
Mengetahui fakta jika perusahaan yang dulunya telah ia pegang jatuh ke tangan orang yang tak lain saudara kembar dari Suaminya sendiri, hatinya terasa sesak bukan karena tidak mampu mempertahankan jati diri untuk tetap menjadi orang yang disegani.
Melainkan Bintang cukup sesak lantaran perusahan yang telah di bangun susah-susah oleh Suaminya kini dengan mudahnya jatuh ke tangan orang lain, biar pun seseorang itu saudara kembar dari Suaminya rasa bersalah masih sama menyelimuti dirinya hinga sampai saat ini.
Duduk termenung disalah satu taman dengan pandangannya yang terlihat banyaknya memikirkan akan masalah yang menimpanya, kehadiran seseorang akhirnya menyadarkan lamunannya.
"Andara ... Andra kenapa kalian ada disini? Bukankah seharusnya anda berada di perusahaan?"tanya Bintang ketika mendapati kedua orang yang paling ia sayang menghampirinya.
"Nyonya apa yang harus kita lakukan sekarang. Apa kita perlu merebut kembali Perusahaan yang sudah nyonya dan tuan Tristan bangun dengan sudah payah itu?"
"Sudahlah tidak usah! Perusahaan itu sudah ada ditangan orang yang tepat, Bagas juga saudara kembar dari Tristan jadi pastinya dia bisa diandalkan untuk memegang Perusahaan itu karena ini sudah jadi tanggung jawab utamanya. Sedangkan aku! Aku hanyalah orang yang dengan beruntungnya bisa mencicipi warisan itu biar pun aslinya aku bukanlah pewaris yang sesungguhnya?"
"Terus sekarang apa yang harus kita lakukan? Apa nyonya akan mundur dari jabatan yang nyonya dapatkan sebelumnya?"tanya Andra lagi.
"Di-dunia ini kehidupan selalu berputar ada yang diatas ada juga yang dibawah, aku tidak masalah jika jabatan yang dulunya berhasil aku dapatkan telah sirna aku tidak pernah menyesal untuk semua itu, aku sekarang pamit mungkin aku tidaklah pantas berada di-perusahaan besar seperti ini, jadi kalian harus tetap disana karena dia pasti membutuhkan bantuan kalian untuk mengembangkan perusahaan itu?"
"Kak Bintang ngomong apa? Apa kak Bintang pikir kakak bisa pergi dengan mudahnya dan beralih menyuruh kita untuk tetap kembali disana seolah-olah tidak terjadi sesuatu gitu, tidak! Aku tidak mau aku mau ikut bersama kak Bintang! Aku mau ikut dengan kak Bintang kemana dan dimana pun kak Bintang berada!"
"Andara kamu itu janganlah egois, ingat pesan almarhum kakak kamu dulu, sudah payah dia berusaha membangun nama perusahaan ini, biar pun sekarang Bagas yang mengendalikannya aku yakin dia pasti bisa jadi penerus Tristan jadi kakak mohon tetaplah menetap di perusahaan itu kakak mohon!"
"Sama seperti yang andara katakan aku juga akan ikut kemana nyonya pergi! Selama ini Nyonya yang selalu membantuku disaat aku sedang membutuhkan bantuan dalam suka mau pun duka. Apa setelah sekarang semuanya berbalik pada Nyonya, aku akan pergi tanpa perduli dengan keadaan nyonya sekarang, tidak! Itu tidak akan terjadi jadi tetap aku akan menemani nyonya seperti halnya apa yang akan dilakukan Andara pada Nyonya!"
"Kalian ini kenapa pada bodoh-bodoh semua, bukan seperti ini cara kalian membalas kebaikan ku. Aku tau aku baik tapi untuk saat ini aku sekarang sungguh-sungguh bisa melakukannya sendiri, selama kurang waktu lima tahun susah payah aku berusaha melupakannya dan sekarang aku akui usahaku sekarang telah berhasil, bahan jujur aja aku sempat akan menyukainya tapi aku sadar dengan mencintainya itu akan memberikan pengaruh buruk padaku bahkan pada kehidupan ku nanti. Jadi untuk kali ini aku benar-benar ingin terbebas dari semuanya, aku ingin terbebas dari perasaan ini, melupakan semua kenang-kenangan masa lalu yang masih terukir jelas didalam otakku ini, jadi aku mohon jangan halangi aku, aku mohon!"
"Baiklah jika itu memang sudah jadi keputusan nyonya kita bisa apa. Kami akui nyonya wanita yang kuat jadi kamu yakin nyonya pasti bisa, jika nyonya berfikir akan melupakan semuanya kita akan mendukung niat nyonya, tapi kami mohon tetaplah bersama kami kami mohon! Tetaplah tingal di apartemen dan jangan pernah menjauh dari kami, kamu mohon!"
__ADS_1
"Kalian tenang saja aku tidak akan pernah menghindar mau pun menjauh dari kalian. Kalian satu-satunya keluarga ku yang aku punya, jadi bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan kalian, terima kasih! Terima kasih atas support kalian yang kalian berikan padaku terima kasih!"
