ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Pembalasan.


__ADS_3

"Ingat Sonya urusan kita belum selesai! kau harus membayar semuanya Sonya, dan ingat satu hal, Papaku meninggal secara tak wajar, seorang suster pernah memergoki seorang laki-laki dan wanita di dalam kamar Papa dengan menyamar menjadi Suster dan Dokter."


Terlihat wajah Sonya yang pucat dan tegang, wajah ketakutan terlihat jelas dimatanya.


"Ayo bu kita pulang, percayalah padaku, mansion ini pasti akan kembali pada pemilik aslinya, kita biarkan dulu wanita ular ini bersenang senang." Delena tergelak.


Delena dan Helena pergi meninggalkan mansion itu dengan perasaan pedih, tapi Delena telah berjanji akan mengambil kembali haknya.


"Jane bagaimna dengan tangan mu?"


"Sakit mah, tangan wanita itu sangat keras bagaikan besi."


"Padahal dulu dia wanita yang lembut dan penurut, tapi kenapa sekarang Delena berubah jadi beringas begitu?!


"Aaaaauuwww... rasanya tangan ku ingin patah, tapi aku puas tadi sempat tendang dia dan menampar wajahnya sampai bibirnya berdarah."


"Jane Mama akan bawa kau kerumah sakit sekarang, lalu kau harus pulang ke Perancis hari ini juga."


"Kenapa aku harus pulang ke Perancis?" kerutan kening Jane menandakan kebingungan.


"Kalau Delena sampai bilang ke suaminya kau akan kena masalah, kau tau suami Delena sangat berpengaruh dan ucapannya tidak akan bisa di bantah."


"Apakah suaminya sangat berkuasa mah?!


"Tentu saja, menyebut nama Reno Mahesa saja orang sudah bergidik ngeri.'


"Lalu kenapa Mama korban kan aku untuk menyerang wanita tadi, seharusnya Mama mengalah saja kalau suami wanita itu orang berkuasa."


"Itu karena Mama kesal dengan sikap ibu dan anak itu, sekarang ayo kita kerumah sakit, Mama akan telpon Handoko dulu."


Sonya mulai menghubungi Handoko telpon pun terhubung, Sonya menceritakan kejadian yang baru dialaminya tadi.


"Kenapa Mama selalu bikin masalah dengan keluarga Reno!"


"Mama tidak buat masalah duluan, mereka yang tiba-tiba datang dan mempermalukan Mama didepan teman sosialita Mama."


"Mama tau tidak, aku sedang pusing disini, ternyata tua bangka Darwin telah mewariskan perusahaan ini 60% atas nama Delena, tinggal 40% milikku!"


"Bagaimana bisa? bukankah didepan mata kita Darwin menandatangani 70% perusahaan itu milikmu, dan 30% ia berikan hak warisnya pada Davina?!"


"Sebelum Pria itu mampus dia sudah merubah surat wasiat itu mah! sekarang cepat bawa jane pergi dari mansion, cari penerbangan pertama sebelum Reno bertindak pada istriku."


"Baiklah nak."


****


Didalam mobil Helena tampak sedih melihat bibir Delena terluka "Dena kita ke Dokter dulu untuk mengobati luka mu, ibu nggak mau Reno marah melihat kau terluka."


"Tidak apa-apa bu ini hanya luka kecil, bagiku belum seberapa dibanding dia yang mengalami cedera bagian tangannya."


"Tapi tetap saja ibu takut Reno menyalahkan Ibu, karena kau pergi bersama ibu."


"Ibu tidak usah khawatir ya, Mas Reno tidak seperti yang ibu pikirkan, ia seorang suami yang bijaksana. Mas Reno sudah banyak berubah tidak arogan seperti dulu lagi."


@@@


Reno bersama frans keluar dari ruangan meeting, dari pagi hingga sore hari meeting baru selesai. Reno masuk kedalam ruangan dan mendudukkan tubuhnya di sofa.

__ADS_1


"Tumben Delena tidak menelpon ku?" tapi dia tau hari ini aku ada meeting, tapi tidak ada salahnya aku menelponnya."


"Ahh! sial ponselku lowbet, aku lupa cash."


"Hooaaammmm... kenapa aku sangat mengantuk jam empat subuh aku baru bisa tidur, semalaman menjaga si kembar." Reno sudah tidak bisa menahan kantuknya lagi, ia membaringkan tubuhnya dan tertidur pulas disofa.


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, frans masuk kedalam ruangan Reno dan ia melihat Reno masih tertidur lelap disofa, sebenarnya ia ragu untuk membangunkannya tapi ia harus pulang karena sudah ada janji dengan fanny untuk Diner malam ini."


"Tuan." menggoyang goyangkan tangannya "Tuan ini sudah malam sudah waktunya untuk pulang." Mata Reno terbelalak saat frans membangunkannya, ia bangun dari tidur dan terduduk dengan mata masih mengantuk.


"Jam berapa ini frans."


"Sudah jam tujuh lewat lima belas, Tuan."


"Berapa lama aku tertidur?


Tadi selesai meeting jam tiga Tuan."


