
Menyenderkan kepalanya pada tembok, terlihat raut wajah Bagas hanya diselimuti wajah murungnya tak terdengar akan suaranya untuk ikut berbicara dengan teman sesama tahanan di lapak yang ditempati saat ini.
Kemudian seorang Polisi datang, memangil nama Bagas lalu membukakan borgol yang terpasang pada sel tahanan tersebut.
"Iya Pak ada apa? Apa saya benar-benar bebas ada seseorang yang mau membebaskan aku dari dalam sini?"
"Maaf! Tujuan saya membukanya hanya ingin memberitahu anda jika ada seseorang yang ingin menjenguk anda jadi keluarlah!"
"Menjengukku siapa?"
"Untuk itu nanti anda juga akan tau mari!"
"Baik Pak!"balas Bagas kemudian dia pun mengikuti langkah polisi tersebut.
Melihat tiga orang telah terduduk menunggu akan kehadirannya, raut wajah Bagas yang tadinya terlihat bahagia diselimuti rasa penasaran akan siapa seseorang yang menjenguknya, kini wajah bahagianya terlihat kembali murung mengetahui siapa seseorang yang telah menjenguknya saat ini.
Tak jauh berbeda dengannya, Andra yang sedari tadi nampak linglung tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang ini, ia hanya mampu terdiam memperhatikan akan tubuh seseorang yang ternyata sangatlah mirip dengan seseorang yang sangat ia kenal yaitu Tristan.
"Untuk apa kamu datang kesini apa kamu ingin mencari masalah lagi denganku? Atau mungkin kedatangan kamu hanya ingin mencari kesempatan agar apa yang kamu inginkan segera tercapai?"
"Sungguh-sungguh sangatlah malang bukan? Kamu lemah hanya karena seorang Wanita, kamu diabaikan bahkan dikhianati oleh sahabat kamu sendiri tapi balasan yang kamu buat? Kamu bahkan tidak melakukan apa-apa. Dan sekarang aku sadar kamu memang selemah ini?"
"Aku rasa apa yang aku lihat saat ini sangatlah tidak benar dan mungkin akan terjadi? Jika aku berkata kamu adalah Tuan Tristan itu sangatlah mustahil karena itu sangatlah tidak mungkin terus siapa kamu sebenarnya?"timpal Andra yang akhirnya ia pun angkat bicara.
"Aku sudah menduga kamu juga akan bingung setelah melihat langsung Andra. Bahkan sekarang ekpresi kamu tidak ada bedanya dengan ekspresiku waktu itu tapi sudahlah kita jangan bahas soal ini.
__ADS_1
"Perkenalkan dia adalah Andra, dia Sekretaris-ku sedangkan seseorang yang ini dia adalah pengacara yang akan membantu kamu untuk bisa terbebas dari sini,"ucap Bintang.
"Kamu tidak usah repot-repot untuk membantuku agar keluar dari sini karena tanpa bantuan kamu aku juga akan bebas entah kapan itu, tapi aku yakin pasti ada seseorang yang akan membantuku untuk terbebas dari sini."
"Jika kamu sangatlah pede berfikir ada seseorang yang akan membebaskan kamu apa kamu sangatlah yakin bakal ada seseorang. Siapa? Siapa kira-kira orang itu apa Alex? Apa kamu yakin teman yang selama ini kamu anggap sahabat bahkan saudara kamu, kamu yakin dia akan membantumu untuk terbebas dari sini.
Karena sejujurnya aku sama sekali tidak percaya kalau dia bakal akan ikut membantumu karena sejujurnya dialah orang yang membantu Revi untuk menjebloskan kamu kesini.
Jika kamu benar-benar masih ingin bertahan disini sampai usia tua kamu nanti gimana dengan nasib Rasya apa kamu yakin dia akan aman disamping Mama kandungnya yang sama sekali tidak perduli dengannya!"
