ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
S.3 Tindakan Frans dan Reno


__ADS_3

Bella bersama Ayah dan keluarganya memasuki ruangan pemeriksaan. Sebelum menghilang dari balik pintu, Bella melambaikan tangan pada Vana dan Vano. Hingga bayangan Bella hilang dari pandangan.


"Selamat tinggal Bella, semoga kita bertemu kembali." ucap Vana pelan


"Sudah jangan bersedih lagi, kita pulang yuk! vano merangkul pundak adiknya menuju mobil.


Vano dan Vana kembali masuk kedalam mobil, dan mobil berjalan membelah jalanan menuju mansion.


****


Pagi itu Frans dan fanny baru saja selesai dengan aktivitasnya. Mereka berdua habis melakukan olahraga diatas ranjang. Peluh di sekujur tubuh mereka tidak menghentikan kembali aktivitasnya yang biasa mereka lakukan setiap hari, Frans yang romantis bisa membuat istrinya terbang melayang di puncak kenikmatan berkali-kali. Gairah keduanya begitu tinggi mampu meluluhlantakkan gunung es yang tinggi sekalipun.


Selesai beraktivitas Frans membawa istrinya kedalam kamar mandi. Dengan sentuhan lembut dan penuh kasih sayang frans menyabuni tubuh istrinya, dan begitu pun sebaliknya. Fanny memberi shampoo kerambut Frans, kejahilan istrinya membuat Frans hanya tergelak, gelak tawa mereka terdengar hingga keluar kamar mandi.


DOR!.. DOR!.. DOR!!....


"Papah..!!


"Mamah..!!


Seketika mereka berdua berhenti tertawa. Gedoran dan suara lengkingan Calista yang berada di depan kamar mandi mengagetkan mereka berdua. Frans menaruh telunjuknya di depan bibir agar fanny tidak tertawa lagi.


"Ada apa sayang...? teriak Frans dari dalam kamar mandi.


"Papah sama Mama lagi apa sih! antar Calista sekolah!" tanyanya polos.


Frans dan Fanny saling bersitatap, mereka tersenyum geli seraya berfikir untuk memberikan alasan pada anak semata wayangnya yang mulai beranjak besar.


"Hmm... Papa lagi bantu Mama nyuci baju dulu, sebentar lagi keluar."


"Kok tumben Papah dan Mama nyuci disini? kan udah ada bibi Yanti yang nyuci di belakang."


"Astaga anak itu, selalu membuat jawaban yang tepat! ujar Frans pelan, gelengkan kepala.


Fanny mendengar debatan kecil ayah dan anak itu hanya terkekeh.


"Cepat kita mandinya, sebelum anak itu buat pertanyaan lagi." Frans dan Fanny mulai mengguyur tubuhnya dibawah shower yang mengucur.


"Mama dan Papa kok boleh mandi berdua? kan sudah besar, emang nggak bisa mandi sendiri? pertanyaan itu terlontar lagi dari bibir mungil Calista, saat sepasang suami-istri itu sudah keluar dari kamar mandi.


Frans melirik Fanny, supaya memberikan keterangan pada anaknya. Namun fanny hanya tersenyum seraya berjalan keruangan ganti.


"Calista, tunggu di ruangan makan ya, nanti Papa sama Mama menyusul." ucap Frans lembut seraya mengecup kening dan kedua pipinya.


Terlihat wajah Calista yang merengut dengan bibir mengerucut. Ia keluar kamar tanpa bicara satu katapun. Bunyi dering ponsel terdengar nyaring, Frans melihat nomor si penelpon yang pasti ia sudah tahu siapa yang menghubungi nya. Frans berjalan keluar kamar yang masih bertelanjang dada dengan balutan handuk di pinggang.


"Hallo..."


"Bagaimana tuan Frans? kau sudah siap hari ini, mengantarkan uang dua milyar sesuai kesepakatan kita!


"Kau yang meminta dengan memaksa!


"Uang dua milyar tidak seberapa, dibandingkan aset keluarga Mahesa!"


"Itu milik keluarga Mahesa, bukan punya ku paham!!


