
"Mommy sama Daddy tidak ikut ya?
"Mommy juga harus banyak istirahat tapi Mommy sudah telpon Tante fanny."
"Ooohhh....!!
"Ayo kita masuk! ajak Vano pada Zara, Aldo dan Aldi. "Aldi sini gendong sama kakak." Vano mengendong Aldi dan mereka semua masuk kedalam rumah.
Acara berlangsung meriah, Calista sangat cantik dengan gaun putih seperti peri dengan mahkota di atas kepalanya. Selesai meniup lilin yang diapit Frans dan Fanny, tamu undangan di persilahkan menikmati hidangan mewah yang tersusun rapih diatas meja, layaknya prasmanan. Hidangan dibawa dari Hotel milik Ramon yang sudah di serahkan pada fanny.
Dering ponsel Frans terdengar nyaring, namun suaranya kalah dengan musik Happy birthday'. Getaran ponsel terasa di saku celana, Frans yang sedang bercengkrama dengan tamu undangan rekan bisnisnya, merasa ada telepon Frans mengundurkan diri untuk menerima panggilan telepon.
Frans berjalan kearah samping kolam renang dan mengangkat panggilan telpon.
"Hallo...!
"Hey, Tuan Frans? bagaimana kabar anda?"
"Maaf, saya berbicara dengan siapa?
"Hahaha... Anda tidak perlu tahu siapa saya siapa? saya hanya ingin memberi sebuah penawaran?
"Apa maksud anda? penawaran apa?" tanya frans bingung.
"Penawaran skandal anda dengan sekertaris anda sendiri!"
"Skandal apa? kau jangan hanya bicara'!! bentak frans tak terima.
"Sabar tuan Frans, saya takut darah tinggi anda tambah naik, bila terus marah-marah. Santai saja permainan baru saja dimulai!"
"Permainan apa? kalau tidak ada hal penting lebih baik aku matikan telponnya!" ucap Frans geram.
Telepon pun terputus. Saat Frans Ingin kembali ke tempat acara, masuk notifikasi dari ponselnya.
"Siapa yang kirim foto ke nomor ku? tidak ada namanya hanya nomor yang tertera." Karena penasaran frans membuka kiriman foto dari kontak pesan. Saat gambar sudah terbuka matanya terbelalak dengan ekspresi syok.
"Apa-apaan ini? kenapa foto aku dan Nita sedang berpelukan? ini tidak benar!" umpatnya kesal. Terdengar kembali bunyi notifikasi dari nomor yang sama. frans menerima tiga foto dalam pose yang berbeda.
"Brengsek! siapa orang yang mengirim ini!! aku tidak pernah lakukan ini dengan Anita!! kekesalan Frans semakin menjadi "foto-foto ini adalah editan semua!
Terdengar ponsel berbunyi dari nomor tanpa nama. Dengan cepat Frans menerimanya.
"Hallo!!! suara Frans terdengar tinggi
"Bagaimana tuan Frans? Apa Anda masih mengelak Kalau anda dengan sekretaris Anita memiliki skandal..? ucapnya mengejek
"Omong kosong!! jaga bicaramu...!! bentakan Frans membuat pria di ujung telpon terbahak.
"Baiklah kita bicara pada intinya saja. Begini tuan Frans! Aku membutuhkan uang dua miliar, bila anda setuju foto-foto itu akan saya hapus, saya janji tidak akan tersebar kemana-mana. Bagaimana penawaran saya tuan Frans?"
"Apa maksud mu? kau ingin memeras aku dengan cara konyol! jangan harap aku akan memberikan satu sen pun!!
Jangan menganggap enteng masalah ini Tuan Frans!! terdengar suara ancaman dari ujung telepon. "Aku bisa saja menghancurkan acara pesta ulang tahun anakmu Calista! bahkan menghancurkan rumah tangga mu dengan sangat mudah! bila kau tidak menuruti perintahku, foto-foto itu akan tersebar di dunia maya dan perkantoran Tuan Reno!!
"Brengsek Kau!! seru Frans dengan nafas tersengal "Berani sekali kau mengancam ku!!akan aku cari dimana kau berada! mudah bagiku untuk melacak dirimu melalui ponsel ini!!
"Hahahaha... "kau kira aku akan takut dengan ancaman mu, Tuan Frans! baiklah bila kau tidak ingin kirim uang itu, Istrimu Nona fanny Mahesa, akan mendapat kejutan foto-foto ini. Sudah dipastikan kau akan dipecat dari keluarga Mahesa!" Suara gelakan tawa pria itu membahana di ujung sana.
