
"Maaf! Maksud kamu apa? Aku tidak mengerti?" balas Bintang dengan kelopak mata yang menciut.
"Kamu itu ya, kamu ternyata tidak pernah bisa menjaga perkataan yang barusan kamu katakan padaku bukannya kamu sendiri yang bilang kalau kamu sudah sadar dan tidak akan bertindak bodoh tapi kenapa kamu malah mau melakukan bunuh diri apa kamu sudah kehilangan akal kamu?" sahut Richard yang kemudian Bintang pun menimpali pembicaraannya.
"Apa bunuh diri? Siapa yang mau bunuh diri aku tadi cuma mengambil pisau itu, karena aku inggin itu," ucapnya dengan jarinya yang menunjuk kearah salah satu buah segar yang tak lain adalah Apel.
"Apa? Jadi kamu bukan inggin bunuh diri dengan menusuk kan pisau ini ke tubuh kamu? Tapi kamu inggin apel itu?" tanya Richard yang tidak percaya.
"Iya, aku ingin itu," balas Bintang dengan wajahnya yang terlihat menahan tawa
"Astaga... Maaf-maaf ya aku gagal fokus, aku kirain kamu bakal melakukan tindakan bunuh diri, tapi ternyata kamu malah ingin makan ya udah sini biar aku yg kupas buat kamu, karena anggap saja ini sebagai tanda maaf aku karena udah tuduh kamu tadi, maaf ya,"ucap Richard.
"Iya gak papa lagian aku juga tahu pasti Tuan besar seperti anda selalu banyak masalah dengan urusan Kantor, makanya pikiran selalu tidak fokus," balas Bintang dengan wajah yang masih menahan tawanya, sedangkan Richard yang sudah dipenuhi wajah malu, ia hanya bisa menundukkan kepalanya
"Maaf apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu?" tanyanya yang kemudian Richard pun membalasnya.
__ADS_1
"Bertanya soal apa?"tanya Richard dengan pandangannya yang ia alihkan memandang kearah Bintang.
"Apa tindakan yang kamu lakukan tidak akan membuat seseorang akan marah? Karena jujur setelah aku perhatikan, perhatian yang kamu berikan kepadaku sudah sangatlah melampaui batas! Jadi...."Belum juga Bintang selesai berkata, Richard terlebih dulu membalas akan pertanyaan dari Bintang.
"Jujur aja di dunia aku sudah tidak percaya lagi yang namanya cinta sejati, cinta suci, ataupun cinta abadi. Karena menurutku cinta itu cuma akan bisa membuat hati kita akan tersakiti dan di kecewakan. Bahkan ada juga yang hanya untuk di manfaatkan demi karena sebuah harta bukankah itu gila bukan?"ucapnya yang kemudian Bintang pun menimpalinya.
"Maaf! Apa kamu pernah disakiti sama seseorang?"tanya Bintang.
"Iya aku pernah, dimana dulu aku sangat mencintai seorang wanita. Bahkan aku rela mengorbankan apapun demi dia, tapi apa daya setelah dia merasa bosan kepadaku, dia tetap mau bersamaku. Akan tetapi secara diam-diam dia juga udah berani menduakan cintaku. Dan pergi dengan laki-laki lain tak perduli dengan perasaan yang aku alami waktu itu.
" Aku tau Tuan adalah orang yang sangat baik, jadi pasti suatu saat nanti Tuan pasti bakal menemukan cinta sejati jadi Tuan harus semangat, Tuan tidak boleh sampai putus asa karena aku yakin Tuan pasti bisa melewati masa masa sulit ini,"timpal Bintang.
Mendengar perkataan yang barusan diucapkan oleh seorang wanita yang berada disampingnya membuat hati Richard pun lebih lega. Bahkan tatapan yang ditunjukkan oleh Bintang kepada dirinya membuat Richard bisa tersenyum lagi. Tatapan demi tatapan telah mereka lalui, bahkan tanpa sadar mereka sudah sama-sama saling memandangi satu sama lain hinga akhirnya ia sadar jika dirinya telah bersuami.
"Astaga apa yang barusan aku lakukan? Tidak seharusnya aku bertatapan serius dengan seorang laki-laki yang bukan muhrimnya. Maafkan hamba Tuhan, maafkan hamba," batinnya yang kemudian ia pun memalingkan pandangannya. Sedangkan Richard yang sadar ia hanya tersenyum malu.
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu aku pamit pergi dulu, besok kamu sudah diijinkan untuk pulang jadi kamu gak masalah kan kalau aku tidak menemui mu lagi?"ucap Richard.
"Iya gak masalah kok. Apa yang Tuan perbuat pada saya ini sudah lebih dari cukup. Karena bantuan Tuan aku bisa selamat tanpa tanggungan biaya apapun, saya janji setelah nanti saya dapat pekerjaan saya janji akan melunasi semua biaya yang pernah Tuan bayarkan saya janji!"ucap Bintang.
"Kamu gak perlu seperti itu, saya ikhlas menolong-mu jadi kamu tidak perlu melunasi semua biaya itu, yang terpenting sekarang kamu harus bangkit dan tunjukkan pada mereka kalau kamu pasti bisa ... Kamu pasti bisa jadi bangkitlah!"
"Iya Tuan sekali lagi terima kasih, terima kasih atas dukungan yang Tuan berikan ke saya, saya janji mulai saat ini saya akan bangkit saya janji!"
"Baiklah saya suka sama semangat yang kamu tunjukkan, ya sudah aku permisi dulu,"ucap Richard.
"Baiklah,"balas Bintang.
Langkahnya yang perlahan-lahan mulai menjauhi Bintang, tapi tiba-tiba perasaan aneh pun terjadi pada Richard. Sesekali ia memandang balik kearah Bintang biar pun Bintang tidak menyadarinya.
"Kenapa aku jadi merasa lega ya setiap kali ada didekatnya. Apa aku sudah mulai mencintainya? Tapi mana mungkin perasaan bisa muncul dalam waktu dua hari saja. Apa ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?" batinnya yang tiba-tiba tersenyum malu.
__ADS_1
BERSAMBUNG.