
"Aku akan terus memancing mu Arneta, sampai kau mengakui sendri kalau kau adalah Anjali!" Batin Delena tersenyum puas.
"Cup! Cup! Reno membalas ciuman istrinya di kening dan bibir "Iya sayang, jangan lupa hari ini ada meeting, kau harus siapkan materinya."
"Iya Mas!"
Reno berjalan dan masuk kedalam ruangannya.
"Selamat bekerja Nona Arneta! ku harap kita bisa bekerjasama dengan baik!" ucapnya sinis.
Delena berjalan pergi meninggalkan Arneta, terlihat sorot mata tajam Arneta dengan tatapan membunuh.
Didalam ruangan Frans, Delena memulai aktivitasnya, untungnya ia sedikit banyak tau tentang perusahaan suaminya di bidang perkapalan dan elektronik, tidak sulit bagi Delena untuk menggantikan posisi Frans sebagai Asisten, ia duduk dikursi kerja frans sambil membuat materi diatas laptop.
Sejam kemudian terdengar suara ketukan pintu diluar.
"Masuk!
Ceklek!
Maaf nyonya ? ada orang dari PT Global, utusan dari tuan Alvaro ingin bicara." kata Arneta yang sudah berada didalam ruangan.
Delena beranjak dari duduknya dan berbicara ramah "Silakan Tuan Tuan, ada yang bisa aku bantu."
"Siang Nona, kami utusan dari tuan Alvaro ingin bicarakan masalah kesepakatan kerjasama dari kedua belah pihak."
"Boleh aku tau masalah apa?"
"kerjasama di Malva, ini proyek besar yang akan mengeluarkan dana ratusan milyar, Tuan Alvaro sendiri pemilik perusahaan Global Ingin mengadakan meeting di hotel Horizon jam delapan malam nanti."
"Baiklah akan aku sampaikan pada Tuan Reno, nanti malam aku dan Tuan Reno sendiri yang akan datang ke hotel itu."
"Maaf Nona, undangan itu hanya di peruntukan Tuan Presdir Reno dan sekretaris nya Arneta.
Delena mengerutkan keningnya "Tapi aku berhak datang, karena aku asisten pribadinya."
"Tdak bisa Nona, Tuan Alvaro hanya mengundang Tuan Reno dan sekertaris nya saja, karena ini masalah perusahaan bukan urusan pribadi Nona."
"Aku sudah tahu kalau ini masalah perusahaan, siapa yang bilang ini masalah pribadi? kau sendiri bukan?" Delena beranjak dari duduknya, melipat kedua tangan didada, ia mulai tidak nyaman.
"Brengsek! jangan-jangan Anjali sudah memberitahu pada mereka kalau aku adalah istri dari Reno menggantikan Frans, permainan apa yang sedang Anjali rencanakan, baiklah akan aku ikuti permainan mu Anjali! Batin Delena tersenyum penuh arti.
Pria itu meneruskan ucapannya "karena ini masalah perusahaan besar, Nona Arneta lah yang sudah memenangkan tender proyek di Malva, karena Tuan Alvaro tertarik dengan presentasi Nona Arneta, kami sudah membuat kesepakatan kerjasama, Tuan Alvaro sendiri yang langsung mengundang Nona arneta untuk datang ke acara meeting."
Arneta tersenyum puas ia merasa menang dari Delena, dan bisa diandalkan diperusahan.
__ADS_1
"Baiklah akan aku sampaikan pada Tuan Reno" Delena tersenyum, walau hatinya dipenuhi kekesalan.
"Terima kasih Nona, kami permisi dulu" dua orang suruhan Alvaro beranjak dan Pergi dari ruangan Delena bersama Arneta.
Delena berjalan keruangn Reno.
"Suamiku..."
Reno sedang mengetik diatas keyboard, mngangkat kepalanya dan tersenyum pada istrinya "Sayang, kemari lah."
"Mas aku ingin bicara sebentar."
"Bicara apa sayang, katakanlah."
"Utusan dari PT Global pemiliknya Tuan Alvaro tadi datang menemui ku."
"Apa katanya!" ujar Reno sambil terus mengetik di atas laptop.
"Tadi mereka mengatakan akan ada pertemuan meeting jam delapan malam di Hotel horizon."
"Baiklah nanti malam kita berdua akan menghadiri undangan nya."
"Tidak Mas, utusan Tuan Alvaro tidak mengizin kan asistennya ikut, tapi mereka memilih kau dan sekretaris Arneta yang datang kesana."
