ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Tragedi


__ADS_3

Di gedung perkantoran milik Reno, didalam sebuah ruangan, sedang duduk seorang pria di kursi presdir sambil tangannya mengetik diatas keyboard, terlihat wajah tampan rupawan tapi terlihat serius dengan pekerjaan didepannya.


Tok,, tok,, tok,,


"Masuk!


"Maaf tuan, ada yang mencari tuan Reno"


"Darimana,,,?!


"Dari PT Antariksa tuan"


"Suruh mereka masuk"


Anita kluar ruangan, tak lama kembali lagi bersama dua orang yang ingin bertemu Reno.


"Silakan masuk Tuan,,"


"Tuan frans, ini tamu nya"


"Terima kasih Nona Anita"


"Mari masuklah Tuan" ucap Frans ramah dan beranjak dari duduknya berjalan kearah sofa.


Mereka bertiga duduk di Sofa.


"Maaf tuan frans, aku dari PT Antariksa ingin bicara langsung dengan Tuan Reno"


"Tuan Reno sedang cuti, jadi semua pekerjaan nya dialihkan padaku, kalau ada yang ingin di bicarakan dengan ku silakan saja"


"Tapi anda hanya seorang Asisten, kenapa harus anda yang menangani perusahaan besar! kau tau bukan perusahaan Antariksa bukan perusahaan biasa, perusahaan kami berkelas dan banyak di minati untuk bekerja sama, kami sangat tersinggung bila Tuan Reno menyerahkan pekerjaan ini pada Asisten nya"


"Maaf tuan, tapi semua ini sudah wewenang dan keputusan dari tuan Reno sendiri, aku hanya menjalankan perintah tuan Reno"


"Kalau begitu, aku ingin hubungin dulu tuan Reno!" kata pria itu tak percaya, ia mulai menghubungi Reno.


"Ahh,, kenapa telpon nya tidak aktif!"


"Sudah aku bilang Tuan Reno tidak bisa di ganggu, ia sedang cuti"


"Kalau aku tidak bisa bicara dengan Tuan Reno, lebih baik kita batalkan saja perjanjian bisnis ini"


"Sebentar Tuan, aku akan coba hubungi tuan Reno.


frans mengambil ponselnya dan mulai menghubungi Reno, telepon pun terhubung


"Siang Tuan,,"


"Ada apa Frans,,? apa ada hal penting"


"Ya Tuan Reno, ada dua orang pegawai dari PT Antariksa ingin bicara dengan anda, Tuan"


"Untuk apa lagi bicara padaku, aku sudah menyerahkan nya padamu,,?!


"Tetapi tuan, mereka tidak percaya padaku, bila tidak bicara dengan Tuan, PT Antariksa akan membatalkan perjanjian kerjasama nya"


"Baiklah, mana,, aku ingin bicara dengannya"


"Tuan silakan, Tuan Rena ingin bicara dengan anda"

__ADS_1


Pria itu menerima ponsel dari tangan Frans


"Hallo selamat siang tuan Reno,,,'


"Siang,,! anda siapa?;


"Aku Andreas utusan dari PT Antariksa sebagai manajer pemasaran"


"Untuk apa ada mencari ku,,?


"Tuan Reno sebagai presdir nya, aku hanya ingin bicara dan berhubungan dengan Tuan Reno langsung"


"Sombong kau! Kau hanya seorang manajer pemasaran, sementara asisten Frans adalah kaki tangan Ku langsung, ucapan ku adalah ucapan frans, bila kau tidak ingin bicara dengan asisten ku lebih baik batalkan bisnis kita hari ini juga! ucap Reno tegas


"Tapi__ Tuan,,,,


"Bukankah tadi kalian sendiri yang minta membatalkan perjanjian bisnis ini, bila tidak bisa bicara dengan ku! Anda terlalu sombong, pergi kalian dari kantor ku! akan ku buat surat keputusan dari ku, untuk membatalkan perjanjian kerja sama dengan perusahaan Antariksa! ucap Revan cetus.


"Tapi tuan,, Maafkan saya tuan, tadi saya hanya becanda,," ucap pria itu gugup


"Kau sudah menyinggung perasaan Asisten ku, sama saja kau telah menyinggung ku! Sekarang pergi kalian dari kantor ku!


Telpon pun terputus


"Ayo kita keluar dari kantor ini, mereka sudah tidak butuh kerjasamanya dengan kita lagi,,! ucap pria yang bernama Andreas pada temannya.


"Silakan pintunya ada disebelah sana tuan Andreas, apa perlu aku antar jalan kluar? atau anda bisa keluar sendiri melalui pintu itu!" Sindir Frans tersenyum sumringah.


"Beraninya kau mengusir aku! kau pikir hanya perusahaan Tuan Reno yang bisa diajak kerjasama, banyak perusahaan lain yang mengincar kerjasma dengan Antariksa,"


"Terima kasih, perusahaan Tuan Reno tidak membutuhkan kerjasama dengan perusahaan yang Arogan, tidak memiliki sopan santun dan keramahan tamahan"


"Tunggu! seru Frans sambil berjalan mendekat


Andreas dan temannya menghentikan langkahnya, saat didepan Andreas tanpa aba aba Frans lngsung melayang kan bogem mentah ke wajah Pria itu.