"Semua orang tau keselamatan seorang anak yang paling aman adalah disamping Mamanya sendiri. Karena ketulusan dan kasih sayang yang diberikan seorang Mama melebihi nyawanya sendiri. Bahkan kadang disamping Papanya sendiri aku belumlah yakin apa aku bisa melindungi Rasya sepenuhnya jadi aku sudah mengambil jalanku aku lebih memilih menetap disini ketimbang aku harus menerima bantuan kamu tapi ujung-ujungnya kamu akan meminta imbalan besar nanti jadi aku tidak mau!"
"Baiklah jika itu memang sudah jadi pilihan kamu aku tidak masalah, kamu berhak untuk memilih apa yang menurut kamu tetap dan paling tepat dijalan kamu. Tapi untuk perkataan kamu yang mengatakan Rasya akan aman disamping Mamanya aku tidaklah yakin, aku beberapa hari lalu tak sengaja bertemu dengannya.
"Kamu punya bukti apa bisa berkata seperti itu?"
"Aku memang tidak punya bukti yang jelas, tapi aku rasa dengan rekaman audio ini kamu akan tau dan dengar seperti apa air mata yang dihasilkan oleh Putra kamu?"
Mengarahkan ponselnya dihadapan Bagas, Bintang kemudian menyalakannya, mendengar sendiri suara Rasya nampak memohon pada Mamanya tapi hasilnya apa yang dilakukan Rasya tak kunjung membuahkan hasil.
"Mama kita mau kemana apa kita akan menjenguk Ayah? Dimana ayah Ma dimana Ayah sekarang?"
"Rasya kamu itu bisa gak sih sekali aja jangan cari-cari Ayah kamu itu, dia sudah tidak akan bersama dengan kita jadi kamu harus usahakan untuk menurut sama Mama apa kamu paham?"
"Mama kenapa jadi marah sama Rasya? Rasya hanya bertanya dimana Ayah kemana Mama marah
__ADS_1
"Diam! Jika sekali lagi kamu berani menangis mau merengek lagi kamu akan tau akibatnya nanti diam-lah!"
"Aku ingin mencari Ayah aku ingin mencarinya aku ingin bertemu dengan Ayah Rasya ingin bersama dengan ayah Ma!"
"Diam!"
Tak tahan mendengar akan ocehan yang dilakukan Putranya hinga membuatnya tega mendorong Rasya hinga tubuhnya pun tersungkur ke aspal.
"Aw,"rintih Rasya yang melihat sikunya terluka akibat tergores aspal.
" Kamu sungguh-sungguh ingin buat darah tinggi Mama naik jadi tadi anggap saja itu hukuman dari Mama paham kamu!"
"Mama jahat! Mama jahat!"suara tangisannya terdengar tersedu-sedu dengan mengusap air matanya sendiri Rasya nampak tak berani melawan dan hanya bisa pasrah akan keadaannya.
Mendengar langsung suara tangisan yang dihasilkan Putranya sendiri, tangan Bagas seketika mengepal, ingin marah dan meluapkan amarahnya tapi dengan siapa ia bisa melampiaskannya.
"Kamu sudah mendengarnya langsung. Dan aku tau sebagai seorang Ayah kamu pasti tidak menginginkan semua ini terjadi, kamu terlalu lemah karena hanya diam ketika harga dirimu diinjak-injak oleh Istri dan juga sabahat kamu sendiri, tapi menurutku semua itu tidaklah penting dan tidak akan sebanding dengan banyaknya air mata yang akan Rasya alami nanti, usia Rasya masih cukup belia apa kamu mau mentalnya akan jatuh jika setiap harinya Mamanya memperlakukannya dengan kasar seperti ini?"
"Baiklah aku akan terima bantuan kamu. Aku bersedia menerima semua keinginan kamu tapi yang jelas sebelum kamu memintanya aku ingin kamu bebaskan aku terlebih dulu apa kamu bersedia?"
"Baiklah jika kamu sudah bersedia dengan tawaranku ini aku akan segera memberikan beberapa bukti ini. Atau lebih tepatnya jika cara itu masih belumlah mampu untuk membebaskan kamu, aku akan ambil jalur pintas dengan menyogok mereka dengan 1 miliar dana aku tidak masalah,"timpal Bintang yang beralih Bagas pun menatapnya dengan sekali lirikan.
BERSAMBUNG.
__ADS_1