"Kak Bintang salah satunya orang yang telah menyadarkan aku, jadi bagaimana mungkin aku akan meninggalkan kak Bintang berlarut-larut dalam kesedihan ini. Kita tau selain kita, kak Bintang orang yang pastinya paling terpukul akan kejadian ini, jadi tenanglah kita akan selalu ada untuk kak Bintang, kak Bintang tenanglah!" ucap Andara dengan membekap tubuh Bintang, sama-sama mempererat pelukan satu sama lain, Bintang yang ikut memeluk Andara dengan kasih sayangnya air matanya akhirnya terjatuh dari kedua sudut matanya.
"Tapi maafkan aku jika aku tidak bisa mengabulkan apa permintaan kalian. Kalian sudah terlalu baik, aku tidak mungkin memberikan pengaruh buruk bahkan membahayakan kalian, jadi kini saatnya aku untuk pergi maafkan aku jika mungkin mulai sekarang kita tidak akan pernah bertemu lagi maafkan aku!"batin Bintang yang semakin mempererat pelukannya.
"Ya sudah kak kita akan kembali ke Perusahaan untuk melihat situasi yang terjadi disana, kami takut akibat masalah yang terjadi ini mereka melakukan hal nekat diluar dugaan kita, jadi kak Bintang tetaplah di apartemen ini sampai kita kembali memberikan kabar selanjutnya pada Kak Bintang jadi kak Bintang tetap disini ya?"
"Iya sayang kakak akan tetap disini, segera mungkin kamu kabari kakak kalau ada hal penting yang ingin kamu katakan, apapun yang terjadi disana kakak mohon segera beritahu aku kamu bersedia kan sayang?"
"Iya kak, aku akan secepat mungkin memberitahu kak Bintuhan sudah kita berangkat, jaga kondisi kak Bintang jangan lupa makan!"
"Iya sayang kakak akan jaga kesehatan sudah cepat berangkat kalian!"
"Baiklah, aku juga sekalian akan pamit sama nyonya assalamualaikum!"
Beranjak pergi dari pandangan Bintang, keduanya yang segera masuk kedalam mobil melajukan kembali laju kendaraannya, Bintang yang kembali masuk kedalam apartemennya pandangannya dihadapkan dengan satu koper yang sudah sedari tadi ia persiapkan.
Meletakkan satu surat diatas nakas, dirinya lalu menarik koper tersebut berlalu ia pun pergi meninggalkan kamar dari apartemennya.
"Sudah saatnya aku pergi dari kehidupan kalian? Aku sangatlah bersyukur karena selama ini kalian selalu ada untukku, tapi aku tidak mungkin terus-menerus membebani kalian dengan beban hidupku, jadi kini saatnya kalian untuk kembali pada jalan kalian sendiri, begitu juga aku kembali pada jalan kehidupanku yaitu menjadi manusia yang hidup dalam kesederhanaan.
Meningalkan apartemen yang ditempatinya kurang lebih hampir lima tahun, dirinya bergegas pergi tanpa adanya seseorang yang melihat akan niatnya pada sekarang ini.
Dengan berjalan kaki menulusuri anak jalan dari teriknya panas matahari yang sangat menyengat membuat Bintang yang merasakannya dia pun mulai lelah karena dia sudah berjalan kaki menulusuri anak jalanan ini sedari tadi, semangatnya secara ingin luntur untuk mencari tempat tinggal baru, dia sudah mendatangi beberapa tempat kos yang ia lihat dari akun media sosial tapi semua tempat kos yang dia datangi tak ada satu pun Kos yang sama dengan harga isi kantongnya saat ini.
__ADS_1
"harus kemana lagi aku melangkahkan kakiku ini. Tuhan hamba mohon bantulah hamba, hamba mohon!"
Berjalan menyusuri semua jalanan yang ia lalui, kemudian pandangannya teralihkan pada salah satu banner yang tertempel pada salah satu pagar dari kediaman yang terlihat sangatlah sederhana.
"Ini sungguhan Rumah ini dikontrakkan dan perbulan hanya 500 ribu," gumamnya kemudian seseorang wanita datang.
"Maaf apa anda lagi butuh sesuatu?" tanya Wanita itu yang tiba-tiba datang dari belakangnya.
"Iya Buk maaf saya mau tanya apa benar Rumah ini dikontrakkan hanya harga segitu?"
"Iya benar, anda siapa?"
"Maaf Buk saya kebetulan seseorang yang lagi mencari tempat tingal baru. Dan saya tertarik untuk mengontrak Rumah ini apa Ibu tahu dimana tempat tingal dari pemilik Kontrak-kan ini?"
"Saya sendiri yang punya Rumah ini. Dan saya lihat anda orang yang baik, jadi saya bersedia mengijinkan anda untuk mengontrak Rumah ini asal bayarnya tidak sampai ngelunjak jadi silahkan.
"Terima kasih Buk ...terima kasih,"
"Sama-sama oh iya ini kuncinya hubungi saya langsung kalau ada apa-apa ya," ucap iBu itu.
"Iya Buk, saya akan memberitahu apapun yang terjadi pada IBu sekali lagi terima kasih, terima kasih, terima kasih!"balas Bintang dengan menundukkan kepalanya.
Berjalan dengan menarik kopernya masuk kedalam rumah kontrakan ini. Hati Bintang merasa sangat lega.
"Alhamdulillah akhirnya aku bisa dapat tempat tingal baru, biarpun hanya mengontrak dan kediaman ini cukup sempit aku tidak masalah, aku sangat bersyukur dengan pemberian bantuan yang maha kuasa ini terima kasih Tuhan! Terima kasih!"
__ADS_1
BERSAMBUNG.