ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
73 " Apa maksud Tristan "


__ADS_3

"Kamu ternyata bisa membodohi kita semua juga, ini ada bekas merah mungkin akibat dari kamu yang terjungkal tadi, jadi sudahlah jangan coba-coba untuk mencari alasan termasuk mencoba untuk membalikkan fakta seperti ini kamu hanya mencoba menuduh-ku saja kan?"tegas Sandra.


"Astaga apa maksud dari perkataan kamu itu? Apa kamu belum cukup jelas melihat luka ini? Ini luka akibat benda tumpul apa kamu gak percaya juga?"tegas Bintang balik.


"Sudahlah Sandra kamu gak perlu mencoba membela diri sekarang aku tau siapa yang salah dan siapa yang benar. Aku tahu apa yang dikatakan Bintang semua itu benar jika kamulah pelaku utama dibalik semua ini ya kan? Bahkan sifat kamu yang terus saja membangkang kamu mencoba untuk membodohi kita kan?"tegas Tristan balik.


"Apa maksud kamu Tristan? Apa kamu semudah itu untuk bisa mempercayainya tanpa adanya bukti? Kamu percaya dengan semua perkataannya apa kamu punya bukti jika aku memang benar-benar pelakunya?"


"Pertama aku memang tidak ada bukti untuk menuduh kamu jika benar kamulah Pelaku yang sebenarnya, tapi  sama sebaliknya apa kamu punya bukti jika bukan kamu pelaku utama dalam kasus ini misal tepat pada saat kejadian dimana kamu berada kenapa kamu tiba-tiba menghilang? Bahkan aku tidak melihat dimana kamu berada tadi?"


"Ak ... Aku tadi ada kerjaan diluar jadi aku tidak bisa berkumpul dengan kalian, tapi itu kan bukan alasan pertama kamu bisa menuduh-ku!"


"Oh jadi kamu masih tidak mau mengaku juga? Apa kamu lupa di kolam ini kan ada rekaman cctvnya apa kamu masih tidak menyadari juga? Atau mungkin kamu ingin aku membongkar langsung tepat dihadapan kamu? Baiklah cepat kita lihat di rekaman ponselku dan aku pertegaskan kalau memang kamu benar pelakunya apa kamu masih ingin mengelaknya lagi? Apa kamu ingin aku tambah marah sama kamu karena kamu tidak mau berkata yang sejujurnya? Aku akan maafkan kamu jika kamu mengatakan yang sejujurnya, tapi sebaliknya jika kamu tidak berkata jujur maaf aku tidak bisa memaafkan kamu dengan mudah jadi gimana?"ancamnya.


"Sial! Kenapa aku bisa sebodoh ini aku lupa jika dekat sini ada rekaman CCTV yang terpasang bodoh! Bodoh!"batin Sandra yang merasa kacau.


"Baiklah aku akan mengaku jika benar memang aku pelakunya apa kamu mau memaafkan-ku?"tanyanya nampak panik dan sedikit memelas.


"Jika kamu ingin meminta maaf, minta maaflah pada Bintang karena kamu yang hampir membunuhnya ayo minta maaf!"


"Apa aku harus melakukan semua ini?"tanya Sandra.


"Iya kamu memang harus melakukannya jadi cepat minta maaflah!"perintah Tristan lagi.


"Baiklah aku minta maaf apa kamu puas!"ucap Sandra dengan perkataan maafnya secara terpaksa dan sedikit membantah.


"Kamu itu kalau memang mau minta maaf yang tulus jangan kaya gitu cepat ulangi,"tegas Tristan.


"Baiklah bintang aku tahu aku salah. Aku salah karena aku sudah bertindak segila ini jadi kamu mau kan memaafkan-ku aku mohon maafkan aku! Maafkan aku!"


"Baiklah aku mau memaafkan-ku tapi aku minta kamu jangan melakukannya lagi hanya itu saja apa kamu bersedia?"


"Baiklah aku bersedia, aku mau melakukan apapun itu asal kamu mau dengan tulus memaafkan jadi katakan apa mau kamu?"


"Soal itu biar aku yang memutuskan keinginan apa yang diinginkan Bintang. Aku rasa ini tidaklah sulit apa kamu mengijinkan bintang untuk tertidur bersama kita? Sandra kamu kan tau sendiri tadi Bintang baru aja terjatuh dan tenggelam di kolam jadi sebagai balasannya aku ingin kamu merawatnya jadi gimana apa kamu setuju?" tanya Tristan yang seketika membuat pandangan Sandra mau pun Bintang pun beralih menatap kearah satu sama lain.

__ADS_1


"Apa maksud kamu, gak aku gak mau lagian aku baik-baik saja jadi gak harus aku tidur sekamar dengan kalian!" timpal Bintang yang tidak setuju akan perkataan yang barusan dikatakan Tristan tadi.


