
"Dari data-data yang aku temukan tidak ada satu pun dari mereka yang tau jika Bagas adalah Direktur pengganti dari Wanita bernama Bintang, setelah tau Wanita itu menjadi direktur pengganti setelah Suaminya meningal itu? Jadi apa mungkin dugaan ku memanglah benar jika semua ini hanyalah sandiwara mereka belaka?"
Memeriksa satu persatu dokumen yang membuatnya sangatlah gelisah berselimut rasa penasarannya. Tak lama suara ketukan pintu terdengar dari luar ruangan dimana laki-laki bernama Alex itu berada. Setelah mengijinkannya untuk masuk, seseorang berseragam hitam lantas menghampirinya.
"Gimana apa kamu sudah mendapatkan apa yang saya perintahkan kemaren?"tanya Alex pada seseorang itu.
"Sudah tuan! Saya sudah berhasil mengetahui fakta jika sesungguhnya Presdir dari perusahaan **** sungguhlah Nyonya Bintang. Karena beliau ahli waris berikutnya dari mantan suaminya bernama Tristan tersebut! Sedangkan nama Bagas yang Tuan bicarakan sama sekali tidak ada kaitannya dengan ahli waris yang selama ini kita bicarakan, bahkan semua karyawan di perusahaan tersebut sama sekali tidak tau mengenai hal ini jadi ini sudah Fixs jika tuan telah dibohongi,"ucap seseorang itu.
"Aku sudah menduga seseorang seperti Bagas tidaklah mungkin seberuntung itu, tapi apa yang mereka lakukan sudah membuat ku murka jadi kayaknya jika kita kasih pelajaran sedikit akan lebih menyenangkan!"ucapnya dengan menunjukkan senyum sinisnya.
"Purnomo?"ucap Alex lagi yang memangil anak buahnya yang lain.
"Iya Tuan,"balas seseorang itu.
"Lakukan rencana selanjutnya yang sudah kita bicarakan kemaren, kamu pastinya masih ingat kan apa rencana kita?"tanya Alex pada Purnomo.
"Tuan tenang saya masih mengingatnya bagi saya menjalankan misi seperti itu sangatlah mudah, tuan hanya tingal suruh anak buah tuan yang lain untuk melancarkan aksi ini agar Perusahaan itu goyah adanya berita bohong yang akan kita buat ini,"ucap Purnomo dengan pedenya.
"Baguslah kalau kamu sudah paham! Cepat laksanakan sekarang! Aku ingin besok sudah ada kabar heboh dari perusahaan itu,"ucap Alex.
"Tuan tenang saja saya akan segera menjalankan misi kita selanjutnya. Dan yang perlu tuan lakukan sekarang tuan hanya perlu mengutus anak buah tuan yang lain!"
"Soal itu kamu tenang saja saya sudah mengaturnya, cepat laksanakan sekarang!"
"Baik Tuan!"ucapnya yang tanpa berkata ia pun akhirnya pergi dari pandangan Alex.
Langkah kaki seseorang bersepatu hitam, mengenakan masker wajah terlihat mulai mendatangi salah satu Perusahaan yang tak lain adalah Perusahaan yang dimana Bintang sendiri yang memegang kendali Perusahaan tersebut.
Disisi lain Bintang dan juga Bagas yang berada dalam satu ruangan yang sama, Bagas nampak sesekali memperhatikan Bintang yang nampak ikut terdiam tanpa mengajaknya untuk berbicara sedikit pun.
"Nyonya?"ucap Bagas yang akhirnya pandangan Bintang pun beralih menatapnya.
"Ada apa?"tanya Bintang, berlalu ia memalingkan pandangannya dari Bagas.
"Apa Nyonya Bintang masih marah soal kemaren?"tanya Bagas.
"Tidak ada alasannya untuk aku bisa membenci atau pun marah padamu. Baiklah aku ada kerjaan lain kamu bisa menghubungi Andra kalau ada yang kamu perlu, aku harus pergi!"
"Nyonya mau kemana?"ucap Bagas yang langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Sekarang tanggal 10 pastinya jika orang lama akan tau apa maksud dari tanggal 10 ini, sudahlah tidak ada yang ingin aku perjelas aku ingin sendiri jadi jangan ganggu aku untuk hari ini saja." Berlalu pergi dari pandangan Bagas tanpa berbicara sepatah kata lagi, Bagas yang merasa bingung akan ucapan Bintang dia terlihat hanya terdiam.
