ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( 46 " Sama-sama menjalankan misi ")


__ADS_3

BEBERAPA BULAN KEMUDIAN


📞"Gimana tugas yang saya berikan apa kamu berhasil menjalankannya dengan sempurna?"tanya salah seorang wanita yang tak lain ialah Revi yang dirinya tersambung dalam sambungan telefon.


📞"Kamu tenang saja aku sudah berhasil menjalankan perintah yang kamu berikan dengan sangat sempurna. Dan aku yakin Suami kamu akan percaya dengan rencana yang kita rencanakan ini," sambungnya dengan senyum sinisnya.


📞"Rencana sangat bagus aku suka kerjamu sayang. Kamu memang pria andalan ku,"balas Revi.


📞"Kali ini kamu melakukannya dengan sangat licik dan cerdik jadi gak sia-sia kita melakukan kerja sama ini," sambung Alex lagi.


📞"Oh iya rencana satu berhasil kita jalankan sesuai rencana. Dan rencana kedua apa kamu sudah siap menjalankannya mumpung kita masih punya banyak waktu?"tanya Revi.


📞"Baiklah aku siap menjalankannya kapan kita siap melancarkan aksi ini?" tanya Alex dengan pandangannya yang tak henti-hentinya memandang Revi.


📞"Secepatnya akan lebih baik," balas Revi dengan membalas senyumannya.


"Memang apa yang kamu katakan memanglah benar jika aku memang wanita licik yang selama ini kamu temui? Bahkan sangking liciknya kamu pun tidak tau jika selama ini aku juga hanya menjadikan kamu sebagai pelampiasan, setelah apa yang aku inginkan sudah aku dapatkan mungkin nasib kamu tidak jauh berbeda dengan apa yang di Bagas?"batinnya dengan menunjukkan senyum sinisnya.


📞"Oh iya aku tidak bisa berlama-lama telefonan seperti ini, aku sekarang akan pura-pura akan keluar kamu siap-siap suruh orang yang seakan-akan menculik-ku paham kan!"


📞" Baiklah aku sudah menyiapkan seseorang itu jadi kamu bersiaplah! Segera keluar dari dalam rumah itu karena kita tidak cukup banyak waktu paham!"


📞" Baiklah aku akan segera keluar sekarang!"


"Bik aku lupa kalau hari ini aku ada janji sama temen jadi mungkin nanti agak kesorean ya aku pulangnya?"


"Iya nyonya, kabari tuan jika nanti Nyonya sudah sampai, takutnya tuan akan cemas!"


"Baiklah aku akan mengabarinya nanti!"balas Revi, setelah berpamitan dirinya kemudian keluar dari kediamannya, melihat mobil hitam yang mulai mendekat kearahnya dirinya melambaikan tangannya seolah-olah memberikan kode pada seseorang itu.


"Pak antarkan aku ke jalan permata ya?"


"Baik,"balas seseorang itu sembari menundukkan kepalanya.


"Aku sudah berhasil masuk, kini saatnya aku berpura-pura menghubungi Bagas agar dirinya tau kalau saat ini aku sedang diculik?"batinnya dengan senyum sinis yang ia tunjukkan.


📞" Hai sayang kamu apa kabar?"

__ADS_1


📞" Sayang tumben pagi-pagi gini kamu sudah menelfon ku ada apa? Apa kamu sudah merasa kangen pada Suami tercinta kamu ini?"


📞" Astaga suami ku ini tau aja kalau aku lagi kangen, oh iya aku hanya ingin memberitahu mu kalau aku dalam perjalanan menuju ketempat pertemuan dengan temanku jadi mungkin nanti sore aku baru pulang kamu bisa kan menjemput-ku nanti sore?"


📞" Astaga aku kira apa, soal menjemput kamu pastinya aku akan menjemputmu tepat waktu nanti, kabari aku kalau kamu sudah selesai jadi biar kamu tidak terlalu lama menunggunya?"


📞" Baiklah aku akan memberikan kabar selanjutnya nanti, maaf pak kenapa Arahnya kesini?"timpal Revi berbicara pada sang supir.


