ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Amarah Ibu Nathan


__ADS_3

"Ilmu apa yang kau miliki Lea? sungguh di balik kepolosan dan kelembutan hatimu tersimpan ilmu beladiri yang belum bisa aku tebak. Itu di luar ekspektasi ku, nalar ku tak sampai kesana saat melihat kehebatan mu yang luar biasa." berkali-kali Nathan berdecak kagum. "Keluarga petarung yang hebat! tapi.. tetap saja Alea ku seorang wanita yang butuh perlindungan. Setelah urusan ku selesai, aku akan pulang kembali. Tunggu aku Alea, aku sangat merindukanmu..."


Mobil sudah berhenti tepat didepan rumah sakit Medical. Reyhan mengangkat tubuh Luna dan masuk kedalam ruangan, para perawat sudah siaga dan mendekati Reyhan, tubuh Luna ditaruh diatas bangker. Mereka membawa Luna masuk kedalam ruangan UGD.


Reyhan dan Vana duduk di depan ruangan UGD. Wajah cemas terlihat jelas dari Vana. Reyhan berjalan kesebuah kotak minuman elektrik dan memasukkan uang kedalam mesin, lalu menekan tombol, keluar lah dua buah minuman dingin.


"Minumlah pasti kau haus? jangan terlalu tegang seperti itu? Vana menghela nafas pelan dan menerima Keleng minuman itu.


"Ini sudah jam setengah dua. Apa keluarga mu tidak mencari?"


"Huft! Aku pergi tanpa sepengetahuan kedua orang tua ku, ada perasaan menyesal dan bersalah. Namun aku terpaksa, karena tiba-tiba Luna menghubungi ku dan berteriak ketakutan. Aku dibuat bingung dan dilema. Antara pergi dan tidak, kalau Daddy dan Mommy ku tahu, pasti mereka tidak akan mengijinkan aku pergi apalagi sudah tengah malam. Tapi aku nekad dan tidak ingin mereka tahu."


"Aku akan akan antarkan kau pulang."


"Jangan! kau belum tahu Daddy ku seperti apa? tidak ada toleransi untuk anak pembangkang! apalagi aku pulang dengan seorang Pria, nanti kau yang akan kena masalah."


"Aku bisa jelaskan pada Daddy mu, apa yang sebenarnya sudah terjadi."


"Tidak, kau jangan nekat!"


"Ceklek!!!


Seorang Dokter keluar dari ruangan UGD. Vana dan Reyhan berdiri dan mendekat.


"Bagaimana keadaan sahabat saya Dok?"


"Tidak ada yang sampai serius, hanya ada luka di kulitnya sedikit sobek, untungnya tidak ada pecahan kaca yang tembus daging kepala."


"Syukurlah, apa bisa langsung di bawa pulang?" tanya Vana yang tak sabar ingin segera pulang.


"Harus rawat inap dua atau tiga hari, karena luka sobek nya baru di jahit, untungnya tidak ada pendarahan."


"Baiklah Dok, nanti biaya administrasi nya saya yang urus, tolong tempatkan di ruangan terbaik."


"Okeh, kalau begitu saya permisi dulu."


Dua orang perawat keluar dari pintu UGD dan membawa Luna kerungan rawat inap di VIP sesuai permintaan Vana.


Diruangan rawat inap.


"Lun, loe udah baikan Sekarang?"


"Van..." Luna yang masih berbaring menatap nanar, tak berapa lama airmatanya menetes berjatuhan "Maafin gue ya udah buat loe susah, loe jangan benci sama gue..." hiks...


"Sudah Lun, nggak usah diingat lagi, gue ngerti loe juga di paksa Hendra kan untuk berbuat kaya gitu."

__ADS_1


"Gue yang bodoh Van, mudah di bujuk Hendra untuk bersandiwara agar loe datang ke Cafe, dan ternyata Hendrik marah saat loe memutuskan untuk pulang, gue bilang Vana harus pulang karena udah kemalaman dan melihat Hendrik marah, akhirnya gue memutuskan ingin pulang bersama loe malam itu, tapi Hendra marah dan mukul kepala gue dengan botol."


"Lebih baik kita laporkan ke polisi, ini sudah tindakan kriminal." Reyhan ikut menimpali apa yang sudah ia dengar dari Luna.


"Kau benar Rey? masalahnya Luna mendapat cedera di kepalanya, dan ini bisa buat bukti perbuatan Hendrik dan teman-temannya."


"Akan gue bantu urus ya besok."


"Maaf udah repotin kalian berdua, gue nggak akan bisa balas kebaikan kalian. Sungguh gue nyesel banget udah bohongin Vana, dan gue udah dapatkan akibatnya." tutur Luna getir sambil mengusap lelehan air matanya.


Vana duduk di samping Luna dan mengusap punggungnya lembut "Kan udah gue bilang, jangan dipikirin lagi. Lebih baik loe istirahat ya, gue mau pulang dulu, besok gue kemari lagi."


"Iya Van makasih ya."


"Kamu nggak apa-apa kalau kita tinggalin." imbuh Reyhan.


"Gak apa-apa kok Rey! Nanti aku telpon kelurga ku, sepertinya mereka juga mencemaskan ku karena nggak pulang."


"Ya sudah jaga dirimu, baik-baik ya."


Selesai berpamitan, Reyhan dan Vana masuk kedalam mobil.


"Gue bisa pulang sendiri Rey? lebih baik kamu pulang bersama supir mu."