"Kalau kau masih terus berdebat, aku kirimkan foto-foto mesra mu pada istri tercinta mu!!"


Frans mendes*h kasar "Dimana tempatnya! siang nanti aku sendiri yang akan mengantarkan nya!"


"Baiklah akan aku kirim alamat nya!"


Pria itu mengakhiri panggilan


"Untung aku sudah memberitahu pada kak Reno tentang masalah ini, ada yang ingin menjebak ku, baiklah akan aku ladeni siapa kau? ucap Frans lirih seraya berjalan dan masuk kembali kedalam kamar.

__ADS_1


"Mas, kau ini kemana saja sih! sejak tadi aku mencarimu!


"Aku baru terima telpon dari cliant!, sayang." Frans berjalan mendekati fanny yang sudah rapih dengan baju kantor nya, ia memeluk dari belakang dan mencium punggung nya.


"Sudah Mas sana pakai bajumu! aku harus berangkat pagi-pagi, hari ini aku harus mengecek stok bahan makanan di Hotel, ada beberapa suplayer yang akan datang ke hotel."


"Ya sudah biar Calista aku yang antarkan sekolah, kau berangkat saja duluan."


"Iya Mas, pulang sekolah biar aku yang jemput, semoga cepat kelar pekerjaan ku." ucap Fany sambil mengoleskan lipstik dibibirnya sebagai ritual terakhir. Tak lupa Arloji branded ia sematkan di pergelangan tangannya.


"Kau sangat cantik sayang, aku semakin mencintai mu." Frans menarik pinggang istrinya dari depan dan mencium bibirnya.


"Sudah, Mas! aku males pakai lipstik lagi, kau selalu menghabiskannya! gerutu Fany mengerucutkan bibirnya.


"Nggak usah khawatir, sayang! besok Mas belikan lipstik beserta pabriknya." goda frans terkekeh.


Terpaksa fanny mengulang kembali polesan lipstik di bibirnya.


"Sayang.., lap dulu bibir Mas, pasti banyak bekas lipstik."


"Salah Mas sendiri, main caplok ajah! Fanny mengambil tissue dan mengusap ke bibir suaminya lembut.


"Thanks my wife, kau adalah cintaku, aku sangat menyayangimu dan Callista. Semoga kita selalu bersama sampai menua dan rambut kita memutih. Aku berharap memiliki cucu dari Calista."


"Ingat ya Mas, jangan pernah bermain api di belakang ku dengan siapapun, bila rumah tangga kita ingin terus sampai kakek-nenek. Aku sangat percaya padamu, jangan khianati kepercayaan ku!"


"Tentu saja, aku tidak akan pernah berpaling darimu sampai kapanpun, kecuali maut yang memisahkan." Frans mencium kening fanny lama.


JEDER!


"Mama! Papah!! aku ingin berangkat sekolah, kenapa menunggu Mama, Papa, lama sekali! gerutu Calista seraya menghentakkan kakinya ke lantai.


"Iya sayang, Mama dan Papa sudah selesai! ujar Fany. Mereka berdua berjalan keluar kamar. Setelah sarapan bersama, Frans mengantarkan Calista ke sekolah sekalian berangkat ke kantor. Sementara Fany memakai mobil sport miliknya untuk pergi ke hotel.


Mobil Frans sudah berhenti di depan gerbang sekolah Calista. Frans turun dari mobil dan membukakan pintu untuk anaknya.


"Iya Pah! Calista berlari masuk kedalam pintu gerbang, setelah mencium punggung tangan Ayahnya.


Frans melajukan perjalanannya menuju perkantoran Mahesa Group. Satu jam kemudian mobil frans sampai didepan gedung. Ia berjalan masuk menuju ruangannya.


"Kemana sekertaris Anita? tanya Frans pada Tata wakil dari Anita. saat melewati depan mejanya.


"Nona Anita masih sakit tuan, dan untuk laporan meeting sudah saya buat materinya sesuai petunjuk sekertaris Anita."


"Aneh! sudah dua hari ini Anita tidak masuk, jangan-jangan Anita terlibat dalam pemerasan ini, kalau sampai terbukti, siap-siap aku penjarakan! gumamnya pelan dan langsung melangkah menuju ruangan Reno.


