
"Yang dikatakannya Frans itu benar Fan! jangan terus-terusan menyalahkan Frans! Sekarang bagaimana caranya kita bisa menemukan Calista! jangan saling melempar kesalahan, ini ujian buat kalian berdua!
"Hiks.. hiks.. Calista...!!
Vano mendekatkan duduknya "Tante yang sabar ya, tenang kan hati Tante, kita semua sedang berusaha mencari keberadaan Calista."
Fanny hanya terdiam sambil terus menangis.
"Kak! kita harus bagaimana? Frans terlihat frustasi.
"Kita datangin rumah Anita!
"Kau sudah dapat alamat Anita?"
"Sudah kak! aku sudah minta dengan orang kantor."
"Oke, Ayo kita jalan. Mobil berjalan menuju rumah Anita. Didalam mobil Frans mulai menjelaskan semuanya pada fanny tentang foto itu, Namun, fanny tidak akan pernah percaya dan menganggap Frans sudah berselingkuh dengan Anita.
"Aku harus secepatnya mencari Anita, dan dia harus menjelaskan langsung pada fanny, kalau aku tidak ada hubungan apapun dengannya. Fanny baru akan percaya bila mendengar sendiri dari mulut Anita. Apa benar-benar ia punya motif lain atau ada hal lain yang membuatnya terobsesi. Sebab aku tahu Anita bukan tipe wanita genit yang suka menggoda suami orang, apalagi ia sudah lama bekerja di perusahaan kak Reno." gumam Frans dalam hati.
"Mas! setiap hari selalu bertemu Anita dari pagi sampai petang, tidak mungkin bila tidak ada rasa pada wanita yang sudah berstatus janda itu! seru Fany geram
"Jadi kau menganggap Mas selingkuh dengan Anita?"
"Mas foto-foto itu adalah bukti kalau Mas selingkuh dengan Anita! istri mana yang tidak sakit hati melihat itu semua!"
"Mas sudah bilang berulang kali, foto itu editan semua! seharusnya kau berpikir jernih kalau foto-foto itu tipu muslihat agar kita terpecah dan rumah tangga kita hancur! seharusnya kau lebih percaya pada Mas, daripada sama foto itu!
"Tapi kau...!
"Fanny diam!! bentak Reno yang sejak tadi hanya diam, ia tidak ingin ikut campur rumah tangga adiknya dan percaya Frans bisa menyelesaikan. Namun, fanny masih bersikeras kalau Frans berselingkuh dengan adanya bukti-bukti foto itu.
"Semua bisa di selesaikan dengan baik-baik tanpa harus emosi. Aku tahu kinerja suamimu, dia tidak akan terpengaruh dengan wanita cantik manapun! Lebih baik kita fokus pada Calista, karena penculikan Calista pasti ada hubungannya dengan pemerasan dan foto-foto itu!
Fanny akhirnya diam membisu, tidak ada lagi kata-kata yang keluar dari bibirnya. Kalau Reno sudah berbicara ia tidak akan berani lagi membantah.
Satu jam setengah mobil Reno sudah sampai di depan gerbang rumah Anita.
"Sepertinya rumah itu sapi tidak berpenghuni?
"Kau lihat di depan pohon besar itu ada seorang satpam sedang merokok, kau bisa tanya padanya Frans!
"Oke kak!
Frans turun dari mobil dan berjalan kearah satpam itu.
"Sore Pak! maaf mengganggu. Apa benar ini rumah bu Anita?
"Sore juga Mas! iya benar ini rumah bu Anita. Tapi sudah tiga hari pergi dan belum pulang."
"Apa Bu Anita tinggal berdua dengan anaknya atau hanya sendiri?
"Kadang tinggal sendiri, kadang bersama anaknya."
"Hmmm... apa Bapak tahu dimana suaminya tinggal? siapa tahu Anita berada disana."
"Maaf tuan, saya tidak tahu! ucap satpam tinggi kurus itu, seraya mematikan puntung rokok yang berada ditangannya.
"Kalau begitu terima kasih!' tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, Frans kembali ke mobil.
"Bagaimana Frans? tanya Reno.
"Anita sudah tiga hari tidak pulang. Dan aku tidak dapat jawaban yang memuaskan dari satpam itu, tapi sepertinya ada yang ia tutupi."
"Tentu saja satpam itu tidak akan berbicara banyak. Karena kau tidak memberinya pelicin. Frans kau tahu bukan, uang bisa membeli segalanya termasuk informasi! tegas Reno.
Frans paham maksud Reno, ia berjalan kembali ketempat semula dan memanggil satpam yang sudah berjalan masuk kedalam pintu gerbang.
"Pak tunggu!!