"Apa! kenapa bisa begitu?" Reno menghentikan kegiatannya mengetik.
"Tidak sayang, aku tidak akan pernah datang bila kau tidak diijinkan untuk ikut bersamaku! Aku tidak ingin wanita ular itu ada bersamaku apalagi saat sedang meeting!"
"Ini kesempatan kita Mas, kita akan tahu apa tujuan Anjali sebenarnya, memiliki hubungan apa Anjali dengan Tuan alvaro, Mas tidak usah khawatir tentang diriku, aku pasti percaya padamu mas dan selalu ada untukmu."
"Tapi yank aku...
"Sssstttt... ! menaruh telunjuk dibibir Reno. "Ikuti semua rencana mereka, kau akan datang bersama Anjali, jangan berdebat lagi Mas, aku percaya padamu." mencium bibir suaminya.
"kau selalu saja bisa membuat aku luluh, bagaimna aku bisa jauh darimu."
Hammpp!
Reno meraup bibir istrinya yang merah merona, bagaikan buah strawberry yang manis dan menggoda, memegang tengkuk istrinya agar ciuman itu semakin dalam dan nikmat, Delena tidak akan bisa menolak serangan dari suaminya yang tiba-tiba.
Ceklek!
"Maaf mengganggu!"
Tiba-tiba Arneta sudah berdiri diambang pintu, sontak mereka berdua kaget dan menghentikan kegiatannya.
__ADS_1
"Apa yang sedang kau lakukan di sani! seru Delena menatap tajam wajah Arneta."
"Aku ingin mengantarkan laporan meeting hari ini."
"Apa kau tidak punya etika Arneta! bila masuk kedalam ruangan presdir seharusnya kau ketuk pintu dulu!" Delena terlihat emosi, ia turun dari pangkuan Reno dan berjalan kearahnya "Bukankah tadi pagi sudah aku katakan, kalau kau ingin bicarakan sesuatu, cukup kau datang keruangan ku!
"Aku sudah keruangan Nyonya tapi anda tidak ada disana."
"Kau kan bisa taruh diruangan ku tanpa harus menunggu kedatangan ku?' mengambil file itu dari tangan Arneta.
"Maaf, kalau begitu saya permisi."
Didepan pintu yang tertutup Arneta terlihat geram dan kesal "Aku harus menghancurkan mu Delena! kau telah merebut semuanya dariku, kekasihku, perusahaan ini yang seharusnya menjadi bagian dari hidupku, aku akan membalaskan sakit hati ini! dada Arneta bergemuruh, ia berjalan pelan ketempatnya dengan kedua tangan mengepal "Aku akan merebut Reno kembali yang seharusnya menjadi milik ku! aku hampir mati karena mu Delena! dulu aku berpura pura amnesia untuk membalaskan dendam ku padamu! aku akan merebut Reno kembali dari sisimu!" Arneta mengeluarkan botol kecil dari dalam tasnya dan tertawa jahat.
*****
Delena berjalan kearah Reno.
"Mas, meeting ini jam tiga Sore baru baru akan dilaksanakan, sedang kau sudah harus berada di hotel horizon jam delapan malam, jam enam kau sudah harus berangkat."
"Ya sudah meeting biar kau saja yang mewakili Mas, selesai meeting kau baru pulang.
Baiklah Mas."
Jam meeting sudah mulai, pembagian tugas antara Delena dan Reno sudah terencana. Delena masuk kedalam ruangan meeting sejak jam tiga sore, sedang jam enam sore Reno sudah pergi meninggalkan ruangannya menuju Hotel Horizon, tak lama mobil Arneta pergi meninggalkan perkantoran menuju Hotel Horizon.
Delena menutup rapat pada pukul tujuh, selesai membereskan berkas meeting diatas meja ia keluar dari ruangan meeting menuju pintu lift. diluar lobby supir sudah menunggu, Delena masuk kedalam mobil setelah seorang satpam membuka pintu.
"Pak tidak usah pulang ke mansion, langsung saja ke Hotel Horizon."
"Baik Nyonya."
Mobil berjalan meninggalkan gedung perkantoran 'Mahesa Group' menuju sebuah hotel seperti permintaan Delena
"Tak akan aku biarkan kau menang dariku Arneta! kau pikir aku seorang istri yang bodoh! akan aku buktikan siapa aku sebenarnya! setelah identitas mu terbongkar bersiaplah masuk Bui' penjara menantimu, karena kau sudah memalsukan identitas orang lain! Delena tersenyum licik.
'
'
'
'
'
__ADS_1
'
Bersambung 😍