
Pria bernama Matthew itu memutuskan telponnya sepihak.
Nathan menarik nafas dalam-dalam dan di hembuskannya kasar. Mobil sport masuk kedalam apartemen elit bilangan Casa Blanca Jakarta.
Setelah terparkir sempurna, ia masuk kedalam lift menuju lantai paling atas. Kaki Nathan melangkah santai dan berhenti tepat di sebuah pintu.
"Ahh! mendesah kasar, menghempaskan tubuhnya ke atas Sofa dan menatap plafon. pusaran pikirannya tertuju pada foto-foto seorang gadis berusia 12 tahun sampai beranjak remaja berusia 16 tahun lebih. ia membuka galeri yang tersimpan foto-foto Zevana Alea Mahesa.
"Mana mungkin aku biarkan pria berengsek itu ingin melenyapkan hidupmu, walau Ayahmu sudah menghancurkan kelurgaku. Namun kau bukanlah prioritas untuk tujuan balas dendam!"
Nathan menciumi foto gadis cantik itu "Aku sangat menyukai mu Alea, sejak empat tahun lalu, aku menunggu waktu yang tepat untuk bisa di dekatmu, tidak akan aku biarkan kau terjamah oleh orang-orang yang ingin menghancurkan hidup mu. Aku orang pertama yang akan melindungi mu."
"Pulau Bali... ya pertemuan ku dengan gadis cantik ini di pulau Bali."
Kini ingatan Nathan berputar pada kejadian Empat tahun lalu.
~POV Nathan~
Aku Nathan Anderson terlahir dari seorang wanita tangguh dan pekerja keras. Aku sangat mengagumi sosok ibuku yang cantik dan penyayang. AYah ku?.. rasanya malas bila menceritakan siapa Ayah biologis ku, menyesal dilahirkan dari Pria b4jing4n yang tak punya hati! dia memiliki banyak wanita dalam hidupnya. Ayahmu seorang petualang yang berasal dari LA. Dia mendidik ku sangat keras, walau ku akui Pria tampan itu sangat menyayangi ku dan selalu memenuhi semua keinginan ku. Paras wajahku lebih mirip ke Ayahku, blesteran ke bule-bulean dan bermata biru.
Di usia ku 10 tahun pertengkaran ke-dua orangtua terjadi di depan mataku, Ayahku memukuli ibuku hingga babak belur. Saat itu rasa benci dan dendam ku pada seorang Ayah yang sikopat. Bahkan pria yang sudah memberiku kehidupan layak menyebut ibuku seorang J4l4ng! rasa sakit di dada ku tak tertahankan lagi, ingin rasanya membunuhnya hari itu juga.
Ayahku pergi dan tak pernah kembali lagi, meninggalkan sejuta rasa luka. Baru aku tahu siapa ibuku sebenarnya dengan kedatangan seorang wanita cantik bersama dua orang anaknya. Wanita itu mengaku istri sah dari Ayahku. Ternyata ibuku bukanlah satu-satunya wanita yang hidup bersama Ayahku. Pertengkaran mereka tak dapat dihindari lagi, mereka saling baku hantam. Hatiku sangat hancur, saat wanita itu berteriak, ibuku seorang pel*cur dan simpanan Ayahku. Saat itu juga aku ketahui kalau ibuku penyanyi di night clubs milik Ayahku.
"HENTIKAN! teriak ku pada dua wanita yang sedang berkelahi.
"NATHAN! pergi dari sini, masuk ke kamarmu! teriak ibuku yang sudah berantakan akibat pertempuran dengan wanita yang mengakui sebagai istri Ayah ku.
"Jadi ini anak Thomas! menatap tajam kearah ku, penuh kebencian. "Sialan kau! berani melahirkan anak Thomas!" sebuah tamparan bertubi-tubi wanita itu layangkan ke wajah ibuku. Dan ibuku tidak tinggal diam, ia terus berusaha melawan, Walau tubuh ibuku tidak sebesar dan setinggi wanita bule itu.