"Nggak Van, aku nggak akan biarin kamu pulang sendiri, paling nggak aku nganterin kamu sampai depan gerbang dan kamu pulang dengan selamat."


Reyhan kemudikan kembali mobil Vana. Mobil melaju dengan cepat meninggalkan rumah sakit.


*


*


Sementara di London-Britania Raya.


Diana masuk kedalam kamar anaknya yang sedang berkemas, hari itu Nathan memutuskan akan kembali ke Jakarta. Ia sudah membawa keluarganya pindah ke London. Joshua Ayah sambungnya yang akan membantu mengurus perusahaannya selama ia tidak ada di London.


"Nathan! apa kau mencintai anak dari wanita pembunuh Ayahmu?" tiba-tiba suara Diana memenuhi ruangan kamar anaknya.


"Deg!


"Apa maksud Mama?" tanya Nathan dan berpura-pura tidak tahu.


"Wanita itu, ibu dari gadis yang kau cintai adalah pembunuh Ayahmu!"


"Deg! seketika darah dan jantung Nathan hampir berhenti, di detik kemudian ia menggeleng kan kepala "Bukan Mah! bukan kelurga Tuan Reno yang membunuh Ayahku, tapi anak buah tuan Reno yang melakukan nya. Mama tahu darimana berita bohong itu?!"

__ADS_1


Diana mendesah kasar dan menatap kesal pada anaknya yang tidak percaya"Mama tahu dari genk MAFIA milik Ayahmu dulu, sekarang Genk itu sudah diambil alih oleh paman mu Samuel."


Jadi Mama percaya dengan Paman Samuel? sementara dia yang sudah hancurkan bisnis Mama dan night clubs milik Ayahku! Aku tetap akan kembali ke Jakarta dan mencari kebenarannya."


"Mama tidak akan pernah izinkan kau pergi ke Jakarta apalagi untuk menemui wanita itu! hentak Diana dengan tatapan kecewa pada anak lelakinya.


"Kenapa Mah! Kenapa Mama tidak bisa melupakan kejadian 12 tahun lalu? Aku tidak percaya Tante Delena yang lembut dan sebaik itu sanggup membunuh Ayah? bukankah Mama sudah di tinggalkan Ayah begitu saja saat usiaku 10 tahun."


"Cukup Nathan! pakai otakmu? kau sudah di butakan cinta anak dari wanita pembunuh! Ayah mu memang tidak pernah datang lagi, Namun ia sering menelpon Mama untuk menanyakan keadaan mu, Ayahmu sangat menyayangi mu, bahkan ia bekerja keras membangunkan bisnis di Bali dan semua itu untuk kita!"


"DAN PADA AKHIRNYA, SEMUA BISNIS AYAH DI HANCURKAN OLEH ANAKNYA SENDIRI, SI MITTIEW SIALAN ITU!"


"PLAKK!!!!


"KURANG AJAR KAU NAK! SUDAH BERANI MEMBENTAK DAN MELAWAN MAMA!"


Nathan terdiam, ia merasakan panas di pipi kirinya bekas tamparan keras Mama nya.


"Mama harap kau berpikir ulang sebelum terlanjur jauh mencintai orang yang salah! ingat Nathan!! ada benih ayahmu Thomas dalam tubuhmu. Seharusnya kau balaskan dendam pada keluarga Reno, atas perbuatan mereka yang membunuh Ayah mu secara sadis! bukan malah mencintai anaknya!" teriak Diana.


"Diana!!


Tiba-tiba Joshua masuk kedalam kamar anak sambungnya dan berjalan mendekat, karena suara Diana terdengar sampai luar kamar.


"Tolong kecilkan suara mu, ingat kita berada dimana? tidak enak terdengar asisten rumah tangga, kita baru tinggal disini, tolong jaga sikap mu."


"Aku tidak peduli Pah! dan aku sangat kecewa dengan anakku Nathan. Aku membesarkannya penuh kasih sayang tapi inikah balasannya pada ibu kandungnya sendiri!"


"Mama selalu salah paham padaku, aku tidak pernah membenci atau menyakiti Mama? apa salahnya aku mencintai wanita anak dari..."


"Pembunuh Ayahmu! potong Diana berapi-api.


"Sudahlah Mah, Mama sangat egois! tidak pernah mau mengerti perasaaan anaknya!"


"Masih banyak wanita lain yang bisa kau cintai tapi bukan anak dari seorang pembunuh! kau seorang CEO pemilik perusahaan Reklame dan advertising yang sudah berkembang. Untuk apa mencari mati dan berhubungan dengan keluarga Reno! sampai matipun Mama tidak akan merestui mu!" teriak Diana berapi-api dengan nafas tersengal.


"Mah! jangan seperti ini. Lebih baik kita keluar, biarkan Nathan sendiri dulu." imbuh Joshua, day merangkul tubuh istrinya yang sudah bergetar keluar dari kamar Nathan.


"Aaarrgghhh...!! SIALAN! SIAPA YANG SUDAH MEMBOCORKAN INI PADA MAMA!!" teriak Nathan frustasi sambil menjambak rambutnya.


💜💜💜


@Jangan lupa: follow IG @bunda.eny_76


@Maaf bunda telat Up karena beberapa hari ini sibuk di real.

__ADS_1


@Ikuti terus kelanjutannya di akhir-akhir episode 😍


__ADS_2