ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
S.3 Pengakuan Robert.


__ADS_3

Ada apa sayang...?'


Robert terkejut, Davin menatapnya tajam dengan airmata berderai. Ia melihat ponselnya sudah berada di bawah lantai. Robert berjalan dan mengambilnya. Robert terkejut saat Kinanti menelponnya berkali-kali. Ia langsung mematikan panggilan Kinan dan membaca pesan masuk yang sudah terbuka.


"Davin! aku akan menjelaskan semuanya!"


"Stop jangan mendekat!" teriak Davina lantang.


"Davin! justru aku datang kemari Ingin menemui mu dan menjelaskan semuanya. Aku tidak ingin ada kesalahpahaman diantara hubungan kita. percaya lah."


Robert terus berjalan mendekat, namun Davin tetap mundur dan tidak mau mendengar penjelasan suaminya.


"Pergi kau penghianat!!!.. Aku tak sudi melihat mu, apalagi hidup bersama mu lagi!!" teriaknya dengan ekspresi marah.


"Tolong kau dengarkan penjelasan aku dulu, baru kau bisa ambil keputusan Davin!"


Davina sudah tersudut di belakang dinding. Robert memeluknya dengan erat, agar Davin tidak lagi berontak.


"Pergi kau berengsek! tega kau bermain api di belakang ku! dengan beringas Davin mencakar dada Robert.


"Auww!" pekik Robert, kuku-kuku panjang Davina yang terawat, menancap di dada bidang suaminya membuat cakaran kucing.


"PLAKK!


Belum puas mencakar, sebuah tamparan keras mendarat di pipi suaminya di barengi dengan dorongan kasar tubuh Robert, hingga hampir saja Robert oleng karena tidak siap mendapat serangan mendadak dari istrinya.


Davin menatap bengis pada suaminya "Cih! ini kah seorang anak yang di bangga-banggakan ibunya! anak kesayangan yang bersih tanpa dosa! tapi nyatanya apa? nafas Davin terdengar kasar dan tersengal "Kau memiliki seorang anak di belakang ku!"


"Plis sayang, dengarkan penjelasan aku dulu, anak itu...


"Sudah cukup! aku tidak butuh penjelasan mu, bukti kau selingkuh sudah jelas dan aku membaca sendiri chatan itu. Apa kau pikir aku wanita yang bodoh! kalau aku mau, sekarangpun aku potong-potong burung mu!


Robert menelan salivanya, sungguh diluar dugaan, sifat bar-bar istrinya keluar lagi, padahal selama berumah tangga dengan Davin bertahun-tahun, istrinya begitu lembut dan perhatian pada dirinya dan Chika. Tapi hari ini sifat asli Davina terlihat kembali setelah sekian lama terkubur. Sungguh Robert takut Davin berubah seperti dulu dan akan menyakiti banyak orang.


Davina berjalan kearah pintu dan membuka kasar.


"BRAKK!!


"Davin! kau mau kemana?" Robert yang tampak frustasi mengejar istrinya.


"Dimana ibu dan Chika!" tanya Davin pada seorang pelayan yang sedang berbenah.


"Tadi ibu dan Chika di jemput supir Tuan Reno. ibu bilang Nona Davin bisa menyusulnya nanti siang bersama Tuan Robert."


"Huft!" membuang nafas kasar "Kenapa pagi-pagi mereka sudah menjemput ibu? apakah Dena tidak mengerti kalau aku juga butuh ibu?" padahal aku lebih membutuhkan ibu daripada Dena, ia sudah memiliki cinta Reno suaminya. Sedangkan aku? Davin menarik nafas dalam yang terasa sesak. "Ahh sudah lah! ternyata ibu selalu condong ke Dena!" Davin terlihat kecewa. ia berlari luar Manson dan menemui pak Joko supir pribadi ibunya.


"Pak! mana kunci mobil?

__ADS_1


"Non Davin mau kemana, biar Bapak antar."


"Tidak Pak! aku ada urusan penting, berikan kunci mobilnya."


