
Belum selesai mereka berbicara terdengar suara dering ponsel yang tiba-tiba terdengar dari dari ponsel yang sedang di-genggam Tristan.
"Sayang handphone kamu berbunyi!"Segera Tristan pun mengangkatnya.
"Pihak kepolisian untuk apa pihak sana tiba-tiba menghubungiku?"gumamnya pada dirinya sendiri.
"Akan lebih baik kamu langsung mengangkatnya saja siapa tau itu hal penting yang ingin orang lain sampaikan ke kamu,"timpal Sandra segera Tristan menatapnya.
📞" Iya Pak ada apa? Apa ada masalah didalam sel tahanan?"
📞"Gini Tuan Tristan kami hanya ingin mengabarkan jika tahanan bernama Erlangga Wijaya baru aja melarikan diri dari dalam sel tahanan setelah adanya kebakaran yang melanda kantor kepolisian ini. Untuk informasi selanjutnya saya akan mengabari anda nanti.
📞"Kebakaran tapi bagaimana bisa?"
📞" Kejadiannya terjadi begitu sangat cepat. Kami lalai yang akhirnya pelaku berhasil mengelabui kita dan berhasil meloloskan diri dari kami sekali lagi maafkan kami! Maafkan kami!"
📞" Baik Pak sekali lagi terima kasih atas informasinya. Kabari saya lagi kalau pelaku sudah berhasil tertangkap."
📞"Pak Tuan ya akan mengabari tuan lagi jika pelaku sudah tertangkap, ya sudah saya tutup dulu."
"Baik Pak."
"Sial bagaimana bisa kantor kepolisian bisa terbakar seperti ini. Apa semua ini sudah ia rencanakan. Dan teror ini? Apa dia pelaku yang sebenarnya?"
__ADS_1
"Sayang tadi aku sempat mendengar nama Erlangga Wijaya memangnya siapa dia? Dan ada hubungan apa kamu dengannya?"tanya Sandra.
"Dia itu anak dari seorang perempuan yang sudah merebut Suami saya? Dan dia juga orang yang sudah membunuh Papa Tristan beberapa tahun yang lalu,"balas Mamanya.
"Jadi Tristan dengan Laki-laki bernama Erlangga itu saudara tiri?"
"Iya mereka saudara tiri beda ibu, tapi akibat hasutan Wanita pelakor itu Suami saya rela melakukan apa aja demi dia termasuk meninggalkan kami, tapi kenapa semua ini bisa terjadi, ini gawat dia sangat jahat jika dia sampai melukai kamu gimana Sandra gimana?"cemas Mamanya.
"Mama tenang saja aku tidak akan membiarkan laki-laki itu sampai berani melukai Sandra, jika dia sampai berani melukainya biar aku sendiri yang menghabisinya nanti dan kamu?"ucap Tristan dengan tatapannya yang mengarah kearah Bintang.
"Apa? Apa kamu ingin menuduhku jika aku telah bekerja sama dengannya itu kan yang ingin kamu katakan padaku saat ini?"
"Aku hanya ingin bilang jaga dirimu baik-baik, dia tipe orang yang akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Jadi aku harap kamu mau menjaga diri kamu Jangan sampai tertangkap olehnya, apalagi sampai dimanfaatkannya demi menjatuhkan-ku paham kan?"
"Aku harus bertindak lebih cepat, aku akan mencari bodyguard yang siap menjaga Sandra karena aku tidak ingin dia sampai kenapa-kenapa karena hal ini jadi aku harus pergi!" Langkah Tristan yang akan bangkit, tapi dengan sigap Bintang menghalanginya.
"Apa kamu yakin dengan semua perkataan kamu itu? Apa mungkin aku akan percaya dengan perkataan kamu itu?"
"Percaya atau tidak itu sudah jadi urusan kamu jadi aku tidak akan perduli dengan semua itu,"balas Bintang yang tanpa berkata ia kemudian masuk kedalam kamarnya dan menghiraukan Tristan
"Siapa sebenarnya orang itu apa benar dia sungguh-sungguh saudara tiri Tristan yang berhasil kabur? Ataukah dia hanyalah orang suruhan dari Sandra agar dia selalu mendapatkan perhatian dari Tristan?"
Terduduk didepan cermin riasnya, Bintang yang menyisir rambutnya perlahan-lahan ia dikejutkan dengan rontokan rambutnya.
__ADS_1
"Rambutku sudah mulai rontok pertanda apakah ini?'' batinnya yang merasa cemas dan memikirkan akan sesuatu.