"Ya Tuhan aku tidak pernah tertidur di kantor selama ini?"


"Ya sudah frans kau pulanglah."


"Tuan, ada sesuatu yang harus aku bicarakan."


"Masalah apa frans?" menoleh pada frans yang masih berdiri terpaku.


"Hmmm... masalah Nona Tuan."


"Masalah istriku? ada apa dengan istriku?" Reno mengeryitkan keningnya bingung. Frans berjalan mengambil laptop diatas meja dan memberikannya pada Reno.


"Tuan bisa melihat di laptop ini."


"Brakk!


Reno menggebrak meja tamu didepannya, untung meja terbuat dari kayu jati coba kalau kaca sudah hancur berkeping keping.


"Frans darimana kau dapat vidio ini?"


"Dari karyawan kita Tuan, katanya dia dapat dari seorang teman."


"Kau urus semuanya dan tutup vidio ini jangan sampai menyebar di media sosial."


"Baik Tuan."


"Aku harus secepatnya pulang!" Reno beranjak dari duduknya mengambil jas yang tergelak diatas sofa, setelah memakainya ia berjalan keluar ruangan menuju lift.


****


Delena sudah selesai dengan mandi air hangat untuk merilekskan tubuhnya yang lelah, rasa sakit di sekujur tubuhnya tidak ia hiraukan, ada tanda biru dikaki sebelah kanan bekas tendangan Jane. Selesai memakai baju dress panjang ia berjalan kearah balkon, membiarkan rambut basahnya terurai. Delena mengadah kepalanya keatas menatap ribuan bintang bintang yang bertebaran dilangit. Hawa dingin malam itu menembus kulit tubuhnya, ia mendekapkan kedua tangannya didada.


"Sayang..." terdengar suara lembut di telinga Delena, sebuah tangan kekar memeluk pinggangnya dari belakang, sebuah kecupan manis mendarat di punggung istrinya.


"Mas Reno?" Delena membalikkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya didada bidang suaminya, ada kehangatan yang Delena rasakan dalam dekapan suaminya.


"Sayang.. kenapa kau berada diluar? lihat tubuhmu sangat dingin." Reno mengangkat tubuh Delena masuk kedalam kamar dan menduduk kannya di sofa. Reno menatap lembut wajah istri cantiknya, meraih dagunya.


"Siapa yang melakukan ini padamu?"

__ADS_1


Delena terdiam dan tidak mengeluarkan satu katapun, wajahnya hanya tertunduk. Reno menarik dress panjang Delena dan mencari sesuatu di bagian bawah paha, terlihat ada membiru di bagian kaki istrinya yang putih mulus itu.


"Siapa yang melakukannya? kalau kau tidak ingin bicara, baiklah akan aku habisi wanita bernama Jane itu!"


Mendengar nama Jane, Delena sungguh kaget, darimana Reno mengetahuinya Kalau ia habis bertengkar dengan Jane.


"Mas tau darimana nama Jane? Mas tidak boleh melakukan itu."


Reno duduk kembali disamping Delena setelah mengambil obat luka, ditangannya sudah ada sebuah salep dan memoleskannya ke bibir Delena yang terluka.


"Aaaauuuww.." Pekik Delena.


"Sedikit agak perih tapi cepat sembuhnya yank."


"Mas belum jawab pertanyaan ku? darimana Mas tahu aku bertengkar dengan Jane."


"Vidio pertengkaran ibu dan Sonya, kau dan Jane wanita yang ada di mansion itu sudah viral kemana mana."


"Apa?! tapi aku sudah mengusir ibu ibu sosialita itu saat ingin mengabadikan pertengkaran kami, jadi siapa yang sudah membuat vidio itu?"


"Kau tidak usah khawatir, Mas sudah menyuruh frans untuk mengurus vidio itu."


"Tapi Mas tidak menyangka istriku bisa seberani itu untuk beradu fisik." ucap Reno bangga.


"Apa gunanya aku latihan fisik setiap hari Mas. memiliki ruangan fitness sendiri membantu fisikku agar lebih kuat, olahraga pagi dan malam rutin aku lakukan, sorenya berenang bersama si kembar."


"Walau sekarang fisik mu terlihat kuat tetap saja Mas sangat khawatir yank, lihat kaki mu membiru bekas tendangan, pasti sakit kan?"


"Tidak apa-apa Mas, anggap ini latihan." tersenyum getir.


"Ya sudah mas mau mandi dulu, kau sudah makan belum?"


"Aku menunggu Mas untuk makan bersama."


"Sebentar Mas mau ke ruangan kerja dulu, ada urusan sebentar."


Setelah mencium kening istrinya Reno berjalan keluar kamar menuju ruangan kerjanya, ia mulai menghubungi seseorang.


"Malam Tuan."


"Kau cari wanita bernama Jane, patahkan kaki kanannya agar ia tidak bisa berjalan lagi!"


"Apa kami langsung habisi saja wanita itu tuan."


"Tidak perlu, membuat Jane cacat sudah cukup peringatan untuk Sonya dan Handoko!"


"Siap Tuan,"


'


'


'


'


'

__ADS_1


BERSAMBUNG 😍


__ADS_2