"Baik Non!" memberikan kunci mobil pada Davin. Dengan cepat Davin masuk kedalam mobil dan menstarter.


"Davina! tunggu Davin, kau jangan pergi dalam keadaan emosi, kau pernah kecelakaan!" seru Robert memperingati istrinya yang sudah tersulut emosi.


"Tok, tok, tok.. Robert terus mengetuk kaca mobil. "Davin! biarkan aku masuk kedalam mobil, kau jangan nekad!"


Davina tidak menghiraukan panggilan suaminya. Ia terus melajukan mobil keluar dari pintu gerbang. Robert memesan taxi online, lima menit kemudian taxi sampai depan gerbang. Robert masuk kedalam mobil untuk menuju ke rumah Reno.


Setengah jam kemudian taksi berhenti di depan gerbang mansion Reno. Namun Robert tidak melihat mobil Davina terparkir di depan teras, rasa khawatir dan gusar terlihat jelas di wajahnya.


"Robert, dimana Davin?" tanya Helena saat melihat pria bertubuh tegap itu masuk kedalam ruangan tamu.


"Justru Aku mencari Davina disini, kupikir Davin sudah lebih dulu datang kemari."


Robert menghempaskan bokongnya ke sofa dan menghela nafas kasar "Sebelum kami akan kemari, kami bertengkar dan Davin tetap tidak ingin mendengar penjelasan ku!


"Kenapa ada masalah, tidak secepatnya di selesaikan. Jadi tidak berlarut-larut seperti ini" ucap Helena kecewa.


"Ma'afkan aku Bu.. waktu itu keadaan tidak lah tepat untuk berterus terang pada Davin."


"Lalu kemana sekarang Davin? terlihat wajah kecewa dan khawatir Helena.


"Hey, bro! wah kusut sekali wajah kau. Apa kabar mu?" tanya Reno yang tiba-tiba datang dan menghampiri sahabatnya.


'Hey Ren! Robert beranjak dari duduknya dan berjabat tangan, mereka saling berangkulan. "Seperti yang kau lihat sekarang, sedang tidak baik."


"Dimana jagoan mu?"


"Tadi lagi di mandikan suster."


"Ren, ada sesuatu yang harus aku bicarakan."


"Sekarang jelaskan pada ibu apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian?" Helena menyela obrolan mereka.


Robert menoleh pada ibu mertuanya, ragu untuk berterus terang. "Apakah ibu akan memaafkan aku setelah aku ceritakan semuanya? aku takut ibu syok mendengar kisah hidup ku."


"Tidak apa-apa ceritakan saja! baik dan buruk tetap kau adalah mantuku, Ibu tidak ingin Kalian berpisah, cukup ibu saja yang merasakan Korban perceraian." wajah Helena terlihat datar dan sedih, seakan masih menaruh luka masa lalu.


Robert pindah duduk di samping Helena dan mulai menceritakan semuanya.


"Dulu sebelum menikah dengan Davin, aku memiliki kekasih bernama Kinanti yang berprofesi sama dengan ku, seorang Dokter. Kinanti pergi meninggalkan ku untuk meneruskan kuliah S2 di Sidney. Empat bulan yang lalu Davin kecelakaan dan menabrak seorang gadis, dan mobilnya menabrak batu karang karena rem nya blong. Davin mengalami bocor di kepalanya dan aku langsung mengambil tindakan untuk operasi kecil."


Reno dan helena menyimak cerita Robert "Lalu bagaimana dengan gadis itu? dan apa hubungannya kekasih masa lalu mu dengan kecelakaan Davina?" tanya Helena masih belum puas dengan cerita Robert.

__ADS_1


Robert menjeda ceritanya, dan mengusap kasar wajahnya berkali-kali.


"Gadis yang Davin tabrak adalah anak Kinanti dan aku..."


"Ap--apa..?! Helena terkejut, matanya terbelalak sempurna, jantungnya berdetak hebat, seketika tubuhnya terasa lemas, Reno mengusap lembut punggung mertuanya.


