ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
126 " Akhirnya terbongkar "


__ADS_3

"Seperti yang aku rencanakan, semuanya berjalan sesuai rencana kan?"


"Tuan memang licik, bahkan akting tuan tadi sungguh-sungguh membuat saya kagum bahkan saya tidak percaya tuan akan mampu berbahasa Korea hanya dalam waktu dua hari saja?"


"Sebenarnya bahasa saya tadi tidak terlalu benar, saya hanya menyambung beberapa ingatan kata yang ada didalam pikiranku aku rasa dia juga gak akan paham aku berbicara apa tadi?"


"Tapi intinya semuanya berjalan sesuai rencana terus sekarang apa yang ingin tuan lakukan dengan ponsel itu?"


"Saya sengaja membeli ponsel baru yang sangat mirip dengan ponsel miliknya dan sengaja merusaknya secara langsung karena aku sangat penasaran akan siapa sebenarnya Richard? Dengan mendapatkan ponselnya ini aku rasa akan tau siapa sebenarnya dia dan siapa saja orang yang sudah ia ajak bekerja sama dalam rencananya ini?"


"Baik Tuan apa sekarang tuan perlu bantuan saya?"


"Tidak perlu untuk kali ini biar aku saja yang menanganinya,"balasnya.


"Baik Tuan, ya sudah mari saya tingal dulu."

__ADS_1


"Baiklah,"balasnya.


Melihat ponsel yang sudah ada digenggaman tangannya, dirinya kemudian duduk disalah satu kursi sembari pandangannya ia fokuskan pada salah satu laptop yang sudah ada dihadapannya.


Mengeluarkan sim tadinya berada dalam ponsel itu, kini SIM sekaligus kartu memori sengaja ia pasangan pada laptop yang sudah sedia kala disiapkannya.


Mengecek secara teliti data dari ponsel, dirinya sama sekali tidak menemukan akan sesuatu yang ada didalam ponsel itu kecuali hanya ada foto barunya. Kemudian dirinya berbalik mengecek beberapa nomor kontak, dirinya dikejutkan dengan nama Sandra yang terpampang jelas didalam penyimpanan kontak tersebut.


"Sandra? Kenapa nama Sandra ada didalam ponsel milik Richard ini? Apa Richard menyimpannya karena beberapa waktu mereka sempat kenal tapi kenapa disini ada dua nomor? Alangkah baiknya aku coba satu persatu nomornya saja."


"Iya Erlangga ada apa? Apa kamu butuh bantuan lagi padaku?"balas balas Sandra yang spontan Tristan terbungkam akan balasan tersebut.


"Suara ini? Ini beneran suara Sandra jadi benar jika selama ini Sandra sudah banyak membantu Erlangga?"


"Hey Erlangga ada apa dengan kamu ini? Apa kamu marah karena selama ini aku tidak pernah menghubungimu?"balasnya tapi tak ada sambungan balasan dari si penelepon.

__ADS_1


Tak tahan dengan semua pengkhianatan ini, Tristan yang sudah dipenuhi dengan amarah dan emosinya yang seketika menguasai dirinya, ia seketika langsung membanting ponsel yang sedari tadi berada digenggaman-nya, memberikan satu dugeman pada tembok untuk meluapkan amarahnya, satu dugeman lagi hampir ia layangkan kembali tapi belum mampu ia memberikan satu dugeman tersebut, Andra terlebih dulu mencegah dan menahan amarah Tristan untuk jangan menyakiti dirinya sendiri hanya untuk meluapkan amarahnya.


"Tuan! Apa yang tuan lakukan kenapa tuan malah menyakiti diri tuan sendiri hentikan! Hentikan tuan!"


Seperti api yang sangat membara dan melahap semua apa yang ada dihadapannya, amarah Tristan tidak bisa dikendalikan, ia terus saja merusak barang-barang yang ada dihadapannya bahkan tangannya beberapa kali menonjok tembok hinga darah tak henti-hentinya mengalir.


Andra yang melihat sendiri akan tindakannya, dirinya berusaha keras menyadarkan dan mendinginkan isi kepalanya. Tapi usaha apa yang dirinya lakukan tidak kunjung membuahkan hasil, hinga Andra yang merasa ikut emosi ia memukul Tristan yang seketika membuat amarahnya mereda.


"Tuan sadarlah! Apa tuan pikir cara yang tuan pakai saat ini benar untuk tuan lakukan! Apa segila ini tuan sampai rela melukai tangan taun sendiri hanya untuk meluapkan amarah tuan pada Wanita seperti dia! Apa dengan seperti ini cara tuan meluapkan semua ini apa seperti ini caranya?"


"Kamu gampang hanya tingal ngomong, tapi aku!"ucapnya tak kuasa untuk berkata sepatah kata lagi, yang hanya bisa dia lakukan, dia hanya bisa melupakan amarah sekaligus penyesalan yang mungkin sudah sangatlah fatal untuk bisa dia perbaiki.


"Saya tau tuan! Saya tau apa yang tuan lakukan mungkin sudah membuat anda sangat menyesal dengan semua ini, tapi dengan cara menyakiti diri sendiri itu tidaklah benar,jika tuan ingin semuanya adil maka tuan harus bikin Wanita bernama Sandra itu menerima semuanya dia harus menerima semuanya tuan paham kan apa maksudku!"ucapnya dengan memberikan isyarat padanya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2