ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Pembalasan (episode 2)


__ADS_3

Delena terus berontak, saat dua orang pria itu menarik tangannya kasar, karena kesal Delena hanya bisa membela diri dengan cara menginjak kaki pria itu, saat tangannya terlepas ia menonjok wajah dua pria itu bergantian dan berlari ke arah mansion.


"Aakkhhh! sialan wajahku kena tonjok.


"Cepat kejar wanita itu! teriak penjaga satunya.


"Lalu bagaimana kalau benar dia asli nona Delena! habislah kita!


"Kau benar, bukankah Nona Delena memiliki ilmu beladiri!


"What?! jadi benar yang tadi Nona Delena!


"Ya Tuhan! habislah kita pasti Tuan Reno tidak akan mengampuni kita."


"Kita akan jadi makanan ikan piranha miliknya! tiga orang penjaga itu jatuh dan terduduk lemas sambil memikirkan nasibnya.


Delena masuk kedalam ruangan dan terlihat sepi.


"Bu.....!


"Zevano.... Zevana.....!


Delena berteriak mencari sosok ibu dan anaknya. Ia masuk kedalam kamar si kembar tapi tidak ada orang. para pelayan yang melihat kedatangan Delena tercengang, tentu saja mereka semua bingung, bukankah Delena setiap hari ada di mansion? lalu siapa yang berada baru saja datang? begitu kira kira pikiran mereka.


"Dimana ibu dan si kembar?! tanya Delena pada pelayan yang sedang berbenah di ruangan itu.


"Ibu dan si kembar bersama baby sister berada di danau." ujar pelayan itu dengan suara tercekat.


"Dimana Mas Reno suamiku?! tanya Delena lagi.


"Bukankah ada di kamarnya, Nyonya?"


"Dikamar? pasti dia..... " Delena sudah membayangkan yang tidak tidak.


"Lalu dimana wanita ular itu! teriak Delena.


Dua pelayan itu saling bersitatap dan bingung dengan sikap Nonanya yang tiba-tiba datang menanyakan suaminya dan mencari seorang wanita ular.


"Kenapa kalian hanya diam? Delena terlihat frustasi.


Tidak mendapatkan jawaban dan makin membuat mereka bingung, Delena berlari dengan cepat menaiki anak tangga, ia sudah berdiri didepan pintu kamar. Tiba-tiba jantungnya berdebar tak karuan, ia takut melihat adegan mesra suaminya dengan Davina, memikirkan hal itu saja membuat Delena sakit hati dan seakan kepalanya ingin meledak, ia sedikit ragu ingin membuka pintu kamar. Tapi tekadnya sudah bulat ingin membuat kakak nya jera. Delena menarik nafas dalam-dalam dan mengatur nafasnya setenang mungkin, satu tangannya sudah memegang handel pintu.


Ceklek!


Saat pintu terbuka, Delena melihat sosok seorang wanita sedang tertidur pulas diatas ranjangnya dengan pakaian lingerie miliknya yang tipis, terlihat siluet tubuh mulusnya, Delena terus berjalan mendekat.


"Davina!


Tapi ia tidak menemukan sosok suaminya, Delena berfikir kalau Davina sudah melakukan hubungan terlarang dengan suaminya, melihat pakaian yang melekat ditubuhnya dan ranjang yang berantakan seakan habis bertempur. Amarah Delena semakin memuncak.


"Davina!!!!!!! teriak Delena


Dasar murahan, bangun kau! menarik rambut panjang Davina dari menghempaskan ke lantai.


Aaaaakkkkhhhh.....


Davina terbangun dan terperanjat kaget, ia melihat sosok yang mirip dengan dirinya, sedang berdiri didepannya.


"Delena?!!!!...


"Kenapa? kau kaget bukan, aku bisa kabur dari dari tempat terkutuk itu!

__ADS_1


Davina tercengang dan ia terlihat syok. Davina mencoba bangkit dan berdiri didepan Delena. "Kenapa kau tidak mati saja Delena! teriaknya dengan mata melotot "Seharusnya kemaren aku membunuh mu! tidak usah membiarkan mu hidup!


"PLAKK!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Davina.


"Kau memang pantas disebut manusia ular! kau tega ingin membunuhku adik kandungmu sendiri! demi keserakahan dan ego mu bahkan kau ingin merebut semuanya dariku! suamiku dan kedudukan menjadi Nyonya Reno Mahesa, jangan bermimpi terlalu tinggi Davina!


"Brengsek kau Delena! tiba-tiba Davina menyerang Delena, pertengkaran pun sudah tidak bisa dihindari lagi, aksi saling jambak terus terjadi, tamparan bertubi-tubi dari tangan Delena terus ia layangkan ke wajah Davina.


"Ini untuk mu yang sudah memisahkan aku dengan anak anak ku!


"Plakk!


"Ini untukmu yang sudah memisahkan aku dari ibuku!


"Plakk!


"Dan ini untukmu yang sudah memisahkan aku dari suamiku!


"Plakk!


Davina tentu saja kalah fisik dari Delena, ia jatuh tersungkur kelantai, mengusap bibirnya dengan ibu jari yang sudah keluar darah segar dari sudut bibirnya.