Emosiku mulai memuncak melihat ibu yang melahirkan ku teraniaya. Aku gigit bokong wanita bule itu dengan sekuat yang ku bisa. Wanita itu menjerit kesakitan dan menangis histeris.
"Pergi dari rumah ku! kau sudah menyakiti ibuku!" bentak ku tak terima.
__ADS_1
"ANAK SIALAN! KAU ANAK HARAM!! Hardik wanita itu tak kalah sengit.
"Hentikan mulut mu yang kotor itu Stefany! Nathan terlahir dari hasil pernikahan ku yang sah, walau kami hanya menikah siri dan belum tercatat di negara!"
"KAU TELAH MEREBUT SUAMIKU!" teriak wanita itu sambil menahan sakit di bokongnya bekas gigitan ku.
"Aku tidak pernah merebutnya, Aku bekerja di night clubs nya sebagai seorang biduan. Thomas sangat mencintai ku dan kami menikah. Sementara kau tinggal jauh di negara mu, mana mungkin seorang Pria kesepian tidak memilki wanita lagi."
"KAU ITU SEORANG PELAKOR SIALAN!!"
"Terserah padamu. Dan kau tidak perlu takut, suami mu sudah pergi dari kehidupan ku untuk selamanya. Setelah Bar Thomas di hancurkan seorang penguasa di negara ini!"
"Mana mungkin bisa? Club'yang begitu besar di hancurkan, pasti ini semua ulahmu yang ingin menjerumuskan suamiku!"
"Hentikan tuduhan mu! kau tahu apa yang sudah dilakukan Thomas! Suamimu sudah melecehkan istri seorang CEO RENO MAHESA!" teriak ibuku berapi-api. Sungguh aku terkejut dengan semua penuturan ibuku.
"Ambil kembali suamimu! Dia sudah terusir dari negara Ini dan sudah kembali ke negara asal kalian!"
"Aku tidak tahu dimana Thomas sekarang! seharusnya kau tahu dimana saja simpanan wanita Thomas, bukan terus mencecar ku!"
Kedua tangan wanita itu mengepal kuat dan aku sudah bersiap-siap berdiri di depan ibuku, sewaktu-waktu ia akan menyerangnya lagi.
Masuk anak laki-laki dan perempuan yang diperkirakan usianya di atas ku. Dia menarik ibunya untuk pergi dari rumahku. Aku tahu dia anak-anak dari Ayahku, tapi aku tidak ingin mengakuinya sebagai saudara, walaupun sebenarnya kami satu Ayah.
Saat ini aku tinggal di Bali bersama ibuku. Ibu membangun sebuah resort dan villa, bahkan Bar milik Ayahku masih ramai hingga saat ini. Rupanya Ayahku seorang mafia dan memiliki banyak aset di negara ini termasuk di Bali. Begitu banyak penghasilan yang aku dan ibuku dapatkan tanpa harus bekerja keras. Bahkan ibuku sanggup membiayai aku sekolah di Inggris dengan fasilitas wah!"
Suatu hari aku mendengar Ayahku Mati di tembak oleh seorang pengusaha terkaya di Asia. sedihkah aku? tentu saja, bagaimanapun juga aku terlahir dari benih ayahku Thomas, bahkan ia tidak pernah telantarkan hidup ku dan ibuku dengan banyak aset peninggalannya. Walau aku jujur sangat membencinya, bila teringat ia menyakiti dan meninggalkan ibuku.
Pada usiaku 18 tahun, usai lulus SMA. Aku kedatangan dua orang pria. Pria paruh baya yang mengaku sebagai adik dari Ayahku Paman Samuel namanya dan pria dewasa bernama Matthew yang ternyata anak dari wanita yang menyerang ibuku dulu.
"Kalian adalah anak-anak Thomas! sudah seharusnya kalian balaskan dendam pada pembunuh Ayah Kalian!" ucap paman sam pada saat ia berkunjung ke Bali.
Mereka berdua selalu mendokrin aku untuk membalaskan dendam pada "Reno Mahesa" Saat itu aku terprovokasi dan menerima tawaran kakak dan Paman ku untuk melancarkan aksiku membalas dendam kematian Ayahku.
