
Seseorang yang tak lain adalah Tristan, ia melihat mata Bintang yang memerah, dirinya lantas berusaha untuk meraih dan memberikan satu usapannya. Tapi tangan mungilnya menepis tangannya.
"Kamu tidak perlu membantuku untuk mengusap air mata ini karena aku masih mampu untuk melakukannya!"ucapnya yang akan pergi, tapi dengan sigap Tristan menarik tangan Bintang dan tidak memberikannya kesempatan untuk dirinya agar pergi dari hadapannya.
"Aku belum selesai ngomong jadi jangan pergi dulu sebelum aku menyuruhmu!"
"Apa yang ingin kamu katakan ayo!"
"Apa yang sebenarnya terjadi kenapa Mama bisa sampai tergigit ular kobra? Dan kenapa itu bisa sampai terjadi sedangkan di-rumah celah-celah selalu tertutup bahkan kediaman yang kita huni bukanlah hutan yang menjadi tempat bersarangnya?"
"Jika kamu pintar dan tidak bodoh harusnya kamu cari tau tentang asal usul datangnya ular itu? Ular tidak akan datang jika tidak ada seseorang yang membawanya jadi jika kamu pandai cari tau kebenarannya, uang bisa kamu dapat dan bisa kamu gapai tapi apa kamu mau kehilangan Mama kamu hanya gara-gara masalah seperti ini?"ucapnya yang hanya beberapa ucapan, menghempaskan tangan Tristan darinya berlalu ia pun pergi tanpa memperdulikan Tristan yang masih terlihat bingung akan ucapannya.
"Apa yang sebenarnya maksud yang barusan ia ucapkan? Sudahlah alangkah baiknya aku melihat kondisi Mama dulu,"balasnya segera ia pun pergi.
Masuk kedalam ruangan dan melihat Mamanya yang masih terbaring diatas ranjang, dirinya langsung menggenggam tangan Mamanya.
__ADS_1
"Mama? Mama gak papa kan? Mama tidak merasakan sakit lagi kan?"
"Iya Alhamdulillah sayang, Alhamdulillah kondisi Mama sudah lumayan membaik tidak sesakit seperti tadi. Dan semua ini berkat Bintang jika bukan karena dia Mama tidak tau apa yang terjadi?"
"Sebenarnya awal mula seperti apa kejadian Ma? Kenapa bisa ada ular kobra disana?"
"Itulah yang membuat Mama juga bertanya-tanya sayang, ular sebesar itu tidak mungkin datang dengan sendirinya tanpa adanya seseorang yang membawanya jadi kamu harus cari tahu? Kamu harus cari tau!"
"Iya Ma Tristan akan cari tau tentang semua ini Mama tenang saja, ya sudah Mama butuh istirahat jadi beristirahatlah!"
"Entah kenapa aku sampai sekarang masih bingung dengan semua ini! Ular kobra apalagi sebesar itu apa mungkin masuk kedalam rumah tanpa ada seorang yang mengetahuinya aku harus periksa di cctv mungkin disana aku bisa apa yang sebenarnya terjadi?"batinnya berlalu ia pun membuka layar ponselnya.
Melihat satu persatu rekaman CCTV yang ia pasang diberbagai sudut ruangannya. Nampak satu persatu CCTV yang ia pajang tidak menunjukkan akan tanda-tanda seseorang yang mencurigakan. Tak lama pandangannya teralihkan pada salah satu rekaman dimana Sandra menunjukkan dirinya membawa satu buah karung putih yang entah apa isi dari dalam karung itu. Dirinya yang masuk kedalam kamar Bintang.
"Sandra? Apa yang dia bawa? Dan Kenapa dia malah masuk ke-kamar Bintang aku harus melihatnya sekarang?"gumamnya berlanjut ia pun melihat rekaman CCTV pada kamar Bintang.
__ADS_1
Mendapati Sandra yang menaruh karung itu dibawah ranjang tempat tempat tidur Bintang. Dan beberapa menit kemudian setelah Bintang yang Sandra yang keluar, Bintang yang kemudian masuk dan keluar lagi, ia melihat sesosok panjang yang bergerak pelan keluar dari kamar Bintang.
Amarahnya seketika keluar. Bahkan wajah emosinya tidak terkendali lagi setelah melihat fakta sebenarnya siapa seseorang yang menjadi dalang dibalik semua ini.
Mengeluarkan ponsel yang ada didalam sakunya, ia menekan satu nomor tak lama sambungan telefon pun tersambung.
📞 " Iya Tuan ada apa?"
📞" Aku ingin kamu ambilkan surat gugatan cerai yang aku taruh didalam laci disebelah meja kerjaku. Dan aku ingin dalam kurang 30 menit kamu harus ada disini dengan membawa surat gugatan itu paham kan!"
📞"Surat gugatan cerai? Surat gugatan cerai untuk siapa Tuan? Istri Tuan yang mana yang ingin tuan ceraikan?"
📞"Apa kamu masih ingin membangkang lagi? Cepat kamu bawa surat ini cepat!"
📞" Baik Tuan saya akan mengambilnya dan tidak butuh waktu yang lama aku akan sampai ditempat Tuan!"ucapnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.