ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
32 " Akankah pertanda jika Tristan mulai mencintainya "


__ADS_3

Segera mengambilnya dan melihat siapa nama yang tertera, Tristan segera mengangkat setelah tau jika Sandra lah orang yang menelfon-nya.


📞" Iya sayang ada apa?"tanya Tristan.


📞" Sayang kamu ada dimana kenapa kamu tidak menghubungiku lagi? Gimana apa rencana yang aku perintahkan ke-kamu telah berhasil dengan lancar? Apa Wanita bernama Bintang itu telah berhasil menjadi pemuas orang-orang itu?"tanya Sandra yang beralih pandangan Tristan beralih menatap Bintang yang dengan tajam menatapnya.


📞" Iya sayang seperti rencana yang sudah kita pikirkan dengan matang-matang, Wanita itu mungkin sekarang sudah jadi pemuas nafsu dari kedua Pria yang aku tawarkan itu? Apalagi aku sempat melihat luka cambukan yang diderita pada sekujur tubuhnya mungkin rencana kita telah berhasil dengan sangat lancar sayang. Oh iya hari ini tiba-tiba aku ada meeting sama clyen secara mendadak jadi aku tidak bisa pulang untuk malam ini kamu gak papa kan kalau malam ini harus tidur sendirian?''


📞" Meeting kok mendadak sayang?"


📞" Iya aku juga kaget, tapi tak gak papa mumpung aku masih ada waktu. Dan untuk Wanita itu aku berjanji pada Pria itu untuk menjemputnya besok jadi baru besok aku bisa membawanya pulang, tapi aku tak yakin jika dia mau pulang?"


📞" Ya intinya kalau soal itu sudah jadi pilihan dia sayang, jika dia masih mau pulang berarti itu artinya dia sudah tidak punya wajah malu lagi, ya sudah kamu pastinya punya foto si Bintang yang tubuhnya memar kan?"


📞"Foto?"tanya Tristan.


📞"Iya foto sayang? Mungkin dengan adanya foto dia itu kita bisa berbalik mengunakan foto itu sebagai senjata kita?"


📞"Tapi gimana ya? Kan aku sekarang tidak lagi berada disana, belum lagi aku hubungi Laki-laki itu beberapa kali pria itu tidak membalas mau pun mengangkat pesanku jadi akan lebih baik janganlah, lagian besok kalau dia kembali ke rumah kamu juga akan tau seperti apa ekpresi Bintang nanti jadi gak usah ya?"


📞"Baiklah kalau gitu sayang aku tidak akan memaksamu untuk mengambil fotonya, tapi kalau Pria itu sudah bisa dihubungi kamu minta kepada-nya untuk memfoto bintang ya?"

__ADS_1


📞" Iya sayang tenang aja nanti kalau dia sudah bisa dihubungi aku bakal mendapatkan apa yang kamu inginkan, ya sudah karena ini clyen sudah datang aku tutup ya telfonnya?"


📞" Iya sayang berhati-hatilah muah,"ucapnya.


Bintang yang dengan kepala mata sendiri menyaksikan sendiri pengakuan yang dilontarkan Tristan tepat dihadapannya. Dirinya yang merasa takut, selangkah ia akan pergi tapi Tristan dengan langkah cepat langsung menghalanginya.


Dengan berusaha Bintang pun melakukan pemberontakan secara membabi buta agar Tristan mau melepaskannya. Akan tetapi akibat tenaga Bintang yang terlalu dalam dan pemberontakan yang ia lakukan malah membuat luka cambukan yang ia dapatkan kembali terasa sakit.


"Aw jangan mendekat!" ucap Bintang dengan memegang pergelangan tangannya,menghindar dari Tristan spontan pandangan Tristan pun teralihkan pada tangan Bintang.


"Sekarang kamu lihat kan lukamu masih belum pulih jadi jangan berusaha untuk memberontak ayo ikut aku!" ajak Tristan yang tiba-tiba langsung menarik tangan Bintang dengan kasar.


"Kamu mau bawa aku kemana? Apa kamu akan memaksaku untuk bertelanjang bulat dihadapan anda?"


"Apa yang ingin kamu lakukan apa kamu ingin melakukan sesuatu padaku?"tanya Bintang.


"Mungkin aku akan memp**kosa anda paham!"ucap Tristan yang kemudian Bintang yang hendak akan pergi lagi-lagi Tristan langsung menarik tangannya kembali.


"Siapa yang menyuruhmu untuk pergi?" tanya Tristan dengan tatapan sinisnya.


"Apa maksudmu? Apa kamu benar-benar akan melakukannya?" tanya balik Bintang.

__ADS_1


"Ayo ikut aku apa sesusah itu untuk meyakinkanmu!" perintahnya yang langsung menarik tangan Bintang.


"Duduklah. Aku akan mengobati lukamu," tawar Tristan yang seketika membuat Bintang pun terkejut.


"Untuk apa kamu inggin mengobati-ku, bukannya luka ini kamu sendiri yang menjadi penyebabnya?" tolak Bintang secara mentah-mentah.


"Baiklah jika itu mau mu aku tidak akan perduli denganmu. Aku mau mandi dan membersihkan semuanya," timpalnya yang kemudian ia hendak berjalan menuju kamar mandi.


"Dasar menyebalkan sekali pria seperti itu rasanya inggin sekali aku mencekik'nya," gumamnya yang kemudian Tristan menyahutnya.


"Jika kamu berani mencekik ku, maka cekik-lah aku lagian aku rasa perkataan-mu gak mungkin akan bisa kamu lakukan."


"Dasar memang laki-laki sepertimu masih memiliki banyak seribu cara untuk mengelabui seseorang, tapi aku sudah tidak betah dengan semua lelucon ini dan aku inggin keluar dari sini," ucapnya yang kemudian ia pun mengarah kearah pintu tapi pintunya sudah terkunci.


"Baiklah keluarlah. Karena pintu terbuka lebar untukmu," ujar Tristan dengan menyunggingkan bibirnya.


"Pintunya. Pintunya kenapa gak bisa dibuka kunci?"


"Kamu cari ini bukan? Ambillah!" timpal Tristan yang kemudian ia memasukkan kunci kamar ini kedalam saku celananya.


"Kau.

__ADS_1


"Kenapa? Ayo cepat ambil?"


BERSAMBUNG.


__ADS_2