelurga sudah berjanji akan menutupinya hingga Vano dewasa? dan tidak akan pernah mengungkitnya lagi, terlebih lagi Davin sudah bertobat dan sangat menyayangi Vano seperti anak kandungnya.


Reno menggeleng, seakan tidak pernah cerita pada siapapun termasuk anaknya.


"Dad, Mom! antarkan aku temui Om Tom! rengek Vano sudah tidak bisa menahan lagi untuk turun dari ranjang.


"Dokter! antar Vano kerungan Tomy! pinta Reno pada Dokter agung yang pertama kali menemukan Vano di dalam bahtub dalam keadaan tenggelam dan hampir tak bernyawa, sebab tertidur pulas dalam keadaan berendam di bathtub bisa mengakibatkan kematian karena alam bawah sadarnya bisa di kuasai mahluk kasat mata.


"Baik Tuan!


Dokter Agung mengambil kursi roda dan mendudukkan tubuh Vano ke kursi, yang masih terlihat lemas. Frans mendorong kursi roda Vano menuju ruangan Tomy di ikuti Reno, Delena, fanny dan Vana.


๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


@Sekedar pengetahuan yang di dapat dari sebagian orang yang sudah mengalami. Ternyata kesadaran dalam kondisi apapun sangat diperlukan, kadang alam bawah sadar kita akan membawa kita melalang buana kemana-mana, biasanya kondisi seperti ini ada pada keadaan orang sedang tertekan, stres dan banyak masalah yang tidak bisa terselesaikan. Jadi kita harus waspada pada keadaan dan kondisi seperti ini yang berakibat hilangnya akal sehat dan berakhir ingin mengakhiri hidup. Untuk menghindari hal yang demikian, kita harus ingat pada Sang Khaliq, pemilik kehidupan dan mendekatkan diri pada Nya๐Ÿ™


@Yuk kirim Bunda Hadiah, bab nya lebih panjang, biar bunda semngat ๐Ÿ’ช nulis๐Ÿ˜˜


@yuk terus dukung bunda dengan cara...


๐Ÿ’œlike


๐Ÿ’œvote


๐Ÿ’œgift

__ADS_1


๐Ÿ’œkomen


@bersambung......๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ


__ADS_2