ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Perdebatan Dua Wanita


__ADS_3

Reno membuka laci disampingnya dan ia menemukan sebuah surat, lalu membacanya.


"Frans ingin cuti dalam beberapa minggu? tapi pergi kemana dia? Reno terus memutar otaknya.


"Villa? aku pernah mendengar ia membeli sebuah villa untuk calon istrinya.


"Jangan jangan frans pergi kesana untuk menenangkan diri, tapi dimana alamatnya? Reno berfikir sejenak "Ya aku tau dia pernah mengatakan tempatnya."


Reno beranjak dari duduknya dan berjalan keluar ruangan.


"Tuan Reno anda mau kemana? tanya Arneta.


Tapi Reno tidak peduli pertanyaan Arneta, ia terus berjalan meninggalkan tempat itu.


Didepan lobby ia masuk kedalam mobil setelah satpam membuka pintu untuk Reno.


"Cepat kita ke Mega mendung."


"Baik tuan."


Mobil berjalan meninggalkan gedung perkantoran.


Sementara Delena sudah sampai didepan lobby utama, ia berjalan masuk kedalam gedung, tanpa ia sadari Reno tidak memberi kabar tentang kepergiannya mencari Frans.


Saat Delena melangkah desas-desus tentang sekertaris Arneta terdengar kencang di telinga Delena.


"Wah hebat ya sekertaris baru Tuan Reno, sudah cantik, cerdas, memiliki still yang tinggi dimata investor."


"Nona Arneta akan menjadi saingan asisten Frans."


"Iya benar, apalagi Nona Arneta sangat baik. Tadi pagi saja membagikan kotak makanan pada semua karyawan, karena ia mendapat tender di Malvia."


"Hebat, wanita yang cerdas."


"Apa yang terjadi dikantor ini? kenapa mereka membicarakan kebaikan Arneta? gumamnya masih terus berjalan perlahan mendengarkan pembicaraan mereka.


"Sepertinya kedudukan asisten Frans akan terancam, ia sudah tidak fokus bekerja karena memikirkan Nona muda." hihihi... mereka cekikikan.


"Benar benar... apalagi setelah penolakan Tuan besar, semakin putus asa asisten frans."


"Ehemm...! apa seperti ini cara kerja kalian setiap hari?


Terdengar suara lantang seorang wanita dibelakang para karyawan yang sedang bergosip, tanpa mereka sadari Delena sudah berdiri dibelakang mereka, semua memutar tubuhnya dan terperanjat kaget.


"Nyonya.. selamat siang? mereka semua membungkuk memberi hormat dengan wajah tertunduk.


"Ma--af.. kami hanya istrahat sebentar." ucap salah seorang karyawan, dengan suara tercekat.


"kalian tahu ini kantor tempat untuk bekerja, bukan untuk menggosipi orang lain apalagi sampai menjatuhkan asisten Frans!"


"Kami minta maaf Nyonya.." ucap mereka serentak.


"Aku masih punya toleransi pada kalian, tapi bila ini terjadi lagi, aku tidak akan sungkan untuk mengeluarkan kalian dari perusahaan Mahesa Group." ucap Delena tegas.


"Iya Nyonya kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi!"

__ADS_1


Delena menatap satu persatu karyawan yang sedang bergosip tadi, sementara karyawan lainnya hanya menoleh dan tak berani melihat ibu negara yang sedang memberikan peringatan.


Setelah puas memberikan peringatan, Delena berjalan santai menuju pintu lift.


"Itu tadi istri Tuan Reno kan?!


Mereka seakan masih belum percaya kalau Delena bisa setegas itu.


"Iya lah, kau pikir siapa lagi yang berani menegur kita kalau bukan istri presdir."


"Tapi setahu aku, dulu istri tuan Reno sangat lembut dan tidak banyak bicara, beda dengan yang sekarang!"


"Semua orang juga bisa berubah!"


"Sudah, sudah.. kita bubar, kalian mau dipecat? ingat cari pekerjaan itu sangat sulit, apalagi di perusahaan ini hidup kita terjamin."


Mereka semua membubarkan diri ke posisinya masing-masing.


Ting!


Delena keluar dari lift khusus itu, berjalan menuju ruangan suaminya masih dengan rantang makanan ditangannya. Mata liar Delena melihat ruangan kerja sekertaris Arneta yang terbuka dengan sekeliling kaca glasses tembus pandang, Arneta sedang menelpon tanpa Delena ketahui sedang berbicara dengan siapa. ia meneruskan langkahnya masuk kedalam ruangan suaminya.


"Ceklek!


"Mas Reno? Delena mengedarkan pandangannya tapi ia tidak menemui sosok suaminya.


"Kemana Mas Reno?


