ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Berusaha kabur


__ADS_3

"Sayang...? Mas tidak bisa pulang cepat, karena ada urusan yang harus Mas kerjakan, mungkin lusa baru bisa kembali."


"Oke tidak apa-apa, aku akan menunggumu pulang."


telpon terputus.


"Ada apa..? tanya Robert.


"kenapa tiba-tiba istriku sedikit berubah, nada bicaranya aneh, biasanya ia sangat manja bila berjauhan denganku."


"Mungkin istrimu sedang sibuk, sudah ayo teruskan makannya, baru kita menyusun rencana lagi.


Selesai makan mereka berdua pindah ruangan, seorang mata mata Reno datang menghadap.


"Siang Tuan!


"Berita apa yang kalian dapatkan!"


"Ternyata benar dugaan tuan, kalau Anjali yang berada di rumah sakit adalah wanita bernama Tari, anak dari seorang nelayan yang dirubah wajahnya mirip seperti Nona Anjali."


"Apa?? jadi selama ini aku tertipu? Robert tak percaya mendengar semuanya. "Lalu siapa yang sudah merencanakan ini semua!"


"Wanita bernama Davina!"


"Jadi Davina sudah kembali?! Reno tampak geram "Kau tau dimana keberadaan Davina!


"Orang-orang kita sudah melacak keberadaan Davina, dia sudah berada di Jakarta!"


"Apa?! Reno terkejut ia memikirkan keadaan istri dan anak kembarnya. "Aku takut terjadi apa-apa dengan keluargaku, dari tadi perasaan ku sudah tidak enak."


"Ren, seandainya kau pulang sekarang, rencana yang sudah kau susun untuk menangkap Mr Black akan berantakan, tapi disisi lain istri dan anakmu juga penting." ucap Robert tak berdaya.


Reno tampak bingung, ia terus berfikir bagaimana caranya agar keluarganya terlindungi dari Davina yang sudah berada di Jakarta. Reno mendesah kasar seakan beban nya terasa berat. Reno hanyalah seorang manusia biasa, sehebat hebatnya seorang Reno Mahesa yang memiliki kekuasaan dan kedudukan tinggi pasti ada kalanya jatuh juga, ingat Reno hanya seorang manusia bukan Tuhan! yang selalu bisa tau keadaan orang disekitarnya, ia juga memiliki keterbatasan, kadang orang bayaran pun bisa salah!


Orang-orang berkuasa yang memiliki kedudukan, kekuatan, kekayaan bahkan kekebalan hukum, sudah tentu banyak musuhnya di mana-mana, bahkan orang terdekat pun bisa menjadi musuh dalam selimut! ini realita dalam kehidupan nyata. Banyak sifat manusia yang tamak dan ingin berkuasa dengan menjatuhkan lawan bahkan menghalalkan segala cara. jadi jangan pernah menyalahkan seorang Reno Mahesa.


"Sekarang kau sudah mengetahui kalau Anjali yang berada di rumah sakit, adalah palsu."


"Tentu saja aku akan jebloskan wanita itu kedalam penjara untuk membayar semua perbuatannya."


"Lakukanlah, wanita palsu itu sudah mengecoh kan kita semua, sebelum wanita itu kabur!"


"Itu sudah pasti Ren!


"Aku akan menelepon Tommy siapa tau dia sudah berada di Jakarta."


Reno mencari nomor Tommy di kontak pencariannya, setelah mendapatkan nomor itu ia mulai menghubungi.


"Tuutt!.. tuutt!...tuutt!...


"Selamat sore Tuan Reno?"


"Tom kau sedang berada dimana?!


"Aku berada didalam mobil bersama Siska menuju arah pulang."


"Ahh! syukurlah akhirnya kau pulang juga, bisa kau bantu aku Tom!


"Tentu saja, bantu apa Tuan?


"Tom, tolong kau jangan panggil aku Tuan lagi, kau sekarang adalah suami dari Tante ku, berarti kau adalah Om ku. Panggil aku nama saja karena kita adalah keluarga."


"Tapi Tuan rasanya tidak enak."

__ADS_1


"Aku akan marah bila kau masih memanggilku Tuan!


"Baiklah Reno, apa yang harus aku lakukan untuk membantumu?"


Reno menceritakan semuanya pada Tommy tentang masalah Davina yang sudah berada di Jakarta.


"Dan aku sekarang lagi berada di Bali sedang memburu Me Black."


"Baiklah Reno sepulang dari sini aku akan menemui Delena."


Tommy dan Siska sampai di Apartemen jam empat sore, Siska membaringkan tubuh lelahnya diatas ranjang.


"Sayang, aku harus menemui Delena di kntor sekarang."


Mas ini sudah sore sebentar lagi jam kantor pulang, lebih baik ketemu Delena di rumah saja, kita baru saja kembali dari Eropa, pasti kau lelah bukan?'


