ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
62 " Apa rencana Tristan "


__ADS_3

Menunggu di-ruangan khusus, pandangan Tristan teralihkan sesaat ia melihat gaun putih yang sama percis seperti yang pernah ia lihat sebelumnya. Segera menghampiri dan melihat dengan jelas, memegang gaun itu ia yakin betul jika gaun itu memang sangatlah percis tanpa ada perbedaan sedikit pun.



"Ini gaun yang sama percis seperti milik Bintang yang ada didalam almarinya? Iya aku tidak salah lagi ini memang sangatlah percis,"ucapnya kemudian ia mengambil dan memberikannya pada salah satu pegawai.


"Mbk bisa kasihkan gaun ini pada Tante Mella, katakan ini permintaan dari Tuan Tristan dan katakan juga tuan menyuruh Tante Metta untuk memberikan ini pada Istriku jadi bisa kan?"pinta Tristan.


"Baik Tuan saya akan memberikannya,"balas pegawai berlalu ia pergi dari pandangan Tristan.


Setelah sejam lamanya Tristan menunggu, tak berapa lama akhirnya pemilik salon pun keluar.


"Gimana tante? Apa sudah selesai?" tanya Tristan pada wanita tersebut.


"Semuanya sudah teratasi tuan. Jadi Tuan tidak perlu khawatir, Nyonya keluarlah!pinta Wanita tersebut, yang kemudian dengan perlahan Bintang pun keluar dari salah satu ruangan ganti dengan berbalut gaun putih yang sangat cantik


Sedangkan Tristan yang ketika melihat Bintang yang baru saja keluar dari ruangan tersebut. Dari bawah sampai keatas ia pun terkejut ketika melihat perubahan Bintang yang cantik sangatlah luar biasa. Dengan mengunakan balutan gaun berwarna putih yang menghiasi tubuhnya, ditambah lagi dengan ikat bandu yang menghiasi kepalanya membuatnya tambah semakin cantik.

__ADS_1


"Astaga ini beneran Bintang? Dia ... Dia beneran sangatlah cantik?" batin Tristan yang begitu takjub dengan pemandangan apa yang barusan ia lihat, sesekali ia meneguk air ludahnya sendiri.


"Dimana menurutmu? Apa aku pantas memakai pakaian mahal seperti ini?" tanya Bintang pada Tristan yang masih nampak belum percaya dengan apa yang ia lihat.


"Nyonya jangan punya pikiran jika nyonya tidak pantas berpakaian seperti ini. Karena walaupun Nyonya berpakaian yang berharga murah sekalipun nyonya akan terlihat tetep cantik. Apalagi kecantikan pertama itu bukan berasal dari wajah tapi berasal dari hati!"puji Tante Metta yang tanpa sengaja telah berhasil membuat bibir Bintang bisa tersenyum manis.


"Ya sudah karena kita sudah siap, kita berangkat sekarang karena kita sudah tidak ada waktu!"ajak Tristan yang langsung menarik tangan Bintang.


"Baiklah Tante sekali lagi terima kasih karena Tante sudah mau membantu kita terima kasih!"ucap Tristan.


Dalam perjalanan mereka, keduanya yang masih berada dalam satu mobil yang sama, keduanya nampak terdiam tak berkutik. Bahkan keduanya tak terdengar akan suara bersahutan yang terdengar dari mulut mereka masing-masing.


Tristan yang sesekali melirik kearah Bintang, entah kenapa hatinya merasa kesal ketika harus mendapatkan perlakukan terabaikan dari seseorang yang jelas-jelas sudah menjadi Istri sahnya.


"Apa dia sedingin ini jadi orang? Aku ini manusia apa tidak bisa sekali aja diajak ngomong jangan hanya mematung seperti ini?"batinnya yang seketika langsung menghentikan laju kendaraannya. Bintang yang tadinya diselimuti rasa lamunannya seketika pandangannya teralihkan pada Tristan yang menatapnya dengan tatapan misterius.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan apa kamu sudah sampai?"

__ADS_1


"Katakan apa yang membuatmu jadi melamun seperti ini? Apa kamu tidak suka dengan kehadiran kita di-acara pesta nanti?"tanya Tristan.


"Apa aku perlu menjawabnya? Baiklah aku akan menjawab! Bukan pesta yang tidak ingin aku hadiri yang membuatku jadi kaku seperti ini, tapi yang membuat-ku jadi bersikap dingin! Aku ingin bertanya-tanya apa sebenarnya rencana yang telah kamu rencanakan? Dan apa maksud kamu menyuruhku untuk mengunakan gaun ini? Kamu pastinya sudah tau kan gaun ini sangatlah mirip dengan gaun yang aku kenakan disaat aku gagal menikah kemaren jadi kenapa? Kenapa kamu malah menyuruhku untuk memakainya ada apa? Dan apa alasannya?"


"Jika itu yang membuatmu jadi bersikap dingin seperti ini! Baiklah jika kamu sangat ingin tau kamu akan tau ketika kita sudah sampai ditempat tujuan kita jadi diam dan menurut-lah paham!"balas Tristan lalu ia kembali melajukan laju kendaraannya.


"Sebenarnya apa rencana kamu? Apa kamu tidak bisa jika harus berkata sejujurnya padaku?"tanyanya tapi tak mendapatkan jawaban dari mulut Tristan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, keduanya akhirnya telah ditempat yang sedari tadi mereka tunggu.


Setibanya Tristan mau pun Bintang ditempat mewah salah satu gedung besar yang telah dipakai untuk penyelenggara acara ini. Keduanya nampak sudah siap berbalut gaun putih yang dipakai Bintang dan juga jas putih yang dipakai Tristan membuat keduanya nampak seperti pasangan yang sangatlah harmonis.


"Baiklah kita sudah sampai jadi ayo kita turun!"ucapnya yang berniat akan turun, sedangkan Bintang yang sama sekali tak sadar ia hanya menurut apa kata Tristan.


MAAF YA KALAU UPDATENYA AGAK PELIT LAGI DALAM MASA AKHIR BULAN. NANTI KALAU UDAH MASUK KEBULAN DESEMBER UPDATENYA BAKAL AKU PERBANYAK SEPERTI BIASANYA SEKALI LAGI TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN SEMUANYA 🥰🥰


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2