
Pelan-pelan Rey.., jangan terlalu cepat." ucapnya di sela rintihan nikmat dan desah*n panjang. "Ohhh... Rey ini enak sekali.."
DEG!
Debaran jantung Vana semakin cepat dan ia hampir tak percaya mendengar suara wanita menyebut nama Rey. Vana semakin penasaran dan tangannya gemetar saat membuka handle pintu.
"CEKLEK!!"
Ruangan tampak senyap hanya terdengar sayup-sayup suara ******* seorang wanita. Dengan tubuh gemetar dan jantung berdebar cepat, bagai irama gendang yang sedang bertalu-talu, Vana terus melangkah kan kakinya menuju sebuah kamar yang terbuka bebas.
Suara desah*n dan rintihan semakin kencang terdengar. Reyhan bermandikan peluh tanpa ia sadari sosok wanita yang paling ia cintai dan kagumi, bahkan menjadikan ratu dihatinya harus menelan pil pahit kekecewaan teramat dalam.
Mata Vana terbelalak sempurna, hampir saja ia pingsan melihat adegan mesum didepannya. Mata polosnya sudah ternoda dengan perbuatan tak pantas yang ia lihat di depan matanya. Bahkan wanita yang sedang Reyhan gauli itu orang yang ia kenal. wanita yang selalu menganggap Vana sebagai saingannya, bahkan hampir mempermalukan dirinya bersama teman-temannya di ruangan guru hanya untuk merebut hati Reyhan. Mengetahui kehadiran Vana, Jesica menoleh dan tersenyum puas melihat Vana begitu syok.
"Terima kasih Nathan, kau sudah kembalikan kekasihku yang sudah seharusnya menjadi milikku seutuhnya." batin Jesica tertawa jahat dalam hati.
"Oohhh Reyhan... aku mau keluar lagi.." rintih Jesica manja
"REYHAN!!!!!! teriak Vana histeris. Sekuat tenaga Vana berteriak, walau hatinya begitu hancur dan sakit. Bagaikan ribuan anak panah yang menghujam jantungnya.
Seketika Reyhan menghentikan kegiatannya dan menoleh kearah Vana. Matanya terbelalak dan langsung melompat dari tubuh Jesika. ia sungguh terkejut melihat Vana sudah berada di depannya dan melihat adegan mesum dirinya dengan Jesica. Reyhan baru saja menyadari keadaannya yang sudah polos tanpa sehelai benangpun. Ia menutupi rudalnya dengan selimut.
"Ohhh sayang, kenapa berhenti! aku sudah mau keluar...!! desah Jesika
"BERHENTI KAU BRENGSEK!!! PASTI KAU YANG SUDAH MENJEBAK KU!!! teriak Reyhan tepat di wajah Jesika.
"Sayang.." menoleh kearah Vana yang berdiri mematung. "ini tidak seperti yang kau lihat! sungguh aku di jebak oleh wanita ular ini!
"ITU TIDAK BENAR! KAU YANG MENARIK AKU SAAT KITA BERTEMU DI TOILET!"
"SIALAN KAU BRENGSEK!!
PLAKK!!!! beraninya kau berdusta dan membalik fakta, pasti kau sudah merencanakan semua ini kan!! bentak Reyhan menghunus tajam mata Jessica.
Jesika memegangi pipinya yang terasa panas "BUKANKAH KITA MELAKUKAN INI SAMA-SAMA SUKA! KAU JANGAN MUNAFIK REYHAN!!" teriak Jesika tak kalah sengit.
"Kau jahat Rey! sudah mengkhianati kepercayaan ku selama ini!" bentak Vana, lolos sudah airmatanya, Vana memundurkan langkahnya dan sangat jijik melihat perbuatan kekasihnya yang baru enam bulan mengisi kedalam hatinya. Hancur sudah semua harapannya. Reyhan yang sempurna dan terlihat bak malaikat tanpa cacat di mata Vana, kini berubah bagaikan monster yang harus Vana lenyap kan dalam hidupnya.
Vana berlari dan meninggalkan tempat terkutuk itu, ia sudah tak kuat melihat kenyataan pahit yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Rayhan loncat dari atas ranjang dan mengambil CD juga celana panjangnya, dengan terburu-buru ia memakainya, belum sempat Reyhan memakai kemejanya ia berlari mengejar Vana.
"VANA TUNGGU!!
__ADS_1
*
Di lobby hotel Nathan duduk di pinggiran pohon palem yang berjejer di sepanjang jalan masuk kedalam hotel. Ia menghisap kuat batang rokok di sela jarinya, sesekali menghela nafas kasar.
"Ma'afkan aku Lea, aku lakukan ini demi kebaikan mu. Reyhan seorang pablik figur dan dia banyak melakukan hubungan terlarang dengan beberapa wanita. Andai kau tahu kebenarannya? pasti kau tidak akan pernah mau mengenal pria bernama Reyhan. Bahkan untuk mendapatkan sebuah peran utama di sebuah sinetron, Reyhan sudah tidur dengan seorang produser wanita, yang ternyata sudah bersuami. Aku tidak ingin hidup mu lebih hancur, walau aku yakin mental mu pasti kuat, tapi truma itu tetap akan membekas. Aku sudah menyuruh anak buahku untuk mencari tahu siapa Reyhan sesungguhnya. Dan ternyata Reyhan seorang gigolo! sungguh menjijikkan bukan? aku melakukan ini semua tanpa alasan, tapi demi Alea ku...
Tiba-tiba masuk notifikasi dari ponsel Nathan.
