
"Ya sudah, Ayo kita pulang." terdengar suara lembut wanita cantik itu sambil meraih tangan gadis yang ku incar. Tidak seperti wanita kembar satunya sangat angkuh dan menatap ku tak suka.
"Ayo Chika kita pulang!" menarik tangan gadis satunya. Mereka berjalan pergi dan meninggalkan banyak makanan di meja yang belum dua gadis itu habiskan. Aku menatap kepergian mereka hingga hilang dari pandangan.
Esoknya aku mendatangi rumah dimana gadis itu tinggal. Melihat gadis incaran ku sedang bermain ayunan bersama gadis yang kemaren. Aku berpikir pasti mereka bersaudara, apalagi ibu mereka kembar, cuma bedanya, satu lembut dan keibuan, satunya lagi judes dan galak walau ku akui keduanya sangat cantik dan bugar. Ku mengambil gawai dalam saku celana dan mengabadikan momen yang membuatku bahagia. Ingin rasanya aku ikut bersama mereka yang ceria dan bersendau-gurau.
Tiba-tiba gawai ku berbunyi. Melihat nama si penelpon membuat mood ku menjadi hancur, dengan terpaksa aku menerimanya.
"Hallo...."
"Nathan! kau sudah bereskan semua? ku dengar Reno sedang berada di Bali bersama keluarganya. Cepat laksanakan tugas mu!"
"Kau tenang saja, aku akan bereskan semuanya!"
"Bagus! kau memang bisa diandalkan, aku harap kerjasama kita kedepannya akan terus berlanjut, walau kita di lahirlah dari ibu yang berbeda, Namun, kita di buat dari sp*rma yang sama!" hahahaha.... Matthew terbahak.
"Ciih!! seandainya aku boleh memilih, tidak sudi aku dilahirkan satu darah olehmu!" hardik ku kesal.
"Kau tak sadar juga anak Sombong! wajahmu hampir 90% mirip Daddy, ketampanan dan mata biru mu keturunan keluarga Anderson. ingat! Grandpa keturunan bangsawan dari Inggris! jadi jaga sikapmu!" tegas Metthew.
"Ck! sudahlah, aku malas berdebat dengan mu! kau membuat mood ku hancur, sialan!" dengan kesal ku matikan ponsel. Pria gila satu Ayah dengan ku memang tidak pernah bisa akur. Sebenarnya aku sangat bertentangan dengannya. Apalagi bila mengingat bagaimana ibunya memukuli ibu kandungku. Namun, karena aku terlahir dari anak Thomas, mau tidak mau aku mengikuti keinginan Paman.
Pagi dini hari, tepatnya pukul tiga Subuh. Aku mendapat telepon dari orang-orang ku yang menjaga gerak-gerik Reno dan keluarganya. Mendapatkan kabar bahwa Reno dan keluarga nya akan pulang ke Jakarta pagi ini juga. Info yang kudengar keluarganya mendapat musibah di rumah Oma nya. dan putranya menjadi korban hingga masuk rumah sakit.
"Cepat kau taruh BOM di pesawatnya, jangan sampai gagal. Alihkan bodyguard Reno agar tidak mengetahui kehadiran penyamaran orang-orang kita."
"Baik Bos!"
Hari ini aku tidak bisa tidur nyenyak, pikiran ku terus berpusat pada gadis cantik bernama Zevana Alea. Begitu lah dia menyebutkan namanya saat aku bertanya tadi siang. Rasa rindu ku membuncah dan tak sabar ingin bertemu. Inilah hari kelima aku bertemu dengannya. Aku membersihkan diri di kamar mandi, selesai bersih-bersih aku memilih kaos polo shirt hitam di padu jeans hitam. Gegas ku starter mobil sports biru kesayangan ku menuju gadis yang telah mencuri hatiku.
