ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Ketakutan Bella.


__ADS_3

Frans yang tak ingin ribut dengan istrinya, berjalan ke kamar mandi. Setengah jam kemudian ia sudah selesai mandi dengan kimono melekat ditubuhnya. Frans tidak menemukan sosok istrinya di dalam kamar.


"Anita! kau sudah membuat masalah dalam hidupku! kalau sampai istriku berfikir yang tidak-tidak dan membuat rumah tangga ku berantakan, kau orang pertama yang akan aku hadapi! gumam frans kesal.


Ia berjalan keluar kamar mencari fanny yang sudah terbakar api cemburu.


"Sayang..."


Frans terus mencari keberadaan istrinya, namun tidak ada, ia berjalan ke kamar Calista dan mendekati ranjang nya, mencium kening anak semata wayangnya.


"Dimana kau fanny.."


Selesai mencium dan mengusap rambutnya, frans keluar dari kamar mencari di ruangan tamu, Namun tidak ada juga. Ia mulai panik dan menaiki anak tangga menuju lantai dua. Dilantai dua ada tiga kamar tidur dan ruangan kerja Frans, ia membuka satu persatu kamar dan ruangan kerjanya, namun semuanya nihil.


Frans berjalan kearah balkon, ia melihat kursi gantung bergerak pelan. frans menarik nafas dalam yang dihembuskannya perlahan. ia berjalan mendekat.


"Sayang..." frans ikut duduk di samping fanny yang sedang duduk santai dengan kedua tangan dilipat dan mata terpejam.


"Sudah malam, kita bobok yuk." mengusap lembut pucuk kepala Fanny. Dengan kesal fany menghempaskan tangan frans.


"Sayang, sikap mu jangan kaya gini donk."


"Mau mu seperti apa?! jawab Fanny cetus


"Ayo kita bicarakan baik-baik, jangan marah seperti ini, Nggak baik klau salah paham tanpa bukti!"


Fanny beranjak dari kursi gantung, berdiri dan menatap kesal pada suaminya "Kau bilang bukti, Mas! Wangi parfum mu saja sudah jelas bukan milikmu! aku ini seorang Istri, insting ku sangat kuat dan tau betul mana parfum suamiku dan mana parfum pel*cur!


"Cukup fanny! kau tega menuduh aku main dengan pel*cur! Dimana pikiran mu, aku tidak sebodoh itu ingin mencari wanita di luar sana, Kalau istriku saja sudah sempurna!


Fanny bergeming. Dadanya turun naik tak beraturan, nafasnya terdengar kasar "Kalau begitu, milik siapa parfum yang melekat di tubuh dan bajumu, Mas!


"Milik Anita!


"Apa...? Anita!" Fanny membelalakkan matanya sempurna, ia tak percaya.


Anita yang terlihat baik dan sopan, apa yang membuatnya berubah liar, Setelah perceraian dengan suaminya dan meninggalkan satu orang anak. Dulu sempat resign karena cuti melahirkan. Setelah Anjali tidak bekerja lagi di kantor Reno, karena penyamaran nya telah terbongkar. Dua tahun kemudian Anita kembali bekerja sebagai sekertaris Reno, selain Anita cerdas ia juga memiliki attitude yang baik di mata Reno.


"Anita berani menyentuh dan menggoda suami ku! mata fanny melotot.


"Sayang, itu tidak benar, dengarkan dulu." Frans menarik Fany dalam pelukannya dan mendekapnya erat, melunakkan hatinya yang sedang panas. "Kami tidak sengaja bertubrukan saat berjalan. Kau tau bukan? Anita tak mungkin sengaja melakukan itu, tidak mungkin juga ia berbuat macam-macam padaku, kami tidak ada apa-apa. Anita sudah lama bekerja di perusahaan Kak Reno."


"Tapi Anita seorang janda! bisa saja kan ia mencuri kesempatan dan menjebak mu!


Frans menggeleng "Loh apa hubungannya janda atau bukan?! kau jangan berpikiran yang tidak-tidak donk yank, biasanya kalau terus curiga bisa kenyataan loh! ledek Frans mencairkan suasana.


"Ish! nyebelin banget seh! jadi Mas ngarep ya suka sama janda! melepas pelukan Frans dengan bibir mengerucut.

__ADS_1


"Kan ngambek lagi..."


Cup! cup! cup.....'" Frans menciumi pipi dan bibir fanny bertubi-tubi "Sudah ya ngambek nya? kita bobo panas sekarang." mengangkat tubuh istrinya dan menuruni anak tangga menuju kamarnya.


"Awas saja ya Mas, kalau ketahuan selingkuh, apalagi sampai ada buktinya, jangan harap bisa hidup bersama ku lagi! ancam fanny dengan kedua tangan melingkar di leher Frans.


****


"Non Vana ayo bangun? sudah jam enam." panggil Mba sari, menyibak gorden dan membuka jendela agar angin pagi masuk kedalam kamar.


"Non!... menggoyangkan tangannya "Nanti kesiangan, katanya minta bangunin pagi."


"Iya Mba! bawel...! gerutu Vana, membelalakkan matanya.


"Ehh! dimana Bella Mbak? kok nggak ada di ranjang."


"Mbak juga Nggak tau Non! tadi masuk kamar Non Bella nya udah nggak ada."


"Bell!.... Bella .." Vana mencari di toilet, namun tidak ada.


"Biar Mbak yang cari Non! Non Vana mandi saja dulu, sarapan sudah Mbak siapkan."


Vana mengangguk dan masuk kedalam kamar mandi.


***


"Aku benci Mamah! kenapa kau tidak bunuh saja aku Mah! teriak Bella histeris


"Kenapa aku terlahir ke dunia ini Mah! apa salahku!!! Aku cape.. aku lelah, aku sudah tidak sanggup hidup di dunia ini! hiks...hiks..