"Bukk


"Bukk


"Bukk


"Hentikan, jangan kau pukul lagi Tn Andreas" teriak teman nya, darah segar keluar dari hidung dan bibirnya.


"Kau pikir bisa seenaknya menghina aku! aku memang pincang, tapi bisa membawa sebuah perusahaan maju! tidak seperti kau pecundang! yang banyak mulut tapi tidak bisa berbuat apa-apa!


"Akan ku tuntut kau, Ayo kita pergi dari sini"


"Silahkan anda tuntut aku! gertak frans


Dua pria itu pergi dari tempat itu dengan amarah dan mulut yang meracau.


Frans berjalan kearah jendela, menatap gedung pencakar langit didepannya, nafasnya terdengar kasar, ada amarah dalam dirinya yang belum redam, sakit hati karena terus terhina, terdengar suara pintu terbuka dan langkah sepatu high heels.


"Tak, tok, tak, tok,,,


"Aku sedang tidak ingin di ganggu, keluar lah Anita, aku tidak ingin terima tamu"


"Frans,,,! panggil suara lembut di belakang punggung nya, frans terdiam sejenak, dan ia membalikkan tubuhnya, frans tersentak kaget saat melihat wanita cantik di depan nya.

__ADS_1


"Siang Nona fanny?" Frans membungkuk memberi hormat "Apa ada yang perlu saya bantu?!


"Cukup frans! kau jangan bersandiwara lagi!


Frans terdiam sambil mengarahkan pandangan nya kedepab "Apa yang ingin Nona perintahkan, katakan lah"


"Aku perintahkan kau mendekat padaku! frans sangat kaget dengan keinginan Fanny "Ayo mendekat lah, ini perintah!


Frans menoleh pada Fanny dan mulai berjalan mendekat, sebenarnya hatinya sakit melihat kondisi dirinya sendiri yang tidak sempurna, tapi ia harus menerima perintah, frans berhenti tiga langkah di depan fanny.


"Lebih dekat lagi,,,"


Frans menatap kesal pada Fanny, tapi ia masih menuruti perintahnya, hingga tinggal jarak dua langkah mereka berdiri.


"Mendekat lagi Frans,," ucap fanny sambil menatap iba wajah frans.


"Apa yang ingin Nona lakukan pada ku,,? menghina ku,,? mencela ku,,? ayo lakukan lah!"


"Frans,,," fanny lngsung melangkah dan memeluk tubuh frans "Aku rindu Frans yang dulu, frans yang menyayangi ku, frans yang mencintai ku, hiks,,, hiks,, hiks,," Airmata fanny sudah jatuh berderai membasahi kemeja Frans.


"Nona,, apa apaan ini lepaskan! Frans menarik tangan fanny agar melepaskan nya.


"Nona fanny! aku bukan lah frans! aku hanya seorang karyawan biasa yang bekerja pada tuan Reno"


Fanny kaget dengan perubahan sikap frans, ia melepas pelukannya dan berjalan mundur, sambil mengusap kasar airmtanya.


"Baiklah Frans kalau kehadiran ku mengganggu hidupmu, dan tidak akan pernah peduli lagi padamu! seru fanny dengan nafas tersengal sengal "Lebih baik aku mati daripada harus menderita karena mu, kau sudah tidak peduli lagi padaku kan? kau benar-benar sudah lupa ingatan bukan?! baik lah aku akan akhiri hidupku Sekarang!


Fanny mengambil vas Bunga diatas meja Reno, dan melempar nya kelantai, tanpa pikir panjang fanny mengambil pecahan beling itu, lalu menaruhnya di pergelangan tangan.


Frans terperanjat kaget, ia tak menyangka fany bisa berbuat nekad "Fanny apa yang ingin kau lakukan! berhenti fanny!


"Mundur frnas! atau beling ini akan menyayat urat nadi ku!


"Fanny ku mohon kau jangan nekad! buang beling itu! frans terus memajukan langkahnya


"Kau bukan Frans! kau orang lain!


Frans mulai berpikir keras, ia sudah menyerah dengan kebohongan nya.


"Baiklah fanny, buang dulu beling itu!


Fanny sudah nekad ia mulai menyayat kan beling itu ke urat nadinya.


"fanny jangan! Frans berlari dan menubruk tubuh fanny sampai jatuh kelantai, beling itu terlempar, Frans membangun kan tubuh fanny dan memeluk nya erat "Fanny, maafkan aku sayang, kau tidak apa-apa kan? fany menangis sejadi jadinya, frans mencium kening fanny, dan melihat pergelangan tangan fany yang hanya tergores.


"Pergiii!! kau bukan frans, kau telah melupakan diriku, hiks,, hiks,, hiks,,


"Tidak fanny, aku frans, maafkan aku telah berpura-pura tidak mengenal mu," frans memeluk fany kembali "Aku takut kehilangan mu fan, kau jangan nekad lagi" mereka berdua menangis bersama.


"Frans kau sudah kembali,, jangan pernah lupakan aku lagi" fanny semakin erat memeluk tubuh frans, Pria yang telah lama ia rindukan.


🌳🌳🌳🌳🌳🌳


'


'


'

__ADS_1


@Bersambung


__ADS_2