
''Mama? Mama sejak kapan ada disitu apa Mama telah mendengar semua yang Sandra katakan barusan?"tanya Sandra.
''Kamu belum jawab perkataan yang Mama katakan apa kamu memang benar telah bersekongkol dengannya ayo katakan Sandra jangan bikin Mama marah ayo katakan?"
"Iya yang Mama katakan memanglah benar memang Sandra telah bersekongkol dengannya apa Mama ingin memberi tahu Tristan soal ini?"
''Mama tidak menyangka jika kamu akan tega melakukan semua ini sama Tristan? Dia itu sudah cukup banyak membantu kamu termasuk menjadikan dirimu menjadi Istri keduanya tapi apa? Tapi apa yang kamu lakukan sekarang bahkan kamu dengan tega membantu seseorang yang dimana orang itu dalang dibalik kehancurannya apa kamu sadar Sandra apa yang kamu lakukan sekarang sangatlah salah apa kamu sadar?"
"Mama salah! Tristan tidak sebaik yang Mama kira! Jika dia memang menyayangi Sandra untuk apa dia telah membohongi Sandra dengan berpura-pura jika dia tidak mencintai Bintang untuk apa?"
''Sandra harusnya kamu itu sadar memangnya apa yang sudah kamu perbuat kamu menjadi perusak hubungan rumah tangga orang bahkan kamu sampai berhasil membuat seseorang itu mau menikahmu dan menjadikanmu sebagai istri kedua apa kamu tidak pernah berfikir sampai disana? Dan jika Tristan memang sudah bisa mencintainya layaknya Istri pada umunya apa itu salah? Bahkan Bintang yang selalu mengalah apa kamu masih tidak bisa untuk menerimanya?"
''Mama? Apa yang Mama katakan? Apa Mama sekarang sudah bisa menerima Bintang sebagai menantu Mama? Mama berkata seperti itu dan mengucapkan semua kata-kata itu karena Mama menunjukkan jika Mama sudah biasa menerimanya sebagai menantu Mama?'
__ADS_1
''Mama akui Mama sadar dan tidak seharusnya Mama berkata kasar mau pun memperlakukan Bintang dengan kasar seperti itu! Dia anak yang baik biar pun kebaikannya tidak sepenuhnya tidak pernah dianggap oleh siapa pun termasuk kita dan suaminya sendiri jadi benar kali ini Mama sudah bisa menganggapnya sebagai menantu Mama sandra apa kamu masalah dengan perubahan Mama ini?"
''Dan sekarang sebagai gantinya Mama ingin mengorbankan aku dalam masalah ini? Mama ingin memberitahu Tristan tanpa kasihan padaku?"
''Maafkan Mama Sandra bukannya Mama tidak kasihan padamu tapi demi kebahagiaan dan ketenangan Tristan Mama memang harus melakukannya. Apa lagi apa yang sudah kamu lakukan sudah melewati batas! Mama tidak bisa membiarkannya maafkan Mama Sandra maafkan Mama di dunia ini masih banyak laki-laki yang lebih baik dari Putra saya maafkan saya?"
Langkanya yang berniat akan pergi dari pandangan Sandra, Sandra yang melihat langkah Mamanya mulai menjauh dari pandangannya rasa sesak di dada sekaligus rasa cemas yang diselimuti rasa takutnya seketika menyerbu dirinya.
Tanpa memikirkan resiko besar apa yang akan terjadi padanya dirinya yang melihat satu buah gunting besi berada disampingnya tanpa memikirkan apa apa lagi seketika ia mengambilnya dan seketika juga ia menancapkan gunting besi itu tepat pada perut Mamanya Tristan.
Darah yang tak henti-hentinya bercucuran hinga mengotori pakaiannya sehingga membuat tubuh seketika roboh bagaikan pohon rapuh termakan akan usia.
Tersungkur dan terkapar tidak berdaya diatas lantai yang sudah dipenuhi adanya banyaknya darah yang membuat mencekam akan suasana sesekali mamanya Tristan memandang Sandra dengan wajah tidak percayanya meringis sejadi-jadinya berbarengan dengan genggaman erat kedua tangannya serasa ia tak mampu untuk bertahan lagi.
__ADS_1
Sandra yang dengan sengaja melakukan tindakan ini dirinya hanya menunjukkan tatapan sinis dan senyum puasnya setelah dirinya melakukan semuanya tanpa perduli akan kondisi seseorang yang ada dihadapannya sudah sangat memprihatikan
''Gimana Ma? Apa Mama sudah puas sekarang! Saya rasa Mama kan terkejut ketika tahu seperti apa sifat asli Sandra yang sebenarnya. Dan ini Mama tahu kan akibat karena Mama sudah dengan beraninya mengancam Sandra dengan ancaman bodoh seperti itu apa yang ingin Sandra miliki maka harus sepenuhnya sandra dapatkan tak terkecuali pada seseorang seperti mama yang dengan beraninya mengancam dan menghalangi Sandra Mama puas kan dan pastinya Mama pastinya sangat menyesal kan sekarang?"
"Kamu?" ucapnya dengan berbarengan suara rintihan sakitnya.
"Apa Ma? Apa yang ingin Mama katakan disini tidak ada orang sama sekali jadi jangan coba-coba untuk meminta bantuan mau pun berteriak karena itu yang ada Mama akan membuat kondisi Mama makin memburuk jadi sudahlah saran Sandra Mama cukup diam dan rasakan saja rasa sakit itu ya?"
Rasa sakit yang sedari tadi ia tahan semakin lama semakin menjadi, dirinya yang tak tahan lagi perlahan-lahan kedua matanya mulai terpejam dan tersungkur jatuh kelantai.
Sandra yang melihat Mama mertuanya terlihat tidak bergerak mau pun detak jantungnya masih berdetak. Dirinya merasa lega akhirnya apa yang ia rencanakan masih akan berjalan dan tidak ada seorang pun yang akan membongkar kejahatannya.
NIH ADA REKOMENDASI CERITA SERU DAN PASTINYA SANGAT COCOK BUAT MENGISI WAKTU ISTIRAHAT KALIAN. YUK MAMPIR DI-KARYA DENGAN JUDUL "GADIS BOGOR " DENGAN NAMA PENA : LENA LAIHA " PASTINYA BIKIN NAGIH MAMPIR YA 🥰 🥰
__ADS_1
BERSAMBUNG.