
Shella mengeluarkan amplop coklat dari tas nya. "Ini buat kalian! melempar amplop tebal itu keatas meja. "Lima puluh juta! sisanya setelah kalian membawa wanita itu pergi keluar kota!
"Oke siap Nona. akan kami persiapkan semuanya nanti malam!
Shella beranjak dari duduknya. memakai kembali kacamata hitam dan berjalan menuju mobilnya.
Sementara di kediaman Reno. Delena tampak gelisah karena sejak semalam Reno belum juga kembali. Mencoba menelpon suaminya tapi tidak ada jawaban.
Ada apa dengan Mas Reno, kenapa sejak semalam aku menelepon tidak juga diangkat? apa sebenarnya yang sudah terjadi.
"Dena! panggil Helena yang baru keluar dari kamar. Helena menatap wajah Delena yang terlihat pucat. "Dena ada apa? Kenapa wajahmu terlihat pucat dan panik?! tanya Helena terlihat cemas.
"Mas Reno sejak semalam mencari Fanny belum juga kembali. Bahkan ia tidak mengangkat telponku Bu? aku takut kenapa-napa dengan Mas Reno dan Fanny?' ucap Delena merasa bersalah.
"Kau tidak perlu khawatir Dena, percayalah pada suamimu, Reno sosok suami yang baik dan bertanggung jawab pada Anak, istri dan keluarganya. Ia pasti bisa selesaikan semua masalahnya."
"Aku percaya pada Mas Reno bu, dia bukan hanya suami yang baik dan bertanggung jawab. Tapi aku bingung kenapa Mas Reno tidak mau mengangkat telponku?
"Mungkin Reno sedang sibuk sabar saja dulu, Jangan berpikir macam-macam tentang suamimu Dena? ujar Helena menenangkan.
"Iya Bu, aku hanya khawatir saja."
Tring! tring! tring!
Tiba tiba ponsel Delena berbunyi, tertera nama 'My husband' dilayar ponsel. Dengan cepat Delena mengangkatnya "Mas Reno! kenapa telpon ku dari semalam tidak diangkat? tanya Delena cepat.
"Maafkanlah aku sayang, telpon aku taruh di dashboard mobil, aku sedang fokus mencari fanny."
"Lalu bagaimana keadaan Fanny? Mas sudah bertemu dengannya bukan? kuharapkan Fanny baik-baik saja."
Reno terdiam sejenak, hanya helaan nafas panjang yang terdengar lirih di ujung telpon.
"Mas Reno ada apa? Kenapa diam saja?" tanya Delena begitu panik.
"Sayang.. aku tidak akan pulang sebelum menemukan Fanny!
"Jadi fanny belum ditemukan?
"Fanny hilang sejak kemarin malam, aku hanya menemukan mobil Fanny tergeletak di pinggir jalan perkampungan.
"Ya Tuhan Mas, Fany diculik siapa? apa selama ini fanny punya musuh?
"Entahlah aku juga tidak tahu, apa Fanny memiliki musuh atau masih ada musuh keluarga kita. sekarang kau tenang saja di rumah. Aku harus tetap mencari fanny."
Baiklah Mas. jaga diri Mas dan berhati-hatiah. kabari aku kalau ada berita tentang fany."
"Iya sayang, kau tidak usah khawatir ya."
Selesai Delena telpon, Helena bertanya.
"Bagaimana dengan fanny?
"Mas Reno masih terus mencari keberadaan Fany bu. semoga saja secepatnya Fani ketemu. Aku kasihan pada mas Reno bu, Iya baru saja sembuh dan bekas tembakan di kakinya masih ada luka. Mas Reno belum bisa berjalan dengan sempurna.
"Bersabarlah Dena, do'akan yang terbaik buat suami dan adik ipar mu."
"Iya Bu!
****
__ADS_1
Malam pukul sembilan. Di tempat penyekapan, Fanny dua orang pria masuk kedalam ruangan.
Krek!
Suara pintu terbuka, masuk dua orang pria kedalam ruangan penyekapan Fanny. pria itu menatap liar kearah fanny yang terduduk lemah bersandar pada dinding di pojokan. ia berjalan mendekat dan melihat fanny sedang tertidur.
"Heh! bangun ayo ikut kami! menarik kasar tangan fanny.
Fanny terperanjat kaget saat pria itu menarik paksa tangannya. "Lepaskan aku mau kalian bawa kemana!"
"Sudah jangan banyak bicara! ayo ikut kami!
"Lepaskan! Fanny berontak dan menendang kaki pria itu.
"Aaaawwww!
"Brengsek kau! berani menendang kakiku! menjambak kasar rambut fanny.
"Aaaakkkhhhh! lepaskan rambut ku!
"Hey! cepat kalian urus wanita itu! lelet sekali kalian berdua. Mengurus satu wanita saja tidak becus! teriak pria bertato.
"Sorry bos wanita ini terus berontak!
"Sudah kau ikat kaki dan tangannya. sumpel juga mulutnya dengan bahan. jangan lupa tutup kedua matanya dan masukkan ke Bagasi mobil.
"Kenapa di masukan ke bagasi mobil bos!
"jalanan sedang tidak aman. karena kelurga wanita ini sedang mencarinya. kita harus secepatnya pergi dari tempat ini, sebelum mereka menemukan kita!