📞" Sayang ada apa?"


📞" Tidak ada apa-apa sayang, ini aku hanya terkejut karena pak supir berbelok dari arah yang aku minta?"


📞" Sekarang dimana posisi kamu?"


📞" Aku ... Aku ...


Belum juga Revi membalas akan ucapan yang dikatakan Bagas, sambungan teleponnya tiba-tiba mati, Bagas yang merasa panik ia yang berniat akan pergi langkahnya terhenti setelah Andra dan juga Bintang yang tiba-tiba datang.


"Bagas ada apa kenapa kamu agak gugup apa kamu ada masalah?"tanya Andra.


"Bagas tunggu!"


"Kamu tau apa yang sebenarnya terjadi padanya? Kemaren dia hanya melamun dan melamun tapi sekarang kamu lihat kan perubahannya seperti apa?"


"Entahlah nyonya saya sendiri juga tidak apa yang sebenarnya terjadi pada Pria itu?"balas Andra.


\*\*\*\* \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\*\*\*\*


"Alex apa yang kamu lakukan Kenapa kamu menculik ku seperti ini lepaskan aku! Lepaskan aku!" tanya Revi yang begitu terkejut menyadari jika dirinya telah terikat diatas kursi.


"Harusnya aku yang bertanya padamu. Apa yang kamu lakukan kenapa kamu menggabaikanku bahkan lebih parahnya lagi kamu sama sekali tidak mau mengangkat telfon dariku. Apa kamu sedang berencana untuk menghindari ku? Tapi masalah itu bukanlah yang ingin aku bahas sekarang, tapi yang ingin aku tanyakan langsung ke kamu, siapa ayah dari anak yang kamu kandung saat ini. Apa benar jika anak yang ada dikandunganmu ini bukanlah anakku?"tanya Alex yang spontan membuat Revi pun terkejut dengan pertanyaannya itu.


"Kenapa kamu masih bertanya juga, jika pada kenyataanya kamu sendiri sudah menggetahuinya. Iya yang kamu katakan memanglah benar, jika anak yang aku kandung ini bukanlah anak kamu tapi lebih tepatnya ini adalah darah daging Bagas!"balas Revi yang spontan membuat Alex yang terkejut, ia pun mengebrak kerja sebagai pelampiasan amarahnya.


"Tega sekali kamu mengkhianati ku seperti ini! Apa kamu sadar dengan siapa kamu berhadapan sekarang, Alex adalah tipe orang yang paling tidak suka yang namanya penghianatan. Selama ini kamu berjanji jika kamu tidak akan pernah mencintainya, tapi apa, apa yang kamu lakukan sekarang, kenapa kamu dengan beraninya menghianatiku sampai-sampai memiliki seorang anak darinya. Apa kamu sadar resiko apa yang akan terjadi jika ada seseorang yang berani mengkhianati-ku? Kalian cepat ikat dia dan masukkan dia kedalam mobil karena saya inggin memberi perhitungan kepadanya,"perintah dari Alex yang kemudian anak buahnya pun bergegas menghampirinya.


"Apa yang inggin kamu lakukan Alex. Apa yang ingin kamu lakukan, apa kamu inggin membunuhku?"tanya Revi dengan raut wajah yang terlihat ketakutan.

__ADS_1


"Tidak, kamu tenang saja biar pun aku marah karena aku tahu kamu telah menghianatiku. Aku tidak akan berbuat senekat itu. Dan yang inggin aku lakukan, aku inggin mengh*bisi anak itu dari muka bumi ini, atau lebih tepatnya lagi aku inggin menggugurkan anak itu!"balas Alex dengan tertawa sinisnya kearah Revi.


"Apa kamu sudah gila, tidak aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk melakukan ini, mau pun membun*uh anak ini, tidak aku tidak akan pernah membiarkan itu!"tegas Revi dengan menunjukkan raut wajah tegangnya.


"Kenapa kamu tidak mau melakukan itu, bukannya kamu telah berjanji jika kamu inggin hidup bersama denganku dan meninggalkan Bagas, tapi kenapa sekarang kamu secepat ini berubah pikiran kenapa?"