"Tuhan! ambil saja nyawaku ini! hiks... Bella jatuh terduduk di lantai dengan derai airmata. "Buat apa aku hidup di dunia ini bila harus menderita! hidup bersama kedua kakak tiri yang kejam dan jahat! maki Bella pada dirinya sendiri. "Mungkin kematian lah jalan satu-satunya, agar Mamah puas


Isabella mengambil sebilah pisau buah yang ia bawa dari dapur. "Vana, Vano ma'afkan aku sudah menyusahkan kalian berdua, sampaikan salam terakhir ku pada Mamah ku! hiks... Isabella mengarahkan pisau kecil itu ke urat nadinya "Selamat tinggal Mah!' hiks...


"Bellaaaa....!


Dengan cepat Vano menarik pisau itu dari tangan Bella. "Apa yang akan kau lakukan Bel!!


"Vanoooo... berikan pisau itu padaku! biarkan aku mati saja! aku benci menjalani hidup ini, Tuhan seakan tak adil padaku! kenapa hanya aku saja yang menderita! hiks...


"Kau pikir hidupmu sangat berharga setelah kematian menjemput mu! kau pikir setelah mati semua masalah mu akan selesai, Hah! nggak Bell..!! dimana pikiran mu? ingin menghabiskan Nyawa mu sendiri hanya karena merasa tidak mendapatkan keadilan! kau merasa hidupmu penuh derita, tapi lihat lah mereka yang di luaran sana, hidupnya lebih menderita tanpa kasih sayang kedua orang tuanya, hidup di jalanan tanpa tujuan! tidak punya tempat tinggal dan menikmati pendidikan seperti kita! Tapi kau malah menyalahkan keadaan, merasa paling menderita dan tidak mendapat keadilan dari Mamah mu!"


"Kau tidak pernah tahu bagaimana sifat Mamah ku, Van! Mamah lebih membela kakak tiriku daripada aku, anak kandungnya sendiri! untuk apa aku hidup bila menderita seperti ini! biarkan aku akhiri hidupku sendiri! Bella bangkit dan mendekat pada Vano ingin merebut pisau itu. Vano terus mengelak dan menjauhkan pisau itu dari Bella. Vano mengangkat tangan kanannya keatas seraya menggenggam pisau itu, Bella berjinjit untuk mengambilnya, namun tidak bisa menyamai tinggi Vano.


"Baiklah, Vano! bila kau tidak mau memberikan!" Bella mundurkan langkahnya ke belakang "Tidak ada pilihan lain, aku akan meloncat dari lantai ini, aku sudah benar-benar putus asa! hiks... tubuh Bella bergetar hebat dengan tangisan semakin dalam dan menyayat hati.


"Jangan kau lakukan itu Bell! aku mohon, berfikir lah positif!"

__ADS_1


"Memangnya kau siapa berani melarang ku!


"Aku temanmu, bukan? aku berjanji akan melindungi dan menjagamu, tapi plis jangan pernah berniat untuk bunuh diri, oke...?


Vano melempar pisau itu sejauh mungkin dan berjalan mendekati Bella dengan perlahan. "Ayolah Bell, kita turun ke bawah dan sarapan bersama Vana."


Isabella menggeleng "Tidak! kau bukan teman atau sahabat ku! kau sangat angkuh dan tak pernah mau bicara dengan ku, di sekolah ataupun di rumah mu sendiri, untuk apa aku mengikuti saran mu! pergilah menjauh...!! teriak Bella, menangis sesenggukan dengan nafas tersengal "Kau sama jahatnya dengan pria lain, yang merasa pintar dan sok ketampanan!"


"ku salah menilai aku Bell, aku seperti itu memang sudah sifat ku, dingin dan tidak bisa banyak bicara dengan orang lain! tapi bila sudah akrab aku bisa berbaur, namun, hanya Dev yang bisa mengerti aku. kau mengertikan?


"Sombong! itu yang pantas julukan untukmu, kau sangat berbeda sifat dengan Vana walau kalian saudara kembar! sudahlah itu bukan urusan ku, menjauhkan aku sudah tidak kuat hidup di dunia ini lagi!


Vano menghela nafas kasar "Baiklah terserah padamu! aku sudah berusaha untuk mencegah mu, sekarang terserah kau saja. Apapun yang akan kau lakukan aku tidak akan peduli! sergah Vano dan berbalik badan meninggalkan Bella sendri, saat keluar dari pintu kaca dan berjalan kearah pintu lift, tiba-tiba terdengar suara teriakan Isabella.


"Aaaaaaaakkkkhhh!


"Vano! tolooooonng....."


"Bella...? Vano berlari ke tempat tadi, ia terus mengedarkan pandangannya. Namun, tidak ada sosok Bella disana.


"Bella kau dimana..?! seru Vano mulai panik dan gusar.


"Vanooooo... aku disini! TOLONG aku....


Vano berlari dan mengitari tempat tadi, saat mendongak ke bawah, ia terkejut melihat Bella sudah bergelantungan memegang pagar penyangga balkon yang sangat tinggi.


"VANO! tolongin aku...! aku tidak ingin mati!


"Kau tenang saja dulu ya, aku akan mencari tambang agar bisa menarik mu."


Keringat jagung sudah menetes dari pori-pori tubuh Bella, ia sangat ketakutan setengah mati.


"Vano...aku sudah tidak kuat, tangan ku sakit!


"VANO......."


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


@Yuk terus dukung Bunda dengan cara...


πŸ’œLike


πŸ’œVote


πŸ’œGift


πŸ’œKomen

__ADS_1


@Bersambung......πŸ’ƒπŸ’ƒ


__ADS_2