
"Aku tau apa yang aku lihat saat ini sungguh-sungguh tidak mungkin? Kak Tristan sudah meninggal 3 tahun yang lalu ini tidaklah mungkin?"
"Nyonya ini sebenarnya apa yang terjadi? Sedari tadi Wanita ini berkata dan menyebutkan nama Tristan Suami Nyonya, tapi kenapa dia tidak menjawab akan pertanyakan ku sedari tadi?"
"Sekarang kamu percaya kan sayang kalau apa yang aku katakan beberapa waktu yang lalu benar-benar tidaklah bohong? Seseorang yang sangat percis seperti Kakak kamu akhirnya dengan langsung kamu melihatnya, dia Bagas seperti yang kamu alami saat ini aku juga pertama mengira dia adalah Tristan kakak kamu, tapi aku sadar dugaan-ku itu sangatlah tidak mungkin.
Dan sekarang benar-benar terjadi dia memang bukanlah kakak kamu atau lebih tepatnya mereka hanyalah kembar identik tapi tak memiliki hubungan darah layaknya seperti saudara kandung mau pun kembar pada umumnya?"
"Tidak! Kak Bintang salah dia Kakak-ku? Dia kakak ku yang mempunyai nama yang sama percis seperti yang diberikan Almarhum Mama dan Papaku? Kak Tristan pernah bilang kalau sejak sedari kecil dia memiliki kalung liontin yang bertuliskan Tristan Antonio, sedangkan saudara kembarnya juga Mama dan Papa juga kasihkan kalung liontin yang sama hanya saja bedanya nama kalung itu bertuliskan Bagas Antonio? Aku tau dan sangat yakin kamu memang benar-benar saudara kandung ku kamu sungguh-sungguh kembaran kakak-ku yang puluhan tahun lalu mengalami kecelakaan dan di nyatakan hilang?"
"Tidak! Anda salah apa aku sama sekali tidak merasa jika aku punya saudara kembar seperti yang kamu katakan barusan? Jika aku sungguh-sungguh kalangan dari orang kaya raya pastinya mereka akan mencari-ku tapi kenapa mereka tidak pernah mencari-ku! Bahkan sekarang sudah hampir 30 tahun lamanya dari kejadian kecelakaan itu, jadi apa mungkin selama ini kalian sungguh-sungguh tidak mencari-ku?"
"Selama ini kami mengira kakak Bagas telah tiada karena sungai terjatuhnya kakak banyak mitos akan adanya buaya yang sering memakan korban? Bahkan selama beberapa tahun lamanya kami akhirnya putus asa karena Kak Bagas tidak kunjung ditemukan. Dan kita semua mengira kak Bagas telah meninggal karena kejadian itu, kak bagas harus percaya aku adik kakak, kak Bagas harus percaya?"
"Sangatlah lucu aku rasa semua ini hanyalah tipuan, hanya beralasan jika diriku mati karena ditelan buaya tapi kalian dengan mudahnya percaya kalau aku telah mati? Bilang aja pada dasarnya kalian semua tidak pernah menginginkan akan kehadiran diriku ini! Sudah cukup bagiku membuatku percaya dan tidak usah membuat-buat alasan seolah-olah kalian mencari-ku karena aku tidak percaya dengan semua itu, itu hanyalah omong kosong!"
__ADS_1
"Bagas kenapa kamu tidak mau mempercayainya? Sama seperti yang dikatakan Andara aku sebagai Wanita yang sudah menjadi istri dari saudara kamu pun aku juga percaya kalau kamu itu memang saudara kembar Tristan?"
"Entahlah untuk kali ini aku tidak tau apa aku harus senang atau kah aku harus sedih mendengar kenyataan ini jika aku memang saudara kembar dari Tristan aku harus pergi!"
"Bagas kita belum selesai ngomong?"
"Kak Bagas?"
"Kamu tenang aja Andara aku akan bicara pelan-pelan kepadanya kamu yang tenang ya?"
Melihat kepergian Bagas yang diselimuti rasa amarah sekaligus tidak percayanya atas perkataan apa yang barusan ia dengar, Bintang yang tadinya langsung mengejar Bagas, ia mendapati Bagas yang sedang terduduk termenung sendiri disalah satu taman dekat kantornya.
Menghampirinya dan duduk disebelah Bagas berada saat ini, Bagas tak terlihat menolehkan pandangannya ketika menyadari kedatangan Bintang disampingnya.
"Aku tidak tau harus berkata apa lagi sama kamu! Apa yang membuatmu jadi sulit untuk menerima semua ini? Bukankah jika kamu terbukti benar saudara kandung Tristan, kamu otomatis bisa menikmati semua kekayaan yang nantinya akan jadi milik-mu seutuhnya? Perusahaan bahkan semuanya aku jamin akan kembali kepemiliknya tapi kenapa kamu malah seolah-olah tidak menginginkan semua ini? Ada apa dan kenapa?"tanya Bintang sesekali ia melirik kearah Bagas, sedangkan Bagas sendiri terlihat hanya menundukkan kepalanya dengan tatapan kosongnya.
__ADS_1
"Memang aku tidak pernah menginginkan semua ini? Aku tau aku memang orang yang tidak punya bahkan sering berdebat dan selalu dicap orang rendahan aku mengerti dengan semua itu?
Tapi apa Nyonya tau gimana rasanya merasakan penderitaan-ku ketika 30 tahun lalu hidupku seperti apa?Alasan kenapa aku tidak percaya dan tidak bersyukur karena aku masih ingat bayang-bayang akan masa laluku yang selalu terlintas dalam otak ku?
Dimana dulunya aku hanyalah manusia yang dengan beruntungnya ada seseorang yang mau menampungku di panti asuhan, setelah usiaku menginjak 13 tahun seseorang yang tak lain adalah Papanya Revi akhirnya dengan baik hati mau menganggap ku sudah seperti Putra kandungnya sendiri.
Jatuh bangun semuanya sudah pernah aku alami jadi jujur saja menerima fakta semua ini aku merasa sama sekali tidak pernah mengharapkan jika aku akan mewariskan semua ini sama sekali tidak pernah mengharapkan!"
"Jadi maksud kamu, dulunya waktu kamu masih remaja hidup mu selalu diselimuti dengan penderitaan, sedangkan hidup Tristan sebaliknya yang hanya ada kasih sayang yang diberikan semua orang untuknya gitu? Kamu salah Bagas! Sangatlah salah!"
Kamu sangatlah salah jika berpikiran seperti itu, Tristan biarpun hidupnya selalu dipenuhi kekayaan yang melimpah tanpa kamu sadari dirinya juga diselimuti adanya Seseorang yang mengancam akan hidupnya?
Bahkan teman mau pun keluarga terdekatnya sekali pun mereka tak segan-segan ingin menghancurkannya, kamu sangatlah salah jika kamu mengira kehidupan saudara kandung kamu dipenuhi dengan kebahagiaan yang seperti kamu bayangkan kamu sangatlah salah!
Baiklah kali ini aku akan membiarkan kamu untuk berfikir, percaya dan mau menerima semuanya dengan lapang dada tanpa adanya paksaan atau pun niat terselubung aku tidak perduli karena itu sudah jadi pilihan dan keputusan kamu sendiri! Aku harus pergi tapi ingat ucapan ku baik-baik kamu tidaklah sendiri kamu tidaklah sendiri!"
__ADS_1
BERSAMBUNG.