ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Permintaan Reno


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, acara syukuran yang di inginkan Delena untuk perayaan di sebuah taman yang dipenuhi oleh bunga bunga itu pun terlaksana, Reno selalu memujudkan apapun keinginan istrinya, pria tampan dan gagah berusia 31 tahun itu telah mendatangkan pakar dekorasi untuk taman yang berada di halaman Mansion, tak tanggung tanggung untuk membuat acara penyambutan kesembuhan istrinya, Reno mendatang berbagai bunga dari negara Asia, alangkah senangnya Delena sebagai wanita beruntung yang di sayang dan di cintai suaminya, semua taman ditata dengan rapi sesuai keinginan Delena.


Delena begitu antusias dalam menata dekorasi taman, ikut mengatur cara penyusunan bunga bunga itu sesuai keinginannya, beberapa karyawan dekorasi mengikuti perintah Delena, Reno hanya tersenyum senyum sendiri melihat tingkah istrinya yang sibuk mengurus dekorasi taman, ia senang melihat istrinya ceria dan bahagia dengan perayaan pestanya.


"Ingat! kalian harus ikuti semua keinginan istriku, jangan ada yang membatah apalagi memberikan ide yang tidak sesuai dengan keinginan nya" perintah Reno pada penata dekorasi.


"Baik tuan, aku selalu mengikuti keinginan dan perintah Nona"


Reno berjalan mendekat kearah delena yang sedang menata bunga-bunga "Sayang jangan terlalu lelah, aku tidak ingin kau sakit saat acara besok"


Tidak Mas, aku hanya merapikan bunga-bunga ini, lihat bunga ini sangat indah bukan? Delena memperlihatkan bunga yang ia pegang "Bunga berwarna warni ini sangat indah dipandang dan aroma bunganya masih wangi Mas, dari kecil aku menyukai bunga-bunga seperti,, Anggrek, Tulip, Mawar, Melati, Bougenville dan bunga sakura"


Reno memang suami yang baik, ia selalu mendengarkan apa pun istrinya bercerita, tanpa bosan dan lelah Ia terus mengikuti keinginan istrinya.


Reno menoleh arloji di pergelangan tangan nya "Yank sekarang sudah malam, lihatlah sudah jam sepuluh lewat, kapan kau berhenti untuk mengurus taman ini, biarlah sisanya para dekorasi yang meneruskan, lebih baik kita tidur, agar besok pagi tidak kesiangan"


"IYa sebentar lagi Mas, aku mau merapikan semua bunga ini sebentar, untuk diberikan pada penata dekorasi, karena ini harus ditaruh di pot sebelah sana, sebelah sana, dan di sebelah sana" Delena menunjuk sebuah pot yang ada di sekitar taman, ia begitu ingin terlihat sempurna pada acaranya besok


Beberapa kali Reno menguap, padahal Ia sudah menghabiskan dua cangkir kopi, Delena menatap wajah Reno yang mengantuk, ia merasa kasihan dan tidak tega, akhirnya Delena memutuskan untuk menyudahi kegiatan nya mengikat bunga bunga itu.


"Mas ayo kita tidur, seperti nya mas sudah mengantuk"


"Iya yank, biar mereka saja yang menyelesai kan, kau juga harus butuh istrahat, besok sudah mulai acaranya"


Delena memberikan serangkaian bunga bunga itu pada karyawan penata dekorasi, mereka lembur sampai pagi dan harus selesai, Reno dan Delena berjalan masuk kedalam mansion menuju lantai dua kamarnya.


"Ahh,, akhirnya lega juga" desah Delena


"Aku mau cuci muka dulu yank, baru kita tidur"


"Mas mau aku buatkan susu? ini baju kimono nya" Delena menaruh kimono Reno diatas ranjang.

__ADS_1


"Gak usah, kau pasti lelah, sudah basuh wajah mu dulu, terus tidur biar besok tidak kesingan"


Reno selesai memakai kimono, ia naik keatas ranjang, di susul Delena yang sudah selesai membasuh mukanya dan mengganti pakaian tidur, seperti kebiasaan Reno kalau ingin tidur selalu berhadapan dengan istrinya.


"Yank,," mengelus lembut kepala delena


"Hmmm,,,"


"Apa kau sudah selesai datang bulan nya? kalau dihitung hitung sepertinya sudah selesai kan,,? Reno mendekatkan lagi tubuhnya


"Emang mas mau apa,,? tanya Delena polos tanpa dosa.