Frans mengatur emosinya agar tidak terbawa suasana tegang dirumahnya yang sedang mengadakan pesta ulang tahun Calista, anak semata wayangnya. Melawan mereka untuk saat ini sama saja menghancurkan acara anak kesayangan nya. Frans berfikir untuk mengalah dulu.
"Baiklah, aku akan ikuti dulu maunya, setelah itu akan aku pikirkan cara untuk menghancurkan orang ini!" gumamnya dalam hati
"Beri aku waktu sepuluh hari untuk mendapatkan uang dua milyar! ujar Frans sengaja mengulur waktu.
__ADS_1
"Tidak bisa, aku butuh sekarang!!
"Kau pikir mudah mendapatkan uang dua milyar? teriak Frans
"Kau adalah mantu Keluarga Mahesa, mudah bagimu mendapatkan uang dua milyar!
"Yang berduit itu kelurga Mahesa, bukan aku! kau itu bodoh sekali, bahkan aku tidak memiliki uang sebanyak itu, harus bujuk istriku dulu untuk mendapatkan nya!" dusta Frans, terus berusaha bernegosiasi.
"Oke, kalau begitu tiga kau harus siapkan uang itu!
"Tidak bisa! bentak Frans.
"Semakin penasaran, siapa orang ini? aku akan menjebaknya balik, dia pikir aku sebodoh itu mau memberikan uang dua milyar! Frans menyungging senyum sinis.
"Oke! ini yang terakhir aku kasih waktu! satu minggu dari sekarang kau siapkan uang itu, bila sudah siap kau transfer ke nomor rekening ku!
"Aku tidak bisa transfer uang dua milyar ke rekening mu! Aku sendiri yang akan kirim uang itu langsung padamu! kita bisa bertemu dimana?
"Aku tidak sebodoh itu, kirimkan uang itu melalui transfer!"
"Terserah!! bentak Frans "Aku tidak bisa langsung ambil uang dua milyar dalam waktu cepat, dua milyar jumlah uang besar. Semua harus ada prosedurnya dari Bank!"
Helaan nafas kasar terdengar kuat dari ujung telepon "Oke, kita bertemu satu minggu lagi, dan siapkan uang dua milyar dalam bentuk cash!
"Tidak masalah, aku akan membayar tunai! dimana aku bisa bertemu denganmu!
"Tunggu instruksi dariku, pasti aku akan menelpon mu kembali! Dan ingat! jangan pernah kau lapor polisi kalau kau dan keluarga mu ingin selamat!! ancamnya.
"Baiklah, ku turuti mau mu!! ucap frans langsung memutuskan telepon.
"Ahh!! helaan nafas lega keluar dari bibir Frans. "Aku masih punya waktu untuk mencaritahu tentang pemeras ini, apa Anita terlibat di dalamnya? aku harus selidiki sebelum fanny mencurigai ku."
"Mas!
Terdengar panggilan suara fanny, Frans memutar tubuhnya dan tersenyum sumringah.
"Tidak apa-apa sayang, barusan Mas mendapat telepon dari Cliant."
"Ya sudah temui dulu tamu kita, tidak enak meninggalkan mereka, karena ini acara untuk kebahagiaan Calista."
"Iya sayang, ayo! Frans merangkul pundak istrinya menuju pesta.
****
Seminggu telah berlalu, pagi ini Vano dan Vana sudah bersiap-siap untuk menemui Bella di Bandara, sebab hari ini ia akan kembali pulang ke Polandia. Ayah Bella dan pamannya yang menjemput langsung dari Polandia.
Keluarga Bella sudah mengurus perpindahan sekolah dan kewarganegaraan nya.
Sementara didalam mobil, Vana dan Vano terus berbincang. Pak Yanto mengemudi dengan kecepatan sedang menuju Bandara.
"Kak! apa kita akan bertemu dengan Bella kembali ? tanya Vana dengan mata berembun. Vana begitu terpukul saat mendengar Bella harus tinggal dan pindah ke Polandia, rumah keluarga ayah kandungnya. Rasanya begitu berat harus berpisah dengan Bella, sahabat baiknya.
