ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
27 " Siapakah Rico "


__ADS_3

Keesokan harinya Bintang yang habis bangun tidur, dirinya yang hendak akan mandi tangannya mendapatkan tarikan kasar setelah Tristan yang memaksa dirinya untuk ikut padanya.


"Ayo ikut aku!"ajaknya yang langsung menarik tangan Bintang dengan kasar.


"Ada apa kamu mau bawa aku kemana?"tanya Bintang dengan tegas.


"Apa kamu masih berani membantahku lagi?"tanyanya berbalik bersikap tegas padanya.


"Ayo ikut aku!"ajaknya yang tanpa berkata Bintang segera mengikutinya.


"Itu Tristan mau bawa Bintang kemana? Mereka gak lagi mau berkencan kan?"tanya Mamanya dengan wajah terheran.


"Mama tenang lagi Tristan gak akan melakukan semua itu kok, dia hanya melakukan apa yang aku perintahkan, nanti kalau mereka kembali Mama juga akan tau apa alasannya,"balas Sandra dengan senyum lepasnya.


"Maksud kamu apa sayang Mama tidak mengerti?"tanyanya.


"Sudahlah Ma, nanti Mama juga akan tau Mama cukup diam dan lihat hasilnya nanti,"balasnya.


"Baiklah Mama akan menunggu kepulangan Tristan, jujur Mama sekali tidak paham!"ucapnya yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Setelah memasukannya kedalam mobil, entah kemana Tristan akan membawanya pergi apa dia akan membawanya kedalam suatu tempat yang Sandra rencanakan, atau dia hanya berpura-pura ingin menyakitinya secara kasar.

__ADS_1


Berada dalam satu mobil yang sama tidak terdengar akan suara atau pun sahutan yang dilakukan diantara keduanya.


"Sekarang aku tanya kemana kamu akan membawaku ayo jawab!"


"Astaga apa kamu udah gila. Apa kamu ingin membuat kita kecelakaan!" bentaknya Tristan yang seketika membuat Bintang terdiam.


"Kamu? Sekali lagi kamu bicara maka aku sendiri yang akan mengikat mulutmu jadi diam-lah apa kamu mengerti," bentaknya lagi yang membuat Bintang berhenti terucap.


Awal perjalanan yang tadinya biasa saja, kini dalam hitungan menit pandangan Tristan teralihkan pada salah satu ponselnya yang tiba-tiba berdering.


"Siapa yang menelfon-mu?" tanya Bintang akan tetapi tidak ada balasan yang dilontarkan pria disampingnya.


"Iya ada apa?"


"Apa keputusan kita telah anda setujui? Saya sudah sedari datang ketempat yang tadi anda berikan," balas pria dalam telfon.


"Baiklah tunggu 10 menit lagi aku akan sampai ketempat pertemuan kita," balasnya kemudian ia mematikan telfonnya.


"Anda belum menjawab pertanyaan-ku siapa yang anda telfon barusan?" tanya Bintang dan lagi-lagi Tristan hanya menatapnya dengan tatapan sinisnya.


"Apa yang sebenarnya direncakan olehnya kenapa dia kelihatan sedang merencanakan sesuatu?" batin Bintang yang merasa panik.

__ADS_1


"Turunkan aku!" perintahnya akan tetapi tidak digubris olehnya.


"Aku bilang turunkan aku!" gertaknya yang kemudian Tristan hilang kendali dan memperhentikkan laju kendaraannya.


Menatap tajam kearah Bintang. Dan mencengkram rahang Bintang dengan kasar membuat Bintang terdiam tak berkutik.


"Sekali lagi kamu berkata maka jangan salahkan aku kalau aku akan bertindak lebih kasar dari ini apa kamu mengerti?" gertaknya yang membuat pandangan Bintang terhenti terucap.


Mematuhi apa perintah yang ditujukan Tristan, cengkraman tangan kasar Tristan yang dilakukan pada Bintang ia hanya bisa terdiam terus mengikut langkah dari Pria dihadapannya saat ini.


Masuk kedalam salah satu restoran, keduanya akhirnya duduk disalah satu kursi pengunjung bersanding dengan satu Pria yang sudah menunggunya sejak sedari tadi.


"Maaf Tuan Reno kami telat datang kesini kebetulan tadi ada kemacetan jadi butuh kesabaran untuk bisa keluar dari sana tadi,"balas Tristan dengan menjabat tangannya.


"iya tidak apa-apa Tuan Tristan melihat kehadiran anda kesini itu sudah membuat kami senang," balas pria itu yang kemudian pandangannya beralih menatap kearah Bintang yang berdiri disamping Tristan.


"Oh iya apa Wanita disamping kamu ini apa dia istrimu? Serasa aku pernah bertemu dengannya?" tanya si pria yang sedari tadi memandang kearah Bintang dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan tatapan cerdiknya.


"Untung saja tadi aku tidak memberikan dia waktu untuk berdandan, jadi aku bisa gunakan situasi itu untuk menjebaknya?"batin Tristan dengan senyum sinisnya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2