ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ("45 "Berusaha bersikap kasar " )


__ADS_3

Malam yang sepi, ruangan yang terlihat hanya ada satu Pria yang nampak fokus pada layar komputer dengan pandangannya yang tak henti-hentinya berpaling pada suatu arah, seseorang itu nampak lelah setelah seharian penuh bekerja mengerjakan semua laporan yang pada bertumpukan diatas meja kerjanya ini.


Tak lama ia bisa merasa lega setelah kurang tepat pukul 20:00 semua pekerjaannya sudah berhasil ia selesaikan dengan sangat sempurna tanpa ada yang tersisa satu pun.


Akhirnya semua pekerjaanku selesai juga sekarang, tapi dimana nyonya Bintang ini udah mau jam 20:00 malam lebih tapi kenapa dia belum juga datang sudahlah nanti dia juga akan datang. Jadi akan lebih baik sekarang aku tidur dulu aja.


" Hoam...ngantuk banget aku sekarang mumpung aku gak lagi dijaga sama itu bos galak , gimana kalau aku tidur sebentar aja ya, iya itu ide bagus lagian semua tugas aku kan udah selesai dan hanya tingal nunggu kedatangannya jadi gak akan masalah jika aku tidur sebentar.


Tanpa pikir panjang lagi dengan beraninya ia pun langsung memejamkan matanya dengan mengunakan kedua tangannya sebagai penyangga bantal cadangan diatas meja kerjanya. Akan tetapi rasa kantuk yang belum juga kelar lantaran tanpa disangka disangka langkah kaki seseorang tiba-tiba mulai memasuki ruangan ini.


Pintu yang berhasil terbuka terlihat langkah kaki seseorang memakai sepatu hak tinggi yang pelan-pelan menghampiri kearahnya. Bagas yang tak sadar akan kehadiran seseorang itu ia terlihat masih tertidur pulas.


Dan siapa sangka langkah kaki seseorang itu yang tak lain ia adalah Bintang si atasan galak yang mungkin akan sangat ditakuti bagas jika ia harus berhadapan dengannya. Mendapati sekretaris telah bersantai dengan tertidur pulas diatas meja kerjanya. Lantas ia menghampirinya.


"Kasihan Bagas! Dia pasti kecapean karena aku sudah memberikan hukuman tidak masuk akal seperti ini, tapi jika aku tidak bersikap tegas sulit sekali memberi alasan untuk memecatnya nanti,"batinnya yang terlihat memelas, menatap Bagas yang sangatlah pulas dengan terpaksa Bintang yang melanjutkan aktingnya dirinya seketika mendobrak meja untuk membangunkannya.


Rasa kantuk yang sedari ia tahan kini dalam hitungan detik saja rasa kantuk itu pun buyar.


Melihat dengan kedua matanya sendiri siapa seseorang yang sudah berada dihadapannya saat ini. Wajah Bagas terperanjat kaget, seketika bangkit dari tempat ia tidur tadi.

__ADS_1


"Ka...kamu?" tanya Bagas dengan membungkam mulutnya sendiri tak percaya dengan siapa seseorang yang berada dihadapannya saat ini.


"Iya ini aku, kenapa? Apa kamu kaget melihatku disini, ngomong-ngomong enak banget kamu ya aku kan menyuruhmu untuk lembur mengerjakan tugas ini tapi kenapa kamu malah tidur dan siapa? Siapa yang suruh kamu tidur diwaktu jam kerja seperti ini, siapa?"bentaknya yang membuatnya takut dan bingung dengan cara apa ia berusaha membela diri.


"Mati aku apa yang harus aku lakukan sekarang kalau banteng udah ngamuk kaya gini pasti susah untuk bikin dia kembali normal kaya semula, dimana ini?" batin Bagas yang terlihat tegang.


"Kenapa kamu diam aja kamu tidak punya kuping ya? Apa kamu tiba-tiba budek sekarang?" bentaknya lagi yang terus saja membabi buta.


"Maaf nyonya aku tadi kecapean makanya aku tidur sebentar dan aku juga baru lima menitan kok tidurnya jadi nyonya tidak perlu se-marah ini!"


