ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( 41 " Mabuk " )


__ADS_3

Dalam sebuah tempat yang dipenuhi dengan sinaran cahaya berwarna- warni, dengan alunan musik disko yang membuat siapapun orang yang mendengarnya pasti akan berjoget dan menunjukkan kemolekan tubuhnya terutama bagi kaum wanita.


Ditambah lagi adanya banyak orang yang sedang duduk bersantai sembari meminum beberapa minuman beralcoh*l yang membuat kesadaran mereka perlahan-lahan mulai buyar.


Dalam ruangan dan tempat yang sama ada seorang laki-laki tampan bertubuh sedikit kekar yang menghabiskan waktunya untuk berfoya-foya ditempat seperti ini. Dan laki-laki tampan itu yang tak lain ia adalah Bagas laki-laki berusia 30 tahun yang dengan santainya ia meminum dan sudah beberapa botol yang ia habiskan, akibatnya kesadarannya pun mulai menghilang.


Seperti orang yang lagi kehilangan akal, Akhirnya untuk pertama kalinya Bagas pun memutuskan untuk menghabiskan waktunya disini tanpa diketahui orang terdekatnya sekali pun.


"Dunia ini tidak adil! Kenapa aku harus merasakan kehidupan yang penuh dengan sandiwara dan paksaan seperti ini kenapa!"ucap Bagas yang terus saja mengucap sembari meminum-minuman semua itu.


" Tuan berhentilah meminum semua ini, anda sudah terlalu banyak minum ini dan sekarang kondisi anda sudah mabuk berat, jadi hentikanlah," perintah seorang yang merasa prihatin dengan keadaanya.


"Anda siapa? Anda berani melarang saya untuk jangan minum? Mau minum atau pun engak kalau saya sudah saya saya akan memborong semua minuman disini bahkan kalau perlu saya juga mampu membeli tempat ini paham! Pergi!"


"Baik tuan sekali lagi maaf!"ucap seseorang itu berlalu pergi.


Karena sudah cukup puas dengan minuman yang barusan dia minum tadi. Bagas akhirnya pergi meningalkan tempat bar ini tak lupa ia memberikan beberapa lembar yang yang dia taruh diatas meja.


Melangkah kakinya keluar dari bar ini, tapi belum juga sampai ditempat parkiran mobilnya, dia sudah membuat masalah dengan salah satu penghuni tamu bar ini.

__ADS_1


"Hei..kalau jalan pakai mata dong gak lihat apa jalan disini luas kenapa malah menabrak ku!"ucap salah satu laki-laki yang dengan tegasnya memaki-maki bagas.


"Hei..apa maksud anda salahkan aku! Kalau anda memang gak suka anda kan boleh pergi tanpa harus memaki-maki juga sana pergi!" tegas Bagas yang langsung mendorong orang tersebut hingga hampir terjatuh. Akan tetapi untungnya saja orang itu mengetahui kalau Bagas dalam keadaan mabuk, orang itu mengabaikan masalah ini berlalu pergi meninggalkan Bagas yang masih dalam keadaan sempoyongan.


"Dasar! pantesan orangnya ternyata mabuk!" ujar orang itu yang berlalu pergi


Dalam keadaan setengah sadar, Bahkan jalan aja masih semboyongan seperti mau terjatuh karena gak ada keseimbangan sama sekali, saat ini yang ada dipikiran Bagas saat ini hanyalah Bintang, tanpa berpikir yang kedua kali, bagas pun menghubungi nomor Bintang.


Sedangkan Bintang yang sekarang ini masih berada di kantor dalam perjalanan mau pulang, dalam perjalanan Bintang yang kondisi lagi menyetir sendiri tiba-tuba ponsel yang berada didalam sakunya pun berdering, tanpa berfikir dia pun langsung melihat Dan terkejut karena Bagas tiba-tiba meneleponnya.


"Bagas ada apa dengan dia? Kenapa dia meneleponku apa ada masalah dengannya. Sudahlah mendingan aku angkat saja!"ucapnya yang mengangkat telfonnya.


"Bagas kamu masih mendengar-ku kan? Bagas!"


Sedikit panik dengan apa yang terjadi dengan diri Bagas, belum lagi mengingat dirinya seharian kebanyakan melamun berbeda dari biasanya, tanpa pikir panjang ia melacak lokasi tempat dimana Bagas berada lewat GPS yang terdapat lewat telepon nya.


Setelah tak berselang lama, akhirnya Bintang pun menemukan keberadaan Bagas yang ternyata dia berada didalam tempat club Bar ini.


"Kenapa arahnya menunjukan ketempat ini? Apa ini seriusan Bagas berada ditempat seperti ini?"gumamnya yang merasa terheran.

__ADS_1


Berniat ingin masuk kedalam bar tersebut, pandangannya teralihkan pada salah satu Pria yang terduduk bersimpuh tidak ada tenaga yang mampu untuk menopang dirinya agar bangkit.


"Bagas!" Segera berlari kearahnya, ia mendapati jika seseorang itu memanglah sungguhlah Bagas.


"Apa kamu sudah gila! Kenapa kamu segila ini mengorbankan tubuhmu seperti ini ayo ikut aku!"


"Tidak! Apa hak kamu ingin membawaku pergi? Aku rasa di dunia ini semua wanita sama! Semua wanita sama jadi pergilah!"


Terserah kamu mah ngomong apa!"


Membantunya untuk bisa berjalan dengan merangkul lengannya, Bintang kemudian memasukkannya kedalam mobil.


"Anda lebih baik diam saja, biar aku yang menyetir sekarang. Aku akan membawamu pergi ke-rumah mu jadi diam-lah!"


"Gak! Aku tidak mau pulang ke-Rumah! Terserah anda ingin bawa aku kemana asal janganlah ke rumah!"


"Ada apa dengan Bagas ini, kenapa dia malah tidak mau pulang kerumahnya sendiri. Apa semua yang dilakukan bagas sekarang karena dia ada masalah sama keluarganya makanya dia inggin menenangkan diri terlebih dulu?" batin Bintang yang merasa kasihan terhadap Bagas.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2