ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Bahagia.


__ADS_3

"Frans..?!


"Hmmm..."


"Aku tidak ingin melihat kau membawa wanita lain lagi di Apartemen mu"


"Tidak sayang" mencium puncak kepala fanny "Aku tidak akan melakukan kesalahan kedua, aku tidak tau kalau kehadiran Riska akan membuat mu murka, karena aku memang tidak ada hubungan apapun dengannya"


"Tapi dia bilang kau masih kekasihnya dan kau pun bilang seperti itu kan?!


Frans menarik nafas dalam "Riska adalah masalalu ku, dan kau?" memiringkan kepalanya mantap wajah fanny "Kau adalah masa depan ku dan untuk selamanya"


Fanny tersenyum sumringah, ia mengelus lembut pipi Frans lalu mencium bibirnya.


"Cup!


"Cup!


"Cup!


"Sudah larut malam, ayo kita pulang nanti orangtua mu mencari"


"Lalu bagaimana dengan hubungan kita?"


"Kita jalani saja dulu sampai aku berobat ke korea baru aku akan melamar mu"


"Tapi Frans....?"


"Kenapa fanny?" menatap lekat wajah fanny.


"Bagaimana kalau Papa dan Mama tidak setuju, aku membatalkan perjodohan itu"


Frans terdiam, pandangan nya menatap lautan lepas di depannya "Aku juga tidak akan bisa menentang keputusan kedua orangtua mu fan" menatap kembali wajah pias fanny "Tetapi aku akan tetap berusaha untuk bicara pada Ayahmu, dan meyakinkan Tuan besar untuk bisa menikahi anak gadis kesayangannya"


Fanny tersenyum sumringah "Terima kasih sayang, aku sangat mencintai mu frans"


Frans menarik dagu lancip fanny yang terlihat menggemaskan "Aku lebih mencintai mu lebih dari diriku sendiri" mencium bibir fanny, keduanya hanyut dalam ciuman hangat.


"Ayo sekarang kita pulang, kita jalani saja dulu hubungan kita ini, bila jodoh kau tetap akan jadi milikku"


"Apakah kau besok masuk kerja"

__ADS_1


"Sudah pasti, banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan dengan beberapa client, dua hari tidak kerja rasanya ada beban"


"Kenapa kau selalu memikirkan perusahaan, kapan kau tidak pernah memikirkan dirimu sendiri frans? karena kau juga butuh refreshing, apalagi sekarang sudah ada aku, kau harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dan aku frans"


"Fanny ingat, aku punya tanggung jawab besar di perusahaan kelurga Mahesa, karena perusahaan Tuan Reno telah mengangkat aku dan keluargaku dari keterpurukan" merangkul pundak fanny "Kau tau, aku bekerja keras untuk mu juga, aku membeli sebuah villa di pinggir pantai untuk masa depan kita kelak"


"Kau tidak usah memikirkan semua itu frans, aku sudah memiliki segalanya, perusahaan, kedudukan, uang, semua juga akan menjadi milikmu, kau tidak usah bekerja keras untuk menghasilkan uang dari perusahaan kak Reno, aku tinggal meminta satu perusahaan pada Papa ku pasti ia akan memberikannya.


Melepas rangkulan fanny dan menatap dengan ekspresi kesal "Kenapa kau berkata begitu fan? kau telah merendahkan harga diriku sebagai seorang laki-laki, aku bukan pria yang ingin mengandalkan perusahaan milik kekasihnya, aku juga bukan orang yang suka memanfaatkan dirimu fan! kau salah menilai diriku, aku memang miskin tapi aku punya harga diri!"


Melihat Frans yang sudah emosi Fanny baru menyadarinya "Frans bukan begitu maksudku? kau jangan salah paham, aku hanya ingin kau bisa membagi waktu untuk ku"


"Tapi kau tadi telah merendahkan harga diriku! jangan kau beranggapan aku mencintaimu karena hartamu!" Frans berdiri dari duduknya dan berjalan kearah laut.


"Frans tunggu! menarik tangan Frans "Maafkan aku frans, kau jangan asal marah kalau aku salah bicara"


"Salah bicara? kau itu sudah dewasa Fanny, kenapa pemikiran mu selalu seperti anak kecil, kapan kau berfikiran dewasa dan menyadari semua kesalahan mu, aku bukan orang yang Ingin mencari keuntungan darimu, bahkan aku bekerja keras untuk membahagiakan dirimu fan, kalau aku mau aku bisa mendirikan perusahaan sendiri, banyak investor yang ingin bekerjasama dengan ku di belakang perusahaan Mahesa Group' tapi aku tidak mau, karena aku bukan seorang penghianat!


