ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
129 " Apa yang akan terjadi pada Bintang "


__ADS_3

Seseorang perlahan-lahan mulai membuka kedua kelopak matanya yang sangat cantik. Terduduk dalam kondisi kedua tangan mau pun kaki yang sama-sama terikat, dirinya terperanjat kaget mengetahui ada dimana ia berada sekarang.


"Ada dimana aku ini kenapa aku bisa ada disini apa yang terjadi?" gumam seseorang itu yang tak lain ialah Bintang, tak lama dirinya pun mengingat sesuatu.


"Richard! Iya aku tahu dia orang yang membawaku kesini. Terakhir kali kita bertemu tadi dia berkata ingin mengantarkan ku pulang. Akan tetapi belum juga aku sampai di kos-kosan aku ingat dia memukulku dari belakang. Apa mungkin dia orang yang telah membawaku kesini dan mengikatku seperti ini tapi apa alasannya?"


Berada didalam ruangan yang terlihat sangatlah sepi tanpa ada seseorang sekalipun dan hanya sendiri dalam kondisi kedua tangan dan kaki yang masih dalam keadaan terikat beberapa kali Bintang mencoba menenangkan pikirannya yang selalu kacau, sekaligus bingung apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini.


Setiap detik banyak sekali pertanyaan tentang nasib buruk yang tengah ia pikirkan. Namun hal yang paling ia takuti dari semua itu adalah kematian, ia takut jika orang jahat yang sedang menyekapnya akan bertindak nekat untuk mencelakai dirinya.


Belum juga rasa was-was nya hilang ia sudah dibuat terkejut sekaligus ketakutan setelah pintu yang tiba-tiba terbuka dengan berbarengan langkah kaki seseorang yang mulai menunjukkan sepatu berwarna hitam yang perlahan-lahan mulai menghampirinya.


Pandangan sekaligus matanya seketika terdiam bahkan tidak berkedip setelah ia tahu siapa seseorang yang mulai menghampirinya.


Awalnya Bintang merasa sangat lega dan senang siapa seseorang yang datang menghampirinya. Akan tetapi tak lama rasa senangnya seketika lenyap setelah ia tahu niat asli dari seseorang itu.


Melangkah menghampiri Bintang yang sedang duduk di atas kursi dengan kondisi kedua tangan dan kakinya yang terikat. Richard memajang wajah cerah dan terlihat senang. Akan tetapi dibalik wajah senangnya ada sesuatu yang aneh terjadi didalam diri pria itu.

__ADS_1


"Syukurlah Tuan Richard yang datang aku sudah menduga Tuan tidak akan mungkin berniat jahat sama saya. Dan aku juga tahu niat Tuan datang kesini pasti untuk menyelamatkanku jadi sekali lagi terima kasih Tuan, terima kasih," ucap Bintang yang terlihat sangatlah senang. Melihat Bintang yang terlihat bahagia ia lantas berkata.


"Bintang... Bintang apa sepolos ini kamu jadi orang. Apa kamu sangat percaya kalau aku ini benar-benar orang baik?" tanyanya yang membuat Bintang menyempitkan matanya.


"Maksud Tuan apa? Kan pada dasarnya Tuan kan orangnya beneran baik, bukan Tuan kan orang yang menculik ku saat ini? Dan aku tau semua ini pasti ulah Tristan pasti dialah orang jahat yang merencanakan rencana bodoh seperti ini?"


"Aku kasih tahu kamu ya, kamu itu sangatlah bodoh karena dengan percayanya kamu percaya kalau aku adalah orang baik. Sedangkan disisi lain kamu menuduh seseorang yang jelas-jelas tidak kaitannya dengan semua ini. Karena pada kenyataannya aku itu orang yang seperti dikatakan Tristan waktu itu. Aku bukanlah orang sebaik yang kamu kira apa kamu percaya?" ucapnya dengan tersenyum sinis pada Bintang.


"Tidak! Itu pasti tidak benar, tuan pasti tidak mungkin melakukan semua itu kenapa Tuan melakukan semua ini pada saya dan apa maksud Tuan bertindak sampai melewati batas seperti ini apa penyebabnya?"


"Apa kamu sangat ingin tahu apa penyebab kenapa aku tega berbuat seperti ini padamu. Baiklah aku akan beritahu kamu apa kamu kenal Tristan dialah orang yang membuatku melakukan ini jadi kamu paham kan sekarang.


Bahkan sangking bencinya aku sangat terobsesi untuk menghancurkan hidupnya lewat orang-orang yang ia sayangi termasuk kamu salah satunya jadi kamu ngerti kan sekarang kenapa aku sampai melakukan semua ini sama kamu.


Dan mengunakan kamu sebagai sasaran pertamanya karena dengan kamu aku bisa menguasai semuanya termasuk menghancurkannya secara perlahan-lahan. Dan hari ini, detik ini kamu mungkin akan menyaksikan sendiri gimana hari terakhir Tristan masih menginjakkan kakinya di tanah ini.


Karena mungkin tanah yang kamu injak saat ini akan menjadi tanah terakhir yang akan ia injak. Dan mungkin tempat ini juga yang akan jadi saksi atas gugurnya laki-laki bernama Tristan betranto, sedangkan kamu? Kamu juga sangat menginginkan kematian Tristan bukan jadi kamu tenang aja sebentar lagi apa yang kamu inginkan akan segera tercapai," ucapnya dengan tertawa lepas.

__ADS_1


"Kamu? Jadi apa yang dikatakan Tristan memanglah benar! Kamu aslinya adalah Erlangga? Kamu benar-benar bajingan kenapa kamu sampai tega berbuat seperti ini. Aku kira di dunia ini orang yang memiliki sifat bajingan hanyalah Tristan, tapi ternyata kamu lebih bajingan darinya kamu sudah gila! Kamu sudah gila jadi lepaskan aku sekarang lepaskan aku!"


Mendengar Bintang berteriak dan terus berteriak meminta dilepaskan ia sama sekali tidak menggubrisnya. Langkahnya yang kemudian menghampiri anak buahnya.


"Kalian jaga Wanita ini baik-baik dan ingat jangan sampai ia lolos apa kalian mengerti!"


"Iya Tuan kita mengerti!"


"Baiklah aku akan pergi karena aku masih ada permainan lain dan sayang jika harus dilewatkan,"ucapnya dengan melirik kearah Bintang.


"Baik Tuan."


"Lepaskan aku! Lepaskan aku!"


"Bungkam dia sekarang!"


"Baik Tuan!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2