ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
hari pertunangan tania dan arif


__ADS_3

sudah seminggu arif menyiapkan pertunanganya dengan tania, akhirnya hari yang ditunggu-tunggupun tiba, rencananya pertunanganya akan diseleng garakan malam hari dihotel kecil yang ada dikota J, karena kalau diadakan siang hati, akan menggagu kulia tania jadi arif membuat acaranya pada malam hari,


"rencananya arif hari ini sepulang kantor ingin menjemput tania untuk segera diajak kehotel tetapi kata orang tua arif, itu adalah hal yang tidak baik, jadi arif memintak tolong pada doni kakak tania untuk menjemputnya.


"setelah jam kantor selesai arifpun bergegas pulang untuk mempersiapkan dirinya serta menjemput orang tua serta adik-adiknya.


"sesampainya dirumah arif disambut oleh ibunya, kamu sudah pulang nak?


"iya bu, arif menyalami tangan ibunya dan mencium tangan ibunya, oo ya bu bagaimana persiapan hari ini?


"sudah ibu siapkan semuanya


"ya sudah bu kalau begitu arif mau pergi mandi duluh lalu bersiap- siap


"tapi rif ibu mau bicara sebentar

__ADS_1


"mau bicara apa bu


"begini rif, ibu arif mulai berkaca-kaca, adek-adekmukan masih pada belum mapan rif, sedangkan bapakmu hanya seorang supir, kalau sekarang saja kamu sudah mau bertunangan dengan tania ibu takut jika sebentar lagi kamu menikah, lalu bagaimana masa depan adek-adekmu


"arif yang notabene anak yang sangat penurut dengan apa saja yang dikatakan ibunya pun langsung menjajikan jika semua masa depan adek-adeknya dia seorang yang akan bertanggung jawab meskipun dia sendiri sudah menikah


"ibu arif yang mendengar janji arif itupun legah seketika mendengar itu semua langsung dari arif


"ya sudah bu, arif mau mandi duluh, nanti takutnya kita terlambat, kan gak enak dengan keluarga tania


"ya sudah sana buruan mandi


"setelah mandi arif bersiap-siap mengenakan setelan dusedo abu-abu yang sang cocok untuk arif kenakan, arif terlihat sangan tampan dan setelah bersiap-siap arifpun menghampiri orang tua serta adik-adiknya yang sudah menunggu dirinya diruang tamu, merekapun berangkat bersama-sama dari rumah menuju hotel yang telah arif sewa untuk acara pertunangan dia dengan tania


"ditempat lain doni menjemput tania dikostnya, dan tania sudah siap dengan memakai gaun berwarna merah tua yang sangat pas ditubuh tania, taniapun terlihat sangat cantik, sesampainya doni dikost tania, tania langsung keluar menghampiri doni kakaknya, merekapun tidak menunggu waktu lama, mereka langsung pergi menuju hotel dimana orang-orang menunggu kedatangan mereka

__ADS_1


"sesampainya didepan hotel tania disambut seorang pelayan yang akan memandu jalanya tania menuju ruangan aula hotel yang sudah dipesan arif, tania dan doni langsung mengikuti kemana langka pelayan itu pergi,


"silakan masuk tuan, nyonya


"iya, terimakasih


"sesampainya didalam terlihat keluarga tania dan juga arif sedang asyik mengobrol


"saat pintu terbuka, ayah taniapun membuyarkan obrolan diantara mereka semua.


"ooo ini dia akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah datang, ayah tania berjalan kearah tania lalu menggandeng tangan putri kesayangannya itu.


"arif yang melihat tania yang sangat cantik itupun tidak melepaskan pandanganya dari tania, mata arif terlihat berbinar-binar


"acara pertunanganpun dimulai, arif dan tania saling bertukar cincin dan dilanjut makan malam bersama dan mereka saling mengobrol

__ADS_1


"setelah acara pertunangan selesai, keluarga arif dan tania pulang kerumah mereka masing-masing.


"saat diperjalanan pulang ibu arif yang mempunyai rasa ketakuttan akan kehilangan tanggung jawab arif sebagai anak pertama dikeluarganya kembali membicarakan soal janji arif kepada ibunya tadi, arifpun sekali lagi menegaskan kepada ibu, ayah serta adik- adiknya itu, bahwa arif akan bertanggung jawab akan masa depan adik-adiknya itu, "selain itu hobi ibu arif dan adik perempuan arif yang nomor 2 adalah berbelanja barang kesukaanya untuk mengikutti tren model itu sangat takut jika suatu saat arif menikah jatah ibu dan adiknya itu hilang karena mengingat ayah arif yang hanya seorang sopir yang penghasilanya hanya cukup untuk mencukuppi kebutuhan sehari-hari, sekali lagi ibu arif merasa lega karena janji arif yang diucapkanya bukan hanya didepan ibunya tetapi didepan semua anggota keluarganya


__ADS_2