"Aku secepat ini berubah pikiran karena aku tahu anak ini sangatlah bearti bagiku. Apalagi dengan kehadiran anak ini aku bisa menebus semua penghianatan yang pernah aku lakukan pada Bagas. Alex maafkan aku..maafkan aku jika aku telah berani menghianataimu seperti ini, maafkan aku. Jika dulu aku berfikir aku inggin meningalkannya, tapi aku rasa semua itu tidak akan pernah terjadi mau pun tidak akan pernah pernah aku lakukan. Karena aku sudah terlanjur mencintainya. Dan aku inggin hidup bersama dengannya mulai saat ini, maafkan aku...maafkan aku jika aku lebih memilihnya ketimbang dirimu maafkan aku!"


Plak..


"Ini adalah balasan karena kamu sudah berani mengkhianati-ku. Dan itu adalah balasan karena kamu sudah mengkhianati ku!"tegas Alex dengan sengaja ia pun memberikan satu tamparan pada Revi yang tepat menggenai pipinya.


"Kenapa kamu menamparku. Apa kamu lupa kamu sendiri yang berjanji kalau kamu tidak akan pernah melukaiku tapi apa yang kamu lakukan sekarang, kenapa kamu memukulku. Sekarang aku sadar jika Bagas lah orang yang paling peduli dan pengertian padaku bahkan selama dua tahun kita menikah dia tidak pernah sekali menamparku. Bahkan menggetahui jika aku telah menghianatinya dia juga tidak sampai menamparku, tapi kamu-kamu telah membuktikan siapa diri kamu Alex dan sekarang aku sadar jika orang sepertimu memang tidak pantas untukku, jadi lepaskan aku! Lepaskan aku..aku inggin keluar dari sini lepaskan aku!"tegas Revi dengan berusaha untuk melakukan pemberontakan akan tetapi semua usaha itu pun sia-sia saja.


"Kalian, kalian tunggu apa lagi cepat bawa dia sekarang, cepat!" perintah Alex yang kemudian dua anak buah Alex pun mulai membawanya dengan cara paksa dan kasar.


"Baik Tuan!"


"Tidak, lepaskan aku! Lepaskan aku...kamu tidak bisa berbuat jahat seperti ini kepadaku lepaskan aku!"teriak Revi dengan sesekali ia pun memberontak.


Baru aja anak buahnya Alex akan memaksa revi untuk memasukki Mobil hitam itu, Bagas yang sudah sedari tadi memperhatikannya dari jarak jauh tak lama ia pun bergegas turun dan menembakkan peluru kearah dua anak buah Alex tersebut.


Tergeletak dalam keadaan bersimbah darah, Alex yang melihatnya langsung dengan kedua bola matanya sendiri, pandangannya pun seketika teralihkan pada seseorang yang perlahan-lahan mulai menghampirinya.


"Bagas berani sekali kamu datang dan mengginjakkan kakimu di Markasku. Apa kamu sadar dengan kamu datang sendiri kesini, itu sama aja dengan kamu menyerahkan nyawa kamu sendiri kepadaku?" tegas Alex, Bagas yang mendengarnya dirinya hanya menunjukkan senyum tipisnya.


Mendengar perkataan demi perkataan yang diucapkan Alex, yang Bagas lakukan saat ini hanyalah menunjukkan senyumman sinisnya kearah Alex . Bahkan tidak terdengar satu kalimat pun yang keluar dari mulutnya. Melihat hal ini Alex yang sedari melihatnya dengan tatapan tajam ia pun langsung berkata.


"Heyy apa kamu sudah budek sekarang. Apa kamu tidak bisa ngomong?"


"Sayang kemari lah!"ucap Bagas yang kemudian dengan bergegas Sandra pun menghampiri Bagas dan menggenggam tangannya.


"Apa kamu tidak apa-apa?"tanya Bagas yang spontan membuat Revi langsung memeluknya.


"Ti ... Tidak, aku tidak apa-apa,"balas Revi yang kemudian ia tambah mempererat genggamannya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2