ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Ngajak bertemu


__ADS_3

Mencium lembut kening Delena "Tidak ada yang bisa memisahkan kita berdua, kau adalah tulang rusukku yang diciptakan Tuhan untuk takdirku, sebanyak apapun mereka ingin memisahkan kita, justru itu adalah kekuatan kita, terus berada disisi ku sampai menua bersama ku."


"Hiks... hiks... iya Mas, aku akan selalu mendampingi mu seumur hidupku, tidak ada yang bisa memisahkan kita berdua, kau adalah milikku seutuhnya."


Sudah jangan menangis lagi." mengusap air mata Delena "Sudah lama kita tidak mandi bersama, maukah kau mandikan suamimu ini?' tersenyum sumringah.


Delena mengangguk cepat dan tersenyum penuh kehangatan.


Reno mengangkat tubuh istrinya dari masuk kedalam kamar mandi.


Malam itu mereka berdua tidur penuh kedamaian, dari Delena berpisah dari suami dan kedua anaknya saat disekap Davina, lalu ia harus menunggu Zevano satu minggu di rumah sakit, hampir dua minggu sudah Delena tidak pernah tidur nyenyak, kini ia merasakan kehangatan dan kedamaian dalam dekapan lembut suaminya, seakan tidak ingin berpisah lagi, Delena berlindung dalam pelukan mesra Reno yang begitu mencintai dirinya.


"Mas jangan pernah tinggalkan aku lagi."


"Tidak akan pernah lagi sayang." Reno menundukkan kepalanya dan mencium lembut kening istrinya. "Kau dan anak kembar ku adalah segalanya bagiku, penyemangat hidupku, kehilangan kalian sama saja hilangnya separuh hidupku."


"Semoga Allah memberikan kita umur panjang dan bisa membesarkan Zevano dan Zevana sampai besar."


"Aamiin.., semoga saja sayang, sekarang tidurlah kau sudah lelah bukan? Reno membelai rambut Delena.


Delena mengangguk sambil tersenyum manis dan ia memejamkan matanya dalam dekapan hangat suaminya.


Pagi itu seperti biasa Delena bangun lebih awal, ia menatap wajah suaminya yang tertidur pulas, mencium lembut kening Reno dan beranjak dari ranjang, setelah mandi ia turun kebawah menemui kedua anak kembarnya.


"Ibu.."


"Dena kau sudah bangun."


"Aku ingin melihat keadaan si kembar."


"Mereka sedang minum susu."


"Zevana mommy sangat kangen." mengangkat Zevano dari ranjang dan menciuminya bertubi-tubi. melihat hanya Zevana yang di gendong Zevano merengek.


"Ehh...anak mommy cemburu ya."


Delena seorang ibu yang baik dan penyayang ia selalu adil pada kedua anak kembarnya, setelah menggendong dan bermain pada kedua anaknya Delena kembali keatas untuk menemui suaminya.


"Ceklek!


"Mas!


"Morning my honey."


Delena melihat Reno sudah mandi dan sedang. berpakaian, ia berjalan mendekat dan mengambil alih mengancingkan bajunya.


"Apa Mas ingin masuk kerja sekarang."


"Iya sayang." mencium pipi istrinya. "Mungkin siang aku ke kantor ada Tommy yang membantu, aku ingin ke markas melihat Thomas."


"Apa Mas masih menjalankan genk mafia? menatap dalam wajah Reno.

__ADS_1


"Sayang, semua itu demi untuk perlindungan keluarga kita, kau tidak usah khawatir aku tidak sekejam yang kau bayangkan, tapi kalau untuk Thomas aku tidak akan memberinya ampun."


"Aku takut bila kau kembali lagi pada genk mafia mu itu justru keluarga kita kan terancam lagi"


"Aku jamin tidak akan sayang, kau tidak usah khawatir semua kulakukan demi keluargaku dan perusahaan Mahesa group, karena kelak semua itu akan menjadi milik Zevano dan Zevana, aku sendiri yang akan mendidik anakku menjadi anak yang kuat, cerdas dan mandiri."


"Baiklah Mas aku percaya padamu." ujar Delena sambil memakaikan Reno dasi sebagai ritual terakhir.


"Ayo sekarang kita turun."


Mereka berdua turun kebawah, seperti biasa Reno menyapa kedua anak kembarnya yang sedang bermain di ruangan keluarga sambil menonton film kartun di temani baby sitter nya.