"Ting!
Nathan mengambil gawai dari saku celananya, dan membuka pesan dari aplikasi hijau.
[Sudah berhasil, Vana sedang meraung datang lah kelantai 8 no 20A."]
"Akhirnya kau kena batunya Reyhan! mana mungkin aku biarkan Alea ku terjebak oleh kemunafikan yang kau buat sendiri, aku tahu untuk urusan percintaan gadisku masih sangat polos dan lugu."
Nathan melangkahkan kakinya dengan cepat menuju lantai delapan. Saat sudah di lantai delapan ia berlari mencari sosok wanita yang sedang terluka. Sayup-sayup terdengar suara orang bertengkar di sela Isak tangisannya.
"Vana dengarkan aku dulu! semua ini tidak lah benar?! aku di jebak oleh JESICA SIALAN ITU!!
"Tapi aku melihat dengan kepala mata ku sendiri REY! kalian berdua sudah seperti BINATANG!! teriak Vana bersama airmata yang terus berjatuhan.
"Aku akan buktikan kalau aku tidak bersalah dan semua ini jebakan! plis Van.. beri aku kesempatan untuk membuktikannya!" Reyhan menarik tangan Vana dan ingin memeluknya.
"Lepaskan gadis itu!! teriak Nathan dan berjalan mendekat, ia menarik tangan Vana dari genggaman tangan Reyhan.
"Jangan ikut campur urusan kami!! bentak Reyhan melototi Nathan dengan bengis.
"Vana adalah tanggung jawab ku, kedua orang tuanya sudah menitipkan anaknya padaku, jadi apapun yang berhubungan dengan Vana sudah menjadi urusan ku!" teriak Nathan tak mau kalah.
"Kacung saja sombong! derajat mu tidak ada apa-apanya di banding aku! lebih baik menyingkir dan jangan ikut campur urusan aku dan Vana!! bentak Reyhan dengan jumawa.
Nathan tergelak, ia tertawa saat Reyhan merendahkan dirinya. Kalau untuk kemapanan dan ketampanan seharusnya Reyhan sadar, ia sangat jauh dari Nathan. Reyhan juga tampan tapi sejajar wajah Asia, beda dengan Nathan yang notabene blasteran indo-Amerika.
"Sudah ketahuan selingkuh, tapi masih sok suci! sadarlah Rey! kau tak pantas untuk Vana yang suci tanpa noda."
"B4NGS4T KAU!! Reyhan melayangkan bogem mentahnya ke wajah Nathan, namun belum sampai mengenai wajahnya kepalan tangan Reyhan tertahan oleh tangan besar Nathan, ia melintir kepalan tangan Reyhan dengan kuat.
"Aaaakkkhhhh!!!!! pekik Reyhan. "Lepaskan sialan!
"Aku tidak akan lepaskan sebelum kau memohon!!"
__ADS_1
"Lepas-kan ini sa-kit!!!!!!
"Kak! lepaskan dan secepatnya kita pergi dari sini!" pinta Vana
Nathan mendengarkan permintaan Vana dan melepaskan tangan Reyhan yang hampir remuk. Reyhan mengibas-ngibaskan tangannya yang terasa nyeri.
"Ayo kita pergi dari sini! Nathan mengeluarkan seringai di wajahnya dan menggandeng tangan Vana untuk pergi dari sana.
"VANA JANGAN PERGI! DENGAR KAN PENJELASAN KU!!! Reyhan masih berusaha mengejar walau merasakan urat-urat tangannya ada yang putus, dan berhasil meraih tangan Vana satunya
"LEPASKAN JANGAN SENTUH AKU REY! AKU JIJIK PADAMU! DAN MULAI HARI INI HUBUNGAN KITA PUTUS!!!!!!
"AP-APA...????!! Van kau hanya bercanda kan? kau tidak serius ingin putus dariku, demi Tuhan aku tidak bisa hidup tanpa mu Van!'
Vana sudah tidak perduli lagi dengan rintihan Reyhan, ia terus melangkahkan kakinya menuju pintu lift bersama Nathan.
"VANAAAA!!!! teriak Reyhan dan tak sanggup lagi ia mengejarnya. Ia merasakan sakit lima jarinya bersamaan hancur hatinya yang sudah tercabik-cabik.
Vana dan Reyhan turun dari lift dan menuju mobilnya.
"Are you okay? After this, where are we going? kau baik-baik saja? setelah ini kita akan pergi kemana lagi? tanya Nathan saat mereka sudah duduk di dalam mobil.
"Im fine..." ucapnya datar tanpa ekspresi.
"Jangan lemah begitu Van, kau gadis yang kuat. kau harus tunjukkan pada Reyhan kalau kau bukan wanita lemah dan mudah di bodohi."
Vana hanya mengangguk, Nathan tahu gadis itu sedang terluka dan mood nya sedang tidak baik, ia berusaha ingin menghiburnya.
"Apa kita langsung pulang?" tanya Nathan, ia memberanikan diri mengusap lembut kepala gadisnya. ia ingin menjadi seorang pria yang di butuhkan Vana dan menjadi sandaran untuknya.
"Kita ke pantai, aku ingin menangkan diri dulu." ucap Vana datar.
"Baiklah.. kita ke pantai."
Nathan melajukan mobilnya menuju pantai dan menembus pekatnya malam ibu kota.
💜
💜
💜
__ADS_1
@Yuk terus dukung karya Bunda, jangan lupa untuk follow IG @bunda.eny_76
@Bersambung....