Delena mencari kedalam kamar tempat Reno beristirahat, "Ke toilet pun tidak ada, kemana perginya Mas Reno?"


Delena mengambil ponsel dalam tasnya dan mulai menghubungi Reno, tapi sayang bunyi ponselnya sedang berada diluar jangkauan.


" Ponsel mas Reno sedang tidak aktif?


Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan, seorang pria masuk setelah Delena memberi perintah.


"Maaf Nyonya, saya ingin bertemu dengan Tuan, untuk memberikan laporan kerja ini?"


"Apa sekertaris Arneta tidak memberitahu kalau Tuan Reno sedang berada diluar kantor?"


"Sekertaris Arneta tidak ada ditempat Nyah, ia sedang menghadiri meeting para pemegang saham."


"Apa?! Delena terkejut "Atas perintah siapa Arneta mengadakan pertemuan dengan pemegang saham?"


Pria itu gelengkan kepala. "Aku hanya karyawan bagian teknisi untuk menangani komputer yang berada diperusahan."


"Baiklah tunggu suamiku kembali, kau bisa datang lagi."


"Terima kasih nyonya, permisi." membungkuk dan lngsung pergi.


"Pikiran mas Reno terpecah dengan masalah Frans dan Fanny, aku tidak bisa diam. Arneta sudah berani melangkah terlalu jauh, aku harus datang keruangan meeting."


Delena melangkahkan kakinya menuju ruangan meeting dengan langkah pasti dan percaya diri. ia berhenti disalah satu ruangan dan mendorong pintu kaca itu.


"Selamat siang." ucap Delena tersenyum tipis.

__ADS_1


"Nyonya Presdir?!


Semua mata tertuju pada wanita anggun yang baru datang.


"Nyonya Presdir, selamat datang." para pemegang saham berdiri dan memberi hormat.


Mereka yang berada didalam ruangan meeting sangat terkejut dengan kedatangn Delena secara tiba-tiba.


Pembicaraan Arneta terhenti saat kedatangan Delena. Delena mngambil posisi di tempat duduk yang biasa Reno duduki.


"Silahkan dilanjut sekertaris Arteta!"


"Maaf Nyonya, apakah Nyonya akan mengerti bahasan yang sedang kami bicarakan? sedangkan nyonya bukanlah seorang Direktur, tepatnya hanya seorang istri presdir." sindir Arneta.


Delena tersenyum sumringah "Sekertaris Arneta, apa kau pikir seorang istri hanya mengurus suami di ranjang dan makannya saja! kalau kau berfikir seperti itu, kau salah besar! Delena beranjak dari duduknya, melipat kedua tangan didada dan berjalan kesamping Arneta "Aku harus memberitahumu sekarang, walau kedengarannya agak sombong, memang aku tidak kuliah diluar Negeri, tapi aku adalah mahasiswi terbaik di campus dengan nilai tertinggi, aku juga menguasai ilmu bisnis dan mempelajarinya dengan baik, jadi jangan pernah menganggap istri seorang Reno Mahesa wanita yang bodoh!


Mendapat ucapan telak dari Delena, Wajah Arneta seketika memerah, ia merasa diremehkan oleh istri presdir, sementara para pemegang saham saling menatap satu sama lain.


"Silahkan dilanjut Nona Arneta, posisiku di sini menggantikan Presdir Reno Mahesa sementara." ucap Delena tersenyum puas dan duduk kembali di kursi presdir suaminya.


****


Sang waktu terus berjalan dari peraduannya. menjelang sore mobil Reno sudah tiba di villa tempat Frans berada. Reno sudah menemukan lokasi keberadaan Frans melalui pencarian orang orang suruhannya.


Dengan tak sabar Reno berjalan kearah villa itu yang berada diatas puncak, menaiki anak tangga yang terbuat dari batu kali tersusun dengan rapih.


"Frans! Reno berteriak.


"Frans! tidak ada sahutan sama sekali, Reno beranikan membuka pintu, dan pintu itu tidak terkunci.


"Frans dimana kau?


Reno masuk kedalam mencari keberadaan frans, tapi tidak ada "Apa Frans tidak ada disini? tunggu! tapi ini ada bekas kopi dan abu rokok."


"Frans! ayolah keluar...


Reno berjalan kearah balkon, melihat pemandangan lepas didepannya, sungguh indah terlihat dari atas balkon. Mata Reno menatap liar sosok pria yang ia kenal sedang memancing ikan disebuah danau.


"Frans! hah sial, kau disana rupanya."


Reno kembali berjalan menuruni anak tangga berbatu dengan hati hati, karena ia memakai sepatu pantofel dan takut terkilir.


'


'


'


'


'


'


Bersambung 😍

__ADS_1


__ADS_2