Delena dan Reno tampak senang melihat perkembangan Zevano dan Zevana tumbuh dengan sehat dan pintar, Zevano yang sempat sakit kini kembali sehat seperti biasa, umur mereka yang sudah memasuki dua puluh bulan semakin tidak bisa diam dan lincah.


"Zevano!


"Zevana!


"Daddy...." sapa si kembar dan mereka berjalan dengan tertatih menghampiri ayahnya yang sudah merentangkan kedua tangannya. dengan cepat Reno menangkap tubuh kecil si kembar.


"Dapat! Muehehehe.... Reno tergeletak. Delena tersenyum sumringah saat kebahagiaan keluarga kecilnya kembali lagi.


******


Sementara di kediaman keluarga Ramon, Andini sudah duduk di meja makan bersama Ramon.


"Dimana fanny Mah!


Sepertinya masih didalam kamar, biar aku panggilkan."


"Frans! kenapa kau tega padaku! aku terus berusaha menelpon mu tapi ponsel mu tidak pernah aktif! hiks.. hiks.. aku tidak ingin menikah dengan Justin!


"Aku benci dirimu! melempar bantal itu kembali.


"Ceklek!


"Fanny!


Pekik Andini bantal itu mengenai andini yang ingin masuk kedalam kamar.


"Mama!


"Apa-apaan Kau ini fanny! lihatlah semua kamarmu berantakan guling bantal ada di bawah lantai, kau sedang marah dengan siapa?


"Enggak ada kok Mah!


"Bersikap lah dewasa Fanny! sebentar lagi kau akan segera menikah!


"Maafkan fanny Mah! tapi apakan pernikahan itu bisa di undur tahun depan?"


"Kau jangan terus permainkan orang tuamu Fanny! tanggal pernikahan sudah ditetapkan."

__ADS_1


Fanny terdiam ia hanya bisa menahan kesal pada dirinya dengan wajah tertunduk.


"Cepetlah kau bersiap untuk kuliah, jangan sampai Papa mu melihat ini! Andini menutup pintunya kembali.


"Aku benci Mama dan Papa! kenapa mereka tidak bisa mengerti aku! aku tidak pernah mencintai Justin! aku harus bertemu dengan Justin dan membicarakan tentang pernikahan ini, aku akan berterus terang padanya kalau pria yang aku cintai adalah Frans! sahabatnya sendiri! hiks...


Fanny beranjak dari ranjang dan mengambil ponsel diatas nakas "Aku akan mengajaknya bertemu, aku tidak ingin meneruskan perjodohan ini!


Fanny mulai menelpon Justin, tapi sayang berkali kali menelpon tidak ada jawaban, ia membuat pesan untuk Justin.


("Just temui aku di cape Flamboyan sore ini selesai aku pulang kuliah, ada yang ingin aku bicarakan.")


Selesai membasuh wajahnya fanny berhias dan mengambil tas ranselnya untuk pergi ke kampus.


"Kau tidak pernah disiplin lagi Fanny! ujar Ramon sambil mengusap bibirnya dengan tissue.


"Maaf Pah! sudah buat papa khawatir, aku tidak makan karena ada mata pelajaran kuliah pagi ini! menarik tangan Ramon dan Andini dan menciumnya.


"Aku berangkat Mah! Pah!


"Fanny sarapan dulu, nanti kau sakit."


Fanny pura pura tidak mendengar, ia langsung berjalan keteras dan masuk kedalam mobil.


Di kampus Fanny tidak tenang, berkali-kali ia terus melihat ponsel menunggu jawaban dari Justin.


"Kenapa dari tadi Justin tidak menjawab telepon ku bahkan chatan ku tidak ia balas dari tadi pagi."


Saat pulang kuliah Anggie memanggil fanny yang sedang berjalan ke parkiran.


"Fan! malam ini kita ke night clubs yuk, si Lala ngadain party disana."


"Aduh bagaimanapun ya, gue lagi males kurang enak badan."


"Udah ayo, loe gak usah khawatir biar gue yang nyetir, Ara dan Dina duduk jok belakang loe sama gue di depan.


Fanny terdiam sejenak, karena desakan teman temannya, akhirnya ia mengikuti juga ajakan mereka.


,


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


'


@Bersambung.......💃💃💃


__ADS_2