"Baiklah nanti malam aku akan menemui Delena di mansion."


*****


Jam delapan malam Davina sudah sampai di mansion, saat ia masuk kedalam ruangan Helena sudah menyambutnya.


"Dena ada Tommy ingin bertemu dengan mu, ia sudah menunggu lama."


"Tommy? ada urusan apa yang ingin menemui ku?


"Sudah temui saja dulu."


Saat diruang tamu Tommy beranjak dari duduknya.


"Malam Nona Delena."


"Ada perlu apa kesini Tom?!


"Tadi Tuan Rena menghubungiku untuk menanyakan kabar mu, ibu dan si kembar karena menurut tuan Reno Davina sedang berada di Jakarta.'


"Apa Davina sedang berada di Jakarta? tiba-tiba Helena berseru, ia mendengar percakapan mereka dan terlihat panik.


"Iya Bu, seperti itu info yang aku dapatkan dari tuan Reno." ujar Tommy melirik pada wajah Davina yang terlihat tegang.


"Sial! Reno sudah tahu aku berada Jakarta, pasti ada orang yang membocorkannya!" batin Davina geram.


"Ibu sangat takut Davina berbuat nekad lagi, apalagi sekarang Dena sendiri tanpa ada Reno."


"Sudah ibu tidak perlu khawatir, selama tuan Reno tidak ada aku yang akan menjaga kalian semua."


"Ibu berharap Davin cepat sadar dan tidak menyakiti Dena lagi, bagaimana pun juga mereka berdua adalah saudara kembar yang keluar dari rahimku." hiks.. Helena menyeka air matanya.


Tommy mendekat dan merangkul pundak Helena "Ibu yang sabar ya, semua pasti ada jalannya, teruslah berdoa agar Davina sadar"


Davina hanya diam sambil melipat kedua tangannya.


"Kalau begitu aku pamit pulang dulu bu."


"Terima kasih Tom salam buat Siska."


'******


Sementara Delena dan Anjali sudah membuat rencana, malam itu di dalam ruangan Delena berteriak.


"Dor,, dor,, dor,,


"Bukakan pintunya cepat aku sakit perut!

__ADS_1


"Haii, apa yang kau lakukan didalam? berteriak-teriak, berisik! Seru seorang pria yang menjaga pintu.


"Aku sakit perut! perut ku mules cepat aku sudah tak tahan, aku ingin ke kamar mandi!." teriak Delena histeris.


"Bagaimana Bro, wanita itu kesakitan katanya sakit perut!" ujar seorang pria berbicara pada temannya.


"Ya sudah bukakan saja pintunya, tapi kau harus menemani sampai kamar mandi, jangan biarkan dia kabur karena nanti jam empat subuh dia akan pergi ke bandara.


Pria itu membukakan pintu ruangan Delena.


"keluar! tapi ingat jangan lama-lama!


Dengan cepat Delena keluar dari ruangan itu, dan ia melihat di sekelilingnya ruangan yang kotor, begitu banyak toko-toko kosong gelap dan pengap hanya di ruangan depan pintu Delena dan Anjali saja yang lampunya masih menyalah.


"Cepat ikuti aku!


Setelah mengamati sekeliling ruangan Delena mengikuti langkah pria itu menuruni anak tangga, didepan toilet pria itu berteriak.


"Cepatlah masuk!


Di dalam kamar mandi Delena mengamati sekeliling tempat itu, Ia mencari celah senjata apa yang bisa digunakan untuk memukul. tiba-tiba matanya menangkap sebuah pipa besi.


"iya pipa itu bisa digunakan untuk memukul aku harus buru-buru mencopotnya, sebelum terlambat!"


Dorr,, dorr,, dorr,,,


"Cepat keluar! lama sekali kau di dalam kamar mandi! teriak pria itu.


"iya sebentar lagi, aku masih mulas!"


"Dapat! sekarang pipa ini sudah berada di tanganku aku akan mulai beraksi!


"ku hitung sampai tiga, bila kau tidak keluar dari dalam akan tendang pintu ini!"


"Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka, tapi Delena tidak keluar, membuat pria itu heran.


"Haaiii.. kau berada dimana? kenapa kau tidak keluar! jangan coba coba kabur! karena penasaran pria itu masuk kedalam dan tiba-tiba.....


"Bukk!


"Bukk!


"Aaahhkkkk!


Delena berhasil menghantam kepala pria itu dari belakang bertubi tubi, setelah ia jatuh ke lantai buru-buru Delena pergi dari tempat itu untuk menyusul Anjali.


'


'


'


'


'


'


'


@Bersambung

__ADS_1


Sudah dua hari ini nggak up karena Author lagi drop dan sakit, ini maksain up karena Author masih punya tanggung jawab. Mohon doanya semoga cepat sembuh dan setiap hari bisa up lagi 🙏


__ADS_2