
Dalam mobil pandangan laki-laki itu terus saja fokus menatap kesemua arah hinga kemudian ia melihat laki-laki berumur 30 berseragam cleaning servis yang sedang bersantai menikmati sepotong roti.
"Tuan? Apa Tuan serius ingin melakukan semua ini?" tanya asistennya.
"Iya saya serius, ya sudah aku akan turun kamu tunggulah disini!"
"Baik Tuan."
Dengan santai laki-laki itu mengemil dan terus mengemil roti yang berada digenggamannya. Tiba-tiba seseorang datang tanpa berkata mau mengucapkan sesuatu padanya dan berlalu laki-laki itu duduk disampingnya dengan memberikan sebungkus makanan untuknya.
"Paman kayaknya sedang kelaparan jadi ambillah," ucap Laki-laki itu yang tak lain adalah Tristan. Terkejut dengan apa yang dilakukannya pria itu bergegas bangkit dan bertanya balik.
"Maaf anda siapa? Ini apa maksudnya?" tanya pria itu yang merasa bingung.
"Saya hanya ingin memberikan makanan ini pada paman. Sekaligus maaf apa saya boleh pinjam seragam paman?"tanya Tristan yang membuat Pria itu menurunkan alisnya.
"Seragam, tapi buat apa Tuan? Bukannya seragam yang Tuan pakai sudah sangatlah bagus tapi kenapa Tuan malah ingin menggunakan seragam yang jelas-jelas ini hanya seragam cleaning servis?"
"Aku tidak bisa menjelaskan yang pasti, tapi aku benar-benar sangat berharap anda mau membantu saya. Dan sebagai gantinya anda boleh mengambil ini," sambungnya lagi dengan memberikan beberapa uang merah pada Pria itu.
__ADS_1
"Tapi Tuan?"
"Sudah terimalah!"
"Baik Tuan saya bersedia baiklah terima ini!"
"Baguslah terima kasih."
"Sama-sama Tuan."
"Ayo kita mulai sandiwaranya Tuan Richard," batinnya dengan tersenyum.
Berhasil menyelinap masuk kedalam perusahaan Richard secara diam-diam, Tristan akhirnya mencari ruangan pribadi Richard.
"Akhirnya aku berhasil menemukan ruangan ini," batinnya lagi yang kemudian bergegas ia pun memasukinya.
"Richard kayaknya perlahan-lahan wanita itu sudah mulai percaya kalau kamu itu orang yang sangat baik, buktinya dia sudah tidak percaya lagi dengan Suaminya dan yang lebih bodohnya ia percaya dengan omongan manis yang kamu katakan padanya,"ucap seseorang itu yang tak dia adalah teman dekat Richard.
"Iya kamu benar, dia memang Wanita yang terlihat bodoh karena tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat tapi sudahlah dengan sendirinya dia juga akan jadi milikku karena aku sungguh-sungguh sangat mencintainya. Jika sekarang ia tidak bisa mencintaiku maka aku juga bisa gunakan cara licik untuk menjebaknya dan membuatnya mau menerimaku biar pun dalam keadaan keterpaksaan!"
__ADS_1
"Kamu tenang saja tidak akan lama keinginan kamu juga akan secepatnya berhasil, kamu memang sangat pandai dan licik dan inilah yang membuatku bersemangat membantu kamu akan rencana balas dendam yang sudah kamu lakukan selama ini termasuk membodohi semua orang dengan identitas baru kamu ini, oh iya selain itu aku ingin bertanya mengenai Perusahaan ini sampai kapan kamu akan berpura-pura menjadi bos di-perusahaan ini? Bukannya aku pelit tidak mau membantu kamu terlalu lama tapi aku tidak mau orang-orang tau akan identitas kamu yang sebenarnya?"
"Soal itu aku belum tau, tapi segera mungkin aku akan mengakhiri semuanya jika semuanya sudah berhasil aku dapatkan termasuk menyingkirkan Tristan dari dunia ini dan berhasil mendapatkan Bintang dengan cara yang sudah aku susun matang-matang,"timpal Richard.
"Baiklah kalau gitu aku hanya mampu mendukungmu saja."
"Dasar bedebah berani sekali dia mengatur rencana selicik itu. Dan beraninya juga ia berencana mau merebut Bintang dariku lihat saja apa yang aku lakukan nanti," batinnya yang kemudian tanpa sengaja ia menabrak sesuatu yang membuat Richard seketika terkejut.
"Hey kamu siapa kamu? Berani sekali kamu masuk tanpa atasanmu yang menyuruhmu terlebih dulu," teriaknya yang kemudian Richard menghampirinya.
"Maafkan saya Tuan saya benar-benar tidak tahu. Tadi ada seorang wanita yang menyuruh saya untuk membersihkan ruangan pribadi ini jadi maafkan saya,maafkan saya," ucapnya dengan menundukkan kepalanya.
"Kamu? Kenapa kamu mengunakan masker?" tanyanya yang merasa penasaran, sedangkan Tristan yang menyadarinya ia berusaha tetap tenang.
"Itu Tuan saya mengalami Flu jadi karena takut akan menularkan yang lainnya, jadi saya putuskan untuk memakai masker jadi maaf,"ucapnya dengan menundukkan kepalanya.
"Baiklah cepat kamu pel ruangan ini dengan segera,"perintahnya.
"Baik Tuan."
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE-NYA YA KAK 🥰🥰🥰
BERSAMBUNG.