Tepat pukul lima subuh, ku tepikan mobil tak jauh dari rumah itu. Kebiasaan ku akan mengintip dari samping pagar dan menunggu gadis itu bermain di halaman yang luas. Kini aku berdiri di samping pepohonan yang rindang tepat diluar pintu gerbang. Aku melihat gadis itu masuk kedalam sebuah mobil bersama wanita cantik, yang aku tahu itu adalah ibunya yang kemaren aku jumpai di Mall. Mobil itu keluar gerbang dengan tergesa. Rasa penasaran membuat aku mengikuti sedan yang membawa gadis itu pergi.
Satu jam lebih aku membututi mobil sedan putih itu, dan masuk ke area bandara, aku sempat bingung, mau pergi kemana gadis itu bersama ibunya. Sebenarnya ini suatu kebetulan, akupun berniat datang ke bandara untuk melihat langsung hancurnya ledakan pesawat Reno, saat terangkat ke udara. Senyuman ku semakin lebar saat membayangkan keluarga Reno hancur, dan bisa balaskan dendam Ayah ku.
Ku parkirkan mobil di depan lobby pintu masuk kearah bandara. Aku keluar dari mobil dan melepaskan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung ku, saat aku melihat gadis pujaan ku keluar dari sedan putih itu, jantungku hampir berhenti berdetak, bagaimana tidak, ternyata gadis yang aku incar itu adalah Anak dari Reno Mahesa. Musuh yang harus aku musnahkan.
__ADS_1
Aku bergeming dan bingung harus apa? melihat Reno bersama dua wanita cantik berbeda usia itu, baru aku tersadar. Tidak mungkin aku membunuh gadis yang aku sukai. Dengan cepat aku menghubungi orang-orang ku yang berada didalam Bandara, dengan menyamar menjadi teknisi pesawat.
"Hallo Jack! teriak ku dari ujung telepon.
"Ada apa Bos!
"Kau sudah menaruh BOM di pesawat pribadi Reno Mahesa?"
"Sudah beres semua Bos, saat kapal mengudara langsung meledak."
"BATALKAN!!' teriakku
"Ap-apa...? maksud bos batalkan apa?"
"CABUT BOM DALAM PESAWAT TUAN RENO!! aku masih berteriak frustasi, aku tidak ingin gadis itu jadi korban ke egoisan ku.
"Tapi bos, pesawat itu akan lepas landas, Keluarga tuan Reno sudah berjalan kedalam.
"LAKUKAN PERINTAH KU SEKARANG! ATAU KELUARGA KALIAN MATI DITANGAN KU!" ancam ku tak main-main.
Aku berlari masuk kedalam Bandara, berusaha untuk mencegah agar gadis yang aku sukai itu belum masuk kedalam pesawat.
Didepan pintu masuk aku berusaha nego pada seorang petugas, agar bisa masuk kedalam bandara. Namun, petugas tetap meminta karcis keberangkatan. Untuk menuju loket harus mengantri dan waktu ku sudah tak banyak lagi, otak ku terus seputar, dan aku membeli karcis pada seorang pria yang sedang mengantri arah tujuan Jakarta, dengan jumlah uang dua kali lipat dari harga karsis itu, dia setuju dan aku membayarnya cash. Setelah melewati penjagaan, aku gegas berlari dengan cepat kearah tujuan Jakarta. Didalam ruangan bandara, sebelum masuk menuju pesawat penerbangan, aku mencari sosok gadis itu, namun sudah tidak ada. Dua puluh menit lagi pintu menuju pesawat akan di buka, aku sudah tak sabar dan terus menghubungi orang-orang ku di dalam pesawat Reno.
"Hallo Bos..."
"Bagaimana? sudah kalian cabut bom itu?
"Sedang di usahakan Bos!"
"Cepatlah! aku tidak melihat Tuan Reno dan keluarga nya di sini, apa jangan-jangan dia sudah masuk lebih dulu sebelum pintu untuk umum di buka."
"Bisa jadi tuan, apalagi Tuan Reno sangat berpengaruhnya dan kenal orang dalam bandara."
"Ahh! SIAL!!! secepatnya kalian bereskan. sebelum Reno dan kelurganya masuk kedalam pesawat!!" bentak ku.
__ADS_1
"Sabar tuan, tidak mudah menjinakkan bom yang sudah di aktifkan." kata Jack seakan belum pasti, Aku matikan gawai ku dan terus berfikir agar bisa mencegah pengeboman itu.