Satpam itu menoleh. Frans mengeluarkan dompet dan mengambil uang merah sebanyak dua puluh lembar. Saat satpam sudah di depannya, ia memberikan uang itu.
"Ambilah Pak!
"Ini uang, untuk saya Mas?"
"Iya!
"Wah, terima kasih banyak, Mas! ujarnya tersenyum lebar.
"Sekarang katakan dimana ibu Anita dan juga rumah mantan suaminya. Saya sedang banyak urusan."
"Tiga hari yang lalu, Pak Raksa, mantan suami Ibu Nita datang ke rumah ini. Dan saya mendengar mereka bertengkar hebat. lalu anak satu-satunya dibawa pergi oleh mantan suaminya. Bu Nita marah, malam itu Bu Nita mengejar suaminya. Sejak dari itu ia belum kembali pulang."
"Kau punya nomor telepon mantan suaminya?
__ADS_1
"Ada Mas!
"Kirimkan berserta tempat tinggalnya!"
"Baik Mas!
Setelah mendapat nomor Frans, satpam itu memberikan nomor Raksa beserta alamat rumahnya.
"Ok, saya permisi!
"Tunggu, Mas! apa anda ingin kerumah Pak Raksa sekarang? setahu saya ia memiliki dua rumah, satunya di tinggalin kekasihnya di perumahan kompleks, satunya lagi di pinggiran kota."
"Kekasih? bisa minta alamat satunya?
"Saya tidak tahu alamat satunya, saya tahunya tempat tinggal yang lama. kalau tidak salah patokannya dekat pasar Bulungan."
"Kau ikut aku ke mobil, aku ingin tunjukkan seorang wanita." satpam itu mengikuti Frans dan mendekat pada mobil.
"Vano bisa kau perlihatkan laptop mu, tolong kau zoom wanita tadi yang berbicara pada Calista di sekolah." Vano mengangguk dan memperlihatkan wanita itu. Satpam itu mengamati wajah wanita di layar laptop, matanya menyipit sebab gambarnya sedikit pudar.
"Apa kau mengenal wanita ini?!
"Iya saya ingat, wanita ini kekasih pak Raksa."
Reno dan Frans saling bersitatap "Baiklah kalau begitu, terima kasih!"
Frans masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat menuju alamat yang sudah ia dapat. Frans menceritakan semuanya didalam mobil, tampak Fany yang gusar dan tidak tenang.
Sementara di sebuah rumah yang tidak terawat halamannya, ditumbuhi pepohonan liar. Sebuah mobil sedan merah berhenti didepan halaman rumah bercat hijau tosca. Turun seorang wanita seraya membawa seorang gadis berusia 10 tahun. Bersamaan seorang pria turun dari mobil. Mereka masuk kedalam rumah.
JGLEK
Krekk.....
"Ayo masuk! perintahnya.
"Callista ada dimana Tante?
"Ini rumah Tante, kau boleh tinggal disini sama Tante. okeh!
"Nggak mau! Calista mau pulang ajah! gadis tanggung itu menangis sesenggukan. "Mama! "Papa! Lista mau pulang!
"Bawa dia kedalam kamar! perintah pria itu.
Krekkk....
Pintu terbuka lebar "Ayo masuk! tiba-tiba wanita itu membentak Calista.
"Calista!! seru seorang wanita yang berada di dalam kamar. Calista hanya menatap bingung wanita itu. "Calista, kemarilah! Anita menarik tangan Calista agar mendekat.
"Kenapa kau culik anak tuan Frans! apa kau tahu siapa tuan frans?! kalian menculik anaknya sama saja menyerahkan hidup kalian ke neraka!"
"Diam kau! jaga saja anak ini, sampai kedua orang tuanya memberikan jaminan untuk anaknya!
"Kau memang jahat Raksa!! aku mengikuti semua kemauanmu untuk menjebak tuan frans, sungguh aku sangat menyesal, sama saja aku menjatuhkan harga diriku! dan anak ini tak bersalah, kenapa kau culik! kau cari mati!
PLAKK!
"Dasar wanita sialan! Raksa menampar telak Wajah Anita. "Jangan berteriak didepan ku, apalagi mengacaukan rencana ku! atau kau tidak akan pernah bertemu anakmu Ferdy! ancam Raksa.
"Kembalikan Ferdy padaku! kau sudah mendapatkan apa yang mau!
"Aku sudah gagal mendapatkan uang dua Milyar! ternyata tuan Frans sangat licik! ia membawa polisi dan empat anak buahku masuk bui!
"Heh!' Anita tergelak "Menyerahkan sebelum terlambat, kau salah memeras dan melawan kelurga Mahesa! gara-gara kau, aku ikut terseret karena mengikuti perintah mu untuk menggoda Tuan Frans! brengsek kau Raksa, diantara kita sudah tidak ada hubungan apapun!