"Apa maksud Wanita itu? Apa setiap tanggal 10 dia akan menyendiri?"
"Iya? Yang kamu katakan memanglah benar!"timpal seseorang yang setibanya masuk keruangan ini.
"Andra? Tunggu apa maksud kamu berkata seperti itu? Memangnya setiap tanggal 10 ada apa?"tanya Bagas nampak terheran.
"Berhubung kamu adalah asisten baru Nyonya Bintang. Aku akan memberitahumu jika setiap tanggal 10 bulan sekarang adalah tanggal libur baginya. Setiap tanggal 10 ini dia tidak akan pergi kemana-mana selain hanya berdiam diri mengurung diri di-rumah,"balas Andra.
"Hari libur? Hari libur gimana maksudnya?"
__ADS_1
"Hari ini adalah hari dimana Tuan Tristan meninggal, setiap tanggal ini kembali hadir dalam hidup nyonya Bintang, dia akan selalu mengurung diri tanpa mau keluar kecuali makan atau minum, alasan yang pasti aku tidak tau jadi sudahlah jangan ngeyel, sebagai gantinya aku akan menemani kamu menyelesaikan semua pekerjaan pada hari ini jadi sudahlah lanjutan pekerjaan kamu!"
"Aneh? Ternyata wanita itu lebih aneh dari yang aku kira!"batin Bagas yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Aku memang mempunyai segalanya tapi apa gunanya memiliki segalanya jika pada kenyatannya hati kita sendiri yang kosong. Dan sampai kapan aku akan memutuskan menjadikan hari ini sebagai hari kesepian ku?"
Terduduk termenung meratapi nasibnya yang malang ini, dirinya hanya bisa meratapi nasibnya setelah merasa jika dirinya sangatlah kesepian biar pun hidupnya telah dipenuhi dengan banyaknya kekayaan.
Kling
Satu pesan telah kirim lewat akun WhatsApp nya, Bintang yang melihat akan isi pesan itu ia lantas langsung memeriksanya.
"Apa kamu sangat ingin tau siapa sebenarnya Bagas?"
"Siapa seseorang ini? Apa maksud dia mengirimkan aku pesan seperti ini?"gumamnya pada dirinya sendiri.
📞"Siapa kamu? Apa kamu sungguh-sungguh tau siapa seseorang yang bernama Bagas?"
📞" Seperti yang aku katakan tadi, aku tau siapa Bagas karena kita adalah teman sejak kecil, jika kamu ingin tau yang pasti siapa dia cepat datang ke kolam ini kamu akan tau siapa aku!"
📞" Baiklah tunggu aku! Aku akan kesana sekarang!"
📞" Baiklah aku akan tunggu kamu!"
"Siapa sebenarnya seseorang ini? Apa dia sungguh-sungguh tau siapa Bagas?"gumamnya yang merasa terheran sendiri.
Sesampainya Bintang di kolam yang berada didekat apartemen miliknya, Bintang pun merasa sangat terheran lantaran sesampainya dia disana tidak ada satupun orang yang menampakkan wajahnya disini.
Tanpa Bintang sadari dari belakang Bintang ada seseorang yang sedang berjalan kearahnya dengan cara perlahan-lahan, orang yang mengenakan sebuah jaket hitam dengan penutup kepala, yang tidak bisa terlihat siapa orang itu sesungguhnya.
Semakin mempercepat langkahnya orang itu pun dengan bergegas ia mengarahkan sebuah balok kayu itu ke atasnya, dengan langsung orang itu pun langsung memukul Bintang dari belakang.
Bruk...
Satu pukulan pun tepat mengenai leher belakang Bintang karena pukulan itulah Bintang yang akhirnya tidak sadarkan diri, dengan posisinya yang berada tepat ditepi kolam yang akhirnya membuat tubuh Bintang pun menjadi tidak berdaya. Seketika tubuhnya pun langsung jatuh tepat diatas kolam dengan warna air biru muda yang menyala dan perlahan-lahan tubuh Bintang pun menghilang kedalam air.
Sedangkan seseorang itu yang baru aja memukulnya, ia pun langsung melepaskan penutup kepalanya.
"Berjalan sesuai rencana,"ucap seseorang itu dengan senyum sinisnya.
Mengerjakan beberapa laporan kerja yang sudah menumpuk diatas meja kerjanya, Bagas yang berniat ingin mengambil sesuatu dirinya tak sengaja menyenggol gelas yang tadinya berada disisinya dan mengakibatkan gelas itu pun jatuh.
