ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
117 " Apa Bintang akan nekat "


__ADS_3

"Sudah hampir satu hari aku terkurung disini? Dan selama itu aku tidak pernah makan atau pun minum disini. Dan sekarang perutku serasa tidak enak, dia benar-benar Pria bodoh sampai kapan dia akan mengunciku layaknya seekor hewan sampai kapan?"


Terdengar dari luar ruangan hadir seseorang yang masuk setelah membuka kunci dari luar ruangan dan seseorang itu yang tak lain ialah Tristan dengan membawa satu nampan makanan.


"Kamu sudah hampir seharian tidak makan jadi aku yakin kamu pasti sangat lapar jadi cepat makanlah!"ucapnya dengan meletakkan nampan itu diatas nakas.


"Akan lebih baik kamu bawa pergi makanan itu karena aku tau makanan itu pasti ada racunnya,"ucapnya.


"Baiklah terserah kamu kalau kamu menganggap makanan ini ada racunnya aku tidak akan perduli, aku ngantuk jadi ingin tidur!"ucapnya kemudian ia merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan perlahan-lahan mulai memejamkan kedua matanya tanpa berkata sepatah kata pun.


"Ingat Bintang kamu jangan sampai tergoda akan makanan itu, dia melakukan semua ini hanya untuk membodohi-mu bahkan aku rasa ucapan yang kemaren dia ucapkan hanyalah tipuan belaka jadi kamu harus sabar dan menunggu akan kebebasan-mu,"batin Bintang.

__ADS_1


Bintang pun melangkahkan kakinya, menghampir Tristan yang kini telah tertidur pulas dengan bersandar pada kepala ranjang.


Lantaran berjalan tanpa melihat adanya kursi didepannya, sehingga kakinya tersandung kursi dan tubuhnya jatuh tepat menimpa tubuh Tristan yang masih dalam keadaan tertidur. Terkejut dengan posisinya saat ini, bergegas Bintang yang ingin bangkit ia pun dibuat terkejut lantaran Tristan yang terlebih dulu membalikkan tubuh Bintang dan menatapnya dengan tatapan manisnya.


"Kau ingin menggodaku, kan? Makanya kamu berpura-pura jatuh seperti tadi!" goda Tristan .


"Apa maksud kamu? Apa kamu berani menuduhku. Aku tadi benar-benar jatuh jadi jangan berprasangka buruk dengan mengatakan kalau aku ingin mengambil kesempatan darimu apa kamu mengerti," ucapnya yang kemudian ia pun segera bangkit dari atas ranjang.


"Sekarang aku harus tidur dimana. Jika aku tidur bersamanya diatas ranjang ini yang ada dia akan tambah kepedean dan semakin menjadi," batinnya dengan melihat kanan kiri.


"Jika kamu ingin tidur diatas sana, tidurlah, lagian masih banyak tempat yang lebih nyaman dari pada harus tidur satu ranjang denganmu!"balasnya yang kemudian ia pun menggambil sehelai selimut dan dengan segera ia pun tertidur dibawah yang hanya beralas tikar tipis.

__ADS_1


Kemudian ia pun merebahkan diri, berusaha memejamkan matanya, mengistirahatkan tubuh agar lebih rileks dan melegakan.


Akan tetapi meskipun sudah berjam-jam berusaha memejamkan mata, namun mata indah Bintang tidak bisa terpejam hanya dalam semenit pun. Hal itu di ketahui oleh Tristan yang juga belumlah tertidur lantaran sedari tadi meliriknya.


Kamar asing yang kini menjadi tempatnya terbaring seakan menjadi alasan mengapa rasa kantuk yang ia rasakan tak kunjung terpejam.


Apalagi dengan adanya Laki-laki yang telah terbaring diatas ranjang membuatnya tambah susah untuk memejamkan kedua matanya.


Tatapan Bintang semakin menajam, mengingat semua perlakuan yang selama ini telah dilakukan padanya. Bahkan menyiksa secara fisik dan batin membuat kedua tangan Bintang seketika mengepal seakan-akan ia ingin menghabisi Laki-laki yang ada disampingnya.


Melihat satu buah pisau yang berada diatas nampan beserta buah segar diatas nakas, dengan segera Bintang pun mengambilnya.

__ADS_1


"Selama ini kamu hanya menyombongkan akan kemampuan dan keegoisan kamu? Selama ini juga kamu menyiksa bahkan pernah kamu hampir saja membunuh-ku apa setelah semua yang kamu lakukan aku akan dengan mudah memaafkan-mu tidak! Itu tidak akan pernah terjadi, aku hanya akan memaafkan-mu jika kamu sudah ma*i dan sekarang kamu akan merasakan seperti apa penderitaan dan kehancuran yang aku rasakan selama ini jadi rasakan'lah ini!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2