__ADS_1
Aku terus mencari kelemahan kelurga Reno Mahesa melalui internet dan mengetahui perjalanan dan aktivitas nya sehari-hari dari orang-orang yang aku bayar. Hingga aku tahu ia akan berkunjung ke Bali bersama anak dan istrinya. persiapan ku sangat matang saat itu, akan melancarkan serangan dengan menaruh BOM kedalam pesawat pribadinya.
Keluarga Reno berkunjung ke salah satu kerabat Istrinya. Aku terus mengikuti aktivitas mereka setiap hari. Di sebuah pantai aku duduk di sebuah batu karang sambil menikmati pesona alam kute Bali.
"Kak! boleh minta bolanya..?' Aku yang sedang menikmati pantai, menoleh arah sumber suara itu. Seorang gadis cantik dan menggemaskan meminta sebuah bola yang berada didepan kakiku. Aku tersenyum dan mengambil bola itu, lalu memberikan pada gadis yang menurutku bisa menggetarkan hatiku. Aneh bukan? gadis yang masih kecil menurutku bisa membuat hatiku bergetar.
"Terimakasih kak!' gadis itu tersenyum lebar dengan wajah ceria. ia berlari menjauh dan bermain kembali bola pantai bersama seorang gadis yang menurutku lebih muda darinya.
Aku mengikutinya dan mengeluarkan ponsel untuk abadikan aktivitasnya. Sejak pertemuan itu, aku mengikutinya dan mengetahui tempat ia tinggal. Hari-hari ku yang baru lulus sekolah, ku sibukkan dengan menguntitnya, bagiku gadis itu menjadi candu. Bila tidak bertemu sehari aku sangat mendamba dan merindukannya. Seakan aku lupa dengan tujuan ku. Suatu hari ia pergi ke Mall bersama saudaranya, aku pura-pura menabraknya dan menjatuhkan minuman yang berada di tangannya. Akhirnya aku berhasil membujuknya dengan alasan akan mengganti minuman dan banyak makanan. Aku sangat senang melihat wajahnya yang tersipu malu-malu saat tertawa. Namun kesenangan ku tak sampai lama, dua orang wanita kembar yang terlihat cantik datang dan mencari dua gadis kecil yang duduk bersamaku di sebuah resto chicken.
"Vana dan Chika! panggilan dua wanita kembar itu pada gadis didepan ku.
"Vana! Chika! kenapa kalian berada disini? Mommy sejak tadi mencari kalian.
Belum mereka menjawab, Wanita itu menoleh kearah ku "Anda siapa? tanya wanita itu padaku.
"Maaf Nyonya. tadi, aku tak sengaja menjatuhkan minuman mereka dan aku menggantinya dengan membelikan makanan dan minuman ini."
"Chika! Vana! sudah Mami bilang sebelum pergi, jangan biasakan terima pemberian dari orang yang tidak kita kenal!" ucap wanita kembar satunya. Tentu saja hatiku berdenyut nyeri, seenaknya dia berkata begitu, padahal niatku baik dan tentu saja modus Ingin deket dengan gadis yang ku incar.
Kedua gadis itu terdiam dan menghentikan makan burger di tangannya.
"Ya sudah, Ayo kita pulang." terdengar suara lembut wanita cantik itu sambil meraih tangan gadis yang ku incar. Tidak seperti wanita kembar satunya sangat angkuh dan menatap ku tak suka.
"Ayo Chika kita pulang!" menarik tangan gadis satunya. Mereka berjalan pergi dan meninggalkan banyak makanan di meja yang belum dua gadis itu habiskan. Aku menatap kepergian mereka hingga hilang dari pandangan.
💜💜💜💜
@Part ini lebih panjaaaaaang..Ayo kasih Bunda kopi buat temen nulis, dan bunga setaman buat sesajen, panggil Mbah...🏃🏃🏃🤭🤣
@Kalau ada yang tanya, kok novel ini nggak tamat2, ini mah belum seberapa BESTie.. ada loh yang sampai seribu lebih... yang terpenting reader masih setia dan baca novel BUNDA 😍
@Bersambung BESTie....😘😘
__ADS_1