
"Ting!
Pintu lift terbuka, ia keluar dari sana dan berjalan menuju ruangan Reno. fanny terus berjalan tanpa pedulikan sekertaris Reno.
"Siang Nona, maaf anda ingin bertemu siapa? kalau ingin bertemu Presdir harus ada janjian pertemuan dulu!" ujarnya panjng lebar.
Langkah Fanny terhenti, Ia masih berdiri menyamping tanpa menoleh pada Sekertaris barunya.
"Anita! kau sedang bersandiwara atau pura pura bodoh! apa kau pikir wajahku operasi plastik sampai kau tidak mengenal diriku? menoleh kearah wanita yang ia pikir adalah Anita. mata keduanya saling bersitatap dan Fanny langsung tergagap dengan mata melebar.
"Kak An-ja-liiii...
"Maaf, saya bukan Anjali tapi Arneta sekertaris baru disini."
"Sekertaris baru? fanny mengeryitkan alisnya. "Kenapa kak Reno gak bilang kalau sudah mengganti sekretaris baru, dan wajahnya sangat mirip kak Anjali, lalu bagaimana kalau kak Dena tau? gumamnya dalam hati.
"Aku adik dari presdir Reno Mahesa, jadi kau tidak perlu melarang ku masuk kedalam ruangan kaka ku!"
Fanny melangkah pergi meninggakan Arneta dan masuk kedalam ruangan Reno.
Ceklek!
'Kak Reno!"
Fanny berlari kecil kearah meja kerja Reno.
"Fanny?! Frans beranjak dari duduknya
"Frans!
Fanny menangis dan memeluk tubuh frans.
"Ada apa sayang, kenapa kau menangis?"
"Frans, dimana kak Reno?
"Tadi Nona Delena menelpon, kalau Tuan tidak bisa masuk kantor hari ini."
"Sekarang kau jelaskan padaku Kenapa kau menangis?"
"Frans, bagaimna seandainya orang tuaku tidak merestui hubungan kita?"
Frans terdiam sejenak, hal itu sudah sering ia pikirkan, kadang ia takut menghadapi kenyataan bila keluarga Mahesa tidak menerima dirinya.
"Kau tidak usah bersedih ya." mengusap airmata fanny "Akan aku pikirkan semua itu."
"Tidak frans, kau harus secepatnya mengambil keputusan, bila tidak Papah ku akan menjodohkan aku dengan pria pilihannya."
kening Frans mengeryit "Jadi kau sudah dijodohkan dengan pilihan Papamu?"
Fanny mengangguk pelan, airmatanya semakin menetes.
"Kenapa kau tidak pernah cerita padaku kalau kau sudah dijodohkan?! ada kekecewaan dari ucapan frans.
"Aku bukan tidak ingin cerita padamu frans, tapi aku sedang berusaha untuk menolak perjodohan itu."
__ADS_1
Frans menarik nafas dalam-dalam, ia menjadi serba salah. Ia benar-benar mencintai sosok fanny, tapi keadaannya yang tidak mendukung. Disisi lain ia tidak mungkin melawan ayah dari Tuannya sendiri.
"Frans Kenapa kau diam? Apa kau tidak ingin berjuang sama-sama? Apa kau sudah tidak pernah mencintai aku lagi? hiks.. begitu banyak pertanyaan yang fanny lontarkan.
"Tidak fanny aku sangat mencintaimu, tapi untuk melawan orang tuamu aku tak sanggup, aku takut mereka menolak ku...?
Fanny menghempaskan tubuh Frans "Kau pengecut Frans! aku benci padamu!" suara fanny terdengar nyaring.
"Tak seharusnya aku mencintaimu! hiks...
"Tidak Fanny kau jangan bicara seperti itu, aku pasti akan bicara dengan keluargamu." menarik fanny dalam pelukannya kembali. "Aku sangat mencintai mu, aku janji akan perjuangkan cinta kita." mencium kening fanny penuh cinta.
Sementara mobil Ramon sedang menuju kantor Reno, karena ada pertemuan dengan client untuk membicarakan pelelangan kapal pesiar milik Reno, teman bisnis Ramon yang akan membelinya dan sudah disepakati bertemu di kantor milik Reno. Mobil sudah berhenti didepan gedung perkantoran.
Kaki Ramon melangkah masuk kedalam gedung mewah berlantai 30 itu. para karyawan membungkuk memberi hormat saat melihat kedatangan Tuan Besar, ayah dari Presdir Reno. setelah pintu lift terbuka ia masuk kedalam bersama dua orang pengawalnya.
Ramon berjalan melewati Arneta yang sedang menerima panggilan telepon tanpa menoleh padanya. kakinya terus melangkah berjalan kearah pintu ruangan Reno.
"Ceklek, kretttt....
"Deg! seketika jantung Ramon hampir berhenti. bagaimana tidak! Ia menyaksikan sendiri bagaimana Fanny sedang berpelukan mesra dengan Frans. seketika amarahnya memuncak.