Satu jam kemudian, Reno masuk kedalam ruangan dan berjalan kearah kursi Presdirnya.


"Pagi kak!


"Bagaimana, sudah kau lacak mereka?


"Sedang ku lakukan, Sepertinya orang ini mengerti keadaan kantor kita." ucap Frans yang masih berkutat didepan laptop.


"Kau sudah lihat cctv saat kau dan Anita bertabrakan."


"Justru itu kak! cctv itu tidak ada rekaman nya, sepertinya sudah ada yang menghapusnya."


"Pria ini sangat licik, untuk memulai aksinya selalu gonta-ganti nomor! Oiya kak, kepolisian sudah di beritahu."


"Sudah! aku sengaja tidak menyuruh polisi datang ke kantor, untuk berjaga-jaga bila ada orang dalam di kantor ini yang terlibat, biar mereka menganggap kita bodoh! Reno tersenyum puas.


"Kakak benar, kita harus bermain cantik! dan anehnya Anita tidak masuk kantor sudah dus hari dengan alasan sakit."


"Kita lihat saja, apa peran Anita disini? apakah dia melakukan sendiri, atau bekerja sama dengan orang lain. Nanti setelah pemeras itu tertangkap kita bisa mengetahui semuanya. kita tunggu saja mereka menelpon.'

__ADS_1


"Oke kak!


Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 menit. Lama menunggu, akhirnya ponsel frans berdering.


"Cepat kau angkat, aku sudah sambungkan namor mu ke kantor polisi, bila sudah terlacak kepolisian akan menuju lokasi."


Frans mengangguk.


"Hallo!


"Bagaimana tuan Frans! kau sudah siapkan uang nya!


"Tentu saja!


"Bagus! dalam jumlah cash dua milyar, kau antar uang itu ke belakang gudang gula yang tidak terpakai, nanti alamatnya akan aku kirim. Dan temuin aku disana jam satu siang!


"Kalau aku sudah memberikanmu uang, apa jaminan buat ku! aku tidak ingin memberikan kau uang secara cuma-cuma!


"Tentu saja aku akan hapus foto-foto itu!


"Apa kau bisa buktikan bila foto itu tidak akan tersebar kemana-mana?


"Tentu saja tuan, aku tidak akan berbohong!


"Baiklah, aku akan menuju lokasi itu, kirimkan alamat nya."


Panggilan telpon terpisah.


"Polisi sudah mendengar percakapan kalian, sekarang tinggal menunggu mereka kirimkan alamatnya.


Ting! suara notif pesan masuk. Frans membuka pesan itu. "Dia sudah mengirimkan alamatnya."


"Bagus! kau kirimkan ke komandan polisi! ayok kita berangkat sekarang."


"Uang dalam koper ini, apa berjumlah dua milyar kak? tanya Frans saat melihat koper diatas meja."


"Bukalah koper itu!


Frans membuka koper itu dan matanya terus mengamati tumpukan uang dalam koper. "Bagaimana bila uang ini berhasil mereka bawa."


Reno tersenyum dan berjalan mendekat "Kau tidak usah khawatir, itu uang palsu! bila dia membawa koper ini, percuma tidak akan bisa di gunakan, tapi, sebelum mereka mendapatkan koper ini polisi sudah lebih dulu menangkapnya.


"Wah, kakak sangat Junius, aku tidak berfikir kesana!


"Jangan pernah memberikan peluang pada si pengemis yang tidak mau bekerja keras, benalu seperti mereka memang pantas dimutasi atau dibuang kelaut! ucap Reno geram.


"Ayo kita berangkat!


"Ayo kak! Frans membawa koper itu dan berjalan meninggalkan ruangan.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


@Yuk kirim Bunda Hadiah, bab nya lebih panjang, biar bunda semngat πŸ’ͺ nulis😘


@yuk terus dukung bunda dengan cara...


πŸ’œlike


πŸ’œvote


πŸ’œgift


πŸ’œkomen


@bersambung......πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ

__ADS_1


'


__ADS_2