"Sudah lama aku tidak memeriksa kondisiku jadi alangkah baiknya hari ini aku melakukan pengecekan, buruk atau tidaknya kondisi-ku nanti aku sudah berpasrah dengan kata-kata yang akan diucapkan Dokter nanti,"batinnya kemudian ia melangkahkan kakinya bersiap-siap akan pergi.
Dirinya yang sudah bersiap dengan dandannya yang rapi, Bintang melihat Sandra dan juga Mamanya yang masih berada dimeja makan, tak membuat mulut Bintang terucap akan ucapan yang ingin ia katakan pada keduanya.
Seolah-olah tidak ada orang dihadapannya ia segera pergi dari pandangan mereka, menghiraukan akan keberadaan seseorang yang hanya akan menganggap dirinya hanya sebatas sampah buangan.
Sedangkan Tristan yang melihat gerak-gerik Bintang yang pergi tanpa berpamit, ia merasa sedikit curiga dan secara diam-diam ia pun membuntutinya setelah berpura-pura akan pergi.
"Apa yang ingin dia lakukan kenapa dia malah pergi ke-rumah sakit? Dan siapa yang ingin ia temui atau dia sedang sakit?"batinnya dengan rasa penasaran Tristan. Berlalu ia akan turun, tapi ia kemudian urungkan niatnya dan hanya menunggunya sampai keluar lagi dari rumah sakit ini.
"Tuhan hamba tidak akan mengeluh jika penyakit hamba akan semakin parah! Tapi hamba mohon kuatkan hamba menghadapi cobaan ini hamba mohon kuatkan hamba." Langkahnya yang mulai masuk kedalam Rumah sakit besar itu, tak melihat jika dirinya selalu dibuntuti oleh Suaminya ia terus saja melangkahkan kakinya menuju ketempat yang ingin ia kunjungi.
Menemui salah satu Dokter spesialis, Bintang menghadap Dokter itu dan bertanya mengenai perkembangan penyakitnya ini, setelah selesai pemeriksaan dirinya menghadap langsung dihadapan Dokter tersebut.
"Gimana Dok apa ada perubahan penyakit yang saya derita ini? Apa setelah saya melakukan kemoterapi dan pengobatan yang lainnya masih tidak ada perkembangan pada penjalaran penyakit yang saya alami ini?"
"Sesungguhnya saya agak tidak enak mengasih tau kabar ini, tapi ini demi keselamatan anda jadi mau tidak mau saya harus memberitahu anda, jauh ini tidak ada perubahan sama sekali yang terjadi, tumor yang tertanam pada otak kamu semakin lama semakin membesar, jika kamu tidak segera melakukan operasi, saya rasa penyakit kamu ini akan sangat sulit untuk disembuhkan jadi kamu harus memikirkan masalah ini dengan sangat serius. Ini masalah yang sangat serius kamu harus memikirkannya? Kamu harus segera melakukan operasi itu dengan begitu penjalaran itu tidak akan merambat kebagian mana-mana."
"Soal memikirkan aku sudah cukup memikirkan masalah ini Dok. Saya tahu mungkin tindakan dengan melakukan operasi mampu mengambil tumor mau pun menghilangkan tumor yang bersarang dalam otakku tapi tidak dengan nyawaku. Belum lagi melihat langsung orang-orang yang pengidap penyakit ini, mereka mencari jalan lain yaitu mengambil tumor dengan cara operasi tapi nyatanya dengan cara melakukan operasi, nyatanya tindakan itu tidak membuat nyawanya tertolong, tapi kebanyakan dari mereka malah meninggal secara cepat, Jadi aku tidak mau hal itu terjadi padaku, aku rela jika aku harus menghadapi rasa sakit yang amat sangat mau pun menangung semua penderitaan ini, tapi aku tidak mau nasibku seperti mereka aku tidak mau mati karena kalah melawan penyakit ku ini aku tidak mau!'
"Semua orang punya cara tersendiri untuk memilih jalan lain untuk mencapai kebahagiaannya. Aku melihat anda begitu tabah menghadapi cobaan yang anda terpa sekarang. Bahkan melihat anda yang hanya pergi sendiri bolak-balik kesana kemari saya rasa anda juga tidak pernah memberitahu kondisi anda pada orang lain termasuk pada keluarga anda. Saya yakin anda pasti kuat melewati semua ini jadi tabah lah,"ucap Dokter sembari memberikan dukungannya.
__ADS_1
"Terima kasih Dok, terima kasih Dokter sudah mau memberikan aku semangat terima kasih."
BERSAMBUNG.