"Ini kesempatan bagus buat ngerjain Bintang," batin Sandra yang akhirnya ia pun menyetujui akan perkataan yang dikatakan Tristan tadi.


"Iya aku setuju!"balas Sandra dengan langsung.


"Lihat kan Sandra menyetujuinya, jadi apa yang membuat kamu tidak bisa menerimanya apalagi untuk menolaknya?"


"Baiklah jika itu sudah jadi keputusan kamu aku bersedia!"balas Bintang nampak pasrah, sesekali ia memalingkan pandangannya dari keduanya lantaran merasa sangat kesal.


"Karena kamu masih sakit, jadi lebih baik kamu tidur diranjang bersama Sandra. Sedangkan aku biar aku sendiri yang tidur disofa ini."


"Kamu serius gak papa sayang kalau harus tidur disofa ini?"


"Iya gak papa kok San, lagian sofa ini juga cukup besar jadi aku gak masalah kok!"


"Tumben ini orang baik, habis keracunan apa dia?"batin Bintang yang merasa ada yang aneh.


"Gimana apa kamu bersedia?"


"Baiklah kalau kamu sudah setuju tambah semakin baik jadi aku gak harus merawat kamu! Oh iya aku akan buatkan kamu teh hangat apa kamu juga mau buatkan Sandra?"tawar Tristan.


"Baiklah iya aku juga mau sayang, tapi jangan manis-manis ya?"


"Baiklah aku akan buatkan kamu seperti biasa,"balas Tristan berlalu ia pergi untuk membuatkan teh hangat untuk keduanya. Tak berselang lama langkah Tristan kembali dengan membawa dua gelas teh hangat untuk keduanya.


"Tristan ... Tristan apa segitu bodohnya aku percaya akan perkataan kamu? Aku tau lagi kamu tidak sebaik yang kamu lakukan saat ini. Kamu membuatkan ku  teh hangat saja aku sudah bisa menduga jika ini bukanlah sifat kamu jadi maaf jika aku tidak akan meminumnya nanti,"batin Bintang dengan tersenyum sinis.


"Ini Sandra buat kamu dan ini untukmu Bintang,"ucap Tristan dengan membawa tiga cangkir teh diatas nampan.


"Terima kasih ya sayang aku kira kamu akan marah besar karena hal tadi tapi ternyata tidak, jadi makasih ya?"


"Iya sama-sama minumlah itu tidak terlalu panas. Dan kamu? Kenapa kamu tidak meminumnya?"tanya Tristan pada Bintang yang hanya menatap teh hangat dari pegangannya.


"Aku tidak ingin meminumnya karena aku tau mungkin kamu kasih sesuatu pada minuman ini kan?"tanya Bintang.

__ADS_1


"Apa segitu buruknya diriku dimata kamu?"


"Sudahlah jangan mulai berakting!"


"Sayang kamu gak inggin minum teh kamu?" tanya Sandra dengan menggangkat cangkir tersebut.


"Tidak nanti kalau aku sudah ingin menikmatinya aku akan minum, kamu minumlah dulu!"


"Ya sudah kalau gitu aku minum dulu terserah dia kalau dia tidak mau,"balas Sandra yang kemudian ia pun mulai menyeduh perlahan-lahan cangkir teh tersebut.


"Iya minumlah sepuas yang kamu minta karena tidak membutuhkan waktu lama mungkin obat tidur itu akan bereaksi pada tubuh kamu,"batin Tristan dengan tersenyum secara diam-diam.


Dan dalam lima menit.


"Hoam....kenapa aku malah jadi ngantuk gini ya?"ucap Sandra yang tiba-tiba langsung mengguap.


"Mungkin kamu kecapean lagi, makanya kamu jadi secepat ini menggantuk."


"Iya mungkin, ya sudah kalau gitu aku tidur dulu ya?"


"Baiklah."balas Tristan yang kemudian dengan cepatnya ia pun akhirnya bisa tertidur pulas setelah meminum teh ini.


"Sandra...Sandra...apa kamu mendengar ku?" tanya Tristan akan tetapi Sandra tidak menghiraukannya.


"Apa yang terjadi dengannya, kenapa dia tiba-tiba bisa langsung tertidur pulas seperti ini? Kamu?"tanya Bintang yang merasa bingung dengan jarinya yang menunjuk kearah Tristan.


"Akhirnya rencana ku berhasil juga memasukkan obat tidur dalam teh ini,"batin Tristan yang merasa lega dan langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan kepadanya?"tanya Bintang pada pria yang terbaring disampingnya.



SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN EPISODE CERITA INI MAMPIR DULU DI-KARYA ( NAMA PENA : GORESAN PENA) KARYANYA GAK KALAH SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN SAMPAI LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA MASIH


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2