"Fanny!
Mereka berdua yang terhanyut dalam dekapan, tidak menyadari kehadiran Ramon. Mendengar teriakkan Ramon mereka menoleh kearah pintu.
"Papah?!
"Tuan Besar?!
"Apa yang sedang kau lakukan disini! berpelukan dengan Frans? ada apa dengan semua ini?
"Maaf tuan besar, aku bisa jelaskan semua ini?
"Tentu saja aku akan minta penjelasan padamu!" seru Ramon dengan sorot mata tajam, bagai singa yang ingin menerkam lawannya.
Ramon berjalan mendekat pada mereka berdua, berdiri angkuh didepannya. Menatap wajah mereka berdua bergantian.
"Bisanya Kamu membohongi Papa mu ini fanny! pantas kau selalu menolak bila ingin dijodohkan oleh Justin! ternyata kau memiliki hubungan dengan Frans di belakangku! seru Ramon emosi.
"Aku mencintai Frans pah! hiks....
"Tuan besar aku mohon, aku akan menjelaskan semuanya pada anda. sebenarnya aku dan fanny memang..
"Sudah diam! ucapan frans menggantung karena bentakan keras dari Ramon. "Aku tidak butuh penjelasanmu sekarang! wajah pria paruh baya itu kini begitu menakutkan, Ramon yang terlihat ramah berubah jadi seekor singa.
"Ayo pulang! menarik pergelangan tangan fanny "Sungguh kau sangat memalukan Fanny! kau seorang wanita, dimana harga dirimu, hah!"
"Papa dengarkan penjelasan aku dulu! hiks... airmata fanny terus berderai memohon pada Ramon untuk mendengarkan perasaannya.
Sebelum melangkah pergi, Ramon menoleh kembali pada frans dan berkata dengan nada kesal "Aku sangat kecewa pada mu Frans!
Menarik kembali tangan fanny.
"Papa ku mohon, jangan pisahkan aku dengan frans! hiks.. "Frans tolong aku!
__ADS_1
Frans berlari dan menarik tangan fanny saat sudah berada diambang pintu.
"Tuan Besar, aku mohon! biar aku memberikan penjelasan. Aku sangat mencintai Nona Fanny, aku akan lakukan apapun untuk Nona."
Frans menjatuhkan tubuhnya kelantai, bersimpuh didepan Ramon dengan kedua tangan mengatup penuh permohonan.
"Tuan besar aku mohon! airmata frans sudah jatuh. "Jangan pisahkan kami, aku minta maaf karena telah mencintai Nona, aku memang tidak sempurna, tapi aku akan berusaha membahagiakan Nona."
"Sudah cukup penjelasan mu! mulai sekarang lupakan Fanny! jika aku melihat kalian berdua lagi, aku habisi kau Frans! ancam Ramon.
"Papa frans tidak salah! kalau papa ingin hukum, aku saja! hiks...
"Kau selalu saja jadi anak pembangkang fanny! menarik tangan fanny kembali, berjalan menuju lift khusus. diikuti dua bodyguard Ramon.
"Frans....
Fanny terus berteriak memanggil namanya, hingga suara itu hilang dari pendengarannya.
Beberapa karyawan yang berada dilantai dua puluh lima hanya menonton keseruan mereka, ada yang berani mengabadikan momen langka itu. bisik bisik para karyawan pun mulai terdengar dan menjadi gosip.
"Asisten frans berpacaran dengan Nona muda?
"Sungguh berani sekali asisten Frans, pacaran sama adik Ceo."
"Aku juga gak menyangka kalau Nona muda menyukai asisten Frans, yang hanya kaki tangan presdir Reno."
"Cinta itu buta bukan?!
"Asisten Frans adalah kesayangn Ceo Reno, dan ketampanannya hampir mendekati Presdir Reno, hanya saja ia cacat karena kecelakaan kapal pesiar itu?"
"Cinta mereka di tolak Tuan Besar Ramon, ayah Presdir Reno."
"Aku baru tau loh kalau Asisten frans punya hubungan dengan Nona muda?"
"Sangat jarang, gadis cantik, kaya, terhormat dan punya kedudukan tinggi sekelas Nona muda, bisa jatuh cinta pada Asisten frans.
"Heh, kau merekam kejadian tadi, lebih baik di hapus jangan sampai viral, bila Presdir tau habis lah kalian."
"Apa yang sedang kalian lakukan disini! teriak seseorang. "Bubar semua! atau nama kalian akan aku catat sebagai tukang gosip, dan akan aku laporkan pada presdir! ancam Arneta yang sudah berdiri didepan mereka dengan kedua tangan melipat.
Tanpa banyak bicara mereka langsung membubarkan diri. Arneta tersenyum puas.
Frans bangun dengan susah payah, hatinya begitu sakit, perasaannya tidak karuan, dadanya begitu sesak. Ia berjalan gontai menuju ruangan Reno.
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
Bersambung........