"Jadi sekarang kamu sudah berani membantah apa kata atasan kamu? Kamu mau aku pecat karena kamu telah lalai dalam menjalankan tugas!"


"Jujur aku sekarang sedikit bingung apa maksud nyonya melakukan semua ini padaku? Aku kan sudah bilang kalau aku ngantuk, belum lagi semua pekerjaan yang nyonya berikan sudah aku bereskan tanpa tersisa, apa nyonya masih ingin cari-cari kesalahan untuk menyalahkan ku lagi?"


"Sekarang nyonya jujur saja, nyonya bersikap seperti ini karena nyonya merasa tidak enak kan sama saya? Atau mungkin akibat kejadian tadi malam yang tidak aku sengaja, aku tanpa sengaja telah membuat nyonya ingat akan kejadian yang mengingatkan nyonya pada suami anda makanya nyonya jadi sangatlah aneh seperti ini, katakan saja!"


"Kamu tau apa?"


Belum juga selesai Bintang berusaha membela dirinya sendiri. Bagas yang menatap wajah Bintang dipenuhi dengan rasa kepanikannya ia pun akhirnya mendekati wajah Bintang dengan sangat dekat.

__ADS_1


Bahkan sangking dekatnya jarak diantara keduanya hanya mencapai sesenti, terpojok lantaran belakang Bintang sudahlah tembok. Dan bagas yang semakin memojokkannya, sekaligus bagas yang menghalanginya untuk jangan melarikan diri Bintang yang terkaget dengan apa yang akan dilakukan oleh sekretarisnya saat ini dia pun seketika jantungnya berdegup dengan sangat kencang, belum lagi mengingat seseorang yang ada dihadapannya sangatlah mirip dengan mantan suaminya mampu mengingat akan kejadian masa lalunya.


"Astaga apa yang akan dilakukan sama orang ini, padaku? Kenapa dia mendekatiku dengan cara dekat seperti ini. Jantungku? Jantungku kenapa berdetak dengan kencang seperti ini?" batinnya yang mencoba mengalihkan pandangannya pada Bintang, akan tetapi Bagas menyentuh dagu Bintang agar memandangnya dengan dekat.


Perlahan-lahan Bagas yang mulai mendekati wajah Bintang. Bintang pun akhirnya memejamkan matanya, sedangkan Bagas.


"Aku tidak perduli apa alasan nyonya melakukan semua ini, tapi satu hal yang sangat-sangat ingin aku tau apa yang sebenarnya terjadi pada tadi malam?" tanya bagas spontan membuat wajah Bintang memerah.


Dan berusaha ia memalingkan pandangannya dari Bagas. Bagas yang sadar ia kemudian mencengkram dagu Bintang dan tidak membiarkannya untuk memalingkan pandangannya darinya lagi.


Pertanyaan yang diucapkannya seketika membuat Bintang membuka matanya dengan lebar. Menjauh dan mendorong tubuh Bagas agar menghindar darinya sekaligus bertanya balik pertanyaan apa yang sedang ditanyakan padanya tadi.


"Kamu? Apa yang barusan kamu tanyakan tadi. Dan pertanyaan omong kosong apa itu?" ucapnya tanpa memandang kearahnya.


"Apa kamu sedang berusaha membodohi-ku dengan tipuan kamu itu?" tanyanya mencoba menekannya.


"Sekarang aku tanya apa alasan kenapa kamu malah mempertanyakan soal itu? Terjadi atau tidak itu bukanlah urusan kamu jadi singkirkan tangan kamu dariku!"


Berlalu pergi dari hadapannya tanpa berkata sepatah kata pun lagi, Bagas nampak tersenyum sinis setelah Bintang pergi dari pandangannya.

__ADS_1


"Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu, tapi aku rasa kejadian tadi malam ada sangkut pautnya dengan perubahan Nyonya Bintang saat ini?"ucapnya yang berkata sendiri, melihat jam yang sudah menunjukkan akan pukul 21:00 malam dirinya lalu memungut tas kerjanya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2