"Kau akan aku bebaskan setelah aku mendapatkan uang tebusan dari tuan Frans! aku akan pergi bersama kekasihku, maka kau bantu aku untuk mendapatkan uang itu!
"Ciih!! Anita meludah ke lantai.
"Huwaaaaa... Papa! Mama! Calista terus menangis.
"Suruh diam anak itu! atau aku sumpel mulutnya! teriak Raksa.
"Calista sayang, jangan nangis ya." Anita memeluk Calista dan menenangkan nya.
"Bos bisa kita bicara sebentar, ada hal penting yang harus saya sampaikan!
"Kau tunggu disini!!
BRAKK!!
"Raksa! buka pintunya, lebih baik kembalikan anak tuan Frans, atau kau akan menyesal! teriak Anita. Namun tidak di gubrisnya.
"Ada apa!
__ADS_1
"Bos! tempat tinggal kita seperti sudah ada yang melacak!
"Tidak mungkin! tempat ini jauh dari kota dan keramaian!"
"Lebih baik kita waspada bos, anak buah bos sudah ada yang tertangkap. Apa sebaliknya mantan istri bos dan anak itu kita pindahkan ke gudang belakang, kalau ada yang mencari mereka tidak ada yang tahu gudang itu!
"Oke baiklah! kalau gitu kau jaga di depan bersama yang lainnya!
Siap Bos!
"Ratna! ingat kau harus waspada, bila ada hal yang mencurigakan kau harus segera kabur dari tempat ini, dan bawa anakku pergi, aku akan menyusul!
"Baik, Sayang! tapi... bagaimana bila Anita tahu persembunyian Fredy? ia pasti akan mengambil anaknya!
"Kau habisi saja wanita itu! tersungging senyuman licik dibibir Raksa.
Raksa membuka pintu kamar dan menarik paksa Anita dan Calista untuk berjalan ke gudang.
"Cepat! lelet sekali jalan kalian!
"Kau mau bawa aku dan Calista kemana lagi!
"Sudah diam! jangan berisik!
"Mama..!! "Papa..!! Calista terus berteriak.
Saat sudah sampai gudang belakang.
"Ayo masuk! mendorong tubuh Anita dan Calista.
"Huwaaaaa....."
"Calista hanya seorang anak kecil kau jangan kasar padanya! bentak Anita.
BRAKK!!
"DOR! DOR! DOR!!!
"Buka pintunya berengsek!!
Anita mensejajarkan tubuhnya dengan Calista. "Calista sayang, jangan sedih ya, Tante janji kita akan keluar dari tempat ini." Calista mengerti dan mengangguk pelan.
Sementara Frans sudah melewati perbatasan kota. "Vano sudah kau lacak nomor yang tadi satpam itu berikan, kau sudah dapatkan alamatnya."
"Sudah Om! Tapi nomor itu sudah tidak aktif. untung aku sudah dapatkan alamatnya di pencarian nomor sebelum ia matikan."
"Bagus Vano! kau memang bisa diandalkan! puji Reno, tersenyum bangga.
"Sekarang kita menuju kemana?
"Lurus terus dan melewati pepohonan dan persawahan, Sepertinya tempat ini sangat tersembunyi susah untuk dilacak."
Mobil Frans terus bergerak penuh hati-hati.
"Om sebelah kiri ada sungai kecil, kita belok ke kiri, tapi sepertinya itu bukan jalanan beraspal. Makin kedalam jalanan sangat rusak.
Sepertinya kita tepi kan mobil disisi jalan, jangan sampai terlihat mereka.
"Dad! Vano akan turun untuk memastikan tempat itu, lokasi itu sudah semakin dekat."
"Baiklah Nak, berhati-hati lah!
"Om ikut van! ayo kita berdua turun. Kakak dan Fany tunggu di mobil saja."
Setelah menepikan mobil. Frans dan Vano berjalan kearah lokasi itu.
πππ
@Beberapa bab lagi akan masuk season 4 ya, menceritakan kehidupan anak-anak Keluarga Mahesa yang sudah beranjak Dewasa. Disini adil kan masing-masing sudah dapat peran. keluarga, Reno-Delena, Tommy-Siska, Frans-Fanny jadi nanti kalian tidak bingung dengan kisah anak-anak mereka π€π
@Yuk kirim Bunda Hadiah, bab nya lebih panjang, biar bunda semngat πͺ nulisπ
@yuk terus dukung bunda dengan cara...
πlike
πvote
πgift
πkomen
@bersambung......πππ
'
__ADS_1