
MAAF IJIN PROMO KARYA BARU-KU YA MASIH SEPI
Melihat tatapan Vanno yang nampak serius, dan genggaman tangannya yang menggenggam ponsel milik Arabella dengan erat, ditambah lagi dengan posisi Vanno yang sendiri tanpa ada bodyguard yang menjaganya pandangannya, Arabella nampak tersenyum licik kearahnya dan perlahan-lahan ia melangkahkan kakinya menghampiri Vanno sehingga tatapan Vanno dibuat bingung dengan apa yang ingin dilakukannya.
Tanpa aba-aba atau pun mengucapkan satu kalimat pun padanya, Arabella dengan langsung Cepat sigap ia mencoba merebut ponsel dari genggaman tangan Vanno dengan sekuat tenaganya. Perebutan andara Vanno yang menahan ponsel itu agar tidak jatuh ditangan Arabella kembali, dan disisi lain Arabella yang terus memaksa Vanno untuk melepaskannya tapi cengkraman yang dilakukan Vanno semakin kuat untuk mempertahankan ponsel yang sudah ada digenggaman-nya hingga tak lama kedua wajah dan bibir manis yang sudah sangat berdekatan itu pun tidak sengaja bersentuhan, diantara keduanya yang tadinya nampak fokus pada ponsel genggamannya tak lama pandangan dan fokus mereka hilang setelah mereka sadar akan sentuhan kedua bibir mereka yang sama-sama bersentuhan dengan sangat jelas.
Arabella yang tidak menyangka dirinya langsung mendorong Vanno hinga tubuh Vanno pun tersungkur dari hadapannya. Sedangkan ponsel yang sedari tadi berada genggamannya pun seketika terlepas, sigap Arabella pun mengambilnya.
"Kamu! Kamu pasti sengaja kan ingin mencium-ku ayo katakan!"
"Apa maksudmu siapa yang sengaja mencium-!"tegas balik Vanno.
"Sudahlah aku ingin pergi dan ponsel ini terima kasih karena kamu sudah mau melepaskannya!"ucapnya yang segera ia bangkit dari tempat ia berdiri, sedangkan Vanno yang tidak percaya dengan apa yang barusan ia lakukan tadi, sesekali ia memegang bibirnya sendiri.
__ADS_1
"Gila! Apa yang barusan aku lakukan tadi kenapa bisa-bisanya aku malah menciumnya gila! Kamu sangatlah gila Vanno!"ucapnya yang kemudian ia segera pergi juga dari tempat ia berdiri tadi.
Dan tanpa mereka sadari keduanya yang tak sadar telah ada seseorang yang telah menguping pembicaraan mereka. Bahkan genggaman yang ditunjukkan telah membuktikan jika seseorang itu terlihat sangatlah marah dengan apa yang barusan ia lihat barusan
Berjalan sembari ngoceh-ngoceh tidak jelas tidak membuatnya malu ketika tatapan semua orang berbalik menatapnya dengan tatapan sinis. Tak lama langkahnya seketika terhenti setelah adanya seseorang yang tiba-tiba mendorongnya dengan kasar yang membuatnya tersungkur.
"Netta apa yang kamu lakukan kenapa kamu mendorongku?"
"Katakan apa mau kamu? Apa kamu sengaja ingin merebut Vanno dariku bahkan kecupan tadi kamu sengaja kan menggodanya sampai-sampai membuatnya mencium-mu tadi?"
"Netta kamu salah apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu lihat. Aku sama sekali tidak ada niatan untuk merebutnya dari kamu? Tadi semua itu hanya salah paham aku sama sekali tidak ada niat kamu harus percaya aku tidak setega itu untuk menikung-mu percayalah!"
"Kita tau apa yang harus kita lakukan jadi diam-lah!"ucapnya yang langsung memegang kedua tangan Arabella dengan kasar.
"Netta apa yang ingin kamu lakukan apa maksud kamu lepaskan aku! Lepaskan aku!"
__ADS_1
"Lepaskan kamu bilang! Baiklah aku akan melepaskan kamu sebelum aku tau apa isi dari kalung jelek yang kamu kenakan ini? Selama ini aku cukup penasaran dengan kalung apa yang kamu gunakan ini karena menurutku kalung ini sangatlah penting bagimu. Bahkan Papa sendiri yang tidak mengijinkan-ku untuk menyentuhnya dengan alasan yang tidak masuk akal. Dan sekarang? Aku akan menantang larangan dari Papa dan aku akan melihat apa isi dari kalung jelek ini Indah,"ucapnya dengan memangil Indah
"Iya ada apa?"tanya Indah.
"Ambilkan gunting!"
"Baiklah ini!"
Langkah Netta semakin dekat, dirinya yang sudah siaga dengan gunting ditangannya ia bergegas memotong tali hitam yang menyatu pada kalung yang dikenakan oleh Arabella. Dan setelah tali itu terputus kalung indah yang tadinya terlingkar dileher Arabella, kini kalung itu sudah terputus menjadi dua bagian. Netta yang merasa puas ia berlalu pergi setelah merasa puas jika apa yang dia inginkan sudahlah terjadi.
Angin dan awan yang tadinya sangat cerah tanpa adanya awan mendung yang berselimut terang menyelimuti langit biru. Kini awan indah ini seketika berubah menjadi awan mendung yang entah darimana datangnya, ditambah lagi dengan angin kencang yang tiba-tiba datang disaat tanpa ada yang hujan telah membuat kepanikan mereka yang sadar akan situasi ini menjadi sedikit mencekam dan cemas.
"Ini ada apa kenapa anginnya sangatlah kencang apa akan ada bencana yang datang?"
"Sudahlah kita masuk dan kamu? Ini hanya permulaan jika kamu sampai berani menggodanya lagi maka jangan salahkan aku kalau aku akan bertindak lebih kasar dari ini paham kan apa maksud-ku!"tegas Netta yang hanya membuat Arabella terdiam, memungut kalung yang berserakan dilantai membuatnya sedikit tidak tenang bukan karena ancaman yang Netta berikan, tapi ketakutan yang ia tunjukkan mengingat akan larangan Papanya yang menyuruhnya untuk jangan sampai melepaskannya.
__ADS_1
"Kalung ini sudahlah rusak kira-kira apa yang akan terjadi nanti apa Papa akan marah sama Arabella?"batinnya dengan pikirannya yang selalu kemana-mana.
SEKEDAR CUPLIKAN