Aku benar-benar stres dan hampir gila, melihat orang yang aku cintai harus mati sia-sia. Aku berjalan mendekat seorang petugas, aku nego dan memberikan ia uang gepokan berwarna merah. akhirnya aku berhasil melewati pintu menuju lapangan pesawat lewat pintu samping. Gegas aku berlari tanpa hambatan dan berhasil melihat Reno, istrinya dan gadis itu berjalan menuruni tangga menuju kearah pesawat miliknya. Sebelum mereka sampai ke pesawat, aku berlari kearah mereka bertiga dengan menutupi masker di wajahku.
"TUAN RENO...." teriakku sambil berlari menuruni anak tangga. Reno menghentikan langkah dan memutar tubuhnya, ia melihat aku yang berlari kearahnya dengan menautkan kedua alisnya.
"Ada apa? kenapa berteriak memanggil ku? tanya tuan Reno, terlihat curiga padaku.
Hatiku langsung ciut, saat berhadapan langsung dengan Pria tampan dan rahang tegas itu. Aku tergagap dan bingung harus bicara apa, karena semua dadakan tanpa di rencana. Aku terkesima melihat kecantikan wajah alami gadis itu. kulitnya tampak bersinar terpapar cahaya yang mulai muncul dari balik awan.
"Kenapa kau diam?! tanya Pria gagah didepan ku dengan suara tegas. "Saya tidak ada waktu pada orang yang tak jelas!" paparnya dan melanjutkan langkahnya menuju pesawat pribadinya.
Sebenarnya aku berusaha tarik ulur, sebelum orang-orang ku selesai melepas Bom di pesawat nya. namun mereka belum juga mengabariku, aku semakin gelisah dan tak tenang.
"Tuan Reno bisa kita bicara sebentar, ini sangat penting! aku berusaha menghalangi saat mereka mulai ingin naik tangga menuju pesawat, jujur jantung ku hampir saja meledak saat itu juga.
"Bicara apa? minggir! aku tidak ada waktu untuk berbicara dengan seseorang, apalagi tidak pernah aku kenal..!! seru Reno terlihat mulai emosi. Aku semakin ciut di buatnya dan berharap anak buahku cepat selesai.
Kulihat Reno memberi isyarat pada empat orang Bodyguardnya, agar mengusir aku dan tidak ingin menghalangi jalannya menaiki anak tangga menuju pesawat. Tangan ku ditarik paksa dua orang bodyguard untuk menjauh dari tempat itu. Tanpa bisa aku halangi, Reno, istri dan gadis yang sudah mengisi relung hatiku, menaiki anak tangga dan masuk kedalam pesawat. walau gadis itu belum tahu apa itu artinya Cinta, tapi aku berjanji akan menunggunya hingga dewasa.
Hatiku begitu teriris dan sakit, saat pintu pesawat itu tertutup. Ingin aku berteriak dan mengatakan ada Bom di pesawat itu, agar mereka turun kembali. Namun lidahku kelu dan suara ku tercekat.
Pesawat yang di tumpangi kelurga Reno lepas landas, aku tidak berani menatap pesawat itu, rasa bersalah dan penyesalan membuatku hancur. aku mengutuk diriku sendiri karena kecerobohan ku!
Menit berikutnya "DUARRRT....!!!
Tiba-tiba sebuah kapal meledak di udara, airmata ku lolos begitu saja. tubuh ku jatuh dan terduduk di aspal. Aku mendapatkan notifikasi dari gawai ku, saat aku buka sebuah pesan masuk "SUDAH BERES, BOM NYA DI PINDAHKAN KE PESAWAT CAPUNG." sontak aku mengadahkan wajahku ke langit-langit dan bernafas lega, gadis ku selamat.
💜
💜
💜
@Kalau ada yang bertanya, kenapa banyak konflik? karena ini novel, hanya buat hiburan semata. BUNDA buat konfliknya berbeda-beda namun bisa kena di hati readers 😍😘
__ADS_1
@Bersambung..... BESTie..😍