ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( 60 " Bonus Part " )


__ADS_3

Melihat langkah Bintang yang mulai menjauh darinya, disisi lain ia mengingat akan ucapan yang barusan dikatakan Andra. Merasa tak tenang akan pikirannya, dirinya langsung menyusulnya.


"Ayo kita pergi!"ajak Bagas yang langsung menarik tangan Bintang.


"Kamu mau bawa aku kemana?"


"Ayo ikut aku! Aku akan mengantar kamu pulang! Dan jangan membantah, paham!"


"Tidak! Maksudnya aku lagi lapar jadi ijinkan aku untuk makan dulu di suatu tempat kamu mengijinkannya?"


"Baiklah!"


"Ayo!"


Dan selama kurang waktu tiga puluh menit lamanya, mereka pun akhirnya telah sampai disalah satu titik lokasi. Sesampainya mereka, Bintang pun dibuat terkejut kemana Bagas membawanya sekarang.


"Aku kira kamu mau membawa aku ketempat yang mahal, tapi ternyata kamu membawaku ketempat ini, memangnya kamu tidak pernah makan bakso ya?"


"Jangan banyak berkata ayo kita makan!"


Pandangannya yang seketika fokus pada satu mangkok yang terdapat hidangan bakso yang sangat menggugah selera.


Melihat Bintang yang makannya super duper rakus, pria yang ada disampingnya itu pun dibuat tercengang akan kelakuannya."


"Astaga ini cewek cantik, sih cantik tapi kenapa rakus amat?" ucap Bagas yang tidak percaya, sembari pandangannya yang fokus pada Wanita disampingnya.


"Udah berapa tahun Mbak tidak pernah makan, rakus amat pelan-pelan kenapa makannya, gak ada yang akan ngambil juga kali" ledek Bagas.


Karena sudah menghabiskan hampir 2 mangkok ia pun sudah merasa sangat kenyang, tanpa sengaja Bintang pun bersendawa yang akhirnya membuat bagas yang disampingnya itu pun terkejut.


"Alhamdulillah kenyang juga."


"Dasar! Bisa gak kalau bersendawa jangan dihadapan-ku!"


"Masa BOD*h!"balasnya merasa tak perduli.

__ADS_1


"Ya terima kasih ya atas makanannya?" ucap Bintang yang kemudian dia yang tiba-tiba akan pergi, Bagas spontan langsung menarik tangannya Bintang. Karena terkejut Bintang yang hampir saja terjatuh pun seketika membuat Bintang maupun bagas sama-sama tidak sengaja berpelukan.


"Aist apa yang kamu lakukan, modus banget sih kamu!" ucap Bintang yang kemudian langsung melepaskan pelukannya.


"Ye siapa juga yang mau pelukan sama wanita rakus GR banget!"


"Ya sudah ayo kita pulang?"


"Aku rasa aku bisa pulang sendiri, jika kamu ingin pulang, pulanglah!"


"Aku akan mengantarmu?"


"Aku masih ada tugas yang lupa untuk aku kerjakan, jadi jika kamu merasa keberatan pergilah aku tidak masalah!"


"Baiklah aku akan pergi, kalau pun kamu diculik itu juga tidak akan mempengaruhi pikiranku jadi pergilah aku juga akan pergi dah!"


"Tumben itu orang tidak banyak bertanya? Sudahlah lagian Andra dan juga Andara juga sudah berhasil menjalankan tugas mereka,"ucapnya dengan tersenyum.


******____________________*****


Langkahnya yang mulai masuk kedalam rumah besarnya. Kakinya yang perlahan-lahan mulai masuk diruang tamunya tapi pemandangan apa yang ia lihat saat ini hanyalah pemandangan gelap gurita yang membuatnya hampir terjatuh akibat tanpa adanya sinaran cahaya.


"Ini apa yang sebenarnya terjadi kenapa kalian semua ada disini? Dan petasaan ini apa maksud dari semuanya?"


"Kamu apa sama sekali gak sadar kak jika hari ini itu hari ulang tahun kamu? Tanggal 31 Januari apa kamu lupa jika hari ini hari ulang tahun kamu sendiri?"ucap Andra yang mulai menghampirinya terlebih dulu.


"Kamu kenapa bisa tau kalau aku ulang tahun?"tanya Bagas yang tak percaya.


"Hari ini adalah hari ulang tahun dimana Tristan dilahirkan. Biar pun dia sudah tidak bisa lagi merayakannya, kita lupa jika ada seseorang yang perlu kita rayakan kembali tepat dihari kelahiran yang sangat istimewa ini jadi tiup lah!"timpal Bintang yang tiba-tiba datang dengan membawa kue ulang tahun yang dibawanya.


"Jadi semua ini rencana kamu? Kamu yang memerintahkan semua orang untuk membuat cerita seolah-olah kamu telah diculik, dengan begitu kalian ada waktu buat menghias rumahku ini?"


"Bukan aku namanya kalau aku tidak bisa berbuat sesuatu, cepat tiup lah!"pinta Bintang yang terus saja memberikan senyumnya.


Beberapa tiupan Bagas lakukan, beberapa lilin yang tadinya menyala dengan terangnya, kini dalam hitungan menit lilin itu pun seketika padam dalam sesaat setelah Bagas yang meniupnya dengan beberapa tiupan yang dilakukannya.

