
Bahkan wajahnya yang tadinya baik-baik saja berubah menjadi sangatlah pucat setelah dia mencoba menahan rasa sakit yang sedari tadi ia tahan.
Pandangan mata juga mulai rabun, rasanya sudah tidak sanggup untuk mengucapkan sepatah kata pun lagi, melihat Bintang yang sedari tadi terdiam dan orang-orang yang melihatnya tambah semakin panik.
Melihat Bintang yang sedari tadi terdiam, Andara mau pun orang-orang yang lainnya pun terkejut setelah melihat kondisi Bintang yang mulai drop.
Lantaran tak mampu menahan dirinya, yang akhirnya membuat Bintang pun terjatuh dipangkuan Andara. Melihat hal ini tidak ada kata lain yang bisa diucapkan oleh Andara terkecuali dia hanya bisa menangis.
"Kakak harus kuat ini demi aku, aku mohon kakak harus kuat! Kakak harus kuat!"ucap Andara mencoba menahan tangisannya.
"Nyonya harus kuat, nyonya harus kuat menahan rasa sakit ini jangan buat kita harus kehilangan seseorang seperti nyonya, nyonya harus kuat saya yakin nyonya pasti kuat!"ucap Andra dengan menahan cengkraman tangan Bintang yang sedari tadi mencengkeramnya.
"Aku tau ramuan itu pasti ada hasilnya aku yakin kakak pasti kuat! Aku mohon bertahanlah, aku mohon bertahanlah aku mohon!"ucap Andara yang memberikan dukungannya dengan mencengkram pergelangan tangan kanan Bintang.
Rasa sakit yang semakin tidak tertahan telah ia rasa, dengan berusaha ia mendekap dan terus mendekap tubuhnya yang seketika mati rasa bahkan tenaga berbicara yang sedari tadi ia keluarkan untuk bertahan.
Pelan-pelan tubuh Bintang akhirnya merosot kebawah dan pelukan yang ia lakukan perlahan-lahan mulai terlepas kebawah.
Kedua mata yang tadinya terbuka dengan lebar, kini dalam hitungan detik pejaman mata itu mulai kusut. Meringis kesakitan dilantai dengan banyak darah akibat batuk yang tiba-tiba menyerang yang keluar hinga mengotori lantai ruangan ini.
__ADS_1
Tak membiarkan waktu terbuang sia-sia, bergegas Andra mau pun Andara dengan segera langsung melarikan ke-Rumah sakit terdekat.
___________________________________
"Gimana Dok dengan kondisi Kakak saya dia masih hidup kan? Detak jantungnya masih berdetak jadi dia belum meninggal kan Dok?"tanya Andara dengan wajah kecemasannya.
"Kakak anda sampai saat ini dia masih hidup, hanya saja ...
"Hanya saja apa Dok cepat kasih tau saya apa yang terjadi?"
"Kakak anda mengalami koma, pihak Rumah sakit sudah tidak bisa menanganinya berbagai upaya cara sudah kita lakukan mulai dari kemoterapi sampai berbagai jenis penangangan yang lain, tapi kalian lihat semuanya gak ada hasil jadi kami putuskan untuk berhenti kami sudah tidak sanggup."
"Kemungkinan sangatlah tipis baginya untuk bertahan hidup, apalagi melihat penjalaran yang semakin cepat membuat saya sangatlah yakin jika tidak akan lama Kakak anda akan kembali pada sang pencipta jadi sebagai seorang Dokter saya hanya mampu menyemangati anda bersemangat lah, jika anda sudah memutuskannya untuk tetap bertahan dengan alat-alat ini saya bisa apa itu sudah jadi keputusan anda tapi berhasil atau tidak itu kehendak dari Tuhan jadi bersabarlah."
"Tuhan tidak akan pernah tidur, jika Tuhan memang ingin mengambil nyawanya saya yakin Tuhan pasti sudah terlebih dulu mengambilnya dari dulu, saat ini aku sangat yakin jika dia pasti akan bertahan demi aku, aku sangat yakin,"ucap Andara penuh kepercayaannya.
"Saya senang melihat semangat anda, ya sudah saya permisi dulu masih ada tugas yang harus saya selesaikan
"Baik Dok.
__ADS_1
"Kenapa kamu sangat percaya jika Nyonya Bintang akan selamat biar pun keadaannya sekarang sudah separah ini? Bahkan aku merasa dengan bantuan alat-alat, aku rasa semua itu percuma jadi untuk apa? Untuk apa kamu masih ingin bertahan,kenapa kamu tidak membiarkan Nyonya Bintang pergi dengan tenang menyusul Tuan Tristan agar dirinya tidak terlalu lama merasakan rasa sakit ini?"
"Apapun resikonya aku sudah menangung apa yang akan terjadi nanti, dia kakak ipar-ku. Dan hanya dia keluarga satu-satunya yang aku miliki, jadi aku tidak akan pernah menyerah aku tidak akan pernah menyerah!"
"Baiklah jika itu sudah jadi keputusan kamu,"balas Andra.
Menghampiri seseorang yang terbaring lemas dengan berbagai alat yang tertempel pada tubuh seseorang itu, Andara yang mulai menghampirinya ia menggenggam tangannya mencium pergelangan tangan seseorang itu.
Menggenggam tangan Bintang dengan sangat erat, mencium telapak tangannya Andara membelai pucuk rambut Bintang berbarengan dengan air matanya yang mulai berjatuhan.
"Aku mohon bertahanlah Kak aku mohon. Kakak masih punya tugas untuk untuk menata kehidupan kakak yang hancur ini aku mohon bertahanlah aku mohon!"
Dari luar ruangan Andra yang hanya mampu menatapnya dengan tatapan kesedihan, dirinya nampak tidak tega melihat Bintang mau pun Andara yang sudah dalam keadaan tidak berdaya.
"Sekarang aku sadar kak? Jika pada waktu itu Kak Tristan tidak memaksa Kak Bintang untuk meminum ramuan itu mungkin ini semua gak akan terjadi? Mungkin sekarang kakak masih bisa tersenyum bahagia bersama dengan diriku!"ucap Andara dengan berderai air mata dan menyesali semuanya.
"Kenapa kamu berkata seperti itu? Apa kamu jadi menyalahkan diri sendiri setelah hasilnya seperti ini? Apa kamu mau menyerah dengan semua ini?"tanya Andra mencoba menyemangatinya.
"Tapi itu memang beneran adanya, kondisinya menjadi memburuk seperti ini akibat ramuan itu, Kak Bintang beberapa kali meminum ramuan itu karena kebodohan-ku yang selalu menurut akan permintaan Kak Tristan, jadi kitalah yang berhak untuk bertanggung jawab. Dan aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri kalau terjadi sesuatu sama Kak Bintang aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri,"ucap Andara yang membuat Andra hanya terdiam.
__ADS_1
BERSAMBUNG.