"Astaga kenapa pakai acara jatuh segala sih!"
Kling
Bunyi suara pesan masuk lewat pesan WhatsApp yang dimilikinya, pandangannya yang spontan teralihkan pada benda kotak itu langsung menjulurkan tangannya dan mengambil benda tersebut.
"Siapa yang memberikan aku pesan ini? Nomor ini serasa tidak pernah aku menyimpannya?"
Menekan pesan itu, lalu pesan bergambar pun muncul dan menampilkan satu buah foto yang menampilkan wujud Bintang yang nampak mengapung diatas air dengan kesadarannya yang hilang.
__ADS_1
Terkejut akan foto kiriman yang sangat mengejutkan dirinya, tanpa berbicara sepatah kata lagi ia langsung bangkit dari tempat ia terduduk sedari tadi, berlari sekencang mungkin, bagaikan melarikan diri layaknya seseorang yang sedang kepergok akan niat jahat yang barusan dilakukannya.
Melajukan kendaraannya secepat kilat dan hanya membutuhkan waktu 10 menit dari lokasi yang akan ia tuju, tepat di pintu yang terdapat konde sandi disebelahnya.
Mengingat beberapa waktu lalu Bintang menekan kode sandinya tepat disampingnya, Bagas kemudian menunjukkan kode sandi yang kebetulan ia ketahui tak membutuhkan waktu lama setelah ia menekannya pintu pun terbuka dengan sangat lebar tanpa menunggu ia bergegas berlari menuju ke kolam.
Dan baru aja sampai di arah suara itu berasal tadi, dia pun dikejutkan dengan adanya seorang perempuan yang sudah mengambang di kolam dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri.
"Bintang
Teriakan Bagas yang begitu terkejut setelah melihat jika benar Bintang lah orang yang telah mengambang diatas kolam tersebut. Tanpa berfikir maupun melepaskan sepatunya ia pun bergegas langsung terjun ke kolam menolongnya untuk dia bawa ketepian
Hampir selama satu jam Bintang terjebak didalam air, wajah Bintang pun berubah sedikit pucat bahkan denyut nadinya pun telah terhenti.
"Nyonya! Nyonya bangun! Nyonya!"
"Aku tidak bisa berdiam diri seperti ini aku harus melakukan sesuatu?"
" Aku mohon bangunlah -bangunlah, Nyonya jangan bikin aku cemas seperti ini Nyonya bangun!"ucap Bagas yang terus berusaha memberikan pertolongan pertama pada Bintang dengan menekan jantungnya beberapa kali, tapi hasilnya sia-sia saja. Karena jantung Bintang tidak ada respon sama sekali.
"Nyonya bangunlah! Ayo bangun aku yakin nyonya pasti bisa nyonya ayo bangun!"
Menatap kearah Bintang dengan tatapan kebingungan, pandangannya melirik kearah kanan mau pun melihat tidak adanya seseorang yang melihat keduanya dalam ruangan ini.
Melihat kondisi Bintang yang masih belum sadarkan diri dirinya lantas tanpa berfikir yang kedua kalinya ia akhirnya memberanikan diri memberikan kecupan atau lebih tepatnya nafas buatan pada Bintang yang membutuhkan pertolongannya, berselang beberapa menit kemudian Bintang akhirnya mulai batuk setelah air yang masuk dalam tubuhnya kembali keluar.
"Nyonya syukurlah! Syukurlah nyonya sudah bangun!"
_______________________________
"Dimana dok keadaannya apa dia kondisinya udah mulai membaik?"tanya Bagas pada salah satu dokter laki-laki yang baru aja memeriksa Bintang tadi.
"Anda gak perlu khawatir, keadaanya udah mulai membaik sekarang. Dia juga sudah tersadar hanya saja dia masih merasa sangat lemas lantaran kebanyakan kemasukan air akibat tengelam tadi?"
"Oh syukurlah kalau gitu?"
"Baiklah kalau gitu saya tinggal dulu, dia harus banyak istirahat jadi saya harap pasien jangan diganggu dulu?"
"Baik dok kita tidak akan menggangunya, sekali lagi terima kasih!"
"Iya sama-sama ya sudah silahkan masuk. Dan tengoklah tapi ingat jangan ada yang membuat keributan ya?"
"Iya baiklah dok, ya sudah kita tinggal dulu Dokter?"
"Baiklah!"
REKOMENDASI CERITA SERU NIH
BERSAMBUNG.
__ADS_1