ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
26 " Kira-kira apa rencana Tristan "


__ADS_3

Dalam ruangan kamar yang mewah dan mewah hadirlah seseorang Wanita yang hanya termenung meratapi nasibnya, bersender pada depan ranjangnya nampak wanita itu termenung meratapi nasibnya yang sangat menyedihkan ini.


Memandangi sebuah album foto yang tak lain adalah foto mendiang kedua orang tuanya, air matanya tak hentinya terhenti mengaliri kedua sudut matanya yang mulai membengkak, sesak di dada telah ia rasa haru pilu telah ia alami, tapi apa daya ia hanya gadis yatim yang hidupnya bagaikan sampah yang terombang ambing entah kemana.


"Mama ... Papa ... Kira-kira kalian disana sedang apa? Apa kalian bahagia sekarang, gimana perasaan kalian ketika melihat Putri kesayangan kalian ini hidupnya hancur lebur seperti ini?"


Apa yang kalian rasakan apa kalian juga merasakan rasa sakit yang seperti aku alami saat ini? Jujur Bintang sangat takut Ma ... Pa ... Bintang sangat takut jika suatu saat nanti Bintang meninggal Bintang belum bisa berbuat banyak, bintang takut jika tiba-tiba Bintang meninggal dimana Bintang masih sangatlah banyak dosa yang Bintang masih rangkul Bintang sangat takut.


Ma ... Pa ... Jika saja dalam kecelakaan kemaren itu kita meningal semua, Bintang tidak selamat dalam tragedi itu mungkin Bintang akan sangat bahagia karena bisa berkumpul dengan Mama dan Papa disana, Bintang tidak perlu menahan rasa sakit ketika Bintang diasuh oleh saudara Papa dan Mama yang sama sekali tidak menganggap Bintang sebagai keluarganya, kadang Bintang berfikir kenapa Tuhan sangat kejam? Kenapa Tuhan sangat kejam memisahkan kita dan membiarkan hidupku dalam kehancuran seperti ini kenapa?"


Berbeda dari kebahagiaan yang dirasakan Bintang, Sandra dan juga Tristan yang berada diatas ranjang dengan posisi Sandra yang tidur dipangkuan Tristan keduanya nampak mesra romantis akan masa-masa menjadi pengantin baru.

__ADS_1


"Sayang?"tanya Sandra ketika dirinya berada dipangkuan Tristan.


"Iya sayang ada apa?"tanya Tristan sembari membelai rambutnya.


"Apa kamu benar-benar mencintaiku?"tanya Sandra.


"Maksud kamu?"tanya Tristan balik.


"Ya aku lihat kamu belakangan ini seperti hanya fokus pada gadis bernama Bintang itu, kamu gak lagi lupa kalau aku juga istri kamu kan? Aku istri satu-satunya yang sangat kamu cintai kamu tidak akan pernah lupa kan?"


"Aku takut jika suatu saat nanti kamu akan berbalik mencintainya dan berbalik membenciku. Aku takut kamu akan sangat membenciku karena sebuah hal, jadi kamu gak akan mungkin melakukan semua itu padaku kan?"

__ADS_1


"Sayang harus berapa banyak bukti yang perlu aku tunjukkan ke-kamu jika hanya kamulah istriku yang paling aku sayangi? Berapa banyak bukti lagi yang harus aku buktikan langsung ke-kamu agar kamu percaya jika aku memang benar-benar hanya mencintaimu kamu sama sekali tidak ada rasa kepercayaan sama sekali terhadapku?"


"Bukan gitu sayang sekarang kan posisinya kamu punya dua istri, seperti yang sudah banyak terjadi jika istri pertama akan tetap nomor satu biar pun pada awalnya Suaminya hanya mencintai Istri kedua atau selingkuhannya jadi aku takut kalau semua itu akan terjadi padaku aku takut?"


"Kamu terlalu takut untuk kehilangan aku sayang, disini aku akan selalu ada untukmu biar pun aku juga punya Istri pertama tapi aku akan lupakan dia karena yang ada di hatiku cuma kamu dan kamu apa kamu percaya?"


"Aku belum percaya jika kamu tidak melakukan hal lagi lagi? Atau aku perlu bukti bukan hanya perkataan?"


"Maksudnya aku ingin kamu menciummu saat ini?"


"Ciuman bagiku itu sudah jadi hal yang biasa untuk kita lakukan, aku pengen kamu menghukum Bintang! Dan memperlakukannya dengan sangat kasar entah sebuah hukuman apa aku ingin kamu selalu menyakitinya apa kamu bersedia melakukannya untuk aku? Atau perlu aku ingin kamu menjebaknya aku lihat selama ini dia sudah banyak memanfaatkan kamu tapi apa balasan kamu? Kamu hanya bisa menanganinya dengan sikap santai, jadi untuk kali ini kamu harus menjebaknya yang seolah-olah dia kalah denganmu jadi buktikan padaku aku perlu bukti!"

__ADS_1


"Baiklah aku akan menjebaknya besok, atau perlu akan menghukumnya dengan caraku sendiri kamu tidak perlu khawatir besok kamu juga akan lihat aksiku,"balas Tristan yang membuat Sandra tersenyum puas.


BERSAMBUNG.


__ADS_2