ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
120 " Berhasil kabur "


__ADS_3

"Jika aku tidak segera keluar dari Rumah ini dia akan terus mengurungku layaknya seekor hewan. Jadi aku harus cari cara agar berhasil keluar dari kamar ini tapi gimana caranya," batinnya yang merasa sangat bingung, kemudian pandangannya pun teralihkan


"Jendela...iya aku tahu aku harus lewat mana untuk bisa keluar dari kamar ini.


Bergegas Bintang pun mulai mengeledah benda-benda yang berada didalam almari untuk mencari sesuatunya. Dan setelah hampir 20 menit ia berusaha dan tetap berusaha akhirnya pandangannya pun teralihkan sesaat ia melihat gorden jendela yang terlihat sangatlah panjang hingga beberapa meter.


Tahu apa yang harus ia lakukan, lantas terlebih dulu ia pun mengganjal pintu dari belakang dan mendorong kursinya agar tidak bisa dibuka dari luar. Setelah masalah pintu teratasi ia pun segera mencopot satu persatu kain gorden panjang tersebut dan mengikatnya menjadi tali yang panjang.


"Aku rasa ini akan berhasil untuk aku gunakan memanjat dan melarikan diri dari kamar ini.


Berhasil menaiki meja sebagai tangga darurat. Akan tetapi lantaran merasa sangat gugup ia tidak sengaja menjatuhkan sebuah benda yang akhirnya menghasilkan suara yang terdengar dari ruang tamu gimana Bibik yang sedang beres-beres disana.


"Suara apa itu? Kayaknya berasal dari kamar Tuan. Apa jangan-jangan Nyonya akan nekat melakukan hal aku harus segera mengeceknya.


Bergegas berlari menuju didepan pintu, colokan kunci yang sudah Bibik gunakan untuk membuka tapi ia terkejut setelah pintunya ternyata tidak bisa dibuka dari luar.

__ADS_1


"Kenapa ini? Kenapa pintunya tidak bisa dibuka. Nyonya apa yang nyonya lakukan didalam sadarlah Nyonya, Nyonya jangan berniat nekat seperti ini nyonya buka pintunya saya mohon buka pintunya Nyonya," teriak bibik yang terlihat sangat cemas.


"Maafkan aku Bik tapi aku tidak bisa. Dengan aku berdiam diri disini yang ada bajingan itu akan tambah menyakitiku dan mengurungku layaknya seekor hewan jadi maafkan aku Bik, maafkan aku," sambungnya yang kemudian tanpa berkata lagi Bintang akhirnya turun menggunakan kaitan tali yang ia sambung tadi.


"Astaga apa yang terjadi didalam sana. Aku harus memberitahu Tuan sekarang," gumamnya yang kemudian ia langsung mengubungi salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya.


"Bibik ada apa? Kenapa dia menelfonku?" gumamnya yang kemudian ia pun mengangkatnya.


"Tuan cepatlah pulang Tuan, Nyonya berusaha ingin melarikan diri jadi cepatlah pulang.


"Baiklah Tuan," tanpa berkata ia bergegas langsung berlari.


"Syukurlah aku berhasil keluar dari dalam kamar itu, jadi sekarang aku tidak perlu panik lagi. Aku capek sekali tapi aku tidak bisa lemah seperti ini aku harus kuat!"


Melanjutkan lagi perjalanannya Bintang pun melihat angkutan umum tanpa berfikir ia langsung menghentikan dan menaikinya.

__ADS_1


Sedangkan Tristan yang merasa gugup akhirnya tak membutuhkan waktu ia sampai juga dikediamannya.


"Tuan syukurlah Tuan cepat pulang, pintu kamar ini saya rasa ada sesuatu yang mengganjal dari dalam ruangan makanya tidak bisa dibuka dari luar," ucap Bibik yang kemudian seseorang pun datang.


"Tuan kayaknya Nyonya turun mengunakan gorden kamar ini yang ia sambung menjadi satu. Jadi kayaknya dia masih belumlah jauh dari kediaman Tuan apa perlu saya mengejarnya sekarang?" jawab Andra yang kemudian Tristan pun menjawabnya.


"Jangan. Biarkanlah dia pergi jika nanti sudah waktunya maka aku sendiri yang akan menjemputnya. Dan aku minta mulai sekarang kamu jadilah bodyguardnya secara diam-diam karena aku tidak mau ada orang nekat untuk mencelakainya," perintahnya.


"Baik Tuan!"


"Aku tahu kamu sekarang lagi ada dimana Bintang, tapi kamu tenang aja aku tidak akan mengusik mu secara kasar. Jika kamu takut dengan caraku baiklah aku akan gunakan caramu


untuk membuatmu percaya," batinnya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2