"Ibu yang sabar ya, ibu harus kuat." Reno memberi semangat.


"Dan gadis itu mengalami lumpuh sampai saat ini. Tanpa setahu Davin aku melindungi dirinya dan bertanggung jawab atas musibah yang dialami istriku. Semua itu aku lakukan agar Kinanti tidak melaporkan Davina ke kantor polisi. Seminggu tiga kali aku menemui gadis itu dan menguatkan mentalnya karena lumpuh." mata Robert berkaca-kaca "Aku belum berani menceritakan pada Davina kalau aku memiliki anak sebelum menikah dengannya. Tapi tadi pagi ia membaca chatan dari Kinan saat aku sedang mandi, Davin marah dan mencakar dadaku saat aku ingin menenangkan nya, dan memberikan penjelasan" Robert tertunduk sedih.


"Apa benar itu anak kau dan Kinanti?" sejak kapan kau mengetahui kalau gadis itu anak biologis mu?" tanya Rino kemudian.


"Iya, Sabrina gadis lumpuh itu anak ku dan Kinan, aku sudah tes DNA. Dan aku baru mengetahuinya setelah kejadian musibah itu kalau Sabrina anak biologis ku. Aku baru melakukan tes DNA minggu lalu, dan hasilnya positif."


"Tes! airmata Helena berjatuhan dan menahan sesak di dadanya. Helen menepuk pundak Robert "Sungguh malang nasib gadis itu, yang ternyata adalah anakmu, kau sudah benar, bertanggung jawab sebagai seorang suami. Tindakanmu tidak salah Nak, untuk menemui anak kandungnya sendiri. Tapi, apakah Davin bisa menerima semua ini? anakku sifatnya sangat keras kepala, walau ia sudah berubah."


"Lalu aku harus apa Bu...? Robert menjatuhkan dirinya di pangkuan Helena dan menangis terisak, sepertinya ia sudah pasrah dengan nasib dan keadaannya sekarang "Aku sangat dilema Bu, Demi Tuhan aku tidak ingin berpisah dengan Davin, apalagi Chika sedang beranjak remaja.Tapi di sisi lain aku memiliki anak dari hubungan masa lalu ku?" baru kali ini Robert merasakan terpuruk dan hidup dalam ketakutan, hal yang tidak pernah ia terpikirkan sebelumnya.


Dengan penuh kasih sayang Helena mengusap lembut kepala Robert "Davina juga harus bertanggung jawab atas musibah yang di alami anakmu, walau apapun yang terjadi Davin tetaplah salah, menabrak hingga lumpuh, aku juga seorang ibu dapat merasakan penderitaan anak gadisnya, apalagi ia di besarkan tanpa figur seorang ayah."


Robert mengangkat wajahnya "Sungguh ibu sangat bijak dan dapat memahami kondisi ku." Robert memeluk tubuh wanita paruh baya itu "Terima kasih bu sudah mengerti keadaan ku."


Setelah Robert mengeluarkan isi hatinya dan merasakan bebannya sedikit berkurang, mereka mengurai pelukannya.


"Walau sebenarnya kau juga salah Robert, membiarkan masalah ini berlarut-larut. ibu kecewa padamu. Secepatnya kau harus mencari Davin dan bawa ia pulang sebelum ia berbuat nekad. kita selesaikan semuanya sekarang." perintah Helena.


"Baik Bu, aku akan mencari Davin, walau aku tidak tahu keberadaannya sekarang."


"Aku akan ikut mencari bersama mu bro! Reno menepuk pundak Robert.


Helena memijit keningnya yang terasa pusing, dari kedua anak kembarnya, hanya Davin yang selalu dirundung masalah "Apakah semua ini karma dimasa lalunya?" batinnya sedih.


๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


@SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA๐Ÿ™


@Bab nya lebih panjang. yuk terus dukung bunda dengan cara...


๐Ÿ’œlike


๐Ÿ’œvote


๐Ÿ’œgift


๐Ÿ’œkomen


@bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2