"Ingatlah kalian semua akan menyesal telah menculik ku! keluargaku tidak akan tinggal diam; dan kalian akan mendapat balasan atas semua perbuatan kalian yang sudah menyekap diriku! teriak fanny.
Pria itu langsung sumpel mulut fanny dengan bahan kain, menutup matanya dan mengikat tangan dan kakinya. dua pria itu membopong tubuh fanny masuk kedalam bagasi mobil.
Ketiga Pria itu masuk kedalam mobil.
"Bagaimana sudah aman?
"Aman bos!
"Ayo secepatnya kita bawa wanita itu ke markas, yang berada diatas gunung."
"Lalu, mau kita kita apakan wanita itu!
"Tentu saja kita sandra untuk meminta tebusan uang pada kelurganya! wanita itu sepertinya dari keluarga berada!
"Tapi bos! Nona Shella menyuruh membunuh wanita itu!
"Tenang saja. ini sudah jadi urusanku! dan aku tidak bodoh! aku akan manfaatkan Shella dan kelurga wanita itu untuk menghasilkan cetakan uang! Hahaha... pria hitam legam itu terbahak.
Mobil terus melaju meninggalkan tempat itu dengan cepat. Fanny yang berada di belakang bagasi terus berontak sekuat tenaga dengan menendang nendang penutup mobil.
"Ya Allah aku akan dibawa kemana? Kak Reno! tolong aku... hiks. teriak fanny dalam hati.
"Apakah aku akan mati sekarang? aku tidak bisa bernafas disini sangat pengap." tetesan air mata fanny terus mengalir deras. "Mamah, Papa maafkan fanny. aku sudah tidak kuat lagi. disini sangat panas dan tak ada udara." Fanny sudah pasrah dan ia sudah tidak dapat berontak lagi.
Empat jam perjalanan. Mobil berhenti di sebuah desa yang jauh dari penduduk dan keramaian. tempat itu berada di pelosok.
"Bos! ada telpon dari Bos besar!
__ADS_1
"Berikan ponselnya padaku! kata bos bandit itu!
"Hallo Tuan!
"Yono kau berada dimana?
"Markas besar Tuan!
"Hari ini ada sandraan ku, baru saja orang orang ku menangkapnya di bandara! kau urus dia!
"Siap Bos!
"Kalian jemput dibawah kaki gunung, setelah itu anak buahku akan pergi karena masih ada urusan lagi! dan satu lagi, ambil satu peti senjata yang anak buahku bawa!
"Baik Tuan!
Telpon terputus.
"Untung saja kita sudah sampai Markas, kalau tidak, bos besar pasti murka! bawa wanita itu ke gudang! perintah Yono.
Saat bagasi di buka terlihat Fanny terdiam, tidak ada suara. "Bos! wanita ini tidak bergerak lagi. Apa jangan-jangan dia sudah mati!
Pria pendek bertubuh tambun dan bertato itu berjalan kearah bagasi mobil. Ia melihat Fanny tak bergerak. pria itu menekan tenggorokan fanny untuk di periksa.
"Wanita ini hanya pingsan. dia kehilangan oksigen jadi sulit bernafas. cepat bawa ke gudang dan siram dengan air agar dia bangun. perintah Pria bertatto itu yang ternyata kepala perampok.
"Parto kau panggil yang lain! cepat surah mereka berjaga dibawah. bos besar membawa sandraan dan satu peti senjata api.
Parto berlari menuju markas yang berada di atas gunung. tak lama ia sudah datang bersama empat orang pria.
"Ada apa bos!
"Cepat kalian ke bawah! bawa sandraan kita ke markas dan ambil satu peti senjata dari anak buah bos besar.
"Siap bos!
Mobil berhenti di tanah datar dan tidak bisa naik keatas gunung. karena jalanan berliku dan terjal hanya akses untuk berjalan kaki. Fanny di bopong ke bahu Parto yang bertubuh besar, Ia naik keatas gunung bersama Yono nama bos bandit itu. perjalanan naik keatas gunung memakan waktu 700 meter. mereka sampai di sebuah Markas yang terbuat dari kayu. Parto masuk kesebuah ruangan berukuran 2x3 meter, dan menaruh tubuh fanny ke lantai yang terbuat dari semen. Parto menutup pintu gudang yang berada disamping Markas.
Satu jam kemudian anak buah Yono berhasil membawa sandraan seorang pria yang sudah ia borgol tangannya.
"Bos sandraan nya sudah datang! teriak anak buah Yono berteriak didepan markas.
Parto kaki tangan Yono keluar dari markas dan melihat pria itu "Masukkan dia kedalam gudang bersama wanita tadi!
Mereka membawa Pria itu kesebuah gedung. dan mendorong masuk tubuh pria itu kedalam ruangan 2x3 yang pengap dan lembab. lalu pintu ditutup kasar.
"BRAKK!
Seketika pria itu menoleh pada sosok wanita yang tergeletak dilantai semen. Dia bangkit dari duduknya karena saat didorong sempat terjatuh. pria itu berjalan kearah fanny. Ia berjongkok dan mengibas rambut panjang wanita didepannya. seketika pria itu membelalakkan matanya "Fanny!
'
'
'
'
'
__ADS_1
@Bersambung....