"Apa kau belum jera dan puas juga Davina! aku selama ini selalu menganggap mu seorang kakak dan berharap kau berubah! tapi kau malah menyekap aku bahkan membuang ku di tempat yang tidak layak! kakak macam apa kau itu hah! belum puas Delena keluarkan uneg-unegnya ia masih terus membeberkan semua kesalahannya "lihatlah dirimu yang sudah tidak punya malu, memakai lingerie aku dan bermain api dengan suamiku!


"Hahahaha...! Davina terbahak.


Davina bangkit dan berjalan mendekat "Tentu saja aku melakukannya bersama Mas Reno tersayang setiap hari! Davina tersenyum jahat "Dan kau tau bukan suamimu sungguh liar di ranjang." hahahaha....


"Dasar j*la*g! menjambak rambut Davina lagi, kini Davina tak mau kalah ia juga menarik rambut Delena.


Sementara pelayan yang mengintip dari luar kamar pertengkaran saudara kembar itu, berlari ke bawah dan terus berlari kluar mansion.


"Sepertinya ada yang ribut di kamar Nyonya."


"Ntar dulu, kenapa tadi ada wanita yang wajahnya mirip Nyonya dan langsung masuk kedalam terus berlari keatas."


"Iya kenapa pagi ini ada yang aneh?


Bisik bisik para pelayan mulai ramai di perbincangkan didalam mansion.


Pelayan yang tadi berlari keluar mansion berhasil sampai danau, ia menemui Helena dan si kembar yang sedang bermain sambil memberikan makan pagi itu.


"Ibu Helena..." teriak pelayan itu dengan nafas tersengal sengal.


"Ada apa Anna? kenapa kau berteriak seperti itu?"


"Itu bu... ada yang ribut dua wanita di dalam kamar Nyonya Delena, tapi...


Helena mengerutkan keningnya "Tapi apa...?" tanya Helena tak sabar, karena Anna tidak meneruskan ucapannya.


" Tapi.. Wajah mereka sama persis!"


"Apa..? Helena begitu syok mendengar ada dua wanita kembar yang sedang bertengkar di kamar Delena.


"Davina telah kembali! gumamnya, terlihat wajah tegang Helena.


"Ayo kita pulang! Helena perintahkan kedua baby sister nya untuk kembali ke mansion bersama si kembar.


Sementara didalam kamar aksi pertengkaran mereka berdua sampai terdengar keruangan kerja Reno, Reno terbangun yang sejak tadi tertidur di sofa.

__ADS_1


"Bukankah itu suara Delena? istriku sudah kembali dan ia bertengkar dengan Davina! Reno buru buru bangun dan berlari kearah kamar.


"Delena!


Reno memisahkan mereka berdua yang saling jambak


"Berhenti! sudah sayang...


Mereka terlepas setelah Reno pisahkan.


"Mas Reno aku dipukuli sama wanita gila itu! kata Davina dengan suara manja.


Reno langsung memeluk tubuh Delena "Sayang kau tidak apa-apa? bisik Reno.


"Lepaskan! Delena berontak dan mendorong tubuh Reno "Apa yang sudah kau lakukan dengan wanita ular itu! menunjuk wajah Davina.


"Lakukan apa? apa maksudmu?!


"Mas Reno aku ini istrimu, kita sudah melakukannya tiap malam bukan? ujar Davina berdusta.


Reno begitu kaget mendengar pengakuan Davina "Dasar gila, kau bukan istriku! dialah istriku yang sebenarnya!" mendekat kearah Delena, tapi Delena mundurkan langkahnya.


"Dena, ada apa? kenapa kau malah menjauh!


"Bertanyalah pada dirimu sendiri Mas, apa yang sudah kau lakukan bersama Davina di kamar kita!'


"Dena kau jangan terpengaruh dengan ucapan wanita ular itu! Aku tidak pernah melakukan apapun apalagi menyentuhnya!


"Kau berbohong Reno! kau lupa kalau kita sudah melakukannya!"


"Sudah cukup! dusta apalagi yang telah kau ciptakan Davina! dasar nggak waras, kau berani berbohong didepan istriku! bahkan kau secara tak langsung mengakui kalau kau bukan Delena tapi Davina!


"Tidak! aku Delena, dialah Davina yang datang ingin menyamar jadi diriku! usir dia Mas!


"Kau yang seharusnya pergi dari rumah ini! karena kau adalah Davina bukan istriku! kau tau bukan kalau aku tidak pernah tidur satu ranjang denganmu, bahkan aku tidur di ruangan kerjaku! sejak dari awal kau datang kerumah ini, aku sudah tau kalau kau bukan istriku!


"Apa! jadi kau..? Davina tercengang dan terperanjat kaget.


"Aku bersandiwara di depanmu karena kau telah menyandra istriku! sekarang istriku telah kembali, menyerah lah Davina! orang orang mu sudah berada ditanganku!


"Sialan kau Reno! kau telah menipuku! gertak Davina.


"Sayang.." menoleh pada Delena yang sudah meneteskan airmata "Kau masih belum percaya pada suamimu ini?!"


Delena menggeleng "Tidak Mas aku percaya padamu." Delena berjalan dan memeluk Reno.


"Mas Reno... hiks.. hiks... Maafkan aku..."


"Kita jangan mudah terprovokasi dengan orang yang ingin memisahkan kita."


"Tidakkkkkk!!!! Davina berteriak histeris.


'


'


'


'


'

__ADS_1


@Bersambung.......💃💃💃


__ADS_2