"Sabar ya Dek, ini demi kebaikan Bella. kasihan bila ia tinggal di Negara ini, karena Bella akan trauma kembali dan teringat kejadian yang menyakitkan dalam hidupnya. Biar dia pergi untuk memulihkan kondisinya, pasti Bella akan kembali lagi."
"Kakak se-yakin itu? menatap lekat wajah kembarannya.
"Bella sudah berjanji dengan kakak?
"Benarkah?
Vano mengangguk.
Hampir dua jam perjalanan, mobil mereka sampai di depan lobby Bandara. Setelah terparkir dengan sempurna. Vana dan Vano berjalan masuk kedalam Bandara dan mencari keberadaan Bella.
__ADS_1
"Dimana Bella menunggu?
"Katanya di dalam Cafe kopi."
"Disebelah sana! tunjuk Vano dan berjalan cepat menuju tempat yang di tuju.
"Vana!!
"Vano!!
Panggil seseorang, mereka berdua mencari sumber suara itu, Vano dan Vana melihat sosok Bella berjalan menghampiri mereka berdua setelah keluar dari cafe
"Bella!!
"Vana!!
Mereka saling berpelukan erat dan menangis bersama.
"Vana! ma'afkan aku harus pergi! hiks...
"Cepat lah kembali lagi kesini! kau adalah sahabat ku satu-satunya, begitu banyak kenangan yang kita lalui bersama." hiks..
Tangisan mereka berdua semakin dalam. Vano menatap nanar dengan wajah berkaca-kaca.
Mereka mengurai pelukannya, "Tentu saja, disini juga Negara ibu kandungku, pasti aku akan pulang kembali." ucap Bella dengan suara bergetar seraya mengusap lembut airmata Vana yang terus menetes.
"Begitu berat harus berpisah dengan mu, Van! sebenarnya aku tidak mau pergi dan meninggalkan mu. Sudah banyak pengorbanan kalian berdua untuk ku! Vano berjalan mendekat dan merangkul pundak keduanya. "Terima kasih banyak atas semua kebaikan kalian, aku berhutang budi pada kalian berdua." hiks.. hiks.. tubuh Bella terguncang karena tangisan. Mereka berdua berpelukan kembali. Vano mengusap lembut punggung Vana dan Bella untuk menenangkan nya.
Terdengar suara keberangkatan menuju Australia. Namun, tujuan Bella tidak langsung ke Polandia, ia akan transit dulu ke Negara kangguru, bersama keluarganya.
"Bella! panggil seorang pria paruh baya masih terlihat tampan "Waktunya kita berangkat." ucapnya mengingatkan.
"Papah! Bella menoleh pada pria di belakang nya.
"Tuan Rayes! sapa Vano ramah, mereka saling berjabat tangan. Vano dan Rayes sudah dua kali bertemu di rumah sakit, dan mereka juga berbincang banyak hal, keakraban dua generasi itu sudah terlihat.
"Terima kasih banyak Tuan Vano dan Nona Vana, jangan bersedih, Bella pasti akan kembali lagi. Salam hormat kami pada Daddy dan Mommy mu, Semoga kalian semua selalu dalam lindungan-Nya."
"Aamiin...." insyaallah akan saya sampaikan salam pada kedua orang tua kami." ucap Vano sopan.
"Bella! simpan hadiah ini untuk kenang-kenangan." Vana memberikan sebuah kalung dengan liontin berbentuk love, dalam love itu ada foto mereka berdua.
"Terima kasih banyak Van, aku tidak akan melepaskan kalung ini, ini adalah bukti persahabatan kita." Bella melepas anting-anting nya dan memberikan ke tangan Vana "Simpan ini sebagai kenang-kenangan dari ku, agar persahabatan kita kekal."
Vana tersenyum dan mereka berpelukan kembali sebagai pelukan perpisahan.
Bella bersama Ayah dan keluarganya memasuki ruangan pemeriksaan. Sebelum menghilang dari balik pintu, Bella melambaikan tangan pada Vana dan Vano. Hingga bayangan Bella hilang dari pandangan.
"Selamat tinggal Bella, semoga kita bertemu kembali." ucap Vana pelan
"Sudah jangan bersedih lagi, kita pulang yuk! vano merangkul pundak adiknya menuju mobil.
πππ
@Yuk kirim Bunda Hadiah, bab nya lebih panjang, biar bunda semngat πͺ nulisπ
@yuk terus dukung bunda dengan cara...
πlike
πvote
πgift
__ADS_1
πkomen
@bersambung......πππ