ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
133 " Apakah yang akan terjadi selanjutnya"


__ADS_3

Ketika salah satu dari penjahat itu menodongkan senjatanya kearah Bintang, beberapa personil kepolisian sudah mengepung tempat Bintang dimana ia disekap dan disiksa disini. Pengintaian pun dilakukan Polisi untuk mengetahui kondisi didalam gudang.


Melihat penjahat itu yang sudah menodongkan senjata kearah Bintang. Tiba tiba sebuah pukulan yang amat dahsyat mendarat di kepalanya membuat tubuh penjahat itu sampai terpental sejauh beberapa meter.


" Dasar bajingan berani sekali anda ingin membunuh Wanitaku."gertak Tristan sembari memberikan pukulan tanpa henti-hentinya.


Beberapa personil kepolisian sudah membereskan ketiga anak buah Erlangga yang berjaga diluar. Setelah membereskan anak buah Erlangga pihak kepolisian langsung meringkusnya dengan membekuk kedua tangan penjahat dari belakang.


Bintang yang sudah lemas akibat sekapan yang dia lakukan penjahat tadi , sekaligus penyakit yang ia derita yang tiba-tiba menyerangnya membuatnya jatuh pingsan, Tristan yang melihat ia langsung menggendong tubuh Bintang dan membawanya kedalam mobil untuk dibawa ke-rumah sakit terdekat.


" Bintang bangun! Bintang bangunlah, maafin aku... maafkan aku...," gumamnya sembari memberi kecupan di kening Bintang. Tristan berkali kali membangunkannya tapi Bintang tidak kunjung sadar juga.

__ADS_1


" Pak cepat dikit,"pinta Tristan kepada sopir yang mengendarai mobil yang mereka tumpangi.


"Baik Tuan," balas sang supir yang kemudian laju kendaraannya pun dipercepat.


Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit lamanya mereka pun tiba di Rumah sakit terdekat dari tempat Bintang disekap. "


Melihat Tristan yang menggendong Bintang dengan terburu. Dokter sekaligus Suster yang kebetulan melihatnya bergegas mereka pun mengambilkan brangkar untuk ditempati pasien.


Ketika Bintang di bawa keruang UGD, terlihat dari ekpresi wajahnya yang terlihat sangat khawatir seolah olah ia takut akan kehilangannya. Dokter dan Suster pun lantas memeriksa keadaannya.


Rasa cemas dan ketakutannya yang tiba-tiba menyerangnya secara bersamaan, bahkan tidak terlihat jika ia sesekali duduk di kursi untuk menenangkan dirinya agar lebih tenang. Ia terus berjalan bolak-balik menunggu akan keputusan dari Dokter yang sedang memeriksa orang yang ia sayangi. Hinga kemudian datanglah seseorang yang membuatnya terkejut.

__ADS_1


"Tuan. Ada apa siapa yang terluka apa Nyonya Bintang yang sedang terluka?" tanya seseorang itu yang tak lain Andra, lantaran masih panik, Tristan yang sedang diajak berbicara sama sekali tidak menggubrisnya.


"Tuan belum membalas pertanyaan saya. Siapa yang terluka Tuan siapa dia? Apa dia benar-benar Nyonya Bintang?"


"Iya yang berada didalam sana dia beneran Bintang. Dan Erlangga lah orang dibalik kekacauan semua ini, dari awal aku sudah menduga pasti dia orangnya tapi bodohnya aku tidak bertindak dengan cepat dan akhirnya membuat Bintang jadi celaka jadi semua ini salah aku..salah aku..."


"Tuan tidak bisa menyalahkan diri Tuan seperti ini. Semua ini sudah takdir dari yang maha kuasa jadi Tuan tidak bisa mengubah takdir yang sudah diatur pada yang diatas, jadi bersabarlah...bersabarlah.


"Makasih An..kamu memang bukan anggota keluargaku mau pun saudara kandungku. Tapi jujur bersamamu aku merasa mempunyai semangat dan tenaga untuk memperjuangkan seseorang yang benar-benar aku sayangi. Dan bertemu denganmu rasanya aku memiliki seorang Abang yang mampu menyemangati adiknya dikala susah dan dalam kepurukan terima kasih...terima kasih," ucapnya yang kemudian ia pun merangkul Asistennya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2