__ADS_1


Memotong perlahan Kue ulang tahun yang berada tepat dihadapan mereka. Bagas akhirnya memberikan potongan pertama pada orang yang paling ia sayangi yaitu.


"Untuk saat ini aku hanya bisa memberikan potongan pertama ini untuk Andara, karena hanyalah dialah saudara yang aku punya saat ini jadi terimalah!"


"Biar pun kita belum sedekat layaknya saudara kandung pada umumnya aku sangat bersyukur memiliki saudara kandung seperti kak Bagas. Dan dihari kelahiran kakak ini, aku sangat ingin melihat Kak Bagas kembali melanjutkan dalam kebahagiaan dan ketenangan. Dan aku mau kak Bagas menjalin hubungan dengan Kak Bintang karena sebagai adik aku sangat-sangat berharap jika kalian bersatu apa kalian bersedia?"


"Andara apa permintaan kamu tidak ada yang lain? Ini hari ulang tahunnya jadi jangan bikin dia malah banyak berfikir. Sudah lupakan apa yang dikatakan Andara kita lanjut makan sekarang. Aku harus membantu yang lain menata disebelah sana jadi aku tingal dulu!"


"Aku rasa apa yang dikatakan Andara memang ada benarnya? Aku sudah cukup berlarut-larut dalam kesedihan akibat penghianatan itu, jadi aku rasa inilah saatnya aku untuk kembali pada jalan asalku. Aku sadar Bintang memang Wanita yang sangat spesial dari kebanyakan wanita lain, tapi apa mungkin ia mau menerimaku?"


"Sampai kapan kamu akan membohongi perasaan kamu sendiri?"bisik Andra pada Bagas yang sedari nampak diam.


"Apa maksud kamu?"


"Jika kamu merasa nyaman padanya kenapa kamu tidak mencoba untuk mendapatkannya? Cinta tidak datang dua kali, jika kali ini kamu benar-benar menyerah ingatlah cinta itu tidak akan mungkin bisa kamu miliki, ingatlah!"


Berkata seolah-olah dirinya menegaskan keras Bagas akan tentang isi hatinya saat ini. Andra sehabis mengucapkan kata-kata itu dirinya pun pergi membantu yang lain. Sedangkan Bagas yang merasa bingung akan ucapan yang barusan dikatakan Andra, dirinya kembali ikut bergabung pada yang lain, Bagas melihat Bintang yang sedang sendirian menata sesuatu entah kenapa langkahnya serasa mendorongnya untuk kesana.


Menghampiri Bintang yang dimana dirinya terlihat sibuk menata sesuatu.


Bintang yang tidak menyadari akan kehadiran Bagas yang sudah berada dibelakangnya. Sedangkan Bagas yang teringat akan ucapan Andra yang akhirnya membuatnya bingung akan perasaan yang ia rasakan saat ini.


"Apa kamu sudah selesai menyiapkannya?"tanya Bagas yang spontan mengejutkan Bintang ketika sadar dirinya berdampingan dengan Bagas.


Bagas yang berada disampingnya akhirnya mulai membuka mulutnya, memulai akan pembicaraan yang terlihat dari keduanya nampak sangat canggung.


"Oh iya ngomong-ngomong soal apa yang barusan dikatakan sama Andara kamu jangan pikirkan itu. Apa yang dia katakan tidaklah sungguh-sungguh jadi abaikan saja,"ucapnya sembari melanjutkan pekerjaan tadi.


"Setelah aku pikir-pikir apa yang dimaksudkan Andara memang sungguh-sungguh harus aku pikirkan matang-matang. Bahkan Andra sendiri juga setuju kalau kita bersama. Aku sadar kamu Wanita yang menurutku berbeda dari kebanyakan orang jadi aku tidak masalah jika aku harus menyetujui apa permintaannya?"ucapnya yang spontan mengalihkan pandangan Bintang darinya.


"Apa? Lucu, kamu jangan terlalu mudah mempercayai apa yang orang katakan hanya dengan sebuah ucapan. Aku tau Andara tadi hanya bermaksud mengerjai kamu, dia juga pastinya tidaklah sungguh-sungguh ingin mengatakan itu tapi kenapa malah kamu yang memikirkannya dengan serius? Sudah! Lupakanlah aku tidak mau membahasnya lagi!"


"Terus jika aku mau tetap membahas dan mau mengambil langkah serius apa kamu tidak keberatan?"tanya Bagas dengan pandangannya yang nampak tulus, Bintang yang sekejap takluk akan ucapannya dirinya seketika dibuat malu-malu kucing. Sesekali ia memberikan senyumannya, tapi disisi lain ia nampak terpaksa memberikan senyuman yang ia berikan barusan.


"Anda sangatlah lucu! Aku rasa anda perlu berobat aku harus pergi!"

__ADS_1


Gelagapan akibat ulah yang dilakukan Bagas, Bintang yang kehabisan kata-kata dirinya akhirnya pergi dari pandangan Bagas tanpa memberikan penjelasan yang lain lagi. Melihat Bintang yang nampak canggung, wajah senyumnya kembali terukir.


BERSAMBUNG.


__ADS_2