"Pertanyaanmu seperti anak kecil yank"


"Bukannya Mas tadi ngajak tidur, katanya takut besok kesiangan, padahal tadi Mas sudah menguap terus, ya sudah sekarang kita tidur"


"Hmmm,, mas mau anu yank" ucap Reno sambil mendekat kan bibirnya ke telinga, nafas Reno sudah tidak beraturan dan tanpa mendapatkan persetujuan dari Delena, ia sudah mulai memainkan aksinya.


"Sayang,,, kau tidak usah melakukan nya, biar mas saja, kau cukup diam dan menikmatinya" bisik Reno lembut.


(huwaaa,,, author gak berani nerusinšŸ™ˆ)


Reno menutup tubuh polos istrinya dengan selimut hingga menutupi leher, Delena sudah terlelap karena lelah, permainan yang diberikan Reno telah menguras tenaga nya hingga ia terkapar tanpa mengucapkan kata "selamat tidur my husband" ucapan yang biasa Delena berikan untuk Reno sebelum terlelap.


"Sayang,, maafkan Mas ya" mencium lembut kening, kedua mata, dan bibir istrinya "Terima kasih sudah memberikan apa yang mas pinta tanpa menolak sedikitpun "Aku begitu amat mencintai mu, pelayanan mu masih sama seperti dulu, begitu hangat dan menggairahkan" tersungging senyuman manis dibibir Reno, ia begitu puas dan menikmati, Reno membaring kan tubuhnya disamping Delena, dan ikut tertidur lelap bersama istri kesayangannya.


jam weker diatas nakas telah membangunkan keduanya, jam sudah menunjukkan pukul 4:30 subuh, Delena mendelik kan matanya perlahan, ia mengerjap ngerjapkan matanya, padahal ia masih mengantuk karena kelelehan, tapi karena hari ini ada acara pesta untuk dirinya, ia berusaha bangun, Delena ingin beranjak dari tidurnya, tapi saat ingin bangun ia merasakan sakit disekujur tubuhnya.


"Aaaaahhhhkkkk"


"Sayang ada apa,,? Reno terbangun dan menatap istrinya yang terlihat kesakitan "Apa ada yang sakit yank,,?"

__ADS_1


"Seluruh persendian otot ku pada ngilu dan kaku semua mas, kau tidak memberi ku jedah saat sedang bermain" gerutu Delena mngerucut kan bibirnya.


"Sayang,,," Reno merangkul pundak Delena "Maafkan mas ya,, biar mas bantu mandiin"


Delena menatap lekat wajah suaminya "Mas mau melakukan lagi? bisa bisa aku tidak bisa berjalan mas, lihat semua paha ku sakit dan ngilu, apalagi sekarang acaranya"


"Udah jangan ngambek donk, mas kan udah minta maaf, mas janji khusus hari ini gak minta jatah lagi kok"


"Dasar modus, tetap aja kalau melihat yang mulus pasti mas tergoda lagi, semalam 7x mas masih terus tanpa henti, kalau aku tidak tepar mas pasti masih terus melakukannya kan?"


"Karena kau adalah candu buat ku, sayang" mencium pipi Delena, "Mas tidak akan pernah tergoda selain dengan istri mas sendiri, kalau mas mudah tergoda, dari dulu sudah mas lakukan, tapi mas tidak pernah berpaling dari mu sampai hari ini, sekarang kau percayakan,,?


Delena terus menatap wajah Reno, ada ketulusan dan keikhlasan dari wajah tampan suaminya "Iya mas,, aku percaya, maafkan aku mas, tadi udah gerutu karena kondisi ku yang cape dan kelelahan, tapi itu sudah kewajiban dan tugas ku melayani mu sebagai seorang istri" Delena tersenyum "Ayo mas kita mandi bersama"


Reno tergelak, tanpa banyak bicara ia langsung mengangkat tubuh polos istrinya kedalam kamar mandi.


'


'


'


'


'


'


'


@BERSAMBUNG

__ADS_1


@Author sudah Update dua episode, sekarang beri dukungan kalian sebagai apresiasi karya Author, jangan lupa untuk


LIKE, VOTE/GIFT, RATE BINTANG 5, SERTAKAN KOMENTAR POSITIF MU🄰


__ADS_2