
Memandang kearah dari dalam jendela dengan senyum manis yang terukir dari seorang Wanita yang punya paras cantik. Seseorang yang yang tak Revi sendiri, dirinya sedari tadi terdiam, dirinya kemudian mendapatkan pelukan hangat dari suaminya setelah dirinya yang tiba-tiba datang dan memberikan pelukan hangat tersebut dari belakang.
"Sayang?"ucap Revi yang mampu membuat senyum Bagas merekah.
"Kamu ternyata ingat betul akan aroma parfum yang aku kenakan ini? Oh iya apa kamu melihat kedua Bintang cantik yang telah bersinar terang di langit sana?"ucapnya dengan jarinya yang menunjuk kearah langit yang terang benderang.
"Iya aku melihatnya ada apa? Kedua Bintang itu nampak sangatlah cantik bukan?"
"Iya, kedua Bintang itu kelihatan sangatlah cantik tapi sayang kecantikannya telah kalah saing pada wanita yang aku peluk saat ini? Aku merasa Bintang milikku ini malah lebih cantik ketimbang Bintang yang ada diatas sana?"
"Kamu ternyata bisa juga ya merayuku? Apa setelah kejadian pertengkaran kita kemaren kamu malah jadi romantis seperti ini?"
"Jika dibilang romantis aku memang pada dasarnya orangnya romantis, tapi untuk mu aku akan mengutamakan romantis lebih dari yang orang lain lakukan pada setiap pasangannya. Aku tau selama ini kamu bersikap kasar bahkan cuek karena semua itu kesalahan aku sendiri, karena aku yang tidak bisa mengerti akan dirimu dan apa mau kamu tapi jujur setelah mendapatkan pekerjaan di perusahaan sana, aku akan mengubah diriku menjadi seseorang yang sangat berarti untukmu apalagi sekarang aku punya target yang tepat, aku rasa kita bisa hidup bahagia nanti?"
"Target tepat Maksud kamu?"tanya Revi beralih ia pun melepaskan lingkaran pelukan dari suaminya.
"Maksud aku? Sekarang ini aku punya target yang tepat untuk aku raih dan manfaatkan sebaik mungkin. Seperti yang kamu lihat! Nyonya Bintang sangatlah mencintai mendiang Suaminya, karena wajahku yang sangatlah percis seperti suaminya ia mampu melakukan apapun dan menurut apa mau ku jadi kamu pastinya tau kan apa maksudku ini?"ucapnya dengan menunjukkan senyum sinisnya.
"Tunggu! Aku sedikit tidak paham? Jadi maksud kamu selama ini kamu masuk ke perusahaan itu memang pada dasarnya ada niat jahat yang ingin kamu lakukan? Kamu sampai punya pikiran memanfaatkan kesempatan itu agar bisa selalu bersama denganku?"
__ADS_1
"Seperti yang kamu bilang aku akan melakukan apapun untukmu? Melihat Wanita itu terlalu bucin pada Suaminya aku merasa kesempatan ini sangatlah tepat untuk aku manfaatkan, seperti yang kamu lihat saat ini rencana ini sekarang telah berhasil dan aku sekarang mendapatkan kepercayaan sepenuhnya, tapi sayangnya untuk menjadi ahli waris dari perusahaan itu aku masih sangatlah kesusahan karena itu tidak semudah aku inginkan!"
"Kamu tidak perlu terlalu tergesa-gesa, aku akan mendukungmu jika warisan itu memang sudah sepantasnya jadi hakmu kamu memang harus melakukannya? Kamu harus merebutnya karena aku punya pikiran jika kematian saudara kembar kamu memang asli ulah dia untuk bisa mendapatkan semua warisan dari Tristan?"
"Aku juga sama punya pikiran seperti itu jadi sekali lagi terima kasih! Terima kasih kamu sudah mau mengerti akan kondisiku terima kasih!"
"Benar-benar tidak menyangka? Sama sekali tidak menyangka jika Bagas akan punya niatan seperti itu? Tapi ingat Revi kamu tidak boleh terlalu percaya padanya bisa saja dia melakukan semua ini untuk bisa mengelabui kamu kamu tidak boleh semudah itu percaya padanya oke?"
"Kenapa aku malah terjebak dalam perkataan ku sendiri? Sedari awal aku tidak ada niatan untuk mengatakan ini mau pun menyangkut pautkan semuanya pada Nyonya Bintang tapi kenapa aku malah terjebak pada perkataan ku sendiri?"
"Sayang?"
"Kamu gak lagi mencoba membohongiku kan? Apa yang kamu katakan memang sungguh-sungguh kan?"
"Apa maksud kamu? Apa kamu sama sekali tidak percaya dengan apa yang barusan aku katakan tadi?"
"Jujur cukup sulit untuk membuatmu percaya? Apalagi melihat kedekatan kamu dengannya yang terlihat sangatlah melindunginya aku butuh bukti jika kamu benar-benar melakukan semua itu aku butuh bukti?"
"Baiklah kalau kamu sama sekali tidak percaya sama apa yang aku katakan dengan cara apa aku bisa membuktikannya?"
__ADS_1
"Apa kamu serius ingin membuktikannya?"
"Iya, demi kamu akan membuktikannya?"
"Baiklah aku ingin kamu membuktikan apa mauku? Aku ingin kamu buat dia mencintai kamu? Jujur seseorang yang sudah terlalu terobsesi akan sangat sulit untuk melupakan cinta pertama? Jadi aku ingin kamu merayunya, jika dia sudah mulai naksir dan berbalik mencintai kamu, kamu gunakan cara ini untuk menguasai semua kekayaan yang seharusnya jadi milikmu gimana? Apa kamu tidak keberatan dengan ideku ini?"
"Itu tidak terlalu sulit aku akan mencobanya? Dan pastinya aku melakukan semua ini hanya untukmu?"
"Terima kasih sayang! Terima kasih!"
"Maafkan aku Nyonya! Maafkan aku jika kali ini aku harus mengaitkan nyonya dalam masalah ini maafkan aku!"batin Bagas yang sesekali ia menunjukkan wajah penyesalannya.
"Ya sudah karena ini sudah malam kita ke-kamar yuk ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan ke-kamu?"
"Apa yang ingin kamu tunjukkan padaku?"
"Nanti kamu juga akan tau,"balasnya dengan tersenyum manis kearahnya, mengangkat tubuh Revi layaknya seorang pengantin baru, Bagas yang hanya menunjukkan akan kode dengan mengedipkan mata sebelah kanannya, sadar apa maksud yang ditujukan Bagas dirinya hanya ikut tersenyum berada di dekapan pelukan Bagas.
BERSAMBUNG
__ADS_1