"Hiks,, hiks,, hiks,, Frans ku mohon maafkan aku, iya aku yang salah! Fanny menjatuhkan dirinya kebawah.


Frans berdiri gagah menghadap lautan dengan kedua tangan didada "Kau tau fan, bahkan aku ingin mengabdi pada Klurga mu, terutama kaka mu Reno yang sudah menganggap ku saudara, tapi kau malah menjatuhkan harga diriku dengan kedudukan dan uang yang kau miliki!


"Frans ku mohon! maafkan aku.. hiks.. hiks.."


"Baiklah frans kalau kau tidak mau memaafkan ku! fanny bangun dari duduknya dan berjalan kearah lautan tanpa menoleh kebelakang.


"Fanny kau mau apa?! frans terlihat kaget dan tak percaya dengan aksi fanny berjalan ke lautan tanpa menoleh.


"Fanny! frans berteriak, ia mengejar fanny meski tidak sempurna.


"Fanny! frans berhasil menarik tangan fanny.


"Pergi!!! untuk apa kau mengejar ku! aku benci dirimu Frans!


Frans menarik fanny dalam pelukannya "Maafkan aku Fanny, aku hanya ingin kau berubah dengan sifat mu, buang semua kesombongan mu, aku sangat mencintai mu"


"Hiks,,, hiks,, hiks,, aku juga minta maaf Frans, aku akan belajar untuk merubah sifat arogan ku"


Ombak di pantai terus bergulung gulung menerpa tubuh keduanya. "Ayo kita menjauh dari sini ombaknya sangat besar, nanti kita keseret terlalu dalam"


Mereka berdua berjalan menepi, tangan kekar frans merangkul pinggang fanny. "Baju kita basah semua, apa kita pulang harus menunggu kering, disini tidak ada yang menjual pakaian"

__ADS_1


"Di mobilmu ada jaket ku, kau ganti bajumu dengan jaket ku agar tidak masuk angin"


"Tapi baju mu juga basah frans"


"Kau tidak usah khawatir tubuhku sehat, ayo kita pulang sekarang"


****


Didalam kamar Delena sedang asyik bermain dengan si kembar, suara tawa anaknya nyaring terdengar, begitulah keseharian Delena bila berada didalam masion, selalu sibuk mengurus si kembar dari mulai memandikan dan memberikan makan yang bergizi, bahkan Delena terlihat posesif pada kedua anak kembarnya, tidak boleh main kotor apalagi duduk dilantai yang dingin ia tidak akan segan memperingati baby sister nya, padahal lantai di mansion hampir semua menggunakan karpet merah yang dibeli langsung dari Turki, kecuali terasa yang tidak menggunakan karpet.


"Ceklek!


"Hallo my honey..." suara Reno nyaring terdengar didepan pintu.


"Haii.. Daddy sudah pulang" Delena berjalan mendekat pada Reno. "Sayang.." Delena memanggil manja sambil mencium dada kanan dan kiri suaminya. "Wanginya parfum nya masih sama"


Reno menghela nafas dalam, ia sudah paham kelakuan posesif istrinya yang selalu mengintrogasi setiap habis pulang kerja.


"Sudah aman sayang"


Delena tersenyum sumringah "Tentu saja, ingat jangan menyentuh anak mu dulu sebelum kau bersih bersih mas, karena diluar banyak virus bertebaran, aku tidak ingin si kembar kena virus dari luar, apalagi korona belum juga habis, ppkm di perpanjang terus"


"Iya sayang, iya..." mencium kening Delena. Reno berjalan dan duduk disofa, Delena membukakan sepatu dan kaos kaki suaminya, Reno mengelus lembut kepala istrinya, lalu Delena membukakan kancing kemeja Reno. "Ini handuknya mas"


"Terima kasih sayang, kau memang istri terbaik sedunia" mencium bibir Delena dan berjalan kearah kamar mandi.


Setengah jam kemudian Reno keluar dari kamar mandi, Delena memberikan kimononya. Reno berkumpul dengan dua anak kembarnya bermain bersama di lantai beralaskan karpet tebal (jadi ngebayangin rumah Musdalifah, lantai dan kamarnya berkarpet merah semua😄)


Begitulah keseharian Delena dan Reno, mereka tidak sepenuhnya memberikan kedua anaknya pada baby sister, kebahagiaan mereka berdua sudah lengkap dengan kehadiran sepasang anak kembar yang lucu, imut dan menggemas kan, tapi Reno masih harus waspada, karena ada sebagian orang diluar sana yang harus ia bereskan.


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